• -31% MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    Penulis :

    Dr. Evi Faozia Anas M.MPd

    ISBN : 978-634-04-6898-4

    Jumlah Hlm : xii + 127
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Mimpi Tak Berkesudahan adalah perjalanan
    batin seorang manusia yang terus melangkah
    meski jalannya kerap tertutup kabut takdir. Ini
    bukan kisah tentang mereka yang sudah tiba,
    melainkan tentang mereka yang tetap
    berjalan—meski letih, meski tertunda, meski
    belum tampak tanda-tanda cahaya di ujung
    harapan.
    Buku ini mengajak pembaca menelusuri
    makna ikhtiar yang sejati: usaha yang tidak
    sekadar mengejar hasil, tetapi ibadah yang
    mengantarkan hati semakin dekat kepada
    Allah. Dengan bahasa yang lembut dan
    renungan yang dalam, Dr.Evi menguratkan
    bahwa mimpi bukan sekadar angan duniawi—
    mimpi adalah amanah, titipan dari langit yang
    harus diupayakan dengan sabar, doa, dan
    keyakinan.
    Di dalamnya, pembaca akan menemukan ayat-
    ayat Al-Qur’an, hadis, serta hikmah-hikmah
    perjalanan para salih yang membuktikan
    bahwa takdir bukanlah batas, melainkan
    ruang kemungkinan yang dibukakan Allah
    bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
    Buku ini hadir sebagai pelita bagi siapa pun
    yang sedang kehilangan arah, sedang mempertanyakan jalan hidup, atau sedang
    merasa langkahnya tidak dihargai. Ia
    mengingatkan bahwa:
    Selama mimpi itu masih diperjuangkan,
    mimpi itu belum berakhir.
    Dan selama Allah menjadi tujuan,
    perjalanan itu takkan pernah sia-sia.

    Daftar Isi

    PENGANTAR ____ v
    UCAPAN TERIMAKASIH viii
    DAFTAR ISI _____ ix
    PENDAHULUAN _ 1
    Ikhtiar yang Tak Pernah Hampa __________ 5
    Antara Takdir dan Upaya: Harmoni yang
    Sering Disalahpahami __________________ 6
    SATU ____________ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS
    KEHIDUPAN _____ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS KEHIDUPAN____ 9
    KETEGUHAN: FAKTOR PSIKOLOGIS DAN
    SPIRITUAL DALAM MENGEJAR CITA-CITA __ 15
    Takdir Tidak Berdiri Sendiri, Ikhtiar Tidak
    Bergerak Sendirian ___________________ 24
    Takdir Baik Tumbuh dalam Komunitas
    Baik _______________________________ 29
    DUA ____________ 30
    ENGELOLA LETIH, MENEMUKAN
    KETENANGAN _______________________ 31

    TIGA ___________ 39
    MEMBANGUN RUANG AMAN UNTUK
    JIWA ______________________________ 40
    EMPAT _________ 46
    JATUH-BANGUN YANG TIDAK PERNAH
    SIA-SIA _____________________________ 47
    LIMA ___________ 53
    KETIKA HASIL BUKAN SEGALANYA _______ 54
    ENAM __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 63
    KETIKA ALLAH MENGAJARKAN SYUKUR
    DALAM CARA YANG TIDAK KITA DUGA ____ 67
    TUJUH _________ 75
    KETIKA ALLAH MENUNDA UNTUK
    MENDEWASAKAN ____________________ 76
    DELAPAN_______ 78
    MENGAPA HATI CEPAT LELAH DAN CARA
    MENGOBATINYA _____________________ 79
    SEMBILAN _____ 82
    BERBAIK SANGKA DI TENGAH KESULITAN __ 83
    SEPULUH_______ 85

    SYUKUR DALAM MUSIBAH: SAAT YANG
    PAHIT JUSTRU MENYELAMATKAN ________ 86
    SYUKUR YANG MENYELAMATKAN _______ 89
    SAAT SYUKUR MENEMUKAN KITA ________ 95
    SEBELAS ______ 105
    IKHLAS PADA TAKDIR _________________ 106
    DUABELAS ____ 112
    MELEPAS DAN MENERIMA ____________ 113
    TAKDIR YANG BAIK __________________ 116
    EPILOG________ 118
    Ketika Perjalanan Menjadi Doa _________ 119
    BIOGRAFI PENULIS 124
    BIOGRAFI PENULIS 125

     

    Original price was: Rp65.000.Current price is: Rp45.000.
  • -15% CINTA YANG TAK PERNAH PADAM: Puisi-Puisi untuk PSIS

    CINTA YANG TAK PERNAH PADAM: Puisi-Puisi untuk PSIS

    Penulis :

    Gus Rikza

    ISBN : 978-634-04-6641-6

    Jumlah Hlm : xxx + 149
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Cinta yang Tak Pernah Padam bukan sekadar buku puisi tentang sepak bola, tetapi do’a, kenangan, dan kesetiaan yang ditulis dengan hati untuk PSIS Semarang.

