Aksara Katulistiwa

TUBUHKU DI SINI, TAPI JIWAKU MASIH DI HARI ITU

Original price was: Rp157.500.Current price is: Rp110.000.

96 in stock

Penulis :

Irmayana

ISBN : 978-634-97256-3-7

Jumlah Hlm : xii + 357 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –

SINOPSIS

Tidak semua luka sembuh oleh waktu. Ada luka yang tak berdarah tapi terus nyeri, menetap dalam diam, dan mengubah cara kita melihat hidup.
Tubuhku di Sini, Tapi Jiwaku Masih di Hari Itu adalah kisah tentang mereka yang pernah patah, tapi tetap dipaksa berdiri. Tentang trauma yang tak terlihat oleh mata, tapi terasa nyata di dada. Tentang hari-hari yang dijalani dengan wajah tenang, namun jiwa di dalamnya terus berteriak.
Ini bukan kisah penyembuhan yang indah. Ini tentang bagaimana seseorang belajar menerima bahwa tidak semua luka bisa hilang—tetapi bisa ditemani, bisa dirangkul, dan bisa dipeluk dalam sujud.
Untuk kamu yang merasa takut tanpa sebab, menangis tanpa alasan, atau merasa hancur tapi tak tahu kepada siapa harus berkata, buku ini hadir untuk mengingatkan:
Kamu tidak sendiri. Allah tidak pernah benar-benar pergi.
Tidak semua luka sembuh dengan waktu. Ada yang diam-diam menetap, mengendap, dan hidup di dalam diri—seperti trauma yang enggan pergi. Buku ini adalah perjalanan batin seseorang yang pernah “hancur”, namun dipaksa terlihat utuh. Tentang ketakutan tanpa sebab, tangisan tiba-tiba, dan rasa salah yang terus melekat. Tentang tubuh yang menjalani hari, tapi jiwanya tertinggal di masa lalu. Ini bukan buku yang menawarkan solusi instan. Ini adalah teman bagi kamu yang juga sedang merasa tidak baik-baik saja. Sebab dalam luka, ada Allah yang tetap setia menunggu untuk dijemput.

Daftar Isi

PENDAHULUAN
Aku Masih di Sana, Meski Semua Sudah Berlalu ………………………………. v

BAB 1 Hari Itu, Saat Dunia dalam Diriku Runtuh ……………………………………… 1
Hari Itu, Segalanya Retak dalam Sekejap ……………………………………. 3
Trauma Itu Menghentikan Waktu dalam Diriku ……………………………. 7
Aku yang Sebelum Hari Itu, Sudah Tidak Ada Lagi ……………………. 10
Dunia dalam Diriku Runtuh, tapi Allah Masih Menyisakan Iman …. 14
Saat Semua Berubah, Aku Tak Siap, tapi Allah Tahu Caranya ….. 18
Trauma Itu Menjauhkan Semua Orang, Termasuk Diriku Sendiri ……………………………………………………………………………….. 22
Hari Itu, Hidupku Tidak Lagi Milikku ………………………………………. 25
Sebelum Hari Itu, Aku Masih Punya Harapan …………………………. 29
Aku Tidak Runtuh Seketika, tapi Retaknya Tak Pernah Sembuh …………………………………………………………………………….. 32
Trauma Pertama, Jalan Sunyi Menuju Allah …………………………… 35

BAB 2. Aku Tak Lagi Menyentuh Dunia dengan Cara yang Sama ……… 38
Aku Tak Lagi Menyentuh Dunia dengan Cara yang Sama ……… 41
Setelah Hari Itu, Aku Hidup dengan Luka yang Tidak Terlihat ………. 50
Dunia Masih Sama, tapi Aku Tidak Lagi Sama ……………………….. 54
Trauma Mengganti Mataku, Bukan Hanya Hidupku ……………………. 57
Setelah Trauma, Aku Belajar Bertahan di Dunia yang Tidak Aku Percaya Lagi …………………………………………………….. 61
Aku yang Baru Tercipta dari Reruntuhan Hari Itu ……………………. 65
Takut, Jauh, dan Mudah Terluka Itu Aku Setelah Hari Itu …………… 69
Kehidupan Setelah Luka: Ketika Dunia Tak Lagi Ramah …………….. 73
Aku Menyentuh Dunia Lewat Dinding Ketakutan ……………………… 77
Dunia Tak Pernah Berubah, tapi Aku Telah Hancur Sekali …………. 81

