• -48% DUA RATUS JUTA, SEMANGKUK SOTO, DAN DOA IBU SEBUAH KISAH TENTANG HARAPAN DAN KASIH IBU

    DUA RATUS JUTA, SEMANGKUK SOTO, DAN DOA IBU SEBUAH KISAH TENTANG HARAPAN DAN KASIH IBU

    Penulis :

    Reza Imani Syawal

    ISBN : 978-634-05-1206-9

    Jumlah Hlm : viii + 91
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Semua orang punya titik terendah dalam hidupnya, dan bagi Ibu, titik itu datang di tahun 2019. Sebuah aset ruko yang menjadi harapan satu-satunya untuk menutup hutang sebesar 200 juta rupiah justru menjadi sumber petaka. Uang hasil penjualannya dibawa lari, disusul dengan intimidasi yang mengancam keselamatan keluarga. Ibu dipaksa menyerah pada keadaan, merelakan harta yang hilang, tapi tidak dengan tanggung jawabnya. Ia memilih memikul beban hutang itu di pundaknya, sendirian.

    Buku ini menceritakan jejak langkah seorang Ibu yang enggan menyerah meski dunianya sedang runtuh. Berawal dari warung nasi sederhana di Cinere yang penghasilannya menyusut hingga hanya menyentuh seratus ribu sehari, sebuah ide muncul dari percakapan meja makan setelah pernikahan anaknya. “Gimana kalau Ibu jualan Soto Betawi saja?”

    Itu adalah awal dari pertaruhan baru. Namun, tepat saat kuali soto pertama mulai mendidih di awal 2020, pandemi Covid-19 menghantam. Warung yang baru saja mulai bernapas harus berhadapan dengan jalanan yang sepi dan pembatasan wilayah. Tidak berhenti di situ, tagihan hutang lama sebesar 50 juta tiba-tiba datang menagih di depan pintu rumah.

    Di sinilah babak “perang” yang sesungguhnya dimulai. Strategi berpindah ke dunia digital—Gojek, Grab, dan terakhir ShopeeFood. Pembaca akan dibawa melihat bagaimana Ibu harus bertahan di balik uap kuali, meracik rasa yang tetap konsisten meski harga bahan pokok melambung tak karuan. Ada momen-momen menyesakkan saat harus bernegosiasi dengan pihak bank untuk meminta napas tambahan (restrukturisasi) hingga tahun 2024.

    Namun, di tengah aroma lengkuas dan santan, ada tawa dua orang cucu yang lahir menjadi “bahan bakar” utama. Semangat itu membawa Soto Betawi Ibu melanglang buana, dipesan oleh pelanggan dari Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan, bahkan hingga harus berjualan sampai waktu sahur demi mengejar setiap rupiah pelunasan.

    Ini bukan sekadar buku tentang cara melunasi hutang. Ini adalah catatan cinta seorang Ibu yang membuktikan bahwa kejujuran dan kerja keras adalah mata uang yang paling berharga. Di tahun 2024, surat pelunasan itu akhirnya terbit, menandai akhir dari lima tahun perjalanan yang penuh peluh, dan dimulainya masa depan yang merdeka.


    Daftar Isi


    Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……..v
    Daftar Isi………………………….. ………………………….. ………………………….. ……………… viii
    Bab 1 : Secercah Harapan di Balik Pintu yang Terkunci …………………… 1
    Bab 2: Senja di Warung Nasi dan Resep Baru dari Cinere ……………….. 6
    Bab 3: Asap Pertama dan Debar Jantung di Balik Kuali ………………… 17
    Bab 4: Bayang-Bayang Masa Lalu di Tengah Harum Kuah Soto ….24
    Bab 5: Tamu di Depan Pintu dan Dunia yang Terkunci ………………… 31
    Bab 6: Menembus Dinding Digital dan Napas dari Meja
    Perundingan ………………………….. ………………………….. ……………………… 35
    Bab 7: Cucu, Kompor, dan Dua Dunia Digital ………………………….. ………42
    Bab 8: Kejujuran di Meja Bank dan Keajaiban Digital ……………………. 48
    Bab 9: Strategi Piring Meluap dan Pertaruhan di Ranah Shopee ..54
    Bab 10: Cahaya di Ambang Fitri dan Gema Rasa
    Melampaui Batas………………………….. ………………………….. …………….. 60
    Bab 11: Fajar 2024 dan Janji yang Terbayar Tunai …………………………. 65
    Bab 12: Paspor Pertama dan Cakrawala Baru di Seberang Lautan 72
    Bab 13: Perang Bintang dan Mahkota Kepercayaan ……………………… 78
    Bab 14: Stempel Halal dan Kemenangan yang Paripurna ……………. 83
    Tentang Penulis ………………………….. ………………………….. …………………………..89

    Original price was: Rp95.000.Current price is: Rp49.000.
  • -26% JEJAK YANG TAK TERLIHAT RENUNGAN TENTANG MAKNA HIDUP

    JEJAK YANG TAK TERLIHAT RENUNGAN TENTANG MAKNA HIDUP

    Penulis :

    Prayoga Syaputra

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : x+182 halaman
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Buku ini lahir dari keheningan-keheningan malam-malam panjang yang penuh tanya, dari diam yang akhirnya mengajarkan banyak hal.

