-
-30%
SANTAI AJA, HIDUP INI GAK SEMPURNA : Karena jadi manusia gak butuh izin siapa-siapa
Original price was: Rp82.000.Rp57.000Current price is: Rp57.000.Penulis :
Prayoga Syaputra
ISBN : 978-634-97290-4-8
Jumlah Hlm : viii + 58 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Hidup gak selalu rapi, dan gak harus selalu sempurna. Lewat buku ini, kamu diajak menengok sisi-sisi hidup yang sering kita sembunyikan—kelelahan yang dipendam, kegagalan yang bikin ragu, tekanan untuk terlihat baik-baik saja meski hati sebenarnya remuk.
Santai Aja, Hidup Ini Gak Sempurna bukan buku motivasi yang sok tahu. Ini bukan panduan jadi manusia super. Ini teman ngobrol yang jujur, yang bilang bahwa jadi rapuh itu wajar, bingung itu manusiawi, dan berhenti sejenak bukan berarti kalah.
Dengan bahasa yang santai tapi penuh makna, buku ini menemani kamu yang sedang lelah, sedang berproses, atau sekadar ingin merasa dimengerti. Bukan untuk kasih solusi instan—tapi untuk memberi ruang. Ruang buat bernapas, buat bilang ke diri sendiri:
“Gak apa-apa belum sampai.
Yang penting, aku masih jalan.”
Karena kadang, yang paling kita butuhkan bukan jawaban besar, tapi pengingat kecil bahwa kita gak sendiri dan kita tetap layak, meski gak sempurna.
Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………….. v
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………….. vii
Santai Aja, Hidup Ini Gak Sempurna …………………………………. viii
Bab 1–Hidup Kamu Bukan Buat Orang Lain Berkesan ……………. 1
Bab 2–Kalo Kamu Capek, Ya Rehat Lah, Bukan Pura-Pura
Kuat ………………………………………………………………………………… 5
Bab 3–Gak Semua Hal Harus Direspon ……………………………….. 10
Bab 4–Kamu Bukan Google —Gak Harus Tau Semua Hal ……… 14
Bab 5–Kamu Gagal? Ya Wajar. Semua Orang Juga …………………. 18
Bab 6–Punya Masalah Itu Gak Malu, Nggak Punya Empati Itu
Baru Malu ………………………………………………………………………. 21
Bab 7–Santai, Kamu Masih Bernapas, Itu Udah Cukup Keren … 25
Bab 8–Jangan Bandingin Bab Hidupmu dengan Highlight Orang
Lain ………………………………………………………………………………. 28
Bab 9–Kamu Gak Perlu Jadi Produktif Buat Dianggap Bernilai . 32
Bab 10–Kamu Boleh Marah, Asal Jangan Kehilangan Arah ……. 36
Bab 11–Hidup Gak Harus Selesai, Baru Kamu Boleh Bahagia ….. 40
Bab 12–Kalau Besok Masih Berat, Baca Ini Lagi …………………… 44
Epilog …………………………………………………………………………………………… 53
Ucapan Terima Kasih ……………………………………………………………………. 55 -
-30%
HATI SELUAS SAMUDERA
Original price was: Rp97.500.Rp68.000Current price is: Rp68.000.Penulis :
Sugiarto Bakrie
ISBN : 978-634-97290-3-1
Jumlah Hlm : x + 118 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, bising oleh kompetisi, dan kering akan ketulusan, manusia sering kali dipaksa mengenakan topeng. Kita dituntut untuk selalu tampak kuat, sukses, dan tanpa cela. Padahal di balik zirah ketangguhan itu, ada raga yang lelah, hati yang kerap merindukan rumah, dan jiwa yang rindu untuk kembali didekap oleh kehangatan iman.
“Hati Seluas Samudera” hadir bukan sebagai buku motivasi yang mendikte atau menceramahi. Buku ini adalah sebuah oase keheningan—untaian surat cinta sunyi yang ditulis dari kedalaman hati seorang hamba yang sadar akan hakikat kemanusiaannya. Melalui 70 catatan reflektif (reminders), buku ini mengajak pembaca untuk menundukkan kepala, menarik napas dalam-dalam, dan merawat kembali ruang batin yang sempat memar dihantam kerasnya kenyataan hidup.
