Aksara Katulistiwa

LUKA YANG DIWARISKAN

Original price was: Rp110.000.Current price is: Rp76.000.

96 in stock

Penulis :

Heri Siswoko

ISBN : 

Jumlah Hlm : xvi + 154 halaman
Ukuran : 14,8 x 21 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026

SINOPSIS

“Dulu saya juga begitu, dan saya baik-baik saja.”

Kalimat itu sering diucapkan sambil tersenyum, seolah tamparan, bentakan, dan hukuman yang mempermalukan hanyalah bagian wajar dari masa sekolah. Namun di balik senyum itu kerap tersimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan diam-diam diteruskan. Guru memukul seperti dulu ia dipukul. Senior membentak seperti senior dulu ia dibentak. Seorang anak membawa luka dari rumah, lalu menumpahkannya pada teman di sekolah.

Buku ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur: luka apa yang sedang kita wariskan? Dengan bahasa yang hangat, berpijak pada kajian ilmiah dan kebijakan terbaru Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, buku ini menelusuri bagaimana kekerasan dipelajari dan diturunkan dari generasi ke generasi, sekaligus menunjukkan jalan untuk memutus rantainya. Sebab jika luka bisa diwariskan, maka demikian pula dengan penyembuhannya.

Di dalam buku ini, pembaca akan mengetahui:

  1. Mekanisme psikologis dan sosiologis reproduksi kekerasan

  2. Tanda-tanda kekerasan dan deteksi dini di sekolah

  3. Disiplin positif dan keadilan restoratif

  4. Hierarki, disiplin, dan senioritas sebagai ruang pewarisan

  5. Peran guru BK, kepala sekolah, keluarga, dan komunitas

  6. Langkah menuju sekolah yang menyembuhkan

Bacaan bagi guru, guru BK, kesiswaan, kepala sekolah, orang tua, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin sekolah menjadi tempat yang aman bagi setiap anak.