    Tentang kehilangan yang diam-diam membentuk kita.
    Tentang luka yang tidak selalu terlihat, tapi nyata dirasakan.
    Tentang harapan yang kecil, namun mampu membuat kita bertahan satu hari lagi.

    Jejak yang Tak Terlihat bukan sekadar kumpulan kata.
    Ini adalah teman untuk menemani kamu yang sedang berjalan, meski belum tahu arah pulangnya ke mana.
    “Kadang, yang paling berarti dalam hidup bukan yang terlihat, tapi yang kita rasakan dalam diam.”

    Untuk kamu yang sedang mencari makna,
    untuk kamu yang sedang lelah,
    dan untuk kamu yang masih percaya,
    bahwa hidup ini tetap punya alasan untuk dijalani.

    Daftar Isi
    Kata Pengantar ……………………………………………………….. iii
    Daftar Isi ………………………………………………………………. viii
    Bab 1 Dunia Yang Tak Kita Pilih ……………………………. 1
    1.1. Lahir Sebagai Tanya ………………………………………. 4
    1.2. Rumah Yang Tidak Kita Bangun ………………….. 8
    1.3. Pilihan Yang Memilih Kita ………………………….. 13
    1.4. Hidup Sebagai Jejak Tak Terlihat ……………….. 18
    1.5. Penutup ………………………………………………………… 22
    Bab 2 Sepotong Senyum Di Tengah Hujan …………. 25
    2.1. Hadirnya Kebaikan Yang Tak Terduga ……… 29
    2.2. Kebaikan Sebagai Pilihan ……………………………. 34
    2.3. Kebaikan Dalam Fiksi Dan Realita ……………… 39
    2.4. Membangun Jejak Kebaikan ……………………….. 44
    2.5. Penutup ………………………………………………………… 49
    Bab 3 Jejak Langkah Dan Pilihan Sunyi ………………. 53
    3.1. Langkah Pertama: Awal Dari Segalanya ……. 56
    3.2. Pilihan Sunyi Dan Dilema Hati ……………………. 61
    3.3. Melangkah Dengan Kesadaran …………………… 66
    3.4. Penutup ………………………………………………………… 70
    Bab 4 Hening Yang Berbicara ……………………………… 73
    4.1. Hening Yang Menggugah ……………………………. 75
    4.2. Kontemplasi Sebagai Jalan Mendalam ……….. 79
    4.3. Hening Dalam Kesibukan ……………………………. 84
    4.4. Penutup ………………………………………………………… 89
    Bab 5 Menyusuri Waktu Dan Kenangan ……………… 92
    5.1. Jejak Waktu Yang Tak Terlihat …………………… 94
    5.2. Kenangan: Penjaga Identitas ………………………. 97
    5.3. Waktu, Kenangan, Dan Pilihan …………………… 99
    5.4. Penutup ……………………………………………………… 103
    Bab 6 Makna Dalam Kesendirian ………………………. 105
    6.1. Menyambut Kesendirian Dengan Rasa
    Terbuka ……………………………………………………… 107
    6.2. Kesendirian Sebagai Jalan Refleksi ………….. 109
    6.3. Kesendirian Dan Kebersamaan Yang
    Sejati …………………………………………………………… 111
    6.4. Penutup ……………………………………………………… 116
    Bab 7 Cinta Sebagai Jalan Dan Tujuan ………………. 118
    7.1. Makna Cinta Yang Lebih Dalam ………………. 120
    7.2. Cinta Dalam Kehidupan Sehari-Hari ……….. 125
    7.3. Cinta Dan Kebebasan ………………………………… 128
    7.4. Penutup ……………………………………………………… 131
    Bab 8 Keberanian Untuk Jujur Pada Diri Sendiri 133
    8.1. Menguak Topeng Yang Kita Pakai …………… 135
    8.2. Kejujuran Sebagai Jalan Pembebasan ………. 139
    8.3. Kejujuran Dan Hubungan Dengan
    Orang Lain …………………………………………………. 142
    8.4. Penutup ……………………………………………………… 144
    Bab 9 Menemukan Makna Dalam Penderitaan … 146
    9.1. Penderitaan Sebagai Bagian Tak Terpisahkan
    Dari Hidup …………………………………………………. 148
    9.2. Memahami Dan Menerima Penderitaan ….. 153
    9.3. Penderitaan Dan Kasih Sayang ………………… 157
    9.4. Penutup ………………………….. 160
    Bab 10 Menjalani Hidup Dengan Kesadaran Penuh ………………………….. 163
    10.1. Kesadaran Sebagai Kunci Kehidupan Bermakna ………………………….. 165
    10.2. Menghadapi Hidup Dengan Terbuka Dan Lapang Dada ………………………….. 168
    10.3. Kesadaran Dan Kebebasan Sejati ………………………….. 171
    10.4. Penutup ………………………….. 174
    Epilog ………………………….. 177
    Ucapan Terima Kasih ………………………….. 179
    Tentang Penulis ………………………….. 180

    Original price was: Rp115.000.Current price is: Rp85.000.
  • -25% KETIKA KENYATAAN TAK SESUAI HARAPAN  SENI MENERIMA REALITA, MENGURANGI KECEWA

    KETIKA KENYATAAN TAK SESUAI HARAPAN SENI MENERIMA REALITA, MENGURANGI KECEWA

    Penulis :

    MOHAMMAD NURWAHID

    ISBN : 978-634-05-0003-5

    Jumlah Hlm : x + 228
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Buku ini membawa kita menatap hidup dengan jujur ketika kenyataan sering tidak sesuai harapan. Ia mengajak kita memahami bahwa kecewa bukanlah kegagalan tetapi pesan halus dari batin yang menuntun pada kesadaran diri dan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman manusia. Setiap luka, setiap kekecewaan, setiap harapan yang runtuh bukan untuk ditolak tetapi untuk diterima sebagai bagian dari perjalanan yang lebih luas dan lebih jujur.