BAB 3 Ketika Aku Tak Lagi Percaya pada Diriku Sendiri ……………………. 85
Tubuhku Baik-Baik Saja, tapi Jiwaku Tidak Percaya Itu …………….. 89
Aku Tak Lagi Mendengar Diriku, Apalagi Mempercayainya ………… 93
Takut Salah, Padahal Aku Tak Pernah Benar di Mataku Sendiri …… 97
Setiap Kata Ingin Keluar, tapi Aku Membungkamnya Sendiri ……. 101
Aku yang Diam Bukan karena Tidak Bisa, tapi karena Tak Lagi Yakin ….. 105
Menangis Tanpa Sebab, karena Luka Itu Terlalu Dalam untuk Dijelaskan ………………………………………………………………… 109
Ketika Kepercayaan Diri Mati, tapi Aku Masih Disuruh Bertahan ……………………………………………………………………… 113
Aku Menyusut dalam Diriku Sendiri …………………………………… 117
Rasa Salah Itu Menjadi Nafasku Sehari-Hari ……………………….. 122
Di Luar Aku Tenang, di Dalam Aku Pecah ……………………………. 126

BAB 4 Ingatan yang Menghantui Tanpa Izin ………………………………….. 130
Aku Tidak Memanggilnya, tapi Ingatan Itu Datang Juga …………… 133
Masa Lalu Itu Masih Hidup dalam Tidurku …………………………… 136
Setiap Suara Bisa Menjadi Jerat untuk Jiwaku ………………………. 139
Ketika Masa Lalu Menjadi Penjara yang Tak Bisa Kulihat ………… 142
Aku Tertidur, tapi Tidak Pernah Benar-Benar Aman ………………. 146
Setiap Detik Bisa Membuka Luka yang Tak Pernah Sembuh ……… 149
Kenangan Itu Tidak Mati, Ia Bersembunyi di Kepalaku …………… 152
Ada Suatu Hari yang Selalu Mengikutiku, Bahkan Saat Aku Diam …………………………………………………………………………… 156
Trauma Itu Tidak Bernapas, tapi Aku Merasakannya Setiap Hari ……………………………………………………………………………….. 160

BAB 5
Aku Tak Gila, Aku Terluka ……………………………………………… 164
Luka yang Tak Terlihat Itu Nyata …………………………………….. 168
Bukan Gila, tapi Butuh Ditolong ………………………………………. 171
Lemah Bukan Berarti Gagal: Luka Batin Bukan Aib ………………….. 175
Peran Lingkungan yang Tidak Memahami ……………………………… 178
Perluasan Pemahaman: Iman Tidak Meniadakan Perasaan ………….. 181
Langkah Kecil Menuju Pulih …………………………………………….. 184
Luka Tak Menjadikanku Gila, tapi Menjadikanku Lebih Dalam Memahami Hidup ……………………………………………………… 187

BAB 6 Dalam Sujud Aku Menemukan Fragmen Diriku …………………………. 190
Sujud Itu Tidak Menyembuhkan Seketika, tapi Membuatku Bertahan …………………………………………………………………… 193
Ternyata Aku Masih Bisa Dicintai, Meski Retak ……………………… 197
Aku Tak Utuh, tapi Allah Tak Pernah Butuh Kesempurnaan ……….. 202
Di Tengah Gelisah, Aku Mendengar Nama-Nya Lebih Jelas ………… 205
Aku Menemukan Diriku di Tempat Paling Rendah: Sajdah …………. 208
Sujud yang Menampung Air Mataku dan Menyisakan Cahaya …….. 211
Mungkin Aku Masih Luka, tapi Kini Aku Tidak Sendirian …………… 214

Ketika Tak Ada Lagi yang Kupeluk, Aku Mendekap Sajadah …………… 218
Allah Tidak Datang Saat Aku Sempurna, tapi Saat Aku Benar-Benar Butuh ………………………………………………………………………… 222
Bersujud, Bukan karena Kuat, tapi karena Hancur ……………………. 226