    Dari lapangan sederhana di Citarum tahun 1932 hingga sorak tribun Jatidiri hari ini, buku ini menuturkan perjalanan panjang PSIS tentang perjuangan, kejayaan, keterpurukan, dan kebangkitan.

    PSIS dalam buku ini bukan hanya klub, tetapi rumah, identitas, dan napas Kota Semarang.
    Menang disyukuri, kalah dicintai, karena biru bukan soal hasil melainkan kesetiaan.

    Semoga biru tetap menyala.
    Semoga sejarah tetap terjaga.
    Semoga masa depan PSIS Semarang semakin bersinar.

    Daftar Isi

    KATA PENGANTAR …………………………………………………………………v
    DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………vii
    CHAPTER 1
    LAHIRNYA LEGENDA (1932–1949)………………………………………… 1
    Puisi 1 — Tahun Itu, 1932 ……………………………………………………………….. 2
    Puisi 2 — Bola dari Karung Goni …………………………………………………….. 2
    Puisi 3 — Lapangan Citarum, Saksi Awal ……………………………………….. 2
    Puisi 4 — Pemuda yang Tak Mau Diam ………………………………………….. 3
    Puisi 5 — Dari Semarang untuk Nusantara…………………………………….. 3
    Puisi 6 — Di Bawah Langit Pelabuhan…………………………………………….. 3
    Puisi 7 — Bendera Pertama ……………………………………………………………. 4
    Puisi 8 — Langkah Pertama ……………………………………………………………. 4
    Puisi 9 — Suara dari Masa Lalu……………………………………………………….. 4
    Puisi 10 — Nama Itu: PSIS……………………………………………………………….. 4
    Puisi 11 — Di Tepi Citarum ………………………………………………………………. 5
    Puisi 12 — Surat untuk Masa Depan ………………………………………………. 5
    Puisi 13 — Keringat di Dahi …………………………………………………………….. 5
    Puisi 14 — Nama-nama yang Tak Tercatat …………………………………….. 6
    Puisi 15 — Seragam Tanpa Nomor …………………………………………………. 6
    Puisi 16 — Lapangan Tanpa Garis …………………………………………………… 6
    Puisi 17 — Ketika Hujan Turun ……………………………………………………….. 6
    Puisi 18 — Kota yang Mulai Percaya ………………………………………………. 7
    viii | Cinta yang Tak Pernah Padam
    Puisi 19 — Nyanyian Pertama…………………………………………………………. 7
    Puisi 20 — Api Kecil yang Menyala ………………………………………………… 7
    ZAMAN PERJUANGAN (1935–1949) …………………………………….. 8
    Puisi 21 — Bola di Tengah Penjajahan …………………………………………….. 9
    Puisi 22 — Warna Biru di Mata Penjajah ………………………………………… 9
    Puisi 23 — Sepatu dari Ban Bekas ………………………………………………….. 9
    Puisi 24 — Di Tengah Suara Meriam………………………………………………. 9
    Puisi 25 — Di Balik Bendera Merah Putih …………………………………….. 10
    Puisi 26 — Stadion Rakyat …………………………………………………………… 10
    Puisi 27 — Suara dari Pelabuhan Lama…………………………………………. 10
    Puisi 28 — Permainan yang Dilarang ……………………………………………. 10
    Puisi 29 — Gol Pertama untuk Semarang ………………………………………11
    Puisi 30 — Dari Anak ke Anak ………………………………………………………..11
    Puisi 31 — Di Bawah Lampu Petromak ……………………………………………11
    Puisi 32 — Dari Doa Seorang Ibu …………………………………………………….11
    Puisi 33 — Hari Ketika Semua Kota Menatap ………………………………..12
    Puisi 34 — Peluit yang Membuat Merinding ………………………………….12
    Puisi 35 — Bintang di Langit Semarang ………………………………………….12
    Puisi 36 — Seragam yang Dicuci Sungai ………………………………………..12
    Puisi 37 — Pertandingan di Hari Merdeka ……………………………………..13
    Puisi 38 — Dari Peluit ke Doa …………………………………………………………13
    Puisi 39 — Semarang Menyanyi …………………………………………………….13
    Puisi 40 — Legenda Itu Bernyawa …………………………………………………13
    Dst…

     

    Original price was: Rp65.000.Current price is: Rp55.000.
  • -27% RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    Penulis :