    Di halaman demi halaman kita belajar menghadapi rasa sakit dan kekecewaan dengan keberanian yang lembut. Kita diajak berhenti memusuhi kenyataan, memberi ruang bagi perasaan yang terluka, menurunkan ekspektasi yang membebani, dan menemukan rasa cukup tanpa kehilangan arah atau kemampuan untuk bermimpi. Kita belajar untuk hadir sepenuhnya di hari ini, meski langkah masih ragu dan hati masih sakit, menyadari bahwa hidup tidak harus sempurna agar tetap layak dijalani.

    Buku ini menuntun kita menumbuhkan harapan yang sehat, harapan yang memberi energi tanpa menuntut, yang tetap memungkinkan kita jatuh dan bangkit lagi tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Ia mengajarkan kita menjaga diri dari tekanan yang tak perlu, merawat luka yang masih terasa, dan tetap bergerak di tengah ketidakpastian.

    Dari sini kita belajar bahwa keberanian bukan selalu tentang tindakan besar atau pahlawan yang terlihat jelas, tetapi tentang tetap hadir, tetap bernapas, tetap terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru meski hidup tidak berjalan seperti yang kita bayangkan.

    Membaca buku ini adalah undangan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima realita apa adanya. Ia mengajarkan kita menatap rasa sakit dengan lembut, menumbuhkan ketenangan di tengah keributan batin, dan menemukan kekuatan yang sunyi di dalam kesadaran yang penuh. Hidup yang utuh bukanlah hidup tanpa luka, melainkan hidup yang dijalani dengan hati yang jujur, langkah yang perlahan namun mantap, dan kemampuan untuk tetap hadir meski dunia tidak selalu bersahabat.

    Buku ini bukan sekadar panduan untuk menghindari kecewa atau meraih kebahagiaan instan. Ia adalah teman sunyi yang menuntun kita memahami seni hidup dengan penuh kesadaran, seni menerima kenyataan, seni menjaga hati tetap lentur, dan seni menapaki hari-hari yang tidak sempurna dengan keberanian yang paling manusiawi.

    Kata Pengantar ………………………….. v
    Daftar Isi ………………………….. viii
    Prolog ………………………….. 1

    Bagian I: Harapan Benih Kecewa …………………. 6
    Bab 1: Kita Hidup dari Harapan ………………………….. 12
    Bab 2: Ketika Pikiran Merancang, Dunia Tidak Menyetujui ………………………….. 21
    Bab 3: Kecewa Tidak Datang Tiba Tiba …………..30
    Bab 4: Harapan yang Kita Simpan Terlalu Lama ……………39
    Bab 5: Ketika Harapan Menjadi Ukuran Nilai Diri …………. 46

    Bagian II: Kecewa, Luka yang Tak Terlihat ………………………….. 53
    Bab 6: Bentuk Bentuk Kecewa yang Jarang Diakui ………………………….. 58
    Bab 7: Mengapa Kita Sulit Menerima Kenyataan………………………….. 70
    Bab 8: Melarikan Diri dari Realita………………………….. 80
    Bab 9: Penerimaan yang Keliru………………………….. 89
    Bab 10: Luka yang Tidak Diakui Akan Menentukan Cara Kita Hidup ………………………….. 97
    Bagian III: Menerima Bukan Menyerah …………………… 105
    Bab 11: Menerima Bukan Berarti Kalah …………………… 110
    Bab 12: Seni Menurunkan Harapan Tanpa Kehilangan Harapan …………………………..120
    Bab 13: Realita yang Diterima Menjadi Guru …………………………..128
    Bab 14: Menemukan Arti Cukup di Tengah Kekurangan …………………………..135
    Bab 15: Hidup yang Tidak Ideal, Tapi Utuh ………………144
    Bagian IV: Hidup Setelah Kecewa ………………………….. 153
    Bab 16: Menjalani Hidup Apa Adanya ………….161
    Bab 17: Harapan Baru yang Lebih Sehat ………….169
    Bab 18: Jika Kecewa Datang Lagi…………………….. 178
    Bab 19: Menjadi Lembut Tanpa Menjadi Lemah ……………… 186
    Bab 20: Hidup yang Tidak Sempurna, Tapi Dihuni Sepenuhnya ……………… 120

    Epilog: Hidup Tetap Berjalan Meski Tidak Sesuai Harapan ………………………….. 210

    Tentang Penulis ………………………….. 216

    Original price was: Rp130.000.Current price is: Rp98.000.
  • -24% MENTOR ASIK, MENTI TERTARIK KARENA MENJADI MENTOR BUKAN CUMA NGASIH MATERI, TAPI  MEMPERHATIKAN DENGAN TULUS DAN MEMBERSAMAI DENGAN HATI