Daftar Isi

Daftar Isi v
Pengantar xii
Bab 1 Kekerasan Yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi: Pengantar Kekerasan Di Sekolah 1
1.1. Definisi Dan Bentuk Kekerasan Di Lingkungan Sekolah 2
1.2. Kekerasan Yang Tak Terlihat: Struktural Dan
Kultural 5
1.3. Statistik Dan Fakta Terkini Kekerasan Pada Anak Di Sekolah Indonesia 6
1.4. Perjalanan Kebijakan: Dari Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Ke Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman 8
1.5. Dari “Kasus” Menjadi “Pola”: Pentingnya Memahami Reproduksi Kekerasan 10
Rangkuman Bab 12
Pertanyaan Refleksi 13
Bab 2 Belajar Menjadi Keras: Mekanisme Reproduksi Kekerasan 14
2.1. Teori Belajar Sosial: Meniru Apa Yang Dilihat Dan Dialami 15
2.2. Trauma, Pengalaman Masa Kecil Yang Merugikan, Dan Siklus Korban–Pelaku 17
2.3. Reproduksi Sosial Dan Kekerasan Simbolik 21
2.4. Habitus Dan Normalisasi: “Dulu Saya Juga Begitu, Dan Saya Baik-Baik Saja” 23
2.5. Merangkai Perspektif: Model Reproduksi
Kekerasan 25
Rangkuman Bab 26
Pertanyaan Refleksi 27
Bab 3 Hierarki, Disiplin, Dan Tradisi: Ruang Tumbuhnya Pewarisan Kekerasan 28
3.1. Relasi Kuasa Dan Struktur Hierarki Di Sekolah 29
3.2. Atas Nama Disiplin: Guru Yang Mewarisi Cara Ia Dulu Dididik 30
3.3. Senioritas, Perpeloncoan, Dan Budaya Bungkam Antarangkatan 33
3.4. Jaring Ekologis: Rumah, Sekolah, Media, Dan Masyarakat 36
3.5. Contoh Konkret Pola Kekerasan Yang Berulang Dan Diwariskan 38
Rangkuman Bab 39
Pertanyaan Refleksi 40
Bab 4 Jejak Luka: Pengaruh Kekerasan Terhadap Perkembangan Anak 41
4.1. Dampak Fisik Dan Psikologis Jangka Pendek 42
4.2. Pengaruh Pada Perkembangan Sosial Dan
Emosional 43
4.3. Konsekuensi Jangka Panjang Terhadap Prestasi Dan Kesejahteraan 44
4.4. Dampak Pada Pelaku Dan Saksi 46
4.5. Ketika Korban Kelak Menjadi Orang Tua Atau Guru 48
Rangkuman Bab 49
Pertanyaan Refleksi 50
Bab 5 Membaca Tanda: Identifikasi Kekerasan Di Sekolah 51
5.1. Mengenali Gejala Pada Korban 52
5.2. Mendeteksi Pelaku Dan Pola Kekerasan Yang
Muncul 55
5.3. Mengenali Tanda Budaya Kekerasan Yang Mulai Mengakar Di Sekolah 57
5.4. Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Pengawasan Dan Pelaporan 58
Rangkuman Bab 62
Pertanyaan Refleksi 63
Bab 6 Mengapa Budaya, Bukan Sekadar Aturan: Membaca Kebijakan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman 64
6.1. Pergeseran Paradigma: Dari Reaktif Ke Preventif Dan Transformatif 65
6.2. Tujuan, Asas, Sasaran, Dan Cakupan Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman 67
6.3. Kelembagaan Dan Peran: Sekolah, Pemerintah Daerah, Dan Kelompok Kerja 70
6.4. Mengapa Pendekatan Budaya Relevan Untuk Memutus Reproduksi Kekerasan 74
6.5. Tantangan Implementasi Di Lapangan 76
Rangkuman Bab 77
Pertanyaan Refleksi 79
Bab 7 Pendidik Sebagai Pemutus Rantai 80
7.1. Membangun Budaya Sekolah Yang Aman, Nyaman, Dan Inklusif 81
7.2. Dari Hukuman Ke Disiplin Positif 83
7.3. Komunikasi Efektif Dengan Murid Yang Mengalami Kekerasan 87
7.4. Peran Strategis Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Budaya Sekolah Aman Dan Nyaman 89
7.5. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Kebijakan Internal Sekolah 91
Rangkuman Bab 93
Pertanyaan Refleksi 94
Bab 8 Keluarga Dan Komunitas: Ekosistem Yang Mewariskan Atau Memulihkan 95
8.1. Komunikasi Terbuka Dan Dukungan Bagi Anak Untuk Melapor 96
8.2. Pola Asuh Dan Faktor Risiko Reproduksi Kekerasan Dalam Keluarga 99
8.3. Orang Tua Yang Memutus Warisan Luka Masa Kecilnya Sendiri 101
8.4. Kolaborasi Sekolah, Keluarga, Masyarakat, Dan Media 103
8.5. Peran Pemerintah Daerah, Lembaga Perlindungan Anak, Dan Layanan Sosial 106
Rangkuman Bab 107
Pertanyaan Refleksi 108
Bab 9 Memulihkan Yang Terluka: Intervensi Dan Pendekatan Psikososial 109
9.1. Model Intervensi Psikososial Untuk Korban, Pelaku, Dan Saksi 110
9.2. Teknik Konseling Dan Dukungan Emosional Di Sekolah 115
9.3. Keadilan Restoratif 117
9.4. Konseling Kelompok Dan Program Pemulihan 120
9.5. Pendidikan Sosial-Emosional, Kesehatan Mental, Dan Penguatan Empati 122
Rangkuman Bab 125
Pertanyaan Refleksi 125
Bab 10 Menuju Sekolah Yang Menyembuhkan: Langkah Nyata Dan Berkelanjutan 127
10.1. Sekolah Berwawasan Trauma 128
10.2. Desain Ruang, Kegiatan, Nilai, Dan Norma Positif Yang Mendukung Rasa Aman 130
10.3. Panduan Implementasi Program Secara Berkelanjutan 132
10.4. Pengukuran Keberhasilan Dan Evaluasi Budaya Sekolah Aman 134
10.5. Tips Praktis Untuk Pendidik, Orang Tua, Dan
Murid 136
10.6. Kisah Sukses Dan Inspirasi Perubahan 138
Rangkuman Bab 140
Pertanyaan Refleksi 141
Penutup 142
Daftar Pustaka 144
Profil Penulis 154

 

96 in stock

LUKA YANG DIWARISKAN
You're viewing: LUKA YANG DIWARISKAN Original price was: Rp110.000.Current price is: Rp76.000.
Tambah ke Keranjang
Shopping cart close