    Muhammad Hilal Zain

    ISBN : 978-634-04-6536-5

    Jumlah Hlm : x + 97
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Rahsa Nikala adalah kumpulan refleksi batin yang dirangkai melalui puisi dan fragmen perenungan tentang manusia, perjalanan jiwa, dan upaya kembali pada Cahaya Sejati. Buku ini lahir dari pergulatan penulis dalam membaca realitas hidup—tentang cinta, kehilangan, keikhlasan, kebebasan, amanah, serta hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
    Melalui bahasa yang sederhana namun sarat makna, setiap tulisan mengajak pembaca menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia, untuk berdialog dengan diri, menimbang ulang arah langkah, dan menyadari keterikatan-keterikatan yang kerap mengaburkan hakikat kemerdekaan jiwa. Terinspirasi dari khazanah tasawuf—khususnya Risalah Qusyairiyah—buku ini tidak berpretensi mengajarkan, melainkan menemani; tidak menggurui, tetapi mengingatkan.
    Rahsa Nikala berarti rahasia makna yang hanya dapat dirasakan ketika seseorang berani melampaui bentuk dan kata. Ia adalah jejak sunyi dalam meniti bayang di balik cahaya, sebuah ikhtiar batin untuk mengenal diri, menghamba dengan kesadaran, dan perlahan kembali pulang kepada-Nya.
    Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang sedang belajar mendengarkan hatinya, yang pernah lelah oleh dunia, dan yang merindukan ketenangan dalam perjalanan menuju Tuhan.

    Daftar Isi

    Daftar Isi …………………………………………………………………………………..v
    Prolog …………………………………………………………………………………… viii
    Kata Pengantar…………………………………………………………………………ix
    Kasih yang Tak Berpaling …………………………………………………………1
    Di Balik Pesona Semesta …………………………………………………………..2
    Telahkah Engkau Memilih? ………………………………………………………3
    Relung Ketentuan……………………………………………………………………..5
    Jiwa yang Rindu ………………………………………………………………………..7
    Di Antara Lupa dan Sadar ………………………………………………………..8
    Tarian Takdir…………………………………………………………………………. 10
    Menjadi Hamba yang Bersyukur ……………………………………………. 11
    Musim Kembali Semi ……………………………………………………………. 12
    Dari Sunyi Menuju Hangat ……………………………………………………. 14
    Anyaman Kasih di Pelukan Keluarga …………………………………….. 16
    Lembar Ketetapan…………………………………………………………………. 17
    Dialog dengan Bayangan ……………………………………………………….. 18
    Tunggangan yang Tak Pernah Tersungkur ……………………………. 20
    Dalam Setiap Tarikan Napas …………………………………………………. 21
    Mendawamkan Hadir-Nya …………………………………………………….. 23
    Senda Gurau Dunia……………………………………………………………….. 24
    Tentang Ke-saling-an …………………………………………………………….. 26
    Tasbih Semesta ……………………………………………………………………… 28
    Menuju Keridaan …………………………………………………………………… 29
    Senyumlah, Walau Pura-Pura ………………………………………………… 31
    Lentera I’tibar………………………………………………………………………… 32
    Nama-nama Indah-Mu ………………………………………………………….. 34
    Beribadahlah pada Tuhanmu…………………………………………………. 35
    Pada Rindu yang Tak Pernah Reda ……………………………………….. 36
    Rindu dalam Sorot Mata Ibu …………………………………………………. 37
    Rindu yang Berlabuh di Keabadian ……………………………………….. 38
    Persinggahan Jiwa ………………………………………………………………….. 40
    Suara yang Tak Berilmu…………………………………………………………. 42
    Menjadi Cinta Pertama ………………………………………………………….. 43
    Menuju Shirat al-Mustaqim……………………………………………………. 45
    Antara Karamah dan Istiqamah …………………………………………….. 46
    Tiga Puluh Tahun dan Keikhlasan Waktu……………………………… 48
    Rahmat yang Mengalir …………………………………………………………… 49
    Rintik yang Menumbuhkan Rindu…………………………………………. 50
    Ambarawa: Jejak Sang Syahid ………………………………………………… 51
    Secangkir Hangat Bersamanya ………………………………………………. 52
    Pelajaran dari Secangkir Kopi………………………………………………… 53
    Dari Huruf ke Keabadian………………………………………………………. 55
    Pelajaran dari Sebuah Bisikan ………………………………………………… 56
    Rahasia Ikhlas………………………………………………………………………… 59
    Bahkan Kejujuran Pernah Kutipu …………………………………………. 60
    Berbicara tentang Malu, Tanpa Malu …………………………………….. 62
    Kenangan yang Menuntun Pulang…………………………………………. 63
    Melihat Dunia dari Sisi Indahnya …………………………………………… 64
    Dalam Pelukan Ibu ……………………………………………………………….. 66
    Ah… Lucunya Diriku …………………………………………………………….. 67
    Doa yang Menjelma Amanah ………………………………………………… 69
    Suci dalam Ikatan, Merdeka dalam Jiwa ………………………………… 70
    Bisik Sunyi yang Lebih Jujur ………………………………………………….. 72
    Embun Rindu di Pelukan Malam ………………………………………….. 73
    Pada Langkah yang Masih Meraba ………………………………………… 75
    Syukur di Tengah Kelalaianku ……………………………………………….. 76
    Saat Halaman Mengajarkan Cara Memandang ………………………. 78
    Bisikan Rindu di Balik Jendela ………………………………………………. 79
    Warna-Warni Dunia, Anakku ………………………………………………… 80
    Renungan yang Tak Kau Inginkan ………………………………………… 81
    Hakikat Merdeka …………………………………………………………………… 84
    Di Antara Kelalaian, Dzikir Menemukan Jalannya ………………… 86
    Dosa yang Disangkal …………………………………………………………….. 88
    Kembalilah…………………………………………………………………………….. 89
    Bisikan yang Menuntun Pulang ……………………………………………… 90
    Hikmah di Setiap Lorong ………………………………………………………. 93
    Bukan Milikmu ……………………………………………………………………… 94
    Penutup …………………………………………………………………………………. 95
    Tentang Penulis …………………………………………………………………….. 96