    MENTOR ASIK, MENTI TERTARIK KARENA MENJADI MENTOR BUKAN CUMA NGASIH MATERI, TAPI MEMPERHATIKAN DENGAN TULUS DAN MEMBERSAMAI DENGAN HATI

    Penulis :

    Kamalique

    ISBN : 978-634-05-1212-0

    Jumlah Hlm : xxxiv + 96
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Menjadi mentor itu bukan tentang sempurna.
    Bukan tentang selalu punya jawaban. Kadang, kita hanya perlu hadir-dengan hati untuk mau mendengar, dan kepekaan untuk memahami dunia mereka yang cepat, lucu, gaje, rumit, sekaligus indah.
    Buku ini menemanimu mengenali Gen Z dan Alpha dengan cara yang manusiawi : lewat obrolan kecil, playlist musik yang didengarkan, film yang ditonton, game dan meme yang ternyata punya makna, kegagalan yang perlu dirayakan, dan karakter yang tumbuh dari hal-hal sederhana.
    Dan mungkin, di tengah semua perjalanan itu, kamu akan menemukan sesuatu yang tak kalah penting: dirimu sendiri. Bahwa kamu pun boleh lelah, boleh bingung, berhak istirahat, berhak didukung dan berhak dipeluk. Karena mentor yang baik bukan yang tak pernah jatuh, tapi yang tetap mau belajar, terus berlatih dan tak sungkan memperbaiki diri meski masukan itu berasal dari mentee.
    Menjadi mentor adalah perjalanan dua arah- mereka tumbuh, kita pun ikut tumbuh. Jika kamu ingin jadi sosok dewasa yang mereka percaya – tanpa kehilangan dirimu sendiri- buku ini adalah teman perjalanan yang tepat. Pelan-pelan saja. Kita belajar bareng.
    Kita tumbuh bersama ya.


    Daftar Isi


    DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. 7
    KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. 9
    KATA PENGANTAR PENULIS ……………………………………….xxxii
    Bab 1: Siapa Sih Mereka Itu? ………………………………………….. 1
    Bab 2: Mentor Asyik Itu yang Gimana? ……………………………… 4
    Bab 3: Karakter Bukan Cuma Wacana ……………………………… 9
    Bab 4: Ngobrol Itu Ibadah …………………………………………….. 22
    Bab 5: Game, Meme, Film, Musik dan Nilai-Nilai ……………… 27
    Bab 6: Gagal Nggak Apa-Apa, Asal Nggak Nyerah ……………. 39
    Bab 7: Roleplay dan Aksi Seru ………………………………………. 45
    Bab 8: Mentor Juga Manusia …………………………………………. 51
    Bab 9: Kecerdasan yang Beragam, Mentor yang Peka ……….. 56
    Bab 10: Lembar Refleksi Buat Mentor ……………………………. 64
    Bab 11: Cerita Mereka, Bukan Cuma Cerita Kita ……………… 67
    Bab 12: Mentor Asyik Butuh Support System ………………….. 75
    Bab 13: Bahan Bakar Buat Terus Jalan ……………………………. 78
    Bab 14 Penutup: Terima Kasih Sudah Bertahan ……………….. 92
    Tentang Penulis ………………………………………………………….. 94

    Original price was: Rp85.000.Current price is: Rp65.000.
  • -39% PESAN TERAKHIR DARI JEMBATAN CANGAR

    PESAN TERAKHIR DARI JEMBATAN CANGAR Sebuah Novel Tentang Kenangan, Perpisahan dan Jejak yang Tertinggal

    Penulis :

    SHOHIB CINTA

    ISBN : 978-634-05-0527-6

    Jumlah Hlm : viii + 132
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Novel ini menceritakan tentang Nadia, seorang jurnalis yang hidup dalam “neraka” selama tiga tahun akibat trauma masa lalu. Ia terus-menerus dihantui oleh bayangan tunangannya, Samsudin, yang tewas setelah melompat dari Jembatan Cangar, sebuah jembatan ikonik di Jawa Timur yang diselimuti “kabut misterius”.

    Nadia mengalami insomnia akut dan merasa selalu “diawasi” oleh sosok pria berjaket hoodie biru yang basah kuyup, dengan wajah pucat pasi dan kebiruan karena kedinginan ekstrem.
    ​Kehidupan Nadia mulai berubah saat ia bertemu dengan Ksatria, seorang arsitek yang memiliki “kepekaan batin” warisan kakeknya. Melalui penglihatan batinnya, Ksatria melihat bahwa Nadia tidak sekadar diikuti arwah penasaran, melainkan ada “kabut hitam pekat” yang melilit lehernya. Ksatria menyadari bahwa Jembatan Cangar adalah “titik temu angin lembah” di mana tanahnya telah “meminum darah yang tidak semestinya,” menjadikannya tempat yang mencari celah di hati yang sedang terluka.