BAB 7 Belajar Hidup Bersama Luka …………………………………………… 230
Luka Ini Tidak Pergi, tapi Aku Bisa Tetap Melangkah ……………….. 234
Aku Belajar Menjadi Rumah, Bahkan untuk Luka yang Tak Sembuh ……………………………………………………………………… 237
Luka Itu Ada, tapi Ia Bukan Aku ……………………………………….. 241
Bukan Move On, tapi Move With Bersama Luka dan Iman …………… 245
Aku Tidak Menunggu Luka Hilang untuk Hidup Kembali …………….. 250
Luka Ini Mungkin Tak Hilang, tapi Aku Tak Lagi Tersesat …………… 253
Ada Bagian dari Diriku yang Masih Luka, tapi Ada Juga yang Sudah Berdamai ……………………………………………………………………… 256
Hidupku Tidak Lagi tentang Luka Itu, tapi tentang Siapa Aku Sekarang ……………………………………………………………………… 259
Aku Membawa Luka Ini ke Dalam Doaku, Bukan Lagi ke Dalam Takdirku ………………………………………………………………………. 262
Allah Tidak Menyuruhku Melupakan, tapi Menyuruhku Bertahan ….. 265

BAB 8
Saat Aku Tak Lagi Membenci Diriku Sendiri …………………………… 269

Aku Tidak Sempurna, tapi Aku Tidak Lagi Membenci Itu …………….. 273
Mungkin Aku Pernah Rusak, tapi Aku Tak Lagi Layak Dibenci ………. 277
Aku Tidak Lagi Marah pada Diriku yang Pernah Tak Baik-Baik Saja …………………………………………………………………………. 281
Allah Mengampuni, Lalu Aku Belajar Mengampuni Diriku Sendiri ……………………………………………………………………. 285
Aku Belajar Merangkul Diriku, Seperti Aku Merangkul Orang Lain …………………………………………………………………………… 289
Diriku yang Luka Itu Juga Berusaha Bertahan ………………………… 293
Aku Boleh Melemah, tapi Aku Tak Layak Dibenci …………………….. 297
Mengampuni Diri Sendiri Adalah Doa yang Pelan tapi Dalam ………. 301
Setelah Semua yang Aku Lalui, Aku Berhak Dicintai oleh Diriku Sendiri ………………………………………………………………………… 305

BAB 9 Hari Ini Aku Masih Takut, tapi Tidak Sendirian ……………………….. 309
Aku Masih Takut, tapi Kini Ada yang Menemani ………………………. 312
Ketakutanku Masih Ada, tapi Aku Tak Lagi Gelap Sendiri …………… 316
Hari Ini Aku Tak Sembuh Total, tapi Aku Punya Sandaran ………….. 320
Aku Tetap Goyah, tapi Ada Doa yang Menopang ………………………. 324
Ketakutan Itu Datang, tapi Tidak Lagi Mengalahkanku ………………. 328
Aku Pernah Sendirian dalam Gelap, Kini Aku Tak Lagi Perlu Berjuang Sendiri ……………………………………………………………………. 332
Aku Bertahan Hari Ini karena Seseorang Mengingatkanku pada Allah ………………………………………………………………………….. 336
Tak Selalu Kuat, tapi Kini Tak Lagi Sepi ………………………………. 340
Ada Ayat yang Menenangkanku, Ada Bahu yang Menguatkanku ……… 344
Hari Ini Aku Tak Lari dari Takut, tapi Berjalan Bersamanya, dengan Allah di Sisiku ……………………………………………………. 348

PENUTUP Aku Mungkin Tak Akan Lupa, tapi Kini Aku Siap Hidup Lagi …………. 352
Profil Penulis ………………………………………………………………… 354
Daftar Pustaka ……………………………………………………………….. 355

 

96 in stock

TUBUHKU DI SINI, TAPI JIWAKU MASIH  DI HARI ITU
You're viewing: TUBUHKU DI SINI, TAPI JIWAKU MASIH DI HARI ITU Original price was: Rp157.500.Current price is: Rp110.000.
Tambah ke Keranjang
Shopping cart close