Aksara Katulistiwa

Yang Tak Terucap di Balik Kaki Gunung Slamet

Original price was: Rp50.000.Current price is: Rp43.000.

10 in stock

Penulis :

MAULANA TEGUH PERDANA

ISBN : –

Jumlah Hlm : x + 81
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –

SINOPSIS

Maya, seorang jurnalis investigasi berusia 28 tahun, merasa jenuh dengan rutinitas liputan kota yang monoton. Didorong oleh idealisme untuk mengungkap kisah-kisah tak terucap dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal mistis sejak kecil, ia terpikat oleh desas-desus dari temannya, Rio, tentang sebuah desa terpencil bernama Kalibiru di kaki Gunung Slamet, Tegal. Desa itu kerap dilanda musibah tak wajar dan beberapa kasus orang hilang misterius.

Dengan alasan meliput “fenomena budaya lokal,” Maya nekat pergi ke Kalibiru. Setibanya di sana, ia disambut tatapan curiga warga dan memutuskan menginap di sebuah rumah tua di pinggir desa. Malam pertamanya diwarnai gangguan suara aneh, bayangan, dan mimpi buruk yang mengerikan, menandakan bahwa ia sudah menjadi target. Upayanya menggali informasi dari warga selalu menemui jalan buntu, hingga akhirnya seorang janda tua, Mbok Dalem, memberikan petunjuk samar tentang sebuah perjanjian kuno. Penemuan sapu tangan milik Rizal, salah satu korban hilang, di tepi Kali Gung semakin meyakinkan Maya bahwa ada misteri kelam yang tersimpan.

Didampingi Rio yang akhirnya menyusul, Maya berhasil menemui Mbah Karto, sesepuh desa yang sangat tertutup. Mbah Karto dengan berat hati menceritakan tentang perjanjian yang dibuat leluhur desa dengan “Penjaga Rimba Slamet”—sebuah entitas purba berwujud tak stabil, kadang asap hitam raksasa, kadang ilusi ketakutan—untuk kemakmuran, dengan imbalan tumbal nyawa setiap purnama merah. Perjanjian itu dilanggar sekitar tiga puluh tahun lalu, membuat Penjaga Rimba murka dan kini menagih “ganti rugi” dalam bentuk tumbal manusia. Mbah Karto memberikan peringatan keras: Penjaga Rimba sudah mengawasi Maya.

Teror pun menimpa Maya secara langsung. Gangguan di rumah semakin intens, peralatan investigasi rusak, dan yang paling mengerikan, Pak Slamet—kepala dusun yang membantu mereka—ditemukan meninggal dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Ketegangan mencekik desa, mendorong Maya untuk mencari solusi. Ia dan Rio menemukan buku harian Arjuna, seorang peneliti yang juga mencoba mengungkap misteri ini 50 tahun lalu dan bernasib tragis. Buku itu berisi detail ritual pemutus perjanjian dan peta menuju “Jantung Kekuatan” Penjaga Rimba di kedalaman hutan.

Maya, yang merasa terpanggil, memutuskan untuk menghentikan siklus teror ini. Bersama Rio dan beberapa warga muda yang lelah dengan ketakutan (Dani, Budi, Rina), mereka memulai perjalanan berbahaya di tengah malam menuju jantung hutan. Mereka menghadapi ilusi, jebakan, dan manifestasi mengerikan dari Penjaga Rimba yang mencoba menghentikan mereka. Di dalam gua “Jantung Kekuatan”, mereka berkonfrontasi langsung dengan entitas tersebut. Maya memimpin ritual pemutus perjanjian sesuai buku Arjuna, di tengah serangan mental dan fisik dari Penjaga Rimba. Ritual berhasil, namun Dani terluka parah akibat batu yang jatuh—sebuah pengorbanan yang pahit.

Penjaga Rimba Slamet berhasil ditenangkan dan terkurung kembali, namun luka psikologis membekas pada Maya dan tim. Desa Kalibiru kembali tenang, tapi tidak sepenuhnya pulih; kewaspadaan dan ritual baru menjadi bagian hidup mereka. Maya menulis laporannya, namun sengaja tak mengungkap seluruh kebenaran, menyisakan misteri yang tak terucap agar desa bisa melanjutkan hidup.

Bertahun-tahun kemudian, Maya—kini jurnalis sukses namun trauma—menemukan tanda-tanda kecil teror serupa di desa lain sekitar Slamet. Ia menerima foto anonim dan menemukan bayangan Penjaga Rimba yang jelas di foto lamanya. Epilog ini menegaskan bahwa Penjaga Rimba Slamet tidak benar-benar mati, hanya tertidur, menunggu waktu untuk bangkit kembali, meninggalkan Maya dengan kesadaran pahit bahwa beberapa rahasia harus tetap terkubur di balik keagungan gunung.

Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………….. iii
Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. . viii
BAGIAN I: BISIKAN DARI KAKI GUNUNG …………………….. 1
Bab 1: Panggilan dari Desa Terpencil ………………………….. …………..2
1.1 Rutinitas yang Membosankan ………………………….. ……………2
1.2 Percakapan yang Mengusik ………………………….. ………………..3
1.3 Keputusan Nekat ………………………….. ………………………….. ……..6
1.4 Perjalanan Menuju Senyap ………………………….. …………………8
1.5 Tatapan Curiga ………………………….. ………………………….. …………9
Bab 2: Senyapnya Rumah Tua ………………………….. ……………………. 12
2.1 Rumah Tua di Tepi Jurang ………………………….. ……………….. 12
2.2 Bisikan Malam Pertama ………………………….. ……………………. 13
2.3 Warga yang Tertutup ………………………….. ……………………….. 15
2.4 Pertemuan dengan Janda Tua ………………………….. ………… 16
Bab 3: Jejak Hilang di Kali Gung ………………………….. ………………… 18
3.1 Peringatan Tak Terucap ………………………….. ……………………. 18
3.2 Kisah Tragis Keluarga Pak Karta ………………………….. ………. 19
3.3 Penemuan di Tepi Sungai ………………………….. ………………… 21
3.4 Tanda-tanda Aneh………………………….. ………………………….. … 23
BAGIAN II: TEROR YANG BANGKIT KEMBALI …………….. 25
Bab 4: Rahasia Sang Sesepuh ………………………….. …………………….. 26
4.1 Petunjuk dari Secangkir Kopi Pahit ………………………….. … 26
4.2 Kisah Perjanjian di Bawah Purnama ………………………….. .. 28
4.3 Konsekuensi Pelanggaran dan Peringatan Keras …….. 31
Bab 5: Teror di Balik Pintu ………………………….. ………………………….. .33
5.1 Malam yang Tak Lagi Sama ………………………….. ………………33
5.2 Penampakan dan Sentuhan Dingin ………………………….. ..34
5.3 Gangguan pada Rio dan Peralatan ………………………….. ….35
5.4 Korban Selanjutnya: Tragisnya Pak Slamet …………………37
Bab 6: Buku Harian Kuno ………………………….. ………………………….. …39
6.1 Petunjuk Tersembunyi di Rumah Tua…………………………. 39
6.2 Kisah Peneliti yang Gagal ………………………….. ………………….41
6.3 Detail Ritual dan Peta Terlarang ………………………….. ………42
6.4 Tekad dan Bahaya yang Mengintai ………………………….. …44
BAGIAN III: PERJALANAN MENUJU KEGELAPAN ……….. 46
Bab 7: Perhitungan Mundur ………………………….. ……………………….. 47
7.1 Ketakutan yang Tak Terbendung ………………………….. …….47
7.2 Dilema Maya: Lari atau Melawan? ………………………….. ……48
7.3 Sekutu Tak Terduga ………………………….. ………………………….. .49
7.4 Persiapan Menjelang Tengah Malam …………………………. 51
Bab 8: Ritual di Jantung Hutan ………………………….. ……………………53
8.1 Perjalanan Menuju Kegelapan ………………………….. …………53
8.2 Ujian dan Ilusi ………………………….. ………………………….. …………54
8.3 Menemukan Situs Terlarang ………………………….. …………….56
8.4 Menuju Jantung Kekuatan ………………………….. ………………..57
Bab 9: Malam Puncak di Altar Tumbal ………………………….. ……….59
9.1 Memasuki Sarang Teror ………………………….. …………………….59
9.2 Kemunculan Penjaga Rimba Slamet ………………………….. .60
9.3 Pertarungan Kehendak dan Ritual ………………………….. …..62
9.4 Konsekuensi dan Pengorbanan ………………………….. ……….63
BAGIAN IV: WARISAN YANG TAK TERUCAP …………………..66
Bab 10: Bayangan yang Tertinggal …………………………………….. 67
10.1 Pagi Setelah Badai …………………………………………………….. 67
10.2 Luka yang Mengukir Jiwa …………………………………………. 68
10.3 Desa yang Berubah …………………………………………………… 69
10.4 Laporan yang Tak Terucap Penuh ……………………………… 71
Epilog: Bisikan Angin dari Slamet …………………………………….. 73
Epilog.1 Kehidupan yang Berlanjut …………………………………… 73
Epilog.2 Tanda tanda Kecil ………………………………………………. 74
Epilog.3 Warisan yang Tak Pernah Mati …………………………….  76
Profil Penulis ………………………………………………………………….. 78

10 in stock

Yang Tak Terucap di Balik Kaki  Gunung Slamet
You're viewing: Yang Tak Terucap di Balik Kaki Gunung Slamet Original price was: Rp50.000.Current price is: Rp43.000.
Beli Sekarang