KUAT BUKAN BERARTI BAIK BAIK SAJA Tentang Beban Sunyi yang Dipikul Laki-laki
Rp101.000 Original price was: Rp101.000.Rp70.000Current price is: Rp70.000.
100 in stock
Penulis :
Abdy Ihdalumam, S.Psi., M.Psi Psikolog
ISBN : 978-634-05-3189-3
Jumlah Hlm : xxiv + 127 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –
SINOPSIS
Tidak semua laki-laki yang terlihat kuat benar-benar sedang baik-baik saja. Sebagian dari mereka hanya terlalu pandai menyembunyikan lelah, menahan luka, dan menjawab “aman” ketika sebenarnya hati mereka sedang runtuh perlahan.
Sejak kecil, banyak laki-laki diajarkan untuk tidak menangis, tidak mengeluh, dan menyelesaikan semuanya sendiri. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi kuat berarti harus selalu mampu, selalu tenang, dan tidak boleh terlihat rapuh. Namun, di balik sikap diam itu, sering kali ada rasa takut, kecewa, kesepian, tekanan, dan luka yang tidak pernah benar-benar diberi ruang untuk bicara.
Kuat Bukan Berarti Baik-Baik Saja: Tentang Beban Sunyi yang Dipikul Laki-Laki mengajak pembaca menyelami sisi laki-laki yang jarang terlihat: beban sebagai tulang punggung, tekanan untuk selalu berhasil, kesepian di tengah keramaian, luka emosional yang dipendam terlalu lama, hingga keberanian untuk mulai jujur kepada diri sendiri.
Buku ini tidak hadir untuk menghakimi, melainkan untuk menemani. Dengan bahasa yang lembut, reflektif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini membuka ruang bagi laki-laki untuk memahami bahwa mereka juga berhak lelah, berhak menangis, berhak didengarkan, dan berhak meminta bantuan.
Karena pada akhirnya, kuat bukan berarti harus selalu terlihat baik-baik saja. Kuat adalah keberanian untuk berhenti berpura-pura, mengakui luka, dan perlahan belajar pulang kepada diri sendiri.
Daftar Isi
DAFTAR ISI ………………………….. v
KATA PENGANTAR PENULIS ………………………….. viii
KATA PENGANTAR ………………………….. xvi
PENDAHULUAN …………………………..xxii
BAGIAN I LAKI LAKI DAN MITOS “HARUS KUAT” ………………………….. 1
A. Apa Arti “Kuat” bagi Laki Laki? ………………………….. 1
B. Sejak Kecil Diajari Menahan Diri ………………………….. 9
C. Saat Diam Dianggap Dewasa ………………………….. 14
D. Harga yang Dibayar dari Terlalu Lama Menahan ………………………….. 18
E. Latihan Refleksi Bagian I ………………………….. 22
BAGIAN II MENGENALI BEBAN SUNYI YANG SERING TIDAK TERLIHAT ………………………….. 25
A. Beban Menjadi Tulang Punggung ………………………….. 25
B. Beban untuk Selalu Bisa Mengendalikan Keadaan ………………………….. 28
C. Beban Emosi yang Tidak Diberi Nama ………………………….. 31
D. Beban Kesepian di Tengah Banyak Orang ………………………….. 34
E. Beban Perbandingan dan Standar Sosial ………………………….. 37
F. Latihan Refleksi Bagian II ………………………….. 40
BAGIAN III BELAJAR JUJUR PADA DIRI SENDIRI …………. 42
A. Mengakui Lelah Bukan Berarti Lemah …………. 42
B. Mengenali Bahasa Emosi Sendiri …………. 45
C. Cara Aman untuk Mulai Bercerita …………. 49
D. Mengubah Diam Menjadi Komunikasi yang Sehat …………. 52
E. Membangun Kebiasaan Refleksi Diri …………. 55
F. Latihan Refleksi Bagian III ………….58
BAGIAN IV MEMBANGUN RUANG AMAN DAN DUKUNGAN ………….61
A. Mengapa Laki-Laki Butuh Ruang Aman? …………. 61
B. Memilih Orang yang Tepat untuk Berbagi …………. 64
C. Peran Pasangan, Keluarga, dan Teman ………… 67
D. Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional? ………… 72
E. Membangun Lingkungan yang Tidak Menertawakan Kerentanan ………… 75
F. Latihan Refleksi Bagian IV …………79
BAGIAN V MENDEFINISIKAN ULANG ARTI KUAT ………… 84
A. Kuat Itu Bukan Menahan Semuanya Sendirian ………… 84
B. Membangun Batasan yang Sehat ………… 87
C. Menyembuhkan Luka Lama Secara Bertahap ………… 91
D. Menjadi Laki- Laki yang Utuh, Bukan Sekadar Kuat ………… 95
E. Mewariskan Pola yang Lebih Sehat ………… 98
F. Latihan Refleksi Bagian V ………… 102
PENUTUP ………… 105
TENTANG PENULIS ………… 118
DAFTAR PUSTAKA ………… 120
100 in stock