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp40.000.
  • -27% TIANG DAN ATAP DI TENGAH BADAI

    TIANG DAN ATAP DI TENGAH BADAI

    Penulis :

    Sundarni

    ISBN : 978-634-0454-92-5

    Jumlah Hlm : x + 88
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2025
    Editor : –

    SINOPSIS

    TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI

    “Maukah kau menjadi Tiang dan Atapku agar aku bisa berdiri tegak?”

    Sebuah janji yang diucapkan dengan kerendahan hati, namun mengandung kekuatan yang sanggup melawan dunia. Ini adalah kisah tentang pilihan yang berani: seorang gadis yang sudah kenyang dengan kepahitan hidup memutuskan untuk menikahi Adi, seorang pria tunanetra. la melamanya bukan dengan harta, melainkan dengan ketegasan hati.

    Pernikahan mereka tidak disambut karangan bunga, melainkan air mata dan kekhawatiran yang tebal. Ujian datang, kesulitan finansial. Namun, badai yang sesungguhnya terjadi di suatu malam hujan, ketika keraguan orang tua memuncak menjadi tindakan nyata: pintu kamar dikunci, dan Adi diusir tanpa sepatah kata perpisahan dari istrinya.

    Terperangkap dalam kesendirian, sang istri mengubah air mata menjadi tenaga. la bekerja siang dan malam, melawan makian, hingga di tengah keputusasaan, ia menekan kekuatan. Ketika Adi kembali, dan mereka bersatu, ia mengandung. Dalam doanya ia meminta sebuah tanda dari Tuhan. Sabilal Akbar lahir di bawah guyuran hujan menjadi validasi surgawi atas keyakinan yang tak pernah luntur. Keyakinan mereka membuat pengorbanan itu berbuah manis.

    Tiang dan Atap di Tengah Badai adalah tentang ketulusan, sebuah memoar yang membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah tentang pandangan mata, melainkan tentang keteguhan hati yang saling menopang. Kisah ini adalah bukti bahwa warisan terbaik bagi anak-anak bukanlah harta melainkan semangat pantang menyerah dari orang tua mereka.

    Daftar Isi

    PENDAHULUAN V
    PROLOG 1
    TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI 2

    BAB I 5
    Kepingan Langit Di Petak Kontrakan 6
    Kepulangan & Pelajaran Pertama Tentang Tanggung Jawab 9
    JANJI Di Bangku Sekolah & Panggilan Untuk Menopang 12
    IKRAR Di Tengah Badai Keraguan 18

    BAB II 25
    Kesetiaan Cahaya Perjuangan 26
    Di Bawah Langit Yang Menangis 31
    KESUNYIAN PANJANG Di Balik Gempuran Rutinitas 36
    Pertemuan Kembali 40

    BAB III 43
    Rezeki Yang Ditolak & Kekuatan Iman 44
    Sabilal Akbar Tanda Dibawah Guyuran Hujan 49
    MUKJIZAT Di Kota Santri 52
    Badai Berlalu Mentari Terbit 56

    BAB IV 59
    TITIK BALIK DIBAWAH NAUNGAN REZEKI 60
    Lika-Liku Kontrakan & Harga Sebuah Pendidikan 67
    Puncak Perjuangan & Janji Masa Depan 75
    Harta Yang Sejati Bukanlah Dinding 80
    WARISAN YANG TAK TERLIHAT 83
    REFLEKSI DAN MOTIVASI TERAKHIR 86

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp40.000.