Buku ini ditujukan bagi siapa saja—para pekerja keras yang menahan lelah demi keluarga, anak-anak yang merindukan orang tuanya, serta jiwa-jiwa sensitif yang kerap merasa cemas akan masa depan. Jika Anda sedang mencari sebuah buku yang mampu membuat Anda menangis karena haru, tersenyum karena insaf, dan merasa serumah itu dengan kedamaian, maka “Hati Seluas Samudera” adalah jawaban yang Anda cari.
“Dunia memang kejam, ia takkan menunggumu untuk pulih. Karena itu, usap air matamu, berhentilah menggantungkan harapan pada makhluk yang fana, dan pulanglah ke tempat bersandar yang tak pernah mengecewakanmu.”Daftar Isi
Daftar Isi …………………………………………………………….. v
Kata Pengantar ………………………………………………….. vii
Reminder #1 ……………………………………………………….. 1
Reminder #2 ……………………………………………………….. 4
Reminder #3 ……………………………………………………….. 6
Reminder #4 ……………………………………………………….. 9
Reminder #5 ……………………………………………………… 11
Reminder #6 ……………………………………………………… 13
Reminder #7 ……………………………………………………… 16
Reminder #8 ……………………………………………………… 19
Reminder #9 ……………………………………………………… 22
Reminder #10 ……………………………………………………. 25
Reminder #11 ……………………………………………………. 28
Reminder #12 ……………………………………………………. 31
Reminder #13 ……………………………………………………. 35
Reminder #14 ……………………………………………………. 39
Reminder #15 ……………………………………………………. 43
Reminder #16 ……………………………………………………. 47
Reminder #17 ……………………………………………………. 51
Reminder #18 ……………………………………………………. 54
Reminder #19 ……………………………………………………. 58
Reminder #20 ……………………………………………………. 61
Reminder #21 ……………………………………………………. 64
Reminder #22 ……………………………………………………. 68
Reminder #23 ……………………………………………………. 71
Reminder #24 ……………………………………………………. 75
Reminder #25 ……………………………………………………. 78
Reminder #26 ……………………………………………………. 82
Reminder #27 ……………………………………………………. 85
Reminder #28 ……………………………………………………. 89
Reminder #29 ……………………………………………………. 92
Reminder #30 ……………………………………………………. 95
Reminder #31 ……………………………………………………. 99
Reminder #32 ………………………………………………….. 102
Reminder #33 ………………………………………………….. 105
Reminder #34 ………………………………………………….. 108
Reminder #35 ………………………………………………….. 112
Tentang Penulis ……………………………………………….. 116 -
-30%
MANUSIA PLATONIK : Kumpulan Cerita
Original price was: Rp96.000.Rp67.000Current price is: Rp67.000.Penulis :
MERCY INDIANA
ISBN : 978-634-97290-2-4
Jumlah Hlm : viii + 104 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Barangkali kita semua pernah menjadi Manusia platonik. Mencintai tanpa memiliki. Merindukan tanpa meminta. Dekat, tetapi tidak benar-benar sampai. Atau sekadar menikmati kehadiran seseorang tanpa pernah ingin mengubahnya menjadi apa-apa.
Tapi manusia tidak hanya soal cinta. Ada perjaanan yang meninggalkan jejak lebih panjang dari tujuan. Ada pertemuan yang hanya berlangsung sebentar, tetapi tinggal bertahun-tahun dalam ingatan. Ada hal-hal kecil yang tampaknya receh, tetapi diam-diam mengubah cara kita melihat hidup.
Buku ini adalah kumpulan potongan kehidupan yang random—tentang manusia, perjalanan, kenangan, kesepian, kebetuan, kehilangan, dan kejadian-kejadian kecil yang kadang lucu, kadang ganjil, kadang membuat kita berhenti sejenak.
Tidak ada kesimpulan besar. Hanya beberapa cerita dari seseorang yang berjalan, melihat, mengingat, lalu merenung: Mungkin begini cara manusia berteman dengan hidupnya sendiri.
