• -13% BORNEO-25 DAN VAKSIN RAHASIA

    BORNEO-25 DAN VAKSIN RAHASIA

    Penulis :

    Hardi

    ISBN : 978-634-0471-58-8

    Jumlah Hlm : viii + 241
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    “Di tengah keindahan Kepulauan Derawan, Kalimatan – Borneo, penyakit misterius muncul, membawa kematian dalam hitungan jam. Penyebabnya diidentfikasi sebagai Virus N1X, yang kelak dikenal sebagai Borneo-25. Penyakit ini menyebar cepat ke penjuru nusantara, mengubah surga tropis menjadi medan perang melawan waktu. Virus N1X, seperti suara hutan yang membalas akibat keserakahan manusia.

    Dr. Windi dan tim kecilnya berpacu dengan detik untuk menciptakan vaksin. Namun, di balik laboratorium yang penuh harapan, mereka dihantui dilema etika, tekanan kekuasaan, dan kekuatan global. Setiap keputusan membawa risiko; menyelamatkan nyawa atau mengorbankan prinsip kemanusiaan. Windi dihadapkan pada pilihan yang bisa mengubah sejarah; menyerahkan rahasia demi kekayaan segelintir pihak, atau menjadikan ilmunya menjadi milik umat manusia.

    Borneo-25 dan Vaksin Rahasia” tidak hanya kisah tentang sains tapi adalah kisah keberanian dan harga yang harus dibayar untuk harapan. Tegang, emosional, dan menggugah; novel ini mengajak kita bertanya “Di tengah badai kematian, apa yang lebih berharga; nyawa, kebenaran, atau moralitas?”

    Daftar Isi

    Parakata v
    Daftar Isi vii
    1 Bisikan dari Rimba 1
    2 Kegentingan Nasional 12
    3 Sang Jenius dan Timnya 20
    4 Laboratorium Harapan 32
    5 Jejak Awal N1X 50
    6 Sejarah dalam Gen 63
    7 Tekanan Waktu 76
    8 Mimpi Vaksin Seumur Hidup 89
    9 Garis Merah Etika 96
    10 Rencana Rahasia Windi 105
    11 Janji Palsu 118
    12 Harapan yang Menipu 128
    13 Bisikan Kebenaran 147
    14 Suara yang Nyaris Padam 156
    15 Antara Dua Dunia 165
    16 Jejak yang Menghilang 177
    17 Ingatan yang Menghantui 183
    18 Cermin Diri 192
    19 Tekanan 201
    viii | Borneo-25 dan Vaksin Rahasia
    20 Detik Terakhir 215
    Epilog: Suara Masih Menggema 229
    Penulis 24

     

    Original price was: Rp75.000.Current price is: Rp65.000.
  • -49% CINTA YANG MENGUATKAN, IMAN YANG MENUNTUN NASIHAT ORANG TUA UNTUK MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA SEBUAH PERSEMBAHAN CINTA DARI ORANG TUA

    CINTA YANG MENGUATKAN, IMAN YANG MENUNTUN NASIHAT ORANG TUA UNTUK MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA SEBUAH PERSEMBAHAN CINTA DARI ORANG TUA

    Penulis :

    Suprianto, S.Ag., S.Kep.

    QRCBN : 62-2615-2312-085

    Jumlah Hlm : xxx + 80
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    “Cinta yang Menguatkan, Iman yang Menuntun” adalah sebuah persembahan cinta, doa, dan nasihat dari orang tua kepada anak-anaknya yang memulai perjalanan rumah tangga.

    Buku ini mengajak pembaca merenungkan makna pernikahan sebagai ibadah, sebagai perjalanan spiritual, dan sebagai tempat tumbuhnya cinta yang tulus serta iman yang menguatkan.

    Melalui kisah, pesan, doa, dan refleksi kehidupan, buku ini menjadi pengingat bahwa rumah tangga yang bahagia tidak hanya dibangun oleh cinta, tetapi juga oleh kesabaran, pengertian, dan doa yang tidak pernah berhenti.

    Buku ini bukan hanya hadiah bagi pasangan yang baru menikah, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin menjadikan rumah tangga sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki.

    Daftar Isi

    Daftar Isi
    Daftar Isi ………………………………………………………………………..v
    Kata Pengantar ……………………………………………………………….x
    Prolog …………………………………………………………………………. xii
    Pengantar Buku …………………………………………………………… xiv
    Halaman Dedikasi ……………………………………………………….. xvi
    Kutipan Pembuka Buku ……………………………………………….. xvii
    Kutipan Pembuka Setiap Bab ………………………………………. xviii
    Surat Abi untuk Anakku di Hari Pernikahanmu …………………. xxi
    Surat Ummi untuk Anakku di Hari Pernikahanmu ……………. xxiv
    Janji Cinta ………………………………………………………………… xxvii
    Doa Orang Tua …………………………………………………………… xxix
    Bab 1 Makna Pernikahan sebagai Ibadah ………………………….. 1
    1. Pernikahan sebagai Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم ……………… 1
    2. Tujuan Pernikahan dalam Perspektif Islam ……………. 2
    3. Pernikahan sebagai Jalan Penyempurnaan Iman ……. 3
    4. Nilai Spiritual dalam Ikatan Pernikahan …………………. 4
    5. Pernikahan sebagai Awal Perjalanan Menuju Surga … 5
    Bab 2 Cinta dalam Pernikahan: Lebih dari Sekadar Perasaan . 7
    1. Hakikat Cinta dalam Pandangan Islam………………….. 7
    2. Perbedaan Cinta Romantis dan Cinta yang
    Diberkahi ………………………………………………………….. 8
    3. Cinta yang Menguatkan Iman ………………………………. 9
    4. Menjaga Keikhlasan dalam Mencintai Pasangan…… 10
    5. Menumbuhkan Cinta Sepanjang Perjalanan
    Pernikahan ……………………………………………………… 11
    Bab 3 Fondasi Rumah Tangga: Sakinah, Mawaddah,
    Rahmah ……………………………………………………………………… 13
    1. Makna Sakinah dalam Kehidupan Rumah Tangga …. 13
    2. Mawaddah: Cinta yang Tumbuh dari Ketulusan ……. 14
    3. Rahmah: Kasih Sayang yang Menguatkan ……………. 15
    4. Membangun Keharmonisan dalam Keluarga ………… 16
    5. Menjadikan Rumah sebagai Tempat Ketenteraman . 17
    Bab 4 Peran dan Tanggung Jawab Suami ………………………… 19
    1. Suami sebagai Pemimpin Keluarga …………………….. 19
    2. Tanggung Jawab Nafkah dan Perlindungan ………….. 20
    3. Keteladanan Suami dalam Iman dan Akhlak ………… 21
    4. Komunikasi yang Bijak dengan Istri……………………… 22
    5. Menjadi Sahabat dan Penopang bagi Pasangan ……. 23
    Bab 5 Peran dan Kehormatan Seorang Istri ……………………. 25
    1. Kedudukan Istri dalam Islam ……………………………… 25
    2. Istri sebagai Penyejuk Hati Suami……………………….. 26
    3. Kebijaksanaan Istri dalam Mengelola Rumah
    Tangga ……………………………………………………………. 27
    4. Dukungan Istri terhadap Perjalanan Hidup Suami …. 28
    5. Kemuliaan Istri dalam Membangun Generasi ………. 29
    Bab 6 Komunikasi: Jembatan Keharmonisan Rumah Tangga 30
    1. Pentingnya Komunikasi yang Jujur dan Terbuka ……. 30
    2. Mendengar dengan Hati dan Empati …………………… 31
    3. Menyelesaikan Perbedaan dengan Bijaksana ………. 32
    4. Menghindari Konflik yang Tidak Perlu ………………….. 33
    5. Membangun Bahasa Cinta dalam Keluarga …………. 33
    Bab 7 Kesabaran dan Keteguhan dalam Menghadapi Ujian
    Rumah Tangga …………………………………………………………….. 35
    1. Ujian sebagai Bagian dari Kehidupan Pernikahan ….. 35
    2. Kesabaran sebagai Kekuatan dalam Rumah Tangga 36
    3. Menghadapi Konflik dengan Kedewasaan ……………. 37
    4. Menguatkan Hubungan dengan Doa dan Iman ……… 38
    5. Menemukan Hikmah di Balik Setiap Ujian ……………. 39
    Bab 8 Mengelola Keuangan Keluarga dengan Bijak ………….. 40
    1. Rezeki sebagai Amanah dari Allah ………………………. 40
    2. Perencanaan Keuangan dalam Rumah Tangga …….. 41
    3. Hidup Sederhana dan Menghindari Pemborosan ….. 42
    4. Keterbukaan Keuangan antara Suami dan Istri ……… 43
    5. Keberkahan Rezeki melalui Sedekah ………………….. 43
    Bab 9 Membangun Kepercayaan dalam Pernikahan ………… 45
    1. Kepercayaan sebagai Fondasi Hubungan ……………. 45
    2. Kejujuran sebagai Dasar Kepercayaan ………………… 46
    3. Menjaga Amanah dalam Pernikahan …………………… 47
    4. Mengatasi Keraguan dalam Hubungan ………………… 47
    5. Kepercayaan yang Tumbuh Seiring Waktu …………… 48
    Bab 10 Mendidik Anak dalam Keluarga yang Penuh Cinta ….. 50
    1. Anak sebagai Amanah dari Allah ………………………… 50
    2. Peran Orang Tua sebagai Pendidik Pertama …………. 51
    3. Menumbuhkan Nilai-Nilai Keimanan sejak Dini ……. 52
    4. Mendidik dengan Kasih Sayang dan Kesabaran ……. 52
    5. Membangun Keluarga sebagai Lingkungan yang
    Positif …………………………………………………………….. 53
    Bab 11 Menjaga Kehangatan Cinta Sepanjang Usia
    Pernikahan …………………………………………………………………. 55
    1. Cinta yang Bertumbuh Seiring Waktu ………………….. 55
    2. Menghargai Hal-Hal Kecil dalam Kehidupan
    Bersama …………………………………………………………. 56
    3. Meluangkan Waktu untuk Kebersamaan ……………… 57
    4. Menghormati dan Mendukung Satu Sama Lain …….. 57
    5. Mensyukuri Perjalanan Pernikahan …………………….. 58
    Bab 12 Membangun Tradisi Kebaikan dalam Keluarga ………. 60
    1. Keluarga sebagai Sekolah Nilai Kehidupan…………… 60
    2. Membiasakan Kebaikan dalam Kehidupan
    Sehari-hari ………………………………………………………. 61
    3. Menanamkan Kepedulian terhadap Sesama ………… 62
    4. Menghidupkan Tradisi Spiritual dalam Rumah ……… 63
    Cinta yang Menguatkan, Iman yang Menuntun | ix
    5. Menjadi Keluarga yang Memberi Manfaat bagi
    Lingkungan ……………………………………………………… 63
    Bab 13 Menjaga Keharmonisan Keluarga di Tengah Perubahan
    Zaman ……………………………………………………………………….. 65
    1. Tantangan Rumah Tangga di Era Modern …………….. 65
    2. Menjaga Keseimbangan antara Pekerjaan dan
    Keluarga …………………………………………………………. 66
    3. Bijak Menggunakan Teknologi dalam Keluarga ……… 67
    4. Memperkuat Nilai-Nilai Keluarga ……………………….. 68
    5. Menjadikan Rumah sebagai Tempat Kembali yang
    Penuh Kedamaian ……………………………………………. 68
    Bab 14 Menutup Perjalanan dengan Doa dan Harapan …….. 70
    1. Pernikahan sebagai Perjalanan Panjang ………………. 70
    2. Mensyukuri Setiap Tahap Kehidupan ………………….. 71
    3. Menjaga Harapan untuk Masa Depan………………….. 72
    4. Doa sebagai Penguat Perjalanan Rumah Tangga ….. 72
    5. Harapan Orang Tua untuk Anak dan Keluarganya….. 73
    Penutup ……………………………………………………………………… 75
    Epilog…………………………………………………………………………. 76
    Cinta yang Terus Menguatkan ……………………………………….. 76
    Tentang Penulis …………………………………………………………… 78