    ​Perjalanan menuju titik paling gelap di jembatan itu menjadi sebuah konfrontasi di atas jurang. Di tengah “selimut kabut yang bergerak seperti hantu,” Ksatria menggunakan kekuatan zikir dan tasbih kayu kokka miliknya untuk melawan residu energi negatif dan para penghuni lembah yang mencoba menyeret Nadia ke dalam kegelapan yang sama.

    ​Melalui penemuan sebuah “surat yang tak pernah terkirim,” Nadia akhirnya memahami kebenaran yang menyayat hati. Samsudin melompat bukan karena dendam, melainkan karena ia merasa gagal dan menganggap dirinya adalah beban. Pesan terakhirnya bukanlah ajakan untuk mati, melainkan sebuah transformasi jiwa dari kegelapan menuju cahaya; sebuah perintah bagi Nadia untuk “terus melangkah” dan “terus bersinar”.

    ​Novel ini adalah hasil kontemplasi tentang duka yang tak usai, keikhlasan yang tertunda, dan bagaimana doa serta spiritualitas menjadi benteng terakhir manusia di tengah arus modernitas. Bahwa sejauh apa pun kita melangkah, “kita tidak pernah benar-benar sendirian selama ada doa dan ketulusan dalam langkah kita.

    Dengan demikian, novel ini bukan hanya “tersambung” melalui cerita masyarakat yang saat ini sedang viral di medsos tersebut, tetapi juga mencoba memberikan resolusi spiritual terhadap ketakutan masyarakat terhadap Jembatan Cangar melalui kisah Nadia dan Samsudin.


    Kata Pengantar …………………………………………………………………………v
    Daftar Isi…………………………………………………………………………………vii
    Bayangan Samsudin …………………………………………………………………… 1
    Tasbih dan Kekuatan Batin ………………………………………………………..7
    Perjalanan Menuju Kabut ………………………………………………………..11
    Konfrontasi di Atas Jurang ………………………………………………………15
    Pertemuan di Kedai Kopi Tua ………………………………………………….20
    Investigasi …………………………………………………………………………….23
    Surat yang Tak Pernah Terkirim …………………………………………………. 25
    Membedah Bisikan Kabut ……………………………………………………….35
    Awan Hitam Menggantung …………………………………………………….38
    Azan di Atas Lembah Maut ……………………………………………………..42
    Resonansi Doa ………………………………………………………………………… 46
    Segel yang Terputus ………………………………………………………………… 49
    Kepulangan dan Pembebasan …………………………………………………. 52
    Kabar yang Merobek Langit ……………………………………………………55
    Cahaya Di Balik Kabut ……………………………………………………………… 58
    Dua Dunia …………………………………………………………………………….60
    Ledakan Energi ………………………………………………………………………… 63
    Pesan yang Sampai ke Tujuan ………………………………………………….66
    Warisan Harapan …………………………………………………………………….. 69
    Gerimis di Atas Tahura …………………………………………………………….. 71
    Sowan ke Kiai di Pasuruan ……………………………………………………….73
    Takluknya Ego Sang Praktisi ……………………………………………………76
    Ijazah “Pedang Langit” …………………………………………………………….. 78
    Sirnanya Kegelapan ………………………………………………………………… 83
    Memecah Kemistisan Jembatan Cangar …………………………………….86
    Kenangan yang Menjadi Berkah …………………………………………………. 90
    Ketegangan di Balai Desa ………………………………………………………..95
    Mufakat Warga dan Kiai …………………………………………………………..98
    Sabda Kiai Ghozali ………………………………………………………………….. 101
    Akhir Perdebatan Panjang …………………………………………………….107
    Antara Viral dan Tragedi ………………………………………………………..110
    Ekonomi vs Tradisi ………………………………………………………………… 115
    Pesan Terakhir ………………………………………………………………………… 118
    Epilog: Selendang Putih Ghaib …………………………………………………. 124
    Tentang Penulis: Shohib Cinta ………………………………………….. 129

     

    Original price was: Rp90.000.Current price is: Rp55.000.
  • -50% Sebuah Novel MARTABAT YANG TERSISA Seri: Jalan Hidup Baco Londong

    Sebuah Novel MARTABAT YANG TERSISA Seri: Jalan Hidup Baco Londong

    Penulis :

    RUSMAN LATIEF

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : viii + 211 halaman
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Baco Londong pernah menjadi kebanggaan keluarga.
    Salah satu lulusan terbaik universitas negeri, aktivis yang lantang berbicara tentang masa depan bangsa, dan pemuda yang diyakini akan mengubah nasib keluarganya.
    Namun hidup ternyata tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.
    Dua tahun menganggur membuat harga dirinya perlahan runtuh.
    Pertanyaan sederhana seperti “Sekarang kerja di mana?” berubah menjadi luka yang menghantam martabatnya setiap hari.
    Di tengah tekanan keluarga, tatapan tetangga, dan rasa malu yang semakin menyesakkan, Baco memilih pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju Jakarta, membawa sebuah ransel tua, beberapa lembar pakaian, ijazah, dan harapan yang nyaris padam.
    Perjalanan itu bukan sekadar tentang mencari pekerjaan.
    Ini adalah perjalanan seorang lelaki untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
    Tentang bagaimana seseorang bertahan ketika dunia tidak lagi memberinya tempat.
    Tentang cinta yang diam-diam menunggu.
    Tentang ibu yang tetap berdoa meski hatinya terluka.
    Dan tentang satu hal terakhir yang masih digenggam manusia ketika segalanya hampir hilang: martabat.
    Dengan bahasa yang emosional, hangat, dan sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia, novel ini menghadirkan kisah perjuangan para perantau, pengangguran intelektual, dan anak-anak muda yang berusaha berdiri tegak di tengah kerasnya kehidupan kota.
    Karena kadang-kadang…
    ketika mimpi telah hancur dan harapan hampir padam,
    yang tersisa hanyalah keberanian untuk tetap menjaga martabat sebagai manusia.

    Daftar Isi

    KATA PENGANTAR ………………………….. ………………………….. ……………….. vi
    DAFTAR ISI ………………………….. ………………………….. ………………………….. ..viii
    PROLOG ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……….1
    KREDO 1 DEBU DI ATAS IJAZAH ………………………….. ……………………… 6
    KREDO 2 MALAIKAT DI KAREBOSI ………………………….. ……………….. 26
    KREDO 3 BATU KARANG………………………….. ………………………….. ……35
    KREDO 4 CINTA DI PELABUHAN ………………………….. …………………… 49
    KREDO 5 PELAJARAN DI ATAS KAPAL ………………………….. …………65
    KREDO 6 KIPAS ANGIN LOSMEN ………………………….. ………………….. 92
    KREDO 7 WAJAH YANG TERTUNDUK ………………………….. ………..111
    KREDO 8 TEMAN DI WARUNG SOP UBI………………………….. ……..125
    KREDO 9 PINTU YANG TERTUTUP ………………………….. ……………… 148
    KREDO 10 MALAM TANPA ALAMAT ………………………….. ………….168
    KREDO 11 ORANG JALANAN ………………………….. ………………………. 182
    KREDO 12 AWAL YANG BARU………………………….. …………………….. 192
    EPILOG………………………….. ………………………….. ………………………….. ……..205
    TENTANG PENULIS ………………………….. ………………………….. ……………. 209

    Original price was: Rp180.000.Current price is: Rp90.000.
  • -44% TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    Penulis :

    Lelianto Pradana

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : vi+118
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Jakarta tidak lagi dijajah dengan bedil. Penjajahan masuk melalui saku celanamu, bersemayam di layar yang tidak pernah benar-benar padam, dan bekerja paling efektif justru saat kamu merasa paling bebas. Ia tidak butuh seragam atau penjara berjeruji besi. Ia hanya butuh kuota data, jempol yang gelisah, dan sedikit rasa haus akan pengakuan.

    Damar Satria adalah arsitek di balik Candoe — algoritma yang tahu apa yang kamu inginkan bahkan sebelum kamu tahu sendiri. Dari lantai lima puluh Menara Gading, Jakarta tampak seperti model miniatur yang bisa ia atur dengan dua jari. Manusia adalah angka. Kemarahan adalah komoditas. Rasa tidak cukup adalah bahan bakar yang paling efisien.

    Selama lima tahun, ia percaya bahwa ini adalah kemajuan.

    Sampai suatu malam, sistemnya sendiri menghancurkan adiknya.

    Di sebuah lorong yang tidak ada di dalam peta GPS — tempat rak-rak buku berdiri di depan buldozer dan seorang perempuan melukis di dinding karena dinding tidak bisa dihapus — Damar menemukan sesuatu yang tidak ada dalam model prediksinya: orang-orang yang memilih untuk tetap ada, bukan karena mereka menang, tapi karena mereka percaya bahwa ada sesuatu yang layak untuk dipertahankan.

    Nadira melukis mural yang tahu bahwa suatu hari akan dicat ulang. Pak Arip membeli koran bekas per kilo dari warung loak karena ia tahu bahwa ingatan yang tidak dijaga akan hilang tanpa suara. Keduanya tidak mengajarkan Damar cara melawan. Mereka hanya menunjukkan apa yang selama ini ia pilih untuk tidak lihat.
    Apa yang terjadi kemudian bukan revolusi. Tidak ada teriakan massa, tidak ada momen heroik yang bisa dijadikan konten. Hanya satu keputusan yang dibuat pukul empat pagi, di depan layar yang menyala, oleh seseorang yang akhirnya memahami bahwa ada perbedaan antara membangun sesuatu dan membangun sesuatu yang layak dibangun.

    Temaram adalah novel tentang harga sebuah pilihan — tentang apa yang tersisa ketika sistem mengambil segalanya kecuali nama seseorang yang pernah kamu lewati tanpa berhenti, tentang mengapa merawat ingatan adalah satu-satunya bentuk perlawanan yang tidak bisa dimatikan dari server mana pun, dan tentang seorang adik yang belajar bahwa kehilangan kadang membuat seseorang lebih cepat melihat apa yang sebenarnya ada di depannya.

    DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… v
    DEDIKASI ………………………………………………………………………………….. vi
    PROLOG: TULISAN DI ATAS PASIR DIGITAL …………………….. 1
    BAB 1: MENARA GADING DIGITAL ……………………………………. 2
    BAB 2: RETAK PADA LAYAR YANG DINGIN ……………………. 9
    BAB 3: PERTEMUAN DI LORONG SUNYI ………………………….. 16
    BAB 4: GURU DARI MASA LALU …………………………………………. 27
    BAB 5: KASIH DI RUANG TANPA SINYAL …………………………. 38
    BAB 6: PERJAMUAN PENGKHIANAT …………………………………. 44
    BAB 7: PILIHAN DI PERSIMPANGAN JALAN ……………………. 49
    BAB 8: PEDANG YANG MEMISAHKAN KASIH ………………… 56
    BAB 9: MEMBASUH KAKI SEJARAH …………………………………… 71
    BAB 10: MALAM PENYINGKAPAN………………………………………. 80
    BAB 11: MIMBAR KESAKSIAN ……………………………………………… 91
    BAB 12: PENGADILAN DAN PENGAMPUNAN…………………. 99
    BAB 13: BIJI SESAWI DI BALIK TEMBOK ………………………… 111

    Original price was: Rp80.000.Current price is: Rp45.000.
  • -29% YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI  GUNUNG SLAMET

    YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI GUNUNG SLAMET

    Penulis :

    MAULANA TEGUH PERDANA

    ISBN : 978-634-05-0005-9

    Jumlah Hlm : x + 81
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Maya, seorang jurnalis investigasi berusia 28 tahun, merasa jenuh dengan rutinitas liputan kota yang monoton. Didorong oleh idealisme untuk mengungkap kisah-kisah tak terucap dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal mistis sejak kecil, ia terpikat oleh desas-desus dari temannya, Rio, tentang sebuah desa terpencil bernama Kalibiru di kaki Gunung Slamet, Tegal. Desa itu kerap dilanda musibah tak wajar dan beberapa kasus orang hilang misterius.

    Dengan alasan meliput “fenomena budaya lokal,” Maya nekat pergi ke Kalibiru. Setibanya di sana, ia disambut tatapan curiga warga dan memutuskan menginap di sebuah rumah tua di pinggir desa. Malam pertamanya diwarnai gangguan suara aneh, bayangan, dan mimpi buruk yang mengerikan, menandakan bahwa ia sudah menjadi target. Upayanya menggali informasi dari warga selalu menemui jalan buntu, hingga akhirnya seorang janda tua, Mbok Dalem, memberikan petunjuk samar tentang sebuah perjanjian kuno. Penemuan sapu tangan milik Rizal, salah satu korban hilang, di tepi Kali Gung semakin meyakinkan Maya bahwa ada misteri kelam yang tersimpan.

    Didampingi Rio yang akhirnya menyusul, Maya berhasil menemui Mbah Karto, sesepuh desa yang sangat tertutup. Mbah Karto dengan berat hati menceritakan tentang perjanjian yang dibuat leluhur desa dengan “Penjaga Rimba Slamet”—sebuah entitas purba berwujud tak stabil, kadang asap hitam raksasa, kadang ilusi ketakutan—untuk kemakmuran, dengan imbalan tumbal nyawa setiap purnama merah. Perjanjian itu dilanggar sekitar tiga puluh tahun lalu, membuat Penjaga Rimba murka dan kini menagih “ganti rugi” dalam bentuk tumbal manusia. Mbah Karto memberikan peringatan keras: Penjaga Rimba sudah mengawasi Maya.

    Teror pun menimpa Maya secara langsung. Gangguan di rumah semakin intens, peralatan investigasi rusak, dan yang paling mengerikan, Pak Slamet—kepala dusun yang membantu mereka—ditemukan meninggal dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Ketegangan mencekik desa, mendorong Maya untuk mencari solusi. Ia dan Rio menemukan buku harian Arjuna, seorang peneliti yang juga mencoba mengungkap misteri ini 50 tahun lalu dan bernasib tragis. Buku itu berisi detail ritual pemutus perjanjian dan peta menuju “Jantung Kekuatan” Penjaga Rimba di kedalaman hutan.

    Maya, yang merasa terpanggil, memutuskan untuk menghentikan siklus teror ini. Bersama Rio dan beberapa warga muda yang lelah dengan ketakutan (Dani, Budi, Rina), mereka memulai perjalanan berbahaya di tengah malam menuju jantung hutan. Mereka menghadapi ilusi, jebakan, dan manifestasi mengerikan dari Penjaga Rimba yang mencoba menghentikan mereka. Di dalam gua “Jantung Kekuatan”, mereka berkonfrontasi langsung dengan entitas tersebut. Maya memimpin ritual pemutus perjanjian sesuai buku Arjuna, di tengah serangan mental dan fisik dari Penjaga Rimba. Ritual berhasil, namun Dani terluka parah akibat batu yang jatuh—sebuah pengorbanan yang pahit.

    Penjaga Rimba Slamet berhasil ditenangkan dan terkurung kembali, namun luka psikologis membekas pada Maya dan tim. Desa Kalibiru kembali tenang, tapi tidak sepenuhnya pulih; kewaspadaan dan ritual baru menjadi bagian hidup mereka. Maya menulis laporannya, namun sengaja tak mengungkap seluruh kebenaran, menyisakan misteri yang tak terucap agar desa bisa melanjutkan hidup.

    Bertahun-tahun kemudian, Maya—kini jurnalis sukses namun trauma—menemukan tanda-tanda kecil teror serupa di desa lain sekitar Slamet. Ia menerima foto anonim dan menemukan bayangan Penjaga Rimba yang jelas di foto lamanya. Epilog ini menegaskan bahwa Penjaga Rimba Slamet tidak benar-benar mati, hanya tertidur, menunggu waktu untuk bangkit kembali, meninggalkan Maya dengan kesadaran pahit bahwa beberapa rahasia harus tetap terkubur di balik keagungan gunung.

    Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………….. iii
    Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. . viii
    BAGIAN I: BISIKAN DARI KAKI GUNUNG …………………….. 1
    Bab 1: Panggilan dari Desa Terpencil ………………………….. …………..2
    1.1 Rutinitas yang Membosankan ………………………….. ……………2
    1.2 Percakapan yang Mengusik ………………………….. ………………..3
    1.3 Keputusan Nekat ………………………….. ………………………….. ……..6
    1.4 Perjalanan Menuju Senyap ………………………….. …………………8
    1.5 Tatapan Curiga ………………………….. ………………………….. …………9
    Bab 2: Senyapnya Rumah Tua ………………………….. ……………………. 12
    2.1 Rumah Tua di Tepi Jurang ………………………….. ……………….. 12
    2.2 Bisikan Malam Pertama ………………………….. ……………………. 13
    2.3 Warga yang Tertutup ………………………….. ……………………….. 15
    2.4 Pertemuan dengan Janda Tua ………………………….. ………… 16
    Bab 3: Jejak Hilang di Kali Gung ………………………….. ………………… 18
    3.1 Peringatan Tak Terucap ………………………….. ……………………. 18
    3.2 Kisah Tragis Keluarga Pak Karta ………………………….. ………. 19
    3.3 Penemuan di Tepi Sungai ………………………….. ………………… 21
    3.4 Tanda-tanda Aneh………………………….. ………………………….. … 23
    BAGIAN II: TEROR YANG BANGKIT KEMBALI …………….. 25
    Bab 4: Rahasia Sang Sesepuh ………………………….. …………………….. 26
    4.1 Petunjuk dari Secangkir Kopi Pahit ………………………….. … 26
    4.2 Kisah Perjanjian di Bawah Purnama ………………………….. .. 28
    4.3 Konsekuensi Pelanggaran dan Peringatan Keras …….. 31
    Bab 5: Teror di Balik Pintu ………………………….. ………………………….. .33
    5.1 Malam yang Tak Lagi Sama ………………………….. ………………33
    5.2 Penampakan dan Sentuhan Dingin ………………………….. ..34
    5.3 Gangguan pada Rio dan Peralatan ………………………….. ….35
    5.4 Korban Selanjutnya: Tragisnya Pak Slamet …………………37
    Bab 6: Buku Harian Kuno ………………………….. ………………………….. …39
    6.1 Petunjuk Tersembunyi di Rumah Tua…………………………. 39
    6.2 Kisah Peneliti yang Gagal ………………………….. ………………….41
    6.3 Detail Ritual dan Peta Terlarang ………………………….. ………42
    6.4 Tekad dan Bahaya yang Mengintai ………………………….. …44
    BAGIAN III: PERJALANAN MENUJU KEGELAPAN ……….. 46
    Bab 7: Perhitungan Mundur ………………………….. ……………………….. 47
    7.1 Ketakutan yang Tak Terbendung ………………………….. …….47
    7.2 Dilema Maya: Lari atau Melawan? ………………………….. ……48
    7.3 Sekutu Tak Terduga ………………………….. ………………………….. .49
    7.4 Persiapan Menjelang Tengah Malam …………………………. 51
    Bab 8: Ritual di Jantung Hutan ………………………….. ……………………53
    8.1 Perjalanan Menuju Kegelapan ………………………….. …………53
    8.2 Ujian dan Ilusi ………………………….. ………………………….. …………54
    8.3 Menemukan Situs Terlarang ………………………….. …………….56
    8.4 Menuju Jantung Kekuatan ………………………….. ………………..57
    Bab 9: Malam Puncak di Altar Tumbal ………………………….. ……….59
    9.1 Memasuki Sarang Teror ………………………….. …………………….59
    9.2 Kemunculan Penjaga Rimba Slamet ………………………….. .60
    9.3 Pertarungan Kehendak dan Ritual ………………………….. …..62
    9.4 Konsekuensi dan Pengorbanan ………………………….. ……….63
    BAGIAN IV: WARISAN YANG TAK TERUCAP …………………..66
    Bab 10: Bayangan yang Tertinggal …………………………………….. 67
    10.1 Pagi Setelah Badai …………………………………………………….. 67
    10.2 Luka yang Mengukir Jiwa …………………………………………. 68
    10.3 Desa yang Berubah …………………………………………………… 69
    10.4 Laporan yang Tak Terucap Penuh ……………………………… 71
    Epilog: Bisikan Angin dari Slamet …………………………………….. 73
    Epilog.1 Kehidupan yang Berlanjut …………………………………… 73
    Epilog.2 Tanda tanda Kecil ………………………………………………. 74
    Epilog.3 Warisan yang Tak Pernah Mati …………………………….  76
    Profil Penulis ………………………………………………………………….. 78

    Original price was: Rp70.000.Current price is: Rp50.000.