Daftar IsiDAFTAR ISI ……………………………………………………………. vi
PRAKATA …………………………………………………………….. viii
ISOBEL …………………………………………………………………. 1
SEMANGKUK WAKTU …………………………………………….. 9
TRAGEDI BRUTU DI MALAM NATAL ………………………… 12
DARI TUILERIES KE PÈRE LACHAISE ………………………. 18
SITI OH SITI ………………………………………………………….. 24
MANUSIA PLATONIK …………………………………………….. 29
SELAI KACANG ……………………………………………………. 36
DOA YANG DISESALI ……………………………………………. 43
SANCTUARY BERNAMA INDAH ……………………………… 47
RENDANG DARI RENI …………………………………………… 53
KINI AKU MENYIMPANMU DALAM WAKTU …………….. 60
JAWAB SEMESTA …………………………………………………. 64
RUMAH SEJUTA KENANGAN …………………………………. 68
KERETA TERAKHIR ……………………………………………….. 74
PEREMPUAN ITU ………………………………………………….. 77
TEH, KUPU-KUPU, DAN TAKDIR …………………………….. 83
YANG TINGGAL TANPA PERNAH DIMILIKI ………………. 88
PAGI YANG BICARA ………………………………………………. 93
BUNTIL “LEGEND” BUATAN MAMA ……………………….. 98
TENTANG PENULIS …………………………………………….. 101 -
-30%
DALAM LONCENG CINTA : Ketika Air Wudu dan Air Baptis Menjadi Air Mata
Original price was: Rp140.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.Penulis :
MUHAMMAD GIBRAN ALIF PRASETYA
ISBN : 978-634-97256-9-9
Jumlah Hlm : x + 289 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Bagaimana jika Tuhan mempertemukan dua manusia yang tidak ditakdirkan untuk saling memiliki?
Alif adalah seorang hafidz muda lulusan Timur Tengah, putra seorang kiai yang pulang ke tanah kelahirannya untuk mengabdi di pesantren di kaki gunung. Hidupnya dibangun oleh Al-Qur’an, tradisi pesantren, dan keyakinan bahwa cinta semestinya membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan.
Nara datang dari Indonesia Timur. Setelah menempuh pendidikan teologi di Jawa, ia memilih jalan hidup sebagai biarawati Katolik dan mengabdikan dirinya di sebuah biara kecil di kaki gunung. Ia percaya bahwa panggilan Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dipahami manusia.
Mereka bertemu bukan dalam suasana romantis, melainkan ketika sebuah bencana memaksa mereka menyelamatkan anak-anak dan warga yang terjebak banjir. Dari pertengkaran, tumbuh rasa hormat. Dari rasa hormat, lahir kepedulian. Dan dari kepedulian, perlahan tumbuh sesuatu yang paling mereka takuti: cinta.
Namun Alif dan Nara tidak sekadar berbeda latar belakang. Mereka berbeda dalam cara berdoa, cara memahami Tuhan, dan jalan iman yang mereka yakini. Ketika keluarga, agama, pengabdian, dan masa lalu mulai menuntut pilihan, keduanya harus berhadapan dengan pertanyaan yang jauh lebih sulit daripada “Apakah kita saling mencintai?”
Pertanyaannya adalah:
“Jika cinta membuatmu harus memilih antara memilikinya dan tetap setia kepada Tuhan, apa yang akan kau pilih?”Di antara azan yang memanggil Alif dan lonceng yang memanggil Nara , mereka belajar bahwa tidak semua cinta harus berakhir di pelaminan. Ada cinta yang justru menemukan maknanya ketika dua manusia berani melepaskan satu sama lain tanpa mengkhianati keyakinannya.
Sebab mungkin, ada cinta yang tidak diciptakan untuk menjadi milik kita.
Melainkan untuk mengajarkan kita bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
“Tidak semua cinta ditakdirkan untuk menjadi kita. Sebagian ditakdirkan untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik.”