     

    Original price was: Rp78.000.Current price is: Rp40.000.
  • -15% CINTA YANG TAK PERNAH PADAM: Puisi-Puisi untuk PSIS

    CINTA YANG TAK PERNAH PADAM: Puisi-Puisi untuk PSIS

    Penulis :

    Gus Rikza

    ISBN : 978-634-04-6641-6

    Jumlah Hlm : xxx + 149
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Cinta yang Tak Pernah Padam bukan sekadar buku puisi tentang sepak bola, tetapi do’a, kenangan, dan kesetiaan yang ditulis dengan hati untuk PSIS Semarang.

    Dari lapangan sederhana di Citarum tahun 1932 hingga sorak tribun Jatidiri hari ini, buku ini menuturkan perjalanan panjang PSIS tentang perjuangan, kejayaan, keterpurukan, dan kebangkitan.

    PSIS dalam buku ini bukan hanya klub, tetapi rumah, identitas, dan napas Kota Semarang.
    Menang disyukuri, kalah dicintai, karena biru bukan soal hasil melainkan kesetiaan.

    Semoga biru tetap menyala.
    Semoga sejarah tetap terjaga.
    Semoga masa depan PSIS Semarang semakin bersinar.

    Daftar Isi

    KATA PENGANTAR …………………………………………………………………v
    DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………vii
    CHAPTER 1
    LAHIRNYA LEGENDA (1932–1949)………………………………………… 1
    Puisi 1 — Tahun Itu, 1932 ……………………………………………………………….. 2
    Puisi 2 — Bola dari Karung Goni …………………………………………………….. 2
    Puisi 3 — Lapangan Citarum, Saksi Awal ……………………………………….. 2
    Puisi 4 — Pemuda yang Tak Mau Diam ………………………………………….. 3
    Puisi 5 — Dari Semarang untuk Nusantara…………………………………….. 3
    Puisi 6 — Di Bawah Langit Pelabuhan…………………………………………….. 3
    Puisi 7 — Bendera Pertama ……………………………………………………………. 4
    Puisi 8 — Langkah Pertama ……………………………………………………………. 4
    Puisi 9 — Suara dari Masa Lalu……………………………………………………….. 4
    Puisi 10 — Nama Itu: PSIS……………………………………………………………….. 4
    Puisi 11 — Di Tepi Citarum ………………………………………………………………. 5
    Puisi 12 — Surat untuk Masa Depan ………………………………………………. 5
    Puisi 13 — Keringat di Dahi …………………………………………………………….. 5
    Puisi 14 — Nama-nama yang Tak Tercatat …………………………………….. 6
    Puisi 15 — Seragam Tanpa Nomor …………………………………………………. 6
    Puisi 16 — Lapangan Tanpa Garis …………………………………………………… 6
    Puisi 17 — Ketika Hujan Turun ……………………………………………………….. 6
    Puisi 18 — Kota yang Mulai Percaya ………………………………………………. 7
    viii | Cinta yang Tak Pernah Padam
    Puisi 19 — Nyanyian Pertama…………………………………………………………. 7
    Puisi 20 — Api Kecil yang Menyala ………………………………………………… 7
    ZAMAN PERJUANGAN (1935–1949) …………………………………….. 8
    Puisi 21 — Bola di Tengah Penjajahan …………………………………………….. 9
    Puisi 22 — Warna Biru di Mata Penjajah ………………………………………… 9
    Puisi 23 — Sepatu dari Ban Bekas ………………………………………………….. 9
    Puisi 24 — Di Tengah Suara Meriam………………………………………………. 9
    Puisi 25 — Di Balik Bendera Merah Putih …………………………………….. 10
    Puisi 26 — Stadion Rakyat …………………………………………………………… 10
    Puisi 27 — Suara dari Pelabuhan Lama…………………………………………. 10
    Puisi 28 — Permainan yang Dilarang ……………………………………………. 10
    Puisi 29 — Gol Pertama untuk Semarang ………………………………………11
    Puisi 30 — Dari Anak ke Anak ………………………………………………………..11
    Puisi 31 — Di Bawah Lampu Petromak ……………………………………………11
    Puisi 32 — Dari Doa Seorang Ibu …………………………………………………….11
    Puisi 33 — Hari Ketika Semua Kota Menatap ………………………………..12
    Puisi 34 — Peluit yang Membuat Merinding ………………………………….12
    Puisi 35 — Bintang di Langit Semarang ………………………………………….12
    Puisi 36 — Seragam yang Dicuci Sungai ………………………………………..12
    Puisi 37 — Pertandingan di Hari Merdeka ……………………………………..13
    Puisi 38 — Dari Peluit ke Doa …………………………………………………………13
    Puisi 39 — Semarang Menyanyi …………………………………………………….13
    Puisi 40 — Legenda Itu Bernyawa …………………………………………………13
    Dst…

     

    Original price was: Rp65.000.Current price is: Rp55.000.
  • -9% DILARANG MEMETIK BUAH DIPOHON SENDIRI

    DILARANG MEMETIK BUAH DIPOHON SENDIRI

    Penulis :

    Rio & Olivia

    ISBN : 978-634-04-8245-4

    Jumlah Hlm : viii + 138
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Apa yang kau lakukan ketika tanganmu yang menanam kini dianggap tangan pencuri? Buku ini berisi cerita dari sekumpulan orang yang dianggap pencuri di tanah miliknya sendiri, la menggeledah dapur-dapur rumah yang sudut-sudutnya sengaja ditutup rapi. Kisah yang tak pernah ingin diakui namun selalu terjadi, Seperti sosok penyelundup di rumah sendiri. Orang pusing yang terasing. Suara mengakar dari orang yang sudah tertanam di tanah. Namanya dipanggil dengan penuh harapan, Konon, musibah datang dari amarah para tetua. Tantangannya lebih besar dari legenda-legenda gunung. Mitos keramat menjadi pengikat paling manjur, Kasih suci yang tersingkir oleh ikatan darah meski telah mati, Sudah terlalu lama derita ini dianggap tak pernah ada, Saatnya lantang mengakui mereka benar-benar nyata.

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. v
    Daftar Isi ………………………….. ………………………….. …… viii
    Pintu Belakang ………………………….. ………………………….. . 1
    Memangnya Ini Rumahku? ………………………….. ………… 26
    Warisan Terakhir Ibu ………………………….. ……………….. 44
    Ganti Panggilan ………………………….. ……………………….. 56
    Wong Tuwo ………………………….. ………………………….. … 71
    Di Balik Gunung Valdor ………………………….. ……………. 85
    Nyi Randu Menagih Janji ………………………….. ………… 103
    Anak Lanang Kesayangan Ibu ………………………….. ……. 115
    Biografi Penulis ………………………….. ………………………. 135

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp50.000.
  • -33% HARI GURU NASIONAL KE - 80 HARI BAHAGIA BERUJUNG DUKA.

    HARI GURU NASIONAL KE – 80 HARI BAHAGIA BERUJUNG DUKA.

    Penulis :

    AMAR HALIM, S.Pd.I

    ISBN : 978-634-04-8727-5

    Jumlah Hlm : viii + 94
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Buku ini merekam sebuah ironi pendidikan: ketika Hari Guru Nasional yang seharusnya menjadi ruang syukur dan penghormatan, justru berubah menjadi saksi musibah dan penderitaan. Melalui catatan reflektif berbasis pengalaman nyata, penulis menghadirkan potret guru dan masyarakat yang berjuang mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah bencana.
    Ditulis dengan pendekatan naratif-analitis, buku ini mengulas makna pengabdian guru tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penopang psikososial, penjaga harapan, dan teladan keteguhan iman saat krisis melanda. Refleksi religius di dalamnya mengajak pembaca menyadari keterbatasan manusia dan pentingnya bersandar kepada Allah dalam menghadapi ujian kehidupan.
    Buku ini relevan bagi pendidik, akademisi, pengambil kebijakan, dan masyarakat luas sebagai bahan renungan tentang pendidikan, kepemimpinan, serta tanggung jawab moral dalam situasi darurat. Hari Bahagia Berujung Duka menegaskan bahwa dari musibah, lahir pelajaran paling jujur tentang iman, kesabaran, dan arti sebuah pengabdian.

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………. v
    Daftar Isi ………………………………………………………………………………………….. vii
    Upacara Hari Guru Nasional di Tengah Hujan ………………………………1
    Sore Yang Memilukan …………………………………………………………………………..8
    Tolooooong ………………………………………………………………………………………….. 16
    Gelap Gulita Tanpa Jaringan Listrik dan Telepon ………………………. 32
    Menunggu Status ………………………………………………………………………………… 37
    Madrasahku Berlumpur ……………………………………………………………………. 43
    Mengungsi ………………………………………………………………………………………….. 48
    Mahalnya BBM dan Bahan Pokok …………………………………………………. 57
    Debu Yang Berterbangan …………………………………………………………………. 63
    Mahalnya Harga Shalat Jamaah ………………………………………………………. 67
    Meunasah Hanya Sebagai Tumpangan …………………………………………. 72
    Surat Arrahman, Ayat Yang diulang ……………………………………………… 77
    Titik Balik Dari Sebuah Musibah ……………………………………………………. 82
    Cepat Pulih Aceh Ku Tercinta ………………………………………………………….. 87
    Refleksi Catatan Penulis; ………………………………………………………………….. 93

     

    Original price was: Rp60.000.Current price is: Rp40.000.
  • -21% KALI KEDUA

    KALI KEDUA

    Penulis :

    Rayi Indriyana

    ISBN : 978-634-04-7865-5

    Jumlah Hlm : viii + 453
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    “Sabia tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini. Saat ia mulai belajar mencintai lagi di kisah barunya bersama Gandhi, masa lalunya justru datang mengetuk dalam wujud Kala⸺ cinta pertama yang tak pernah bena-benar pergi.
    Antara ketenangan yang (mungkin) ditawarkan Gandhi dan getar nostalgia dari Kala, Sabia dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah; melupakan masa lalu yang manis atau mempertaruhkan masa depan yang belum tentu pasti.
    Karena kadang, cinta tak hanya tentang siapa yang datang lebih dulu… tapi siapa yang memilih untuk tetap tinggal dan berharap akan kesempatan kedua.

    Daftar Isi

    Kata Pengantar ………………………………………………………. v
    Daftar Isi ………………………………………………………………… vii
    Bab 1 ……………………………………………………………………….. 1
    Bab 2 ……………………………………………………………………. 46
    Bab 3 ……………………………………………………………………. 88
    Bab 4 ……………………………………………………………………146
    Bab 5 …………………………………………………………………… 174
    Bab 6 ……………………………………………………………………214
    Bab 7 ……………………………………………………………………251
    Bab 8 ……………………………………………………………………291
    Bab 9 ………………………………………………………………….. 326
    Bab 9 …………………………………………………………………..346
    Bab 10 ………………………………………………………………… 366
    Bab 11………………………………………………………………….. 401
    Bab 12 ………………………………………………………………….. 417
    Tentang Penulis……………………………………………………452

     

    Original price was: Rp120.000.Current price is: Rp95.000.
  • -25% KETIKA KENYATAAN TAK SESUAI HARAPAN  SENI MENERIMA REALITA, MENGURANGI KECEWA

    KETIKA KENYATAAN TAK SESUAI HARAPAN SENI MENERIMA REALITA, MENGURANGI KECEWA

    Penulis :

    MOHAMMAD NURWAHID

    ISBN : 978-634-05-0003-5

    Jumlah Hlm : x + 228
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Buku ini membawa kita menatap hidup dengan jujur ketika kenyataan sering tidak sesuai harapan. Ia mengajak kita memahami bahwa kecewa bukanlah kegagalan tetapi pesan halus dari batin yang menuntun pada kesadaran diri dan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman manusia. Setiap luka, setiap kekecewaan, setiap harapan yang runtuh bukan untuk ditolak tetapi untuk diterima sebagai bagian dari perjalanan yang lebih luas dan lebih jujur.

    Di halaman demi halaman kita belajar menghadapi rasa sakit dan kekecewaan dengan keberanian yang lembut. Kita diajak berhenti memusuhi kenyataan, memberi ruang bagi perasaan yang terluka, menurunkan ekspektasi yang membebani, dan menemukan rasa cukup tanpa kehilangan arah atau kemampuan untuk bermimpi. Kita belajar untuk hadir sepenuhnya di hari ini, meski langkah masih ragu dan hati masih sakit, menyadari bahwa hidup tidak harus sempurna agar tetap layak dijalani.

    Buku ini menuntun kita menumbuhkan harapan yang sehat, harapan yang memberi energi tanpa menuntut, yang tetap memungkinkan kita jatuh dan bangkit lagi tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Ia mengajarkan kita menjaga diri dari tekanan yang tak perlu, merawat luka yang masih terasa, dan tetap bergerak di tengah ketidakpastian.

    Dari sini kita belajar bahwa keberanian bukan selalu tentang tindakan besar atau pahlawan yang terlihat jelas, tetapi tentang tetap hadir, tetap bernapas, tetap terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru meski hidup tidak berjalan seperti yang kita bayangkan.

    Membaca buku ini adalah undangan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima realita apa adanya. Ia mengajarkan kita menatap rasa sakit dengan lembut, menumbuhkan ketenangan di tengah keributan batin, dan menemukan kekuatan yang sunyi di dalam kesadaran yang penuh. Hidup yang utuh bukanlah hidup tanpa luka, melainkan hidup yang dijalani dengan hati yang jujur, langkah yang perlahan namun mantap, dan kemampuan untuk tetap hadir meski dunia tidak selalu bersahabat.

    Buku ini bukan sekadar panduan untuk menghindari kecewa atau meraih kebahagiaan instan. Ia adalah teman sunyi yang menuntun kita memahami seni hidup dengan penuh kesadaran, seni menerima kenyataan, seni menjaga hati tetap lentur, dan seni menapaki hari-hari yang tidak sempurna dengan keberanian yang paling manusiawi.

    Kata Pengantar ………………………….. v
    Daftar Isi ………………………….. viii
    Prolog ………………………….. 1

    Bagian I: Harapan Benih Kecewa …………………. 6
    Bab 1: Kita Hidup dari Harapan ………………………….. 12
    Bab 2: Ketika Pikiran Merancang, Dunia Tidak Menyetujui ………………………….. 21
    Bab 3: Kecewa Tidak Datang Tiba Tiba …………..30
    Bab 4: Harapan yang Kita Simpan Terlalu Lama ……………39
    Bab 5: Ketika Harapan Menjadi Ukuran Nilai Diri …………. 46

    Bagian II: Kecewa, Luka yang Tak Terlihat ………………………….. 53
    Bab 6: Bentuk Bentuk Kecewa yang Jarang Diakui ………………………….. 58
    Bab 7: Mengapa Kita Sulit Menerima Kenyataan………………………….. 70
    Bab 8: Melarikan Diri dari Realita………………………….. 80
    Bab 9: Penerimaan yang Keliru………………………….. 89
    Bab 10: Luka yang Tidak Diakui Akan Menentukan Cara Kita Hidup ………………………….. 97
    Bagian III: Menerima Bukan Menyerah …………………… 105
    Bab 11: Menerima Bukan Berarti Kalah …………………… 110
    Bab 12: Seni Menurunkan Harapan Tanpa Kehilangan Harapan …………………………..120
    Bab 13: Realita yang Diterima Menjadi Guru …………………………..128
    Bab 14: Menemukan Arti Cukup di Tengah Kekurangan …………………………..135
    Bab 15: Hidup yang Tidak Ideal, Tapi Utuh ………………144
    Bagian IV: Hidup Setelah Kecewa ………………………….. 153
    Bab 16: Menjalani Hidup Apa Adanya ………….161
    Bab 17: Harapan Baru yang Lebih Sehat ………….169
    Bab 18: Jika Kecewa Datang Lagi…………………….. 178
    Bab 19: Menjadi Lembut Tanpa Menjadi Lemah ……………… 186
    Bab 20: Hidup yang Tidak Sempurna, Tapi Dihuni Sepenuhnya ……………… 120

    Epilog: Hidup Tetap Berjalan Meski Tidak Sesuai Harapan ………………………….. 210

    Tentang Penulis ………………………….. 216

    Original price was: Rp130.000.Current price is: Rp98.000.
  • -13% LE JARDIN SERRE

    LE JARDIN SERRE

    Penulis :

    Yoenha11

    ISBN : 978-634-0474-67-1

    Jumlah Hlm : vi + 197
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Jade Booster dari bangsa Manpili berjanji akan menikahi Lunar Love dan membangun sebuah taman rumah kaca, sebagai upaya pengembangbiakan aneka macam tumbuhan. Jade yakin, hanya dengan memperbanyak tumbuhan, maka pasokan oksigen di Planet Lars U 92 yang mereka tempati akan tercukupi. Namun usaha Jade harus terhenti, karena Lunar Love diculik oleh Moonlight Strikes dan pasukannya dari bangsa Korshul. Mereka menginginkan Lunar Love yang ternyata adalah Putri Nizira, pemimpin sah bangsa Korshul yang hilang sewaktu kecil. Bagaimana perjuangan Jade untuk mewujudkan mimpinya membangun Le Jardin Serre dan menikahi Lunar Love? Apa sebenarnya tujuan Moonligt Strikes menculik Putri Nizira?

    Daftar Isi

    Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………..v
    BAB 1 Baba Bubu ……………………………………………………………………………………1
    BAB 2 Meilleur Ami ………………………………………………………………………………..8
    BAB 3 Lovren Paradise ………………………………………………………………………..17
    BAB 4 Border Area ……………………………………………………………………………….25
    BAB 5 A Little Secret ……………………………………………………………………………33
    BAB 6 Mademoiselle ……………………………………………………………………………42
    BAB 7 Rosary Pea …………………………………………………………………………………51
    BAB 8 Oak Valey …………………………………………………………………………………..58
    BAB 9 Whispering Beach …………………………………………………………………….66
    BAB 10 Underground Jail ……………………………………………………………………73
    BAB 11 Meet Lily and Lunar but … , …………………………………………………..81
    BAB 12 Make A Plan …………………………………………………………………………….88
    BAB 13 Treasure Garden …………………………………………………………………….96
    BAB 14 Meet Profesor Rumit …………………………………………………………..106
    BAB 15 Crystal Rose, A Promise in The Past …………………………………..119
    BAB 16 Chasing Time ………………………………………………………………………..131
    BAB 17 The Death of Dark Justice ……………………………………………………144
    BAB 18 Crystal Rose, Sacrifice of Love …………………………………………….155
    BAB 19 One Man Fight ……………………………………………………………………..164
    BAB 20 Jade Secret …………………………………………………………………………….174
    BAB 21 Le Jardin Serre ………………………………………………………………………183

     

    Original price was: Rp75.000.Current price is: Rp65.000.
  • -12% LIMA SRIKANDI

    LIMA SRIKANDI

    Penulis :

    Budi Satriadi

    ISBN : 978-634-04-9235-4

    Jumlah Hlm : x + 336
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Mereka tidak sedang berusaha menjadi luar biasa.
    Mereka hanya ingin bertahan—dan tetap menjadi diri sendiri.

    Lima Srikandi adalah novel tentang lima perempuan muda yang datang dari dunia dan cerita hidup yang berbeda. Masing-masing membawa mimpi, luka, dan kegelisahan yang tak selalu mampu mereka ucapkan dengan kata-kata.

    Ada yang hidup di bawah bayang-bayang harapan keluarga.
    Ada yang berjuang melawan rasa tidak cukup.
    Ada yang mencoba bangkit dari kehilangan.
    Ada yang hampir menyerah pada impian.
    Dan ada yang tampak kuat, padahal diam-diam kelelahan.

    Sebuah pertemuan sederhana mempertemukan mereka dalam satu ruang yang sama. Dari sanalah kisah ini bergerak—perlahan namun pasti—mengurai persahabatan yang tumbuh dari kejujuran, perbedaan, dan keberanian untuk saling membuka diri.

    Hubungan mereka tidak selalu hangat. Ada konflik, kecemburuan, kesalahpahaman, dan jarak yang menyakitkan. Namun justru melalui retak itulah mereka belajar tentang makna bertumbuh, memaafkan, dan menerima diri sendiri.

    Novel ini menyuguhkan perjalanan emosional lima perempuan dalam menghadapi realitas hidup, iman, dan pilihan-pilihan sulit yang harus diambil. Tanpa drama berlebihan,
    Lima Srikandi menghadirkan kisah yang dekat dengan pembaca—tentang jatuh, bangkit, dan menemukan kekuatan dalam kebersamaan.

    Sebuah novel reflektif tentang persahabatan, keteguhan hati, dan harapan—yang mengingatkan bahwa perempuan tidak harus sempurna untuk menjadi kuat.

    Daftar Isi

    DAFTAR ISI
    KATA PENGANTAR PENYUSUN…………………………………………… v
    Mengapa novel ini ditulis? ………………………………………………..vi
    Untuk siapa novel ini? ……………………………………………………..vii
    Ucapan Terima Kasih ……………………………………………………… viii
    PROLOG Halaman Kosong di Buku Janji ……………………………… 1
    Bab 1 — Hari Pertama di Al-Firdaus …………………………………… 9
    Bab 2 — Retak yang Menyatukan ……………………………………. 22
    BAB 3 — Pakta Srikandi ………………………………………………….. 42
    BAB 4 — Retak Pertama …………………………………………………. 59
    BAB 5 — Foto yang Keblabasan ………………………………………. 74
    BAB 6 — Sorotan & Ruang Aman …………………………………….. 89
    BAB 7 — Membangun Proposal …………………………………….. 103
    BAB 8 — Revisi Nilai …………………………………………………….. 118
    BAB 9 — Ruang Belajar Pertama ……………………………………. 133
    BAB 10 — Uji Coba Kelas Jumat …………………………………….. 148
    BAB 11 — Nilai yang Retak Tipis ……………………………………. 165
    BAB 12 — Midpoint: Kami Bisa, Tapi Dunia Melihat ………… 180
    BAB 13 — Sponsor Masuk …………………………………………….. 197
    BAB 14 — Proposal Terakhir Sebelum Bel Bunyi ………………. 220
    BAB 15 — Antitesis di Atas Panggung …………………………….. 242
    BAB 16 — Krisis Anggaran & Kursi yang Kosong ………………. 268
    Bab 17 — Peluncuran …………………………………………………… 289
    Bab 18 — Resonansi …………………………………………………….. 308
    EPILOG — Surat Nina……………………………………………………. 326

     

    Original price was: Rp130.000.Current price is: Rp115.000.
  • -9% MENJEMPUT MIMPI SAMPAI KE TIONGKOK

    MENJEMPUT MIMPI SAMPAI KE TIONGKOK

    Penulis :

    Irwin Sigar

    ISBN : 978-634-0475-11-1

    Jumlah Hlm : x + 172
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    “Menjemput Mimpi sampai ke Tiongkok” mengisahkan keberanian seorang perempuan muda bernama Salsa, yang nekat mengejar pendidikan di negeri jauh melalui beasiswa, meninggalkan zona nyaman dan keluarga demi meraih cita-cita. Di tanah perantauan, ia menghadapi tantangan bahasa, budaya, dan kesepian, namun juga menemukan sahabat, guru, dan pengalaman yang membentuk jati dirinya.

    Novel ini menyoroti perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk melangkah keluar dari batasan, sekaligus menggambarkan keindahan Tiongkok — dari kampus yang sibuk, kota-kota yang ramai, hingga pemandangan alam yang menakjubkan. Perjalanan Salsa bukan sekadar tentang akademik, tetapi juga tentang menemukan kekuatan batin, arti persahabatan, dan makna sejati dari mimpi yang diperjuangkan.

    “Menjemput Mimpi sampai ke Tiongkok” adalah cerita inspiratif bagi siapa saja yang berani bermimpi besar, menembus rintangan, dan percaya bahwa langkah pertama menuju mimpi adalah keberanian untuk melangkah
    —“

    Daftar Isi

    Daftar Isi
    Kata Pengantar v
    Daftar Isi viii
    Bab 1 Impian dari Kamar Kecil 1
    Bab 2 Impianku, Harapan Kakekku. 5
    Bab 3 Aku Dilanda Homesick 9
    Bab 4 Aku Mengalami Culture Shock 12
    Bab 5 Salsa Sol! 18
    Bab 6 Salsa, Kenzi, Cahaya di Balik Cinta 24
    Bab 7 Cahaya di Negeri yang Hening 29
    Bab 8 Syahadat dari Negeri Naga 36
    Bab 9 Aku Memilih Setia (Dan Tidak Mau Dimadu, Titik!) 45
    Bab 10 Ketukan Takdir dari Negeri Sakura 50
    Bab 11 Ketika Pernikahan Bukan Tentang Mewah,
    Tapi Keberkahan 56
    Bab 12 Di Balik Senyum yang Mulai Pudar 61
    Bab 13 Pelukan Emak di Tengah Luka 64
    Bab 14 Seperti Mimpi, Mendarat di Chongqing 69
    Bab 15 Mengunjungi Kampus SISU 73
    Bab 16 Shalat di Kamar Ganti 77
    Bab 17 Mencari Arah Kiblat di Chongqing 82
    Bab 18 Tuhan dalam Gerbong yang Bergegas 86
    Menjemput Mimpi Sampai ke Tiongkok | ix
    Bab 19 I LOVE SISU 90
    Bab 20 MRT Menembus Gedung Apartemen 94
    Bab 21 Berdamai dengan Diri Sendiri 98
    Bab 22 Indonesia Emas 2050 (?) 102
    Bab 23 Pura-Pura Jadi Mr. Bean, Lalu Selfie 107
    Bab 24 Si Jingpo, Meong Kecil di Bawah Bayang Roda 110
    Bab 25 Taman Eling, Saat Cinta Tak Lagi Muda 115
    Bab 26 Dalitang, Saksi Kebersamaan dan Kesetiaan 120
    Bab 27 Adab Lebih Utama daripada Ilmu 125
    Bab 28 Yang Ditinggal Tak Kalah Sedih 131
    Bab 29 Growth Mindset & Law of Attraction 135
    Bab 30 Cina, Role Model Alih Teknologi 140
    Bab 31 Kisah Mualaf Kenzi, Mirip Kae Asakura 145
    Bab 32 Saksi Bernama The Ring 153
    Bab 33 Flashback: Menikah Menunggu Mapan 157
    Bab 34 Kita Bertemu di Antara Takdir dan Perpisahan 161
    Bab 35 Epilog — Di Ujung Doa yang Tak Berhenti 169
    Tentang Penulis 17

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp50.000.
  • -31% MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    MIMPI TAK BERKESUDAHAN

    Penulis :

    Dr. Evi Faozia Anas M.MPd

    ISBN : 978-634-04-6898-4

    Jumlah Hlm : xii + 127
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Mimpi Tak Berkesudahan adalah perjalanan
    batin seorang manusia yang terus melangkah
    meski jalannya kerap tertutup kabut takdir. Ini
    bukan kisah tentang mereka yang sudah tiba,
    melainkan tentang mereka yang tetap
    berjalan—meski letih, meski tertunda, meski
    belum tampak tanda-tanda cahaya di ujung
    harapan.
    Buku ini mengajak pembaca menelusuri
    makna ikhtiar yang sejati: usaha yang tidak
    sekadar mengejar hasil, tetapi ibadah yang
    mengantarkan hati semakin dekat kepada
    Allah. Dengan bahasa yang lembut dan
    renungan yang dalam, Dr.Evi menguratkan
    bahwa mimpi bukan sekadar angan duniawi—
    mimpi adalah amanah, titipan dari langit yang
    harus diupayakan dengan sabar, doa, dan
    keyakinan.
    Di dalamnya, pembaca akan menemukan ayat-
    ayat Al-Qur’an, hadis, serta hikmah-hikmah
    perjalanan para salih yang membuktikan
    bahwa takdir bukanlah batas, melainkan
    ruang kemungkinan yang dibukakan Allah
    bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
    Buku ini hadir sebagai pelita bagi siapa pun
    yang sedang kehilangan arah, sedang mempertanyakan jalan hidup, atau sedang
    merasa langkahnya tidak dihargai. Ia
    mengingatkan bahwa:
    Selama mimpi itu masih diperjuangkan,
    mimpi itu belum berakhir.
    Dan selama Allah menjadi tujuan,
    perjalanan itu takkan pernah sia-sia.

    Daftar Isi

    PENGANTAR ____ v
    UCAPAN TERIMAKASIH viii
    DAFTAR ISI _____ ix
    PENDAHULUAN _ 1
    Ikhtiar yang Tak Pernah Hampa __________ 5
    Antara Takdir dan Upaya: Harmoni yang
    Sering Disalahpahami __________________ 6
    SATU ____________ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS
    KEHIDUPAN _____ 8
    IKHTIAR, DOA, DAN TAKDIR:
    MENYATUKAN TIGA POROS KEHIDUPAN____ 9
    KETEGUHAN: FAKTOR PSIKOLOGIS DAN
    SPIRITUAL DALAM MENGEJAR CITA-CITA __ 15
    Takdir Tidak Berdiri Sendiri, Ikhtiar Tidak
    Bergerak Sendirian ___________________ 24
    Takdir Baik Tumbuh dalam Komunitas
    Baik _______________________________ 29
    DUA ____________ 30
    ENGELOLA LETIH, MENEMUKAN
    KETENANGAN _______________________ 31

    TIGA ___________ 39
    MEMBANGUN RUANG AMAN UNTUK
    JIWA ______________________________ 40
    EMPAT _________ 46
    JATUH-BANGUN YANG TIDAK PERNAH
    SIA-SIA _____________________________ 47
    LIMA ___________ 53
    KETIKA HASIL BUKAN SEGALANYA _______ 54
    ENAM __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 62
    BELAJAR BERSYUKUR DARI HAL-HAL YANG
    TAK PERNAH AKU PERHATIKAN __________ 63
    KETIKA ALLAH MENGAJARKAN SYUKUR
    DALAM CARA YANG TIDAK KITA DUGA ____ 67
    TUJUH _________ 75
    KETIKA ALLAH MENUNDA UNTUK
    MENDEWASAKAN ____________________ 76
    DELAPAN_______ 78
    MENGAPA HATI CEPAT LELAH DAN CARA
    MENGOBATINYA _____________________ 79
    SEMBILAN _____ 82
    BERBAIK SANGKA DI TENGAH KESULITAN __ 83
    SEPULUH_______ 85

    SYUKUR DALAM MUSIBAH: SAAT YANG
    PAHIT JUSTRU MENYELAMATKAN ________ 86
    SYUKUR YANG MENYELAMATKAN _______ 89
    SAAT SYUKUR MENEMUKAN KITA ________ 95
    SEBELAS ______ 105
    IKHLAS PADA TAKDIR _________________ 106
    DUABELAS ____ 112
    MELEPAS DAN MENERIMA ____________ 113
    TAKDIR YANG BAIK __________________ 116
    EPILOG________ 118
    Ketika Perjalanan Menjadi Doa _________ 119
    BIOGRAFI PENULIS 124
    BIOGRAFI PENULIS 125

     

    Original price was: Rp65.000.Current price is: Rp45.000.
  • -27% RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    RAHSA NIKALA: Meniti Bayang di Balik Cahya

    Penulis :

    Muhammad Hilal Zain

    ISBN : 978-634-04-6536-5

    Jumlah Hlm : x + 97
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Rahsa Nikala adalah kumpulan refleksi batin yang dirangkai melalui puisi dan fragmen perenungan tentang manusia, perjalanan jiwa, dan upaya kembali pada Cahaya Sejati. Buku ini lahir dari pergulatan penulis dalam membaca realitas hidup—tentang cinta, kehilangan, keikhlasan, kebebasan, amanah, serta hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
    Melalui bahasa yang sederhana namun sarat makna, setiap tulisan mengajak pembaca menepi sejenak dari hiruk-pikuk dunia, untuk berdialog dengan diri, menimbang ulang arah langkah, dan menyadari keterikatan-keterikatan yang kerap mengaburkan hakikat kemerdekaan jiwa. Terinspirasi dari khazanah tasawuf—khususnya Risalah Qusyairiyah—buku ini tidak berpretensi mengajarkan, melainkan menemani; tidak menggurui, tetapi mengingatkan.
    Rahsa Nikala berarti rahasia makna yang hanya dapat dirasakan ketika seseorang berani melampaui bentuk dan kata. Ia adalah jejak sunyi dalam meniti bayang di balik cahaya, sebuah ikhtiar batin untuk mengenal diri, menghamba dengan kesadaran, dan perlahan kembali pulang kepada-Nya.
    Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang sedang belajar mendengarkan hatinya, yang pernah lelah oleh dunia, dan yang merindukan ketenangan dalam perjalanan menuju Tuhan.

    Daftar Isi

    Daftar Isi …………………………………………………………………………………..v
    Prolog …………………………………………………………………………………… viii
    Kata Pengantar…………………………………………………………………………ix
    Kasih yang Tak Berpaling …………………………………………………………1
    Di Balik Pesona Semesta …………………………………………………………..2
    Telahkah Engkau Memilih? ………………………………………………………3
    Relung Ketentuan……………………………………………………………………..5
    Jiwa yang Rindu ………………………………………………………………………..7
    Di Antara Lupa dan Sadar ………………………………………………………..8
    Tarian Takdir…………………………………………………………………………. 10
    Menjadi Hamba yang Bersyukur ……………………………………………. 11
    Musim Kembali Semi ……………………………………………………………. 12
    Dari Sunyi Menuju Hangat ……………………………………………………. 14
    Anyaman Kasih di Pelukan Keluarga …………………………………….. 16
    Lembar Ketetapan…………………………………………………………………. 17
    Dialog dengan Bayangan ……………………………………………………….. 18
    Tunggangan yang Tak Pernah Tersungkur ……………………………. 20
    Dalam Setiap Tarikan Napas …………………………………………………. 21
    Mendawamkan Hadir-Nya …………………………………………………….. 23
    Senda Gurau Dunia……………………………………………………………….. 24
    Tentang Ke-saling-an …………………………………………………………….. 26
    Tasbih Semesta ……………………………………………………………………… 28
    Menuju Keridaan …………………………………………………………………… 29
    Senyumlah, Walau Pura-Pura ………………………………………………… 31
    Lentera I’tibar………………………………………………………………………… 32
    Nama-nama Indah-Mu ………………………………………………………….. 34
    Beribadahlah pada Tuhanmu…………………………………………………. 35
    Pada Rindu yang Tak Pernah Reda ……………………………………….. 36
    Rindu dalam Sorot Mata Ibu …………………………………………………. 37
    Rindu yang Berlabuh di Keabadian ……………………………………….. 38
    Persinggahan Jiwa ………………………………………………………………….. 40
    Suara yang Tak Berilmu…………………………………………………………. 42
    Menjadi Cinta Pertama ………………………………………………………….. 43
    Menuju Shirat al-Mustaqim……………………………………………………. 45
    Antara Karamah dan Istiqamah …………………………………………….. 46
    Tiga Puluh Tahun dan Keikhlasan Waktu……………………………… 48
    Rahmat yang Mengalir …………………………………………………………… 49
    Rintik yang Menumbuhkan Rindu…………………………………………. 50
    Ambarawa: Jejak Sang Syahid ………………………………………………… 51
    Secangkir Hangat Bersamanya ………………………………………………. 52
    Pelajaran dari Secangkir Kopi………………………………………………… 53
    Dari Huruf ke Keabadian………………………………………………………. 55
    Pelajaran dari Sebuah Bisikan ………………………………………………… 56
    Rahasia Ikhlas………………………………………………………………………… 59
    Bahkan Kejujuran Pernah Kutipu …………………………………………. 60
    Berbicara tentang Malu, Tanpa Malu …………………………………….. 62
    Kenangan yang Menuntun Pulang…………………………………………. 63
    Melihat Dunia dari Sisi Indahnya …………………………………………… 64
    Dalam Pelukan Ibu ……………………………………………………………….. 66
    Ah… Lucunya Diriku …………………………………………………………….. 67
    Doa yang Menjelma Amanah ………………………………………………… 69
    Suci dalam Ikatan, Merdeka dalam Jiwa ………………………………… 70
    Bisik Sunyi yang Lebih Jujur ………………………………………………….. 72
    Embun Rindu di Pelukan Malam ………………………………………….. 73
    Pada Langkah yang Masih Meraba ………………………………………… 75
    Syukur di Tengah Kelalaianku ……………………………………………….. 76
    Saat Halaman Mengajarkan Cara Memandang ………………………. 78
    Bisikan Rindu di Balik Jendela ………………………………………………. 79
    Warna-Warni Dunia, Anakku ………………………………………………… 80
    Renungan yang Tak Kau Inginkan ………………………………………… 81
    Hakikat Merdeka …………………………………………………………………… 84
    Di Antara Kelalaian, Dzikir Menemukan Jalannya ………………… 86
    Dosa yang Disangkal …………………………………………………………….. 88
    Kembalilah…………………………………………………………………………….. 89
    Bisikan yang Menuntun Pulang ……………………………………………… 90
    Hikmah di Setiap Lorong ………………………………………………………. 93
    Bukan Milikmu ……………………………………………………………………… 94
    Penutup …………………………………………………………………………………. 95
    Tentang Penulis …………………………………………………………………….. 96

     

    Original price was: Rp55.000.Current price is: Rp40.000.
  • -22% THE GUARDIANS OF IMAN Meneladani Kisah Heroik Para Pejuang Islam

    THE GUARDIANS OF IMAN Meneladani Kisah Heroik Para Pejuang Islam

    Penulis :

    Taufik Rahman

    QRCBN: 62-2615-6323-572

    Jumlah Hlm : viii + 172
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Apakah kamu kenal Ulbah bin Zaid? Abu Dujanah? Ammar bin Yasir? Jika nama-nama ini terdengar asing, mungkin ada yang perlu kita akui dengan jujur. kita mengaku mencintai Nabi dan para sahabat, tetapi nyaris tidak mengenal mereka. Padahal mereka berjuang dengan mengorbankan darah, air mata, dan seluruh hidupnya.

    The Guardians of Iman mengajak pembaca menembus debu sejarah menyusuri kisah para sahabat yang imannya tidak dibangun dari kenyamanan, tapi dari pengorbanan. Mereka bukan sekadar nama dalam buku sirah, mereka adalah penjaga iman di saat Islam hampir runtuh, saat rasa takut lebih besar daripada harapan, dan saat dunia menawarkan segalanya untuk ditinggalkan.

    Buku ini bukan untuk sekadar dibaca. la menantang standar iman kita, mengguncang rasa puas diri, dan memaksa kita bertanya: jika mereka hidup hari ini, di mana posisi iman kita dibanding mereka?

    Jika kamu ingin mencari tolak ukur untuk menimbang posisi dan kedudukanmu-buku ini layak kamu miliki.

    Daftar Isi

    THE GUARDIANS OF IMAN v
    DAFTAR ISI ………………………………………………………………… v
    SEUNTAI KATA DARI PENULIS ………………………………….. 1
    BAGIAN I PARA PENJAGA IMAN DI MEDAN PERANG. 3
    1 HAMZAH BIN ABDUL MUTHTHALIB …………………….. 5
    Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan ……………….. 5
    2 ALI BIN ABI THALIB ……………………………………………… 10
    Keberanian yang Tumbuh dari Tauhid………………………. 10
    3 KHALID BIN WALID ……………………………………………… 16
    Dari Musuh Islam Menjadi Pedang Allah ……………………. 16
    4 ABU DUJANAH BIN KHARASYAH ……………………… 23
    Kepala Terikat Merah, Hati Terikat Iman …………………. 23
    5 ANAS BIN AN-NADHR ………………………………………… 28
    Mencium Aroma Surga di Medan Uhud …………………… 28
    6 SA‘AD BIN ABI WAQQASH ………………………………….33
    Do’a yang Menjadi Senjata Paling Tajam ……………………33
    7 Zubair bin Awwam ……………………………………………….. 39
    Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan …………….. 39
    8 THALHAH BIN UBAIDILLAH……………………………….. 45
    Tubuh Terluka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم Terlindungi…………………. 45
    9 ABDURRAHMAN BIN AUF………………………………….. 50
    Pejuang Kaya yang Tidak Terikat Dunia …………………… 50
    vi THE GUARDIANS OF IMAN
    10 ABU AYYUB AL-ANSHARY ………………………………. 56
    Iman yang Bertahan Hingga Usia Senja di
    Medan Jihad ……………………………………………………………… 56
    BAGIAN II PARA PENJAGA IMAN DALAM
    KEHIDUPAN ……………………………………………………………… 62
    11 ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ……………………………….. 64
    Iman yang Teguh Saat Semua Goyah ………………………. 64
    12 UMAR BIN KHATTAB ………………………………………… 74
    Keadilan yang Lahir dari Takut kepada Allah ……………. 74
    13 UTSMAN BIN AFFAN …………………………………………. 80
    Kekayaan yang Dijaga oleh Rasa Malu ……………………… 80
    14 BILAL BIN RABAH ………………………………………………. 85
    Iman yang Tidak Bisa Disiksa untuk Menyerah ………… 85
    15 MUS’AB BIN UMAIR ……………………………………………. 91
    Meninggalkan Dunia Demi Dakwah …………………………… 91
    16 SALMAN AL-FARISI …………………………………………… 96
    Perjalanan Panjang Mencari Kebenaran …………………… 96
    17 AMMAR BIN YASIR ……………………………………………. 101
    Iman yang Terjaga Meski Dipaksa …………………………….. 101
    18 ULBAH BIN ZAID ………………………………………………..106
    Sedekah Yang Di Terima Di Dalam Keheningan
    Malam ………………………………………………………………………106
    19 HABIB BIN ZAID………………………………………………….. 112
    Keteguhan Iman yang Tidak Bisa Ditawar ………………… 112
    THE GUARDIANS OF IMAN vii
    20 ‘ABBAD BIN BISHR ……………………………………………. 117
    Menikmati bacaan Shalat meski anak panah
    tertancap ………………………………………………………………….. 117
    BAGIAN III PARA PENJAGA IMAN DARI KAUM
    WANITA …………………………………………………………………. 120
    21 KHADIJAH BINTI KHUWAILID ………………………….. 122
    Iman Pertama yang Menguatkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم………… 122
    22 SUMAYYAH BINTI KHAYYATH ……………………… 127
    Syahidah Pertama yang Menolak Menukar Iman
    dengan Nyawanya …………………………………………………… 127
    23 ASMA’ BINTI ABU BAKAR ………………………………. 132
    Keberanian Seorang Wanita di Jalan Hijrah……………… 132
    24 NUSAIBAH BINTI KA’AB………………………………….. 136
    Perisai Rasulullah صلى الله عليه وسلم di Medan Uhud ………………………… 136
    25 AISYAH BINTI ABU BAKAR ……………………………..140
    Ilmu, Keteguhan, dan Warisan Keimanan ………………… 140
    26 FATIMAH AZ-ZAHRA ……………………………………… 145
    Kesabaran Putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam Luka dan
    Kesederhanaan ……………………………………………………….. 145
    27 UMMU SALAMAH ……………………………………………. 150
    Keteguhan Iman dalam Hijrah dan Kehilangan ………… 150
    28 RUQAYYAH BINTI RASULULLAH ………………….. 155
    Kesabaran dalam Rumah Tangga dan Perpisahan ……. 155
    29 HAFSAH BINTI UMAR ……………………………………… 159
    Penjaga Mushaf dan Amanah Umat ………………………… 159
    viii THE GUARDIANS OF IMAN
    30 UMMU AIMAN………………………………………………….. 164
    Cinta, Kesetiaan, & Do’a Seorang Ibu bagi
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم …………………………………………………………….. 164
    PENUTUP ………………………………………………………………… 168
    DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 169
    PROFIL PENULIS ………………………………………………………. 171

     

    Original price was: Rp100.000.Current price is: Rp78.000.
  • -44% TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    TRIOLOGI SASMITA TEMARAM “waktu terakhir sebelum kamu tidak bisa lagi berpura- pura tidak tahu.”

    Penulis :

    Lelianto Pradana

    ISBN : –

    Jumlah Hlm : vi+118
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Jakarta tidak lagi dijajah dengan bedil. Penjajahan masuk melalui saku celanamu, bersemayam di layar yang tidak pernah benar-benar padam, dan bekerja paling efektif justru saat kamu merasa paling bebas. Ia tidak butuh seragam atau penjara berjeruji besi. Ia hanya butuh kuota data, jempol yang gelisah, dan sedikit rasa haus akan pengakuan.

    Damar Satria adalah arsitek di balik Candoe — algoritma yang tahu apa yang kamu inginkan bahkan sebelum kamu tahu sendiri. Dari lantai lima puluh Menara Gading, Jakarta tampak seperti model miniatur yang bisa ia atur dengan dua jari. Manusia adalah angka. Kemarahan adalah komoditas. Rasa tidak cukup adalah bahan bakar yang paling efisien.

    Selama lima tahun, ia percaya bahwa ini adalah kemajuan.

    Sampai suatu malam, sistemnya sendiri menghancurkan adiknya.

    Di sebuah lorong yang tidak ada di dalam peta GPS — tempat rak-rak buku berdiri di depan buldozer dan seorang perempuan melukis di dinding karena dinding tidak bisa dihapus — Damar menemukan sesuatu yang tidak ada dalam model prediksinya: orang-orang yang memilih untuk tetap ada, bukan karena mereka menang, tapi karena mereka percaya bahwa ada sesuatu yang layak untuk dipertahankan.

    Nadira melukis mural yang tahu bahwa suatu hari akan dicat ulang. Pak Arip membeli koran bekas per kilo dari warung loak karena ia tahu bahwa ingatan yang tidak dijaga akan hilang tanpa suara. Keduanya tidak mengajarkan Damar cara melawan. Mereka hanya menunjukkan apa yang selama ini ia pilih untuk tidak lihat.
    Apa yang terjadi kemudian bukan revolusi. Tidak ada teriakan massa, tidak ada momen heroik yang bisa dijadikan konten. Hanya satu keputusan yang dibuat pukul empat pagi, di depan layar yang menyala, oleh seseorang yang akhirnya memahami bahwa ada perbedaan antara membangun sesuatu dan membangun sesuatu yang layak dibangun.

    Temaram adalah novel tentang harga sebuah pilihan — tentang apa yang tersisa ketika sistem mengambil segalanya kecuali nama seseorang yang pernah kamu lewati tanpa berhenti, tentang mengapa merawat ingatan adalah satu-satunya bentuk perlawanan yang tidak bisa dimatikan dari server mana pun, dan tentang seorang adik yang belajar bahwa kehilangan kadang membuat seseorang lebih cepat melihat apa yang sebenarnya ada di depannya.

    DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… v
    DEDIKASI ………………………………………………………………………………….. vi
    PROLOG: TULISAN DI ATAS PASIR DIGITAL …………………….. 1
    BAB 1: MENARA GADING DIGITAL ……………………………………. 2
    BAB 2: RETAK PADA LAYAR YANG DINGIN ……………………. 9
    BAB 3: PERTEMUAN DI LORONG SUNYI ………………………….. 16
    BAB 4: GURU DARI MASA LALU …………………………………………. 27
    BAB 5: KASIH DI RUANG TANPA SINYAL …………………………. 38
    BAB 6: PERJAMUAN PENGKHIANAT …………………………………. 44
    BAB 7: PILIHAN DI PERSIMPANGAN JALAN ……………………. 49
    BAB 8: PEDANG YANG MEMISAHKAN KASIH ………………… 56
    BAB 9: MEMBASUH KAKI SEJARAH …………………………………… 71
    BAB 10: MALAM PENYINGKAPAN………………………………………. 80
    BAB 11: MIMBAR KESAKSIAN ……………………………………………… 91
    BAB 12: PENGADILAN DAN PENGAMPUNAN…………………. 99
    BAB 13: BIJI SESAWI DI BALIK TEMBOK ………………………… 111

    Original price was: Rp80.000.Current price is: Rp45.000.
  • -29% YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI  GUNUNG SLAMET

    YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI GUNUNG SLAMET

    Penulis :

    MAULANA TEGUH PERDANA

    ISBN : 978-634-05-0005-9

    Jumlah Hlm : x + 81
    Ukuran : 14 x 20 cm
    Kertas : Bookpaper
    Tahun Terbit : 2026
    Editor : –

    SINOPSIS

    Maya, seorang jurnalis investigasi berusia 28 tahun, merasa jenuh dengan rutinitas liputan kota yang monoton. Didorong oleh idealisme untuk mengungkap kisah-kisah tak terucap dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal mistis sejak kecil, ia terpikat oleh desas-desus dari temannya, Rio, tentang sebuah desa terpencil bernama Kalibiru di kaki Gunung Slamet, Tegal. Desa itu kerap dilanda musibah tak wajar dan beberapa kasus orang hilang misterius.

    Dengan alasan meliput “fenomena budaya lokal,” Maya nekat pergi ke Kalibiru. Setibanya di sana, ia disambut tatapan curiga warga dan memutuskan menginap di sebuah rumah tua di pinggir desa. Malam pertamanya diwarnai gangguan suara aneh, bayangan, dan mimpi buruk yang mengerikan, menandakan bahwa ia sudah menjadi target. Upayanya menggali informasi dari warga selalu menemui jalan buntu, hingga akhirnya seorang janda tua, Mbok Dalem, memberikan petunjuk samar tentang sebuah perjanjian kuno. Penemuan sapu tangan milik Rizal, salah satu korban hilang, di tepi Kali Gung semakin meyakinkan Maya bahwa ada misteri kelam yang tersimpan.

    Didampingi Rio yang akhirnya menyusul, Maya berhasil menemui Mbah Karto, sesepuh desa yang sangat tertutup. Mbah Karto dengan berat hati menceritakan tentang perjanjian yang dibuat leluhur desa dengan “Penjaga Rimba Slamet”—sebuah entitas purba berwujud tak stabil, kadang asap hitam raksasa, kadang ilusi ketakutan—untuk kemakmuran, dengan imbalan tumbal nyawa setiap purnama merah. Perjanjian itu dilanggar sekitar tiga puluh tahun lalu, membuat Penjaga Rimba murka dan kini menagih “ganti rugi” dalam bentuk tumbal manusia. Mbah Karto memberikan peringatan keras: Penjaga Rimba sudah mengawasi Maya.

    Teror pun menimpa Maya secara langsung. Gangguan di rumah semakin intens, peralatan investigasi rusak, dan yang paling mengerikan, Pak Slamet—kepala dusun yang membantu mereka—ditemukan meninggal dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Ketegangan mencekik desa, mendorong Maya untuk mencari solusi. Ia dan Rio menemukan buku harian Arjuna, seorang peneliti yang juga mencoba mengungkap misteri ini 50 tahun lalu dan bernasib tragis. Buku itu berisi detail ritual pemutus perjanjian dan peta menuju “Jantung Kekuatan” Penjaga Rimba di kedalaman hutan.

    Maya, yang merasa terpanggil, memutuskan untuk menghentikan siklus teror ini. Bersama Rio dan beberapa warga muda yang lelah dengan ketakutan (Dani, Budi, Rina), mereka memulai perjalanan berbahaya di tengah malam menuju jantung hutan. Mereka menghadapi ilusi, jebakan, dan manifestasi mengerikan dari Penjaga Rimba yang mencoba menghentikan mereka. Di dalam gua “Jantung Kekuatan”, mereka berkonfrontasi langsung dengan entitas tersebut. Maya memimpin ritual pemutus perjanjian sesuai buku Arjuna, di tengah serangan mental dan fisik dari Penjaga Rimba. Ritual berhasil, namun Dani terluka parah akibat batu yang jatuh—sebuah pengorbanan yang pahit.

    Penjaga Rimba Slamet berhasil ditenangkan dan terkurung kembali, namun luka psikologis membekas pada Maya dan tim. Desa Kalibiru kembali tenang, tapi tidak sepenuhnya pulih; kewaspadaan dan ritual baru menjadi bagian hidup mereka. Maya menulis laporannya, namun sengaja tak mengungkap seluruh kebenaran, menyisakan misteri yang tak terucap agar desa bisa melanjutkan hidup.

    Bertahun-tahun kemudian, Maya—kini jurnalis sukses namun trauma—menemukan tanda-tanda kecil teror serupa di desa lain sekitar Slamet. Ia menerima foto anonim dan menemukan bayangan Penjaga Rimba yang jelas di foto lamanya. Epilog ini menegaskan bahwa Penjaga Rimba Slamet tidak benar-benar mati, hanya tertidur, menunggu waktu untuk bangkit kembali, meninggalkan Maya dengan kesadaran pahit bahwa beberapa rahasia harus tetap terkubur di balik keagungan gunung.

    Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………….. iii
    Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. . viii
    BAGIAN I: BISIKAN DARI KAKI GUNUNG …………………….. 1
    Bab 1: Panggilan dari Desa Terpencil ………………………….. …………..2
    1.1 Rutinitas yang Membosankan ………………………….. ……………2
    1.2 Percakapan yang Mengusik ………………………….. ………………..3
    1.3 Keputusan Nekat ………………………….. ………………………….. ……..6
    1.4 Perjalanan Menuju Senyap ………………………….. …………………8
    1.5 Tatapan Curiga ………………………….. ………………………….. …………9
    Bab 2: Senyapnya Rumah Tua ………………………….. ……………………. 12
    2.1 Rumah Tua di Tepi Jurang ………………………….. ……………….. 12
    2.2 Bisikan Malam Pertama ………………………….. ……………………. 13
    2.3 Warga yang Tertutup ………………………….. ……………………….. 15
    2.4 Pertemuan dengan Janda Tua ………………………….. ………… 16
    Bab 3: Jejak Hilang di Kali Gung ………………………….. ………………… 18
    3.1 Peringatan Tak Terucap ………………………….. ……………………. 18
    3.2 Kisah Tragis Keluarga Pak Karta ………………………….. ………. 19
    3.3 Penemuan di Tepi Sungai ………………………….. ………………… 21
    3.4 Tanda-tanda Aneh………………………….. ………………………….. … 23
    BAGIAN II: TEROR YANG BANGKIT KEMBALI …………….. 25
    Bab 4: Rahasia Sang Sesepuh ………………………….. …………………….. 26
    4.1 Petunjuk dari Secangkir Kopi Pahit ………………………….. … 26
    4.2 Kisah Perjanjian di Bawah Purnama ………………………….. .. 28
    4.3 Konsekuensi Pelanggaran dan Peringatan Keras …….. 31
    Bab 5: Teror di Balik Pintu ………………………….. ………………………….. .33
    5.1 Malam yang Tak Lagi Sama ………………………….. ………………33
    5.2 Penampakan dan Sentuhan Dingin ………………………….. ..34
    5.3 Gangguan pada Rio dan Peralatan ………………………….. ….35
    5.4 Korban Selanjutnya: Tragisnya Pak Slamet …………………37
    Bab 6: Buku Harian Kuno ………………………….. ………………………….. …39
    6.1 Petunjuk Tersembunyi di Rumah Tua…………………………. 39
    6.2 Kisah Peneliti yang Gagal ………………………….. ………………….41
    6.3 Detail Ritual dan Peta Terlarang ………………………….. ………42
    6.4 Tekad dan Bahaya yang Mengintai ………………………….. …44
    BAGIAN III: PERJALANAN MENUJU KEGELAPAN ……….. 46
    Bab 7: Perhitungan Mundur ………………………….. ……………………….. 47
    7.1 Ketakutan yang Tak Terbendung ………………………….. …….47
    7.2 Dilema Maya: Lari atau Melawan? ………………………….. ……48
    7.3 Sekutu Tak Terduga ………………………….. ………………………….. .49
    7.4 Persiapan Menjelang Tengah Malam …………………………. 51
    Bab 8: Ritual di Jantung Hutan ………………………….. ……………………53
    8.1 Perjalanan Menuju Kegelapan ………………………….. …………53
    8.2 Ujian dan Ilusi ………………………….. ………………………….. …………54
    8.3 Menemukan Situs Terlarang ………………………….. …………….56
    8.4 Menuju Jantung Kekuatan ………………………….. ………………..57
    Bab 9: Malam Puncak di Altar Tumbal ………………………….. ……….59
    9.1 Memasuki Sarang Teror ………………………….. …………………….59
    9.2 Kemunculan Penjaga Rimba Slamet ………………………….. .60
    9.3 Pertarungan Kehendak dan Ritual ………………………….. …..62
    9.4 Konsekuensi dan Pengorbanan ………………………….. ……….63
    BAGIAN IV: WARISAN YANG TAK TERUCAP …………………..66
    Bab 10: Bayangan yang Tertinggal …………………………………….. 67
    10.1 Pagi Setelah Badai …………………………………………………….. 67
    10.2 Luka yang Mengukir Jiwa …………………………………………. 68
    10.3 Desa yang Berubah …………………………………………………… 69
    10.4 Laporan yang Tak Terucap Penuh ……………………………… 71
    Epilog: Bisikan Angin dari Slamet …………………………………….. 73
    Epilog.1 Kehidupan yang Berlanjut …………………………………… 73
    Epilog.2 Tanda tanda Kecil ………………………………………………. 74
    Epilog.3 Warisan yang Tak Pernah Mati …………………………….  76
    Profil Penulis ………………………………………………………………….. 78

    Original price was: Rp70.000.Current price is: Rp50.000.