• -31% MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    Penulis :

    Dr. Evi Faozia Anas M.MPd

    ISBN : 978-634-04-6898-4

    Jumlah Hlm : xii + 127
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Mimpi Tak Berkesudahan adalah perjalanan
    batin seorang manusia yang terus melangkah
    meski jalannya kerap tertutup kabut takdir. Ini
    bukan kisah tentang mereka yang sudah tiba,
    melainkan tentang mereka yang tetap
    berjalan—meski letih, meski tertunda, meski
    belum tampak tanda-tanda cahaya di ujung
    harapan.
    Buku ini mengajak pembaca menelusuri
    makna ikhtiar yang sejati: usaha yang tidak
    sekadar mengejar hasil, tetapi ibadah yang
    mengantarkan hati semakin dekat kepada
    Allah. Dengan bahasa yang lembut dan
    renungan yang dalam, Dr.Evi menguratkan
    bahwa mimpi bukan sekadar angan duniawi—
    mimpi adalah amanah, titipan dari langit yang
    harus diupayakan dengan sabar, doa, dan
    keyakinan.
    Di dalamnya, pembaca akan menemukan ayat-
    ayat Al-Qur’an, hadis, serta hikmah-hikmah
    perjalanan para salih yang membuktikan
    bahwa takdir bukanlah batas, melainkan
    ruang kemungkinan yang dibukakan Allah
    bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
    Buku ini hadir sebagai pelita bagi siapa pun
    yang sedang kehilangan arah, sedang mempertanyakan jalan hidup, atau sedang
    merasa langkahnya tidak dihargai. Ia
    mengingatkan bahwa:
    Selama mimpi itu masih diperjuangkan,
    mimpi itu belum berakhir.
    Dan selama Allah menjadi tujuan,
    perjalanan itu takkan pernah sia-sia.

    Daftar Isi

    PENGANTAR ____ v
    UCAPAN TERIMAKASIH viii
    DAFTAR ISI _____ ix
    PENDAHULUAN _ 1
    Ikhtiar yang Tak Pernah Hampa __________ 5
    Antara Takdir dan Upaya: Harmoni yang
    Sering Disalahpahami __________________ 6
    SATU ____________ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS
    KEHIDUPAN _____ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS KEHIDUPAN____ 9
    KETEGUHAN: FAKTOR PSIKOLOGIS DAN
    SPIRITUAL DALAM MENGEJAR CITA-CITA __ 15
    Takdir Tidak Berdiri Sendiri, Ikhtiar Tidak
    Bergerak Sendirian ___________________ 24
    Takdir Baik Tumbuh dalam Komunitas
    Baik _______________________________ 29
    DUA ____________ 30
    ENGELOLA LETIH, MENEMUKAN
    KETENANGAN _______________________ 31

    TIGA ___________ 39
    MEMBANGUN RUANG AMAN UNTUK
    JIWA ______________________________ 40
    EMPAT _________ 46
    JATUH-BANGUN YANG TIDAK PERNAH
    SIA-SIA _____________________________ 47
    LIMA ___________ 53
    KETIKA HASIL BUKAN SEGALANYA _______ 54
    ENAM __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 63
    KETIKA ALLAH MENGAJARKAN SYUKUR
    DALAM CARA YANG TIDAK KITA DUGA ____ 67
    TUJUH _________ 75
    KETIKA ALLAH MENUNDA UNTUK
    MENDEWASAKAN ____________________ 76
    DELAPAN_______ 78
    MENGAPA HATI CEPAT LELAH DAN CARA
    MENGOBATINYA _____________________ 79
    SEMBILAN _____ 82
    BERBAIK SANGKA DI TENGAH KESULITAN __ 83
    SEPULUH_______ 85

    SYUKUR DALAM MUSIBAH: SAAT YANG
    PAHIT JUSTRU MENYELAMATKAN ________ 86
    SYUKUR YANG MENYELAMATKAN _______ 89
    SAAT SYUKUR MENEMUKAN KITA ________ 95
    SEBELAS ______ 105
    IKHLAS PADA TAKDIR _________________ 106
    DUABELAS ____ 112
    MELEPAS DAN MENERIMA ____________ 113
    TAKDIR YANG BAIK __________________ 116
    EPILOG________ 118
    Ketika Perjalanan Menjadi Doa _________ 119
    BIOGRAFI PENULIS 124
    BIOGRAFI PENULIS 125

     

    Original price was: Rp65.000.Current price is: Rp45.000.
  • -39% PESAN TERAKHIR DARI JEMBATAN CANGAR

    PESAN TERAKHIR DARI JEMBATAN CANGAR Sebuah Novel Tentang Kenangan, Perpisahan dan Jejak yang Tertinggal

    Penulis :

    SHOHIB CINTA

    ISBN : 978-634-05-0527-6

    Jumlah Hlm : viii + 132
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Novel ini menceritakan tentang Nadia, seorang jurnalis yang hidup dalam “neraka” selama tiga tahun akibat trauma masa lalu. Ia terus-menerus dihantui oleh bayangan tunangannya, Samsudin, yang tewas setelah melompat dari Jembatan Cangar, sebuah jembatan ikonik di Jawa Timur yang diselimuti “kabut misterius”.

    Nadia mengalami insomnia akut dan merasa selalu “diawasi” oleh sosok pria berjaket hoodie biru yang basah kuyup, dengan wajah pucat pasi dan kebiruan karena kedinginan ekstrem.
    ​Kehidupan Nadia mulai berubah saat ia bertemu dengan Ksatria, seorang arsitek yang memiliki “kepekaan batin” warisan kakeknya. Melalui penglihatan batinnya, Ksatria melihat bahwa Nadia tidak sekadar diikuti arwah penasaran, melainkan ada “kabut hitam pekat” yang melilit lehernya. Ksatria menyadari bahwa Jembatan Cangar adalah “titik temu angin lembah” di mana tanahnya telah “meminum darah yang tidak semestinya,” menjadikannya tempat yang mencari celah di hati yang sedang terluka.