Daftar IsiPRAKATA …………………………………………………………………. vii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… ix
PROLOG DUA SUARA …………………………………………………. 1
BAGIAN I DUA SUARA ………………………………………………. 8
BAB 1: LONCENG HARI MINGGU ………………………….. 9
BAB 2: BANJIR DAN RAHASIA BERDARAH ………… 22
BAB 3: PERJANJIAN SETAN ………………………………… 33
BAGIAN II SURAT-SURAT YANG TIDAK PERNAH
DIMAKSUDKAN UNTUK CINTA ……………………………… 44
BAB 4: SURAT YANG SALAH ALAMAT ………………. 45
BAB 5: PEREMPUAN BERCADAR …………………………. 55
BAB 6: PEREMPUAN YANG TIDAK MAU MENJADI
RIVAL……………………………………………………………………. 62
BAB 8: NATAL ………………………………………………………. 69
BAB 9: IDUL FITRI ………………………………………………… 76
BAGIAN III CINTA YANG TIDAK MENGAKU ……….. 83
BAB SEMBILAN PERTANYAAN YANG TIDAK
BOLEH DITANYAKAN ………………………………………….. 84
BAB 10: AISYAH MELIHAT LEBIH DAHULU ……….. 93
BAB 11: BERKAS KEDUA ……………………………………. 100
BAB 12: KIAI YANG TAHU …………………………………. 106
BAB 13: ANAK KIAI …………………………………………… 114
BAB 14: TERIMA KASIH ……………………………………… 121
BAGIAN IV KAUL DAN PILIHAN ………………………….. 129
BAB 15: PANGGILAN ………………………………………….. 130
BAB16: TA’ARUF KEDUA …………………………………… 138
BAB 17: GEREJA KOSONG ………………………………….. 146
BAB 18: KAUL KEKAL ………………………………………… 155
BAGIAN V KUBURAN YANG BERJALAN ……………… 166
BAB 19: TIGA TAHUN …………………………………………. 167
BAB 20: AISYAH MENIKAH ………………………………… 175
BAB 21: DITA KEMBALI ……………………………………… 181
BAB 22: KEMATIAN DITA …………………………………… 189
BAGIAN VI RUMAH LONCENG …………………………….. 199
BAB 23: RUMAH TANPA AGAMA ………………………. 200
BAB 24: SKANDAL ……………………………………………… 212
BAB 25: SATU RUMAH, DUA KAMAR ………………… 221
BAB 26: AISYAH DATANG ………………………………….. 231
BAGIAN VII DUA PULUH TAHUN …………………………. 240
BAB 27: TIGA RIBU ANAK ………………………………….. 241
BAB 28: NARA SAKIT …………………………………………. 251
BAB 29: LONCENG TERAKHIR …………………………… 260
BAB 30: DALAM LONCENG CINTA …………………….. 268
EPILOG SUARA YANG TERSISA …………………………… 276
CATATAN PENULIS ……………………………………………….. 281
UCAPAN TERIMA KASIH ………………………………………. 283
GLOSARIUM …………………………………………………………… 284
TENTANG PENULIS ……………………………………………….. 287 -
-30%
PRINCESS YANG MEMBISU : Novel Romansa antara Septian dan Alina
Original price was: Rp93.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.Penulis :
Syarif Cecep
ISBN : 978-634-97290-0-0
Jumlah Hlm : vi + 84 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Septian dan Alina dipertemukan sebagai rekan kerja. Septian adalah senior yang telah berkeluarga, sementara Alina merupakan karyawan baru yang masih lajang. Komunikasi mereka awalnya sebatas urusan pekerjaan, hingga Septian dipercaya menjadi mentor Alina dalam mengelola data karyawan. Sejak saat itu, keduanya semakin sering berinteraksi.
Alina yang cantik, periang, dan lembut, berpadu dengan Septian yang ramah dan suka bercanda. Kedekatan mereka tumbuh melalui berbagai hal sederhana: berdiskusi tentang pekerjaan, makan bersama, salat bersama, berfoto, hingga saling berbagi cerita. Alina bahkan membuka kisah hidupnya sebagai seorang yatim piatu. Perhatian-perhatian kecil dari Alina pun perlahan membuat Septian menyimpan rasa yang semakin dalam.
Setelah setahun bekerja bersama, sebuah percakapan panjang selama lebih dari tiga jam membuat perasaan Septian kepada Alina semakin kuat. Ia mulai mengingat kembali berbagai momen kebersamaan mereka, termasuk perhatian Alina kepadanya saat family gathering. Septian pun meyakini bahwa Alina memiliki rasa yang sama.
Tak mampu lagi menahan perasaannya, Septian akhirnya mengungkapkan isi hatinya melalui WhatsApp. Namun, di luar dugaannya, Alina justru marah. Sejak saat itu, hubungan mereka berubah. Alina tak lagi mau berbicara, selalu menghindar ketika berpapasan, bahkan tidak merespons ketika Septian mencoba meminta maaf. Bagi Septian, hari-hari tanpa komunikasi dengan Alina terasa begitu menyiksa. Suara lembut, tawa riang, dan perhatian yang dahulu mengisi kesehariannya kini hilang begitu saja. Sementara rasa di hatinya justru semakin dalam dan membara.
Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………….. v
Daftar Isi ………………………………………………………………………. vi
Chat Pertama Tanpa Rasa …………………………………………………. 1
Mentor dan Murid di Ruang Data …………………………………….. 9
Makan Bareng Sholat Bareng Selfi Bareng …………………………18
Yatim Piatu di Balik Senyumnya …………………………………….. 26
Family Gathering dan Tanda Tanda yang Diabaikan …………. 34
Tiga Jam Menunggu di Lorong Musholla …………………………. 43
Pesan WA yang Mengubah Segalanya ………………………………. 51
Tujuh Bulan Bagai Neraka ……………………………………………… 59
Maaf yang Terlambat Tujuh Bulan ………………………………….. 67
Cinta yang Akhirnya Bersuara ………………………………………….75
Tentang Penulis ……………………………………………………………. 83 -
-30%
RETENSI RINDU Setiap Kenangan Punya Tempat Tidak Semua Harus Selamanya Bersama Kita
Original price was: Rp149.000.Rp104.000Current price is: Rp104.000.Penulis :
Taufiq Dwi Hanan
ISBN : 978-634-97290-1-7
Jumlah Hlm : viii + 324 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Aris percaya bahwa setiap cinta meninggalkan jejak. Ketika perempuan yang dicintainya pergi, ia memilih hidup di antara benda-benda yang menyimpan kenangan: surat, undangan pernikahan, bunga kering, hingga jam tangan yang tak pernah berhenti berdetak. Namun, semakin erat ia menggenggam masa lalu, semakin jauh ia kehilangan dirinya sendiri.
Retensi Rindu adalah kisah tentang kehilangan, keberanian melepaskan, dan belajar bahwa tidak semua kenangan harus disimpan selamanya. Sebab, rindu pun memiliki masa retensinya.Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………… v
Undangan yang Tak Pernah Sampai …………………………………. 1
Garis Batas Memori ………………………………………………………. 33
Jejak yang Tertinggal ……………………………………………………. 70
Ruang yang Berbisik …………………………………………………….. 114
Aroma yang Menetap …………………………………………………… 149
Lambaian dari Masa Lalu ……………………………………………… 176
Lentera yang Padam …………………………………………………….. 203
Fragmen yang Tercecer ……………………………………………….. 234
Pelabuhan Terakhir ……………………………………………………… 262
Muara di Ujung Jalan …………………………………………………… 292
Tentang Penulis …………………………………………………………… 323
-
-31%
RUMAH PERTAMA: Ibumu, Ibumu, Ibumu Lalu Ayahmu
Original price was: Rp108.000.Rp75.000Current price is: Rp75.000.Penulis :
Deensyifna
ISBN : 978-634-97256-6-8
Jumlah Hlm : x + 160 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Maryam tidak pernah bercita-cita menjadi ibu yang sempurna.
Ia hanya ingin menjadi rumah yang selalu membuat anak-anaknya merasa pulang.
Di sebuah rumah yang hangat, di antara udara sejuk dan perbukitan Bandung, Maryam menjalani perjalanan yang tidak pernah diajarkan oleh siapa pun: mengandung dengan penuh harapan, melahirkan dengan penuh perjuangan, membesarkan dengan penuh kesabaran, lalu belajar merelakan ketika Aisy, Mail, dan Baim mulai menemukan jalan hidup mereka sendiri.
Di balik senyumnya, tersimpan lelah yang tak selalu terlihat. Di balik doanya, ada cinta yang tak pernah meminta balasan. Hingga suatu hari, anak-anaknya mulai memahami bahwa kasih seorang ibu bukan hanya hadir dalam pelukan, tetapi juga dalam setiap pengorbanan yang sering kali luput untuk dikenang.
Terinspirasi dari sabda Rasulullah ﷺ, “Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu,” Rumah Pertama adalah novel tentang cinta yang pertama kali menyambut kita ke dunia, tentang keluarga yang menjadi tempat pulang, dan tentang orang tua yang mengajarkan bahwa cinta terbesar sering kali hadir dalam hal-hal yang paling sederhana.
Sebab sebelum kita mengenal dunia, ada sebuah rumah yang lebih dahulu mencintai kita.Daftar Isi
Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. …………………… v
Sepucuk Surat untuk Pembaca ………………………….. …………………… vii
Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. …. ix
Prolog ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……… 1
BAGIAN I IBUMU ………………………….. ………………………….. ………………… 4
Bab 1 Embun Pertama ………………………….. ………………………….. …. 6
Bab 2 Rumah Kecil di Kaki Bukit ………………………….. ………………. 9
Bab 3 Sebelum Kau Memanggilku Ibu ………………………….. … 13
Bab 4 Dua Garis yang Mengubah Segalanya ………………….. 18
Bab 5 Doa yang Mulai Bertambah ………………………….. ……….. 23
Bab 6 Ketika Aku Merasakanmu ………………………….. …………… 28
BAGIAN II IBUMU ………………………….. ………………………….. …………….. 34
Bab 7 Tangis yang Mengubah Irama Rumah ………………….. 37
Bab 8 Sebuah Nama, Seumur Doa ………………………….. ……….. 43
Bab 9 Senyum Pertama………………………….. ………………………….. 48
Bab 10 Malam yang Panjang ………………………….. ………………… 55
Bab 11 Langkah Pertama ………………………….. ………………………. 61
Bab 12 Kata Pertama ………………………….. ………………………….. ….. 68
Bab 13 Hari Pertama Sekolah ………………………….. ………………… 76
Bab 14 Teman Baru, Dunia Baru ………………………….. …………… 84BAGIAN III ……………………….92
Bab 15 Rumah yang Belajar Menunggu……………………….92
Bab 16 Ibumu Ketika Waktu Berjalan Diam………………….101
Bab 17 Langkah yang Lebih Jauh………………………….105
Bab 18 Setiap Anak Memiliki Musimnya Sendiri…………….110
Bab 19 Jalan yang Bernama Mimpi…………………………120
Bab 20 Rumah yang Selalu Menunggu……………………….127
Bab 21 Tiga Kali Disebut: Ibu……………………………135EPILOG Lalu Ayahmu…………………………………….144
TENTANG PENULIS………………………………………..152
Rumah Pertama:………………………………………..159
-
-30%
THE HIDDEN ARCHITECT: Warisan Sang Arsitek Peradaban Yang Mempersiapkan Lahirnya Sang Penakluk
Original price was: Rp144.500.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Deensyifna
ISBN : 978-634-97256-5-1
Jumlah Hlm : x + 306 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Di sebuah sudut perpustakaan tua, Athar menemukan sebuah manuskrip tanpa nama. Rasa penasarannya membawanya membuka lembar demi lembar naskah itu, hingga tanpa disadari ia memasuki perjalanan yang mengubah cara pandangnya tentang sejarah, kepemimpinan, dan makna sebuah warisan.
Di dalam manuskrip itu, ia berjumpa dengan seorang pemimpin yang namanya tidak selalu disebut paling lantang dalam buku-buku sejarah. Seorang pemimpin yang lebih memilih membangun madrasah daripada meninggikan istana, menguatkan manusia sebelum menggerakkan pasukan, dan menanamkan nilai sebelum mengejar kemenangan.
Melalui perjalanan panjang melintasi Aleppo, Damaskus, hingga Mesir, Athar perlahan menyadari bahwa peradaban tidak lahir dari satu kemenangan besar, tetapi dari ribuan keputusan kecil yang diambil dengan kejujuran, ilmu, dan amanah. Bahwa seorang pemimpin sejati tidak diukur dari seberapa luas wilayah yang ia kuasai, melainkan dari seberapa banyak manusia yang ia siapkan untuk melanjutkan kebaikan setelah dirinya tiada.
The Hidden Architect bukan sekadar novel sejarah. Ini adalah kisah tentang guru yang tidak selalu berdiri di garis depan, tentang pemimpin yang memilih mempersiapkan penