LOGIKA YANG TERLUPA
Rp108.000 Original price was: Rp108.000.Rp75.000Current price is: Rp75.000.
96 in stock
Penulis :
Febrian Wahyu
ISBN :
Jumlah Hlm : x + 157 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
SINOPSIS
Sering kali manusia terkurung dalam jendela pandangnya sendiri. Ia begitu lama menatap satu arah, hingga lupa bahwa kehidupan menyimpan banyak sisi yang belum sempat dipandang. Ketika pandangan menyempit, langkah pun mudah kehilangan arah. Keputusan lahir tergesa, persoalan kecil menjelma besar, sementara makna yang sesungguhnya dekat justru terlewat begitu saja. Padahal, satu peristiwa dapat menyimpan ribuan tafsir. Baik dan buruknya sering kali bergantung pada dari mana kita memilih untuk memandangnya.
Ada manusia yang runtuh hanya karena satu persoalan kecil. Ada pula yang tetap berdiri meski hidup berkali-kali menghantamnya dengan gelombang yang besar. Sebab kekuatan manusia tidak selalu ditentukan oleh beratnya ujian, melainkan oleh bagaimana pikiran memberi arti pada setiap kejadian. Pikiran adalah ruang tempat kenyataan diolah, luka diterjemahkan, dan harapan dilahirkan. Namun ketika logika kehilangan arah dan motivasi tumbuh dari tempat yang keliru, pikiran yang seharusnya menjadi penuntun justru dapat membawa manusia tersesat dalam kehidupannya sendiri.
Buku ini mengajak pembaca untuk melihat kehidupan melalui jendela yang berbeda. Bukan untuk menyangkal kenyataan, melainkan untuk menemukan makna yang mungkin tersembunyi di baliknya. Setiap peristiwa akan diajak berbicara dengan logika yang jernih, direnungkan dengan hati yang tenang, lalu dipetik pelajarannya sebagai bekal perjalanan.
Sebab barangkali, yang membuat hidup terasa berbeda bukanlah perubahan pada apa yang kita jalani, melainkan perubahan pada cara kita memaknainya.
Daftar Isi
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vii
Bab 1 — Rezeki Tak Pernah Salah Membagi 1
Bab 2 — Selama Napas Masih Ada 5
Bab 3 — Hidup yang Kau Keluhkan, Mungkin
Sedang Diimpikan 9
Bab 4 — Sibuk Menilai, Lupa Bercermin 12
Bab 5 — Bahagia Tidak Menunggu Kita Kaya 16
Bab 6 — Waktu Hanya Datang Sekali 20
Bab 7 — Jangan Menunggu Hidup Menjadi
Penyesalan 24
Bab 8 — Dendam yang Diam -Diam Menyakiti
Pemiliknya 28
Bab 9 — Jangan Menebak Isi dari Kulitnya 31
Bab 10 — Gagasan yang Tak Dilahirkan
Akan Mati 35
Bab 11 — Anak Bukan Sekadar Penerus, tetapi
Penyempurna 38
Bab 12 — Selama Jantung Itu Masih Berdetak 43
Bab 13 — Lebih Baik Lelah karena Berjuang 47
Bab 14 — Satu Noda Jangan Menutupi Seribu
Cahaya 52
Bab 15 — Sebelum Melukai, Tempatkan Dirimu di
Posisinya 57
Bab 16 — Ketika Kehendak Kita Bukan
Kehendak -Nya 63
Bab 17 — Rezeki Butuh Jalan untuk Mengalir 70
Bab 18 — Jangan Menjadi Tawanan Masa Lalu 77
Bab 19 — Berhenti Mencari, Mulailah Menjaga 82
Bab 20 — Kesuksesan Tidak Punya Satu Ukuran 87
Bab 21 — Cintailah Manusianya,
Bukan “Pakaiannya” 92
Bab 22 — Kepastian yang Kerap Kita Lupakan 96
Bab 23 — Menikah Bukan Lowongan Kerja 99
Bab 24 — Sedekah, Investasi yang Tak Pernah
Rugi 102
Bab 25 — Tak Ada yang Benar -Benar Sia-Sia 106
Bab 26 — Ketika Cinta dan Benci Kehilangan
Batas 110
Bab 27 — Ingat Kebaikannya, Redakan
Amarahmu 114
Bab 28 — Jangan Titipkan Seluruh Harap pada
Manusia 118
Bab 29 — Tak Ada yang Tertinggal di Jalannya
Sendiri 122
Bab 30 — Saat Tuhan Membiarkan Kita
Belajar Jatuh 126
Bab 31 — Yang Terlihat Belum Tentu yang
Terasa 130
Bab 32 — Kita Memilih Sebab, Akibat yang
Menjawab 133
Bab 33 — Membeli Fungsi, Bukan Gengsi 137
Bab 34 — Panjang Perjalanan Bergantung Cara
Kita Menikmatinya 141
Bab 35 — Kita Sering Mengerti Setelah
Kehilangan 145
Bab 36 — Selama Masih Ada Lembar yang
Kosong 149
Bab 37 — Jangan Remehkan Kerikil Kecil 152
Tentang Penulis 155
96 in stock