    ​Perjalanan menuju titik paling gelap di jembatan itu menjadi sebuah konfrontasi di atas jurang. Di tengah “selimut kabut yang bergerak seperti hantu,” Ksatria menggunakan kekuatan zikir dan tasbih kayu kokka miliknya untuk melawan residu energi negatif dan para penghuni lembah yang mencoba menyeret Nadia ke dalam kegelapan yang sama.

    ​Melalui penemuan sebuah “surat yang tak pernah terkirim,” Nadia akhirnya memahami kebenaran yang menyayat hati. Samsudin melompat bukan karena dendam, melainkan karena ia merasa gagal dan menganggap dirinya adalah beban. Pesan terakhirnya bukanlah ajakan untuk mati, melainkan sebuah transformasi jiwa dari kegelapan menuju cahaya; sebuah perintah bagi Nadia untuk “terus melangkah” dan “terus bersinar”.

    ​Novel ini adalah hasil kontemplasi tentang duka yang tak usai, keikhlasan yang tertunda, dan bagaimana doa serta spiritualitas menjadi benteng terakhir manusia di tengah arus modernitas. Bahwa sejauh apa pun kita melangkah, “kita tidak pernah benar-benar sendirian selama ada doa dan ketulusan dalam langkah kita.

    Dengan demikian, novel ini bukan hanya “tersambung” melalui cerita masyarakat yang saat ini sedang viral di medsos tersebut, tetapi juga mencoba memberikan resolusi spiritual terhadap ketakutan masyarakat terhadap Jembatan Cangar melalui kisah Nadia dan Samsudin.


    Kata Pengantar …………………………………………………………………………v
    Daftar Isi…………………………………………………………………………………vii
    Bayangan Samsudin …………………………………………………………………… 1
    Tasbih dan Kekuatan Batin ………………………………………………………..7
    Perjalanan Menuju Kabut ………………………………………………………..11
    Konfrontasi di Atas Jurang ………………………………………………………15
    Pertemuan di Kedai Kopi Tua ………………………………………………….20
    Investigasi …………………………………………………………………………….23
    Surat yang Tak Pernah Terkirim …………………………………………………. 25
    Membedah Bisikan Kabut ……………………………………………………….35
    Awan Hitam Menggantung …………………………………………………….38
    Azan di Atas Lembah Maut ……………………………………………………..42
    Resonansi Doa ………………………………………………………………………… 46
    Segel yang Terputus ………………………………………………………………… 49
    Kepulangan dan Pembebasan …………………………………………………. 52
    Kabar yang Merobek Langit ……………………………………………………55
    Cahaya Di Balik Kabut ……………………………………………………………… 58
    Dua Dunia …………………………………………………………………………….60
    Ledakan Energi ………………………………………………………………………… 63
    Pesan yang Sampai ke Tujuan ………………………………………………….66
    Warisan Harapan …………………………………………………………………….. 69
    Gerimis di Atas Tahura …………………………………………………………….. 71
    Sowan ke Kiai di Pasuruan ……………………………………………………….73
    Takluknya Ego Sang Praktisi ……………………………………………………76
    Ijazah “Pedang Langit” …………………………………………………………….. 78
    Sirnanya Kegelapan ………………………………………………………………… 83
    Memecah Kemistisan Jembatan Cangar …………………………………….86
    Kenangan yang Menjadi Berkah …………………………………………………. 90
    Ketegangan di Balai Desa ………………………………………………………..95
    Mufakat Warga dan Kiai …………………………………………………………..98
    Sabda Kiai Ghozali ………………………………………………………………….. 101
    Akhir Perdebatan Panjang …………………………………………………….107
    Antara Viral dan Tragedi ………………………………………………………..110
    Ekonomi vs Tradisi ………………………………………………………………… 115
    Pesan Terakhir ………………………………………………………………………… 118
    Epilog: Selendang Putih Ghaib …………………………………………………. 124
    Tentang Penulis: Shohib Cinta ………………………………………….. 129

     

    Original price was: Rp90.000.Current price is: Rp55.000.
  • -27% RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    Penulis :

    Muhammad Hilal Zain

    ISBN : 978-634-04-6536-5

    Jumlah Hlm : x + 97
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Rahsa Nikala adalah kumpulan refleksi batin yang dirangkai melalui puisi dan fragmen perenungan tentang manusia, perjalanan jiwa, dan upaya kembali pada Cahaya Sejati. Buku ini lahir dari pergulatan penulis dalam membaca realitas hidup—tentang cinta, kehilangan, keikhlasan, kebebasan, amanah, serta hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
    Melalui bahasa yang sederhana namun sarat makna, setiap tulisan mengajak pembaca menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia, untuk berdialog dengan diri, menimbang ulang arah langkah, dan menyadari keterikatan-keterikatan yang kerap mengaburkan hakikat kemerdekaan jiwa. Terinspirasi dari khazanah tasawuf—khususnya Risalah Qusyairiyah—buku ini tidak berpretensi mengajarkan, melainkan menemani; tidak menggurui, tetapi mengingatkan.
    Rahsa Nikala berarti rahasia makna yang hanya dapat dirasakan ketika seseorang berani melampaui bentuk dan kata. Ia adalah jejak sunyi dalam meniti bayang di balik cahaya, sebuah ikhtiar batin untuk mengenal diri, menghamba dengan kesadaran, dan perlahan kembali pulang kepada-Nya.
    Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang sedang belajar mendengarkan hatinya, yang pernah lelah oleh dunia, dan yang merindukan ketenangan dalam perjalanan menuju Tuhan.

    Daftar Isi

    Daftar Isi …………………………………………………………………………………..v
    Prolog …………………………………………………………………………………… viii
    Kata Pengantar…………………………………………………………………………ix
    Kasih yang Tak Berpaling …………………………………………………………1
    Di Balik Pesona Semesta …………………………………………………………..2
    Telahkah Engkau Memilih? ………………………………………………………3
    Relung Ketentuan……………………………………………………………………..5
    Jiwa yang Rindu ………………………………………………………………………..7
    Di Antara Lupa dan Sadar ………………………………………………………..8
    Tarian Takdir…………………………………………………………………………. 10
    Menjadi Hamba yang Bersyukur ……………………………………………. 11
    Musim Kembali Semi ……………………………………………………………. 12
    Dari Sunyi Menuju Hangat ……………………………………………………. 14
    Anyaman Kasih di Pelukan Keluarga …………………………………….. 16
    Lembar Ketetapan…………………………………………………………………. 17
    Dialog dengan Bayangan ……………………………………………………….. 18
    Tunggangan yang Tak Pernah Tersungkur ……………………………. 20
    Dalam Setiap Tarikan Napas …………………………………………………. 21
    Mendawamkan Hadir-Nya …………………………………………………….. 23
    Senda Gurau Dunia……………………………………………………………….. 24
    Tentang Ke-saling-an …………………………………………………………….. 26
    Tasbih Semesta ……………………………………………………………………… 28
    Menuju Keridaan …………………………………………………………………… 29
    Senyumlah, Walau Pura-Pura ………………………………………………… 31
    Lentera I’tibar………………………………………………………………………… 32
    Nama-nama Indah-Mu ………………………………………………………….. 34
    Beribadahlah pada Tuhanmu…………………………………………………. 35
    Pada Rindu yang Tak Pernah Reda ……………………………………….. 36
    Rindu dalam Sorot Mata Ibu …………………………………………………. 37
    Rindu yang Berlabuh di Keabadian ……………………………………….. 38
    Persinggahan Jiwa ………………………………………………………………….. 40
    Suara yang Tak Berilmu…………………………………………………………. 42
    Menjadi Cinta Pertama ………………………………………………………….. 43
    Menuju Shirat al-Mustaqim……………………………………………………. 45
    Antara Karamah dan Istiqamah …………………………………………….. 46
    Tiga Puluh Tahun dan Keikhlasan Waktu……………………………… 48
    Rahmat yang Mengalir …………………………………………………………… 49
    Rintik yang Menumbuhkan Rindu…………………………………………. 50
    Ambarawa: Jejak Sang Syahid ………………………………………………… 51
    Secangkir Hangat Bersamanya ………………………………………………. 52
    Pelajaran dari Secangkir Kopi………………………………………………… 53
    Dari Huruf ke Keabadian………………………………………………………. 55
    Pelajaran dari Sebuah Bisikan ………………………………………………… 56
    Rahasia Ikhlas………………………………………………………………………… 59
    Bahkan Kejujuran Pernah Kutipu …………………………………………. 60
    Berbicara tentang Malu, Tanpa Malu …………………………………….. 62
    Kenangan yang Menuntun Pulang…………………………………………. 63
    Melihat Dunia dari Sisi Indahnya …………………………………………… 64
    Dalam Pelukan Ibu ……………………………………………………………….. 66
    Ah… Lucunya Diriku …………………………………………………………….. 67
    Doa yang Menjelma Amanah ………………………………………………… 69
    Suci dalam Ikatan, Merdeka dalam Jiwa ………………………………… 70
    Bisik Sunyi yang Lebih Jujur ………………………………………………….. 72
    Embun Rindu di Pelukan Malam ………………………………………….. 73
    Pada Langkah yang Masih Meraba ………………………………………… 75
    Syukur di Tengah Kelalaianku ……………………………………………….. 76
    Saat Halaman Mengajarkan Cara Memandang ………………………. 78
    Bisikan Rindu di Balik Jendela ………………………………………………. 79
    Warna-Warni Dunia, Anakku ………………………………………………… 80
    Renungan yang Tak Kau Inginkan ………………………………………… 81
    Hakikat Merdeka …………………………………………………………………… 84
    Di Antara Kelalaian, Dzikir Menemukan Jalannya ………………… 86
    Dosa yang Disangkal …………………………………………………………….. 88
    Kembalilah…………………………………………………………………………….. 89
    Bisikan yang Menuntun Pulang ……………………………………………… 90
    Hikmah di Setiap Lorong ………………………………………………………. 93
    Bukan Milikmu ……………………………………………………………………… 94
    Penutup …………………………………………………………………………………. 95
    Tentang Penulis …………………………………………………………………….. 96

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp40.000.
  • -50% Sebuah Novel MARTABAT YANG TERSISA Seri: Jalan Hidup Baco Londong

    Sebuah Novel MARTABAT YANG TERSISA Seri: Jalan Hidup Baco Londong

    Penulis :

    RUSMAN LATIEF

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : viii + 211 halaman
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Baco Londong pernah menjadi kebanggaan keluarga.
    Salah satu lulusan terbaik universitas negeri, aktivis yang lantang berbicara tentang masa depan bangsa, dan pemuda yang diyakini akan mengubah nasib keluarganya.
    Namun hidup ternyata tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.
    Dua tahun menganggur membuat harga dirinya perlahan runtuh.
    Pertanyaan sederhana seperti “Sekarang kerja di mana?” berubah menjadi luka yang menghantam martabatnya setiap hari.
    Di tengah tekanan keluarga, tatapan tetangga, dan rasa malu yang semakin menyesakkan, Baco memilih pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju Jakarta, membawa sebuah ransel tua, beberapa lembar pakaian, ijazah, dan harapan yang nyaris padam.
    Perjalanan itu bukan sekadar tentang mencari pekerjaan.
    Ini adalah perjalanan seorang lelaki untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
    Tentang bagaimana seseorang bertahan ketika dunia tidak lagi memberinya tempat.
    Tentang cinta yang diam-diam menunggu.
    Tentang ibu yang tetap berdoa meski hatinya terluka.
    Dan tentang satu hal terakhir yang masih digenggam manusia ketika segalanya hampir hilang: martabat.
    Dengan bahasa yang emosional, hangat, dan sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia, novel ini menghadirkan kisah perjuangan para perantau, pengangguran intelektual, dan anak-anak muda yang berusaha berdiri tegak di tengah kerasnya kehidupan kota.
    Karena kadang-kadang…
    ketika mimpi telah hancur dan harapan hampir padam,
    yang tersisa hanyalah keberanian untuk tetap menjaga martabat sebagai manusia.

    Daftar Isi

    KATA PENGANTAR ………………………….. ………………………….. ……………….. vi
    DAFTAR ISI ………………………….. ………………………….. ………………………….. ..viii
    PROLOG ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……….1
    KREDO 1 DEBU DI ATAS IJAZAH ………………………….. ……………………… 6
    KREDO 2 MALAIKAT DI KAREBOSI ………………………….. ……………….. 26
    KREDO 3 BATU KARANG………………………….. ………………………….. ……35
    KREDO 4 CINTA DI PELABUHAN ………………………….. …………………… 49
    KREDO 5 PELAJARAN DI ATAS KAPAL ………………………….. …………65
    KREDO 6 KIPAS ANGIN LOSMEN ………………………….. ………………….. 92
    KREDO 7 WAJAH YANG TERTUNDUK ………………………….. ………..111
    KREDO 8 TEMAN DI WARUNG SOP UBI………………………….. ……..125
    KREDO 9 PINTU YANG TERTUTUP ………………………….. ……………… 148
    KREDO 10 MALAM TANPA ALAMAT ………………………….. ………….168
    KREDO 11 ORANG JALANAN ………………………….. ………………………. 182
    KREDO 12 AWAL YANG BARU………………………….. …………………….. 192
    EPILOG………………………….. ………………………….. ………………………….. ……..205
    TENTANG PENULIS ………………………….. ………………………….. ……………. 209

    Original price was: Rp180.000.Current price is: Rp90.000.
  • -35% SLOW; Santai Bukan Malas, Lambat Bukan  Lemah

    SLOW; Santai Bukan Malas, Lambat Bukan Lemah

    Penulis :

    DENNI CANDRA

    ISBN : 978-634-05-0004-2

    Jumlah Hlm : x + 249
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Pernahkah Anda merasa seperti berlari di atas treadmill yang tidak bisa berhenti? Terengah-engah mengejar deadline, notifikasi yang tak henti berdentang, daftar tugas yang tak pernah selesai, dan perasaan terus-menerus bahwa Anda tertinggal dari sesuatu, meskipun Anda tidak yakin apa itu?

    “SLOW; Santai Bukan Malas, Lambat Bukan Lemah” bukan sekadar buku teritang melambat. Ini adalah panduan transformatif untuk merebut kembali kendali atas hidup Anda di tengah dunia yang terobsesi dengan kecepatan dan produktivitas.

    Buku ini mengajak Anda dalam sebuah perjalanan, dari memahami mengapa kita terjebak dalam pusaran kesibukan tanpa akhir, hingga menemukan cara praktis untuk hidup dengan lebih bermakna, tenang, dan hadir.

    Anda akan belajar bahwa memperlambat hidup bukan berarti malas. Justru sebaliknya, ini tentang memilih untuk fokus pada apa yang benar-benar penting. Tentang menjalani hidup dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Tentang hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang Anda cintai, untuk pekerjaan yang bermakna, untuk momen-momen kecil yang sebenarnya membentuk kehidupan.

    Buku ini membongkar mitos produktivitas yang telah menipu kita selama ini, mengungkap bagaimana teknologi dan media sosial membajak perhatian kita, dan menunjukkan jalan keluar dari budaya hustle yang menguras energi. Lebih dari itu, buku ini menawarkan filosofi dan praktik konkret untuk menerapkan slow living dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara Anda bekerja, makan, membesarkan anak, membangun hubungan, hingga menggunakan teknologi.

    Ditulis dengan gaya yang santai, kasual, dan penuh empati, buku ini berbicara langsung pada Anda yang merasa lelah dengan tuntutan dunia modem. Bukan dengan teori yang berat atau jargon yang rumit, tetapi dengan contoh nyata, cerita relatable, dan solusi praktis yang bisa Anda mulai terapkan hari ini, bahkan jika hanya dengan satu napas sadar.

    Yang membuat buku ini berbeda adalah penekanannya pada fleksibilitas dan personalisasi. Tidak ada template kaku yang harus Anda ikuti. Sebaliknya, Anda akan dipandu untuk menemukan versi slow living yang unik untuk Anda, yang sesuai dengan nilai, kebutuhan, dan realitas kehidupan Anda.

    Ini bukan buku tentang pelarian dari kehidupan modern, ini adalah buku tentang bagaimana hidup dengan lebih baik di dalamnya. Tentang menemukan ketenangan di tengah kekacauan. Tentang memilih kualitas di atas kecepatan. Tentang menjalani hidup sebagai perjalanan yang indah, bukan perlombaan yang melelahkan.

    Karena pada akhirnya, hidup ini terlalu berharga untuk hanya dijalani dengan terburu-buru. Hidup ini perjalanan yang patut dinikmati, satu langkah lambat pada satu waktu.

    Saatnya berhenti berlari. Saatnya mulai hidup.

    KATA PENGANTAR                                                                V
    DAFTAR ISI                                                                              X
    BAGIAN I                                                                                  
    MEMAHAMI KECEPATAN HIDUP MODERN              1
    TREADMILL KEHIDUPAN                                                       2
    MITOS PRODUKTIVITAS                                                         11
    AKAR MASALAH                                                                        20

    BAGIAN II
    FILOSOFI SLOW LIVING                                                    29
    APA ITU SLOW LIVING?                                                           30
    NILAI – NILAI INTI SLOW LIVING                                         39
    MANFAAT HIDUP YANG LEBIH LAMBAT                           49

    BAGIAN III
    MEMPERLAMBAT BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN 63
    SLOW WORK                                                                                   64
    SLOW FOOD & EATING                                                                76
    SLOW TECHNOLOGY                                                                    88
    SLOW PARENTING                                                                        102
    SLOW RELATIONSHIPS                                                               113
    SLOW LEISURE                                                                               125

    BAGIAN IV
    PRAKTIK DAN IMPLEMENTASI                                           137
    MENYEDERHANAKAN HIDUP                                                    138
    MINDFULNESS DALAM KESEHARIAN                                     148
    MENCIPTAKAN RITUAL HARIAN                                               158
    MENGATAKAN TIDAK DENGAN ANGGUN                              169

    BAGIAN V
    HIDUP SLOW DI DUNIA YANG CEPAT                               178
    MENGHADAPI RESISTENSI                                                           179
    SLOW LIVING DAN KARIER                                                           188
    SLOW LIVING DI ERA DIGITAL                                                     196
    SLOW LIVING DENGAN BUDGET TERBATAS                           204

    BAGIAN VI
    TRANSFORMSI JANGKA PANJANG                                       214
    INSPIRASI DARI BERBAGAI BUDAYA                                           215
    MENCIPTAKAN LEGACY SLOW                                                       225
    PERJALANAN, BUKAN DESTINASI                                                236

    DAFTAR PUSTAKA                                                                          245
    PROFIL PENULIS                                                                             247

    Original price was: Rp150.000.Current price is: Rp98.000.
  • -22% THE GUARDIANS OF IMAN Meneladani Kisah Heroik Para Pejuang Islam

    THE GUARDIANS OF IMAN Meneladani Kisah Heroik Para Pejuang Islam

    Penulis :

    Taufik Rahman

    QRCBN: 62-2615-6323-572

    Jumlah Hlm : viii + 172
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Apakah kamu kenal Ulbah bin Zaid? Abu Dujanah? Ammar bin Yasir? Jika nama-nama ini terdengar asing, mungkin ada yang perlu kita akui dengan jujur. kita mengaku mencintai Nabi dan para sahabat, tetapi nyaris tidak mengenal mereka. Padahal mereka berjuang dengan mengorbankan darah, air mata, dan seluruh hidupnya.

    The Guardians of Iman mengajak pembaca menembus debu sejarah menyusuri kisah para sahabat yang imannya tidak dibangun dari kenyamanan, tapi dari pengorbanan. Mereka bukan sekadar nama dalam buku sirah, mereka adalah penjaga iman di saat Islam hampir runtuh, saat rasa takut lebih besar daripada harapan, dan saat dunia menawarkan segalanya untuk ditinggalkan.

    Buku ini bukan untuk sekadar dibaca. la menantang standar iman kita, mengguncang rasa puas diri, dan memaksa kita bertanya: jika mereka hidup hari ini, di mana posisi iman kita dibanding mereka?

    Jika kamu ingin mencari tolak ukur untuk menimbang posisi dan kedudukanmu-buku ini layak kamu miliki.

    Daftar Isi

    THE GUARDIANS OF IMAN v
    DAFTAR ISI ………………………………………………………………… v
    SEUNTAI KATA DARI PENULIS ………………………………….. 1
    BAGIAN I PARA PENJAGA IMAN DI MEDAN PERANG. 3
    1 HAMZAH BIN ABDUL MUTHTHALIB …………………….. 5
    Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan ……………….. 5
    2 ALI BIN ABI THALIB ……………………………………………… 10
    Keberanian yang Tumbuh dari Tauhid………………………. 10
    3 KHALID BIN WALID ……………………………………………… 16
    Dari Musuh Islam Menjadi Pedang Allah ……………………. 16
    4 ABU DUJANAH BIN KHARASYAH ……………………… 23
    Kepala Terikat Merah, Hati Terikat Iman …………………. 23
    5 ANAS BIN AN-NADHR ………………………………………… 28
    Mencium Aroma Surga di Medan Uhud …………………… 28
    6 SA‘AD BIN ABI WAQQASH ………………………………….33
    Do’a yang Menjadi Senjata Paling Tajam ……………………33
    7 Zubair bin Awwam ……………………………………………….. 39
    Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan …………….. 39
    8 THALHAH BIN UBAIDILLAH……………………………….. 45
    Tubuh Terluka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم Terlindungi…………………. 45
    9 ABDURRAHMAN BIN AUF………………………………….. 50
    Pejuang Kaya yang Tidak Terikat Dunia …………………… 50
    vi THE GUARDIANS OF IMAN
    10 ABU AYYUB AL-ANSHARY ………………………………. 56
    Iman yang Bertahan Hingga Usia Senja di
    Medan Jihad ……………………………………………………………… 56
    BAGIAN II PARA PENJAGA IMAN DALAM
    KEHIDUPAN ……………………………………………………………… 62
    11 ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ……………………………….. 64
    Iman yang Teguh Saat Semua Goyah ………………………. 64
    12 UMAR BIN KHATTAB ………………………………………… 74
    Keadilan yang Lahir dari Takut kepada Allah ……………. 74
    13 UTSMAN BIN AFFAN …………………………………………. 80
    Kekayaan yang Dijaga oleh Rasa Malu ……………………… 80
    14 BILAL BIN RABAH ………………………………………………. 85
    Iman yang Tidak Bisa Disiksa untuk Menyerah ………… 85
    15 MUS’AB BIN UMAIR ……………………………………………. 91
    Meninggalkan Dunia Demi Dakwah …………………………… 91
    16 SALMAN AL-FARISI …………………………………………… 96
    Perjalanan Panjang Mencari Kebenaran …………………… 96
    17 AMMAR BIN YASIR ……………………………………………. 101
    Iman yang Terjaga Meski Dipaksa …………………………….. 101
    18 ULBAH BIN ZAID ………………………………………………..106
    Sedekah Yang Di Terima Di Dalam Keheningan
    Malam ………………………………………………………………………106
    19 HABIB BIN ZAID………………………………………………….. 112
    Keteguhan Iman yang Tidak Bisa Ditawar ………………… 112
    THE GUARDIANS OF IMAN vii
    20 ‘ABBAD BIN BISHR ……………………………………………. 117
    Menikmati bacaan Shalat meski anak panah
    tertancap ………………………………………………………………….. 117
    BAGIAN III PARA PENJAGA IMAN DARI KAUM
    WANITA …………………………………………………………………. 120
    21 KHADIJAH BINTI KHUWAILID ………………………….. 122
    Iman Pertama yang Menguatkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم………… 122
    22 SUMAYYAH BINTI KHAYYATH ……………………… 127
    Syahidah Pertama yang Menolak Menukar Iman
    dengan Nyawanya …………………………………………………… 127
    23 ASMA’ BINTI ABU BAKAR ………………………………. 132
    Keberanian Seorang Wanita di Jalan Hijrah……………… 132
    24 NUSAIBAH BINTI KA’AB………………………………….. 136
    Perisai Rasulullah صلى الله عليه وسلم di Medan Uhud ………………………… 136
    25 AISYAH BINTI ABU BAKAR ……………………………..140
    Ilmu, Keteguhan, dan Warisan Keimanan ………………… 140
    26 FATIMAH AZ-ZAHRA ……………………………………… 145
    Kesabaran Putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam Luka dan
    Kesederhanaan ……………………………………………………….. 145
    27 UMMU SALAMAH ……………………………………………. 150
    Keteguhan Iman dalam Hijrah dan Kehilangan ………… 150
    28 RUQAYYAH BINTI RASULULLAH ………………….. 155
    Kesabaran dalam Rumah Tangga dan Perpisahan ……. 155
    29 HAFSAH BINTI UMAR ……………………………………… 159
    Penjaga Mushaf dan Amanah Umat ………………………… 159
    viii THE GUARDIANS OF IMAN
    30 UMMU AIMAN………………………………………………….. 164
    Cinta, Kesetiaan, & Do’a Seorang Ibu bagi
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم …………………………………………………………….. 164
    PENUTUP ………………………………………………………………… 168
    DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 169
    PROFIL PENULIS ………………………………………………………. 171

     

    Original price was: Rp100.000.Current price is: Rp78.000.
  • -27% TIANG DAN ATAP DI TENGAH BADAI

    TIANG DAN ATAP DI TENGAH BADAI

    Penulis :

    Sundarni

    ISBN : 978-634-0454-92-5

    Jumlah Hlm : x + 88
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2025
    Editor : –

    SINOPSIS

    TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI

    “Maukah kau menjadi Tiang dan Atapku agar aku bisa berdiri tegak?”

    Sebuah janji yang diucapkan dengan kerendahan hati, namun mengandung kekuatan yang sanggup melawan dunia. Ini adalah kisah tentang pilihan yang berani: seorang gadis yang sudah kenyang dengan kepahitan hidup memutuskan untuk menikahi Adi, seorang pria tunanetra. la melamanya bukan dengan harta, melainkan dengan ketegasan hati.

    Pernikahan mereka tidak disambut karangan bunga, melainkan air mata dan kekhawatiran yang tebal. Ujian datang, kesulitan finansial. Namun, badai yang sesungguhnya terjadi di suatu malam hujan, ketika keraguan orang tua memuncak menjadi tindakan nyata: pintu kamar dikunci, dan Adi diusir tanpa sepatah kata perpisahan dari istrinya.

    Terperangkap dalam kesendirian, sang istri mengubah air mata menjadi tenaga. la bekerja siang dan malam, melawan makian, hingga di tengah keputusasaan, ia menekan kekuatan. Ketika Adi kembali, dan mereka bersatu, ia mengandung. Dalam doanya ia meminta sebuah tanda dari Tuhan. Sabilal Akbar lahir di bawah guyuran hujan menjadi validasi surgawi atas keyakinan yang tak pernah luntur. Keyakinan mereka membuat pengorbanan itu berbuah manis.

    Tiang dan Atap di Tengah Badai adalah tentang ketulusan, sebuah memoar yang membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah tentang pandangan mata, melainkan tentang keteguhan hati yang saling menopang. Kisah ini adalah bukti bahwa warisan terbaik bagi anak-anak bukanlah harta melainkan semangat pantang menyerah dari orang tua mereka.

    Daftar Isi

    PENDAHULUAN V
    PROLOG 1
    TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI 2

    BAB I 5
    Kepingan Langit Di Petak Kontrakan 6
    Kepulangan & Pelajaran Pertama Tentang Tanggung Jawab 9
    JANJI Di Bangku Sekolah & Panggilan Untuk Menopang 12
    IKRAR Di Tengah Badai Keraguan 18

    BAB II 25
    Kesetiaan Cahaya Perjuangan 26
    Di Bawah Langit Yang Menangis 31
    KESUNYIAN PANJANG Di Balik Gempuran Rutinitas 36
    Pertemuan Kembali 40

    BAB III 43
    Rezeki Yang Ditolak & Kekuatan Iman 44
    Sabilal Akbar Tanda Dibawah Guyuran Hujan 49
    MUKJIZAT Di Kota Santri 52
    Badai Berlalu Mentari Terbit 56

    BAB IV 59
    TITIK BALIK DIBAWAH NAUNGAN REZEKI 60
    Lika-Liku Kontrakan & Harga Sebuah Pendidikan 67
    Puncak Perjuangan & Janji Masa Depan 75
    Harta Yang Sejati Bukanlah Dinding 80
    WARISAN YANG TAK TERLIHAT 83
    REFLEKSI DAN MOTIVASI TERAKHIR 86

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp40.000.
  • -44% TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    Penulis :

    Lelianto Pradana

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : vi+118
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Jakarta tidak lagi dijajah dengan bedil. Penjajahan masuk melalui saku celanamu, bersemayam di layar yang tidak pernah benar-benar padam, dan bekerja paling efektif justru saat kamu merasa paling bebas. Ia tidak butuh seragam atau penjara berjeruji besi. Ia hanya butuh kuota data, jempol yang gelisah, dan sedikit rasa haus akan pengakuan.

    Damar Satria adalah arsitek di balik Candoe — algoritma yang tahu apa yang kamu inginkan bahkan sebelum kamu tahu sendiri. Dari lantai lima puluh Menara Gading, Jakarta tampak seperti model miniatur yang bisa ia atur dengan dua jari. Manusia adalah angka. Kemarahan adalah komoditas. Rasa tidak cukup adalah bahan bakar yang paling efisien.

    Selama lima tahun, ia percaya bahwa ini adalah kemajuan.

    Sampai suatu malam, sistemnya sendiri menghancurkan adiknya.

    Di sebuah lorong yang tidak ada di dalam peta GPS — tempat rak-rak buku berdiri di depan buldozer dan seorang perempuan melukis di dinding karena dinding tidak bisa dihapus — Damar menemukan sesuatu yang tidak ada dalam model prediksinya: orang-orang yang memilih untuk tetap ada, bukan karena mereka menang, tapi karena mereka percaya bahwa ada sesuatu yang layak untuk dipertahankan.

    Nadira melukis mural yang tahu bahwa suatu hari akan dicat ulang. Pak Arip membeli koran bekas per kilo dari warung loak karena ia tahu bahwa ingatan yang tidak dijaga akan hilang tanpa suara. Keduanya tidak mengajarkan Damar cara melawan. Mereka hanya menunjukkan apa yang selama ini ia pilih untuk tidak lihat.
    Apa yang terjadi kemudian bukan revolusi. Tidak ada teriakan massa, tidak ada momen heroik yang bisa dijadikan konten. Hanya satu keputusan yang dibuat pukul empat pagi, di depan layar yang menyala, oleh seseorang yang akhirnya memahami bahwa ada perbedaan antara membangun sesuatu dan membangun sesuatu yang layak dibangun.

    Temaram adalah novel tentang harga sebuah pilihan — tentang apa yang tersisa ketika sistem mengambil segalanya kecuali nama seseorang yang pernah kamu lewati tanpa berhenti, tentang mengapa merawat ingatan adalah satu-satunya bentuk perlawanan yang tidak bisa dimatikan dari server mana pun, dan tentang seorang adik yang belajar bahwa kehilangan kadang membuat seseorang lebih cepat melihat apa yang sebenarnya ada di depannya.

    DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… v
    DEDIKASI ………………………………………………………………………………….. vi
    PROLOG: TULISAN DI ATAS PASIR DIGITAL …………………….. 1
    BAB 1: MENARA GADING DIGITAL ……………………………………. 2
    BAB 2: RETAK PADA LAYAR YANG DINGIN ……………………. 9
    BAB 3: PERTEMUAN DI LORONG SUNYI ………………………….. 16
    BAB 4: GURU DARI MASA LALU …………………………………………. 27
    BAB 5: KASIH DI RUANG TANPA SINYAL …………………………. 38
    BAB 6: PERJAMUAN PENGKHIANAT …………………………………. 44
    BAB 7: PILIHAN DI PERSIMPANGAN JALAN ……………………. 49
    BAB 8: PEDANG YANG MEMISAHKAN KASIH ………………… 56
    BAB 9: MEMBASUH KAKI SEJARAH …………………………………… 71
    BAB 10: MALAM PENYINGKAPAN………………………………………. 80
    BAB 11: MIMBAR KESAKSIAN ……………………………………………… 91
    BAB 12: PENGADILAN DAN PENGAMPUNAN…………………. 99
    BAB 13: BIJI SESAWI DI BALIK TEMBOK ………………………… 111

    Original price was: Rp80.000.Current price is: Rp45.000.
  • -29% YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI  GUNUNG SLAMET

    YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI GUNUNG SLAMET

    Penulis :

    MAULANA TEGUH PERDANA

    ISBN : 978-634-05-0005-9

    Jumlah Hlm : x + 81
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Maya, seorang jurnalis investigasi berusia 28 tahun, merasa jenuh dengan rutinitas liputan kota yang monoton. Didorong oleh idealisme untuk mengungkap kisah-kisah tak terucap dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal mistis sejak kecil, ia terpikat oleh desas-desus dari temannya, Rio, tentang sebuah desa terpencil bernama Kalibiru di kaki Gunung Slamet, Tegal. Desa itu kerap dilanda musibah tak wajar dan beberapa kasus orang hilang misterius.

    Dengan alasan meliput “fenomena budaya lokal,” Maya nekat pergi ke Kalibiru. Setibanya di sana, ia disambut tatapan curiga warga dan memutuskan menginap di sebuah rumah tua di pinggir desa. Malam pertamanya diwarnai gangguan suara aneh, bayangan, dan mimpi buruk yang mengerikan, menandakan bahwa ia sudah menjadi target. Upayanya menggali informasi dari warga selalu menemui jalan buntu, hingga akhirnya seorang janda tua, Mbok Dalem, memberikan petunjuk samar tentang sebuah perjanjian kuno. Penemuan sapu tangan milik Rizal, salah satu korban hilang, di tepi Kali Gung semakin meyakinkan Maya bahwa ada misteri kelam yang tersimpan.

    Didampingi Rio yang akhirnya menyusul, Maya berhasil menemui Mbah Karto, sesepuh desa yang sangat tertutup. Mbah Karto dengan berat hati menceritakan tentang perjanjian yang dibuat leluhur desa dengan “Penjaga Rimba Slamet”—sebuah entitas purba berwujud tak stabil, kadang asap hitam raksasa, kadang ilusi ketakutan—untuk kemakmuran, dengan imbalan tumbal nyawa setiap purnama merah. Perjanjian itu dilanggar sekitar tiga puluh tahun lalu, membuat Penjaga Rimba murka dan kini menagih “ganti rugi” dalam bentuk tumbal manusia. Mbah Karto memberikan peringatan keras: Penjaga Rimba sudah mengawasi Maya.

    Teror pun menimpa Maya secara langsung. Gangguan di rumah semakin intens, peralatan investigasi rusak, dan yang paling mengerikan, Pak Slamet—kepala dusun yang membantu mereka—ditemukan meninggal dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Ketegangan mencekik desa, mendorong Maya untuk mencari solusi. Ia dan Rio menemukan buku harian Arjuna, seorang peneliti yang juga mencoba mengungkap misteri ini 50 tahun lalu dan bernasib tragis. Buku itu berisi detail ritual pemutus perjanjian dan peta menuju “Jantung Kekuatan” Penjaga Rimba di kedalaman hutan.

    Maya, yang merasa terpanggil, memutuskan untuk menghentikan siklus teror ini. Bersama Rio dan beberapa warga muda yang lelah dengan ketakutan (Dani, Budi, Rina), mereka memulai perjalanan berbahaya di tengah malam menuju jantung hutan. Mereka menghadapi ilusi, jebakan, dan manifestasi mengerikan dari Penjaga Rimba yang mencoba menghentikan mereka. Di dalam gua “Jantung Kekuatan”, mereka berkonfrontasi langsung dengan entitas tersebut. Maya memimpin ritual pemutus perjanjian sesuai buku Arjuna, di tengah serangan mental dan fisik dari Penjaga Rimba. Ritual berhasil, namun Dani terluka parah akibat batu yang jatuh—sebuah pengorbanan yang pahit.

    Penjaga Rimba Slamet berhasil ditenangkan dan terkurung kembali, namun luka psikologis membekas pada Maya dan tim. Desa Kalibiru kembali tenang, tapi tidak sepenuhnya pulih; kewaspadaan dan ritual baru menjadi bagian hidup mereka. Maya menulis laporannya, namun sengaja tak mengungkap seluruh kebenaran, menyisakan misteri yang tak terucap agar desa bisa melanjutkan hidup.

    Bertahun-tahun kemudian, Maya—kini jurnalis sukses namun trauma—menemukan tanda-tanda kecil teror serupa di desa lain sekitar Slamet. Ia menerima foto anonim dan menemukan bayangan Penjaga Rimba yang jelas di foto lamanya. Epilog ini menegaskan bahwa Penjaga Rimba Slamet tidak benar-benar mati, hanya tertidur, menunggu waktu untuk bangkit kembali, meninggalkan Maya dengan kesadaran pahit bahwa beberapa rahasia harus tetap terkubur di balik keagungan gunung.

    Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………….. iii
    Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. . viii
    BAGIAN I: BISIKAN DARI KAKI GUNUNG …………………….. 1
    Bab 1: Panggilan dari Desa Terpencil ………………………….. …………..2
    1.1 Rutinitas yang Membosankan ………………………….. ……………2
    1.2 Percakapan yang Mengusik ………………………….. ………………..3
    1.3 Keputusan Nekat ………………………….. ………………………….. ……..6
    1.4 Perjalanan Menuju Senyap ………………………….. …………………8
    1.5 Tatapan Curiga ………………………….. ………………………….. …………9
    Bab 2: Senyapnya Rumah Tua ………………………….. ……………………. 12
    2.1 Rumah Tua di Tepi Jurang ………………………….. ……………….. 12
    2.2 Bisikan Malam Pertama ………………………….. ……………………. 13
    2.3 Warga yang Tertutup ………………………….. ……………………….. 15
    2.4 Pertemuan dengan Janda Tua ………………………….. ………… 16
    Bab 3: Jejak Hilang di Kali Gung ………………………….. ………………… 18
    3.1 Peringatan Tak Terucap ………………………….. ……………………. 18
    3.2 Kisah Tragis Keluarga Pak Karta ………………………….. ………. 19
    3.3 Penemuan di Tepi Sungai ………………………….. ………………… 21
    3.4 Tanda-tanda Aneh………………………….. ………………………….. … 23
    BAGIAN II: TEROR YANG BANGKIT KEMBALI …………….. 25
    Bab 4: Rahasia Sang Sesepuh ………………………….. …………………….. 26
    4.1 Petunjuk dari Secangkir Kopi Pahit ………………………….. … 26
    4.2 Kisah Perjanjian di Bawah Purnama ………………………….. .. 28
    4.3 Konsekuensi Pelanggaran dan Peringatan Keras …….. 31
    Bab 5: Teror di Balik Pintu ………………………….. ………………………….. .33
    5.1 Malam yang Tak Lagi Sama ………………………….. ………………33
    5.2 Penampakan dan Sentuhan Dingin ………………………….. ..34
    5.3 Gangguan pada Rio dan Peralatan ………………………….. ….35
    5.4 Korban Selanjutnya: Tragisnya Pak Slamet …………………37
    Bab 6: Buku Harian Kuno ………………………….. ………………………….. …39
    6.1 Petunjuk Tersembunyi di Rumah Tua…………………………. 39
    6.2 Kisah Peneliti yang Gagal ………………………….. ………………….41
    6.3 Detail Ritual dan Peta Terlarang ………………………….. ………42
    6.4 Tekad dan Bahaya yang Mengintai ………………………….. …44
    BAGIAN III: PERJALANAN MENUJU KEGELAPAN ……….. 46
    Bab 7: Perhitungan Mundur ………………………….. ……………………….. 47
    7.1 Ketakutan yang Tak Terbendung ………………………….. …….47
    7.2 Dilema Maya: Lari atau Melawan? ………………………….. ……48
    7.3 Sekutu Tak Terduga ………………………….. ………………………….. .49
    7.4 Persiapan Menjelang Tengah Malam …………………………. 51
    Bab 8: Ritual di Jantung Hutan ………………………….. ……………………53
    8.1 Perjalanan Menuju Kegelapan ………………………….. …………53
    8.2 Ujian dan Ilusi ………………………….. ………………………….. …………54
    8.3 Menemukan Situs Terlarang ………………………….. …………….56
    8.4 Menuju Jantung Kekuatan ………………………….. ………………..57
    Bab 9: Malam Puncak di Altar Tumbal ………………………….. ……….59
    9.1 Memasuki Sarang Teror ………………………….. …………………….59
    9.2 Kemunculan Penjaga Rimba Slamet ………………………….. .60
    9.3 Pertarungan Kehendak dan Ritual ………………………….. …..62
    9.4 Konsekuensi dan Pengorbanan ………………………….. ……….63
    BAGIAN IV: WARISAN YANG TAK TERUCAP …………………..66
    Bab 10: Bayangan yang Tertinggal …………………………………….. 67
    10.1 Pagi Setelah Badai …………………………………………………….. 67
    10.2 Luka yang Mengukir Jiwa …………………………………………. 68
    10.3 Desa yang Berubah …………………………………………………… 69
    10.4 Laporan yang Tak Terucap Penuh ……………………………… 71
    Epilog: Bisikan Angin dari Slamet …………………………………….. 73
    Epilog.1 Kehidupan yang Berlanjut …………………………………… 73
    Epilog.2 Tanda tanda Kecil ………………………………………………. 74
    Epilog.3 Warisan yang Tak Pernah Mati …………………………….  76
    Profil Penulis ………………………………………………………………….. 78

    Original price was: Rp70.000.Current price is: Rp50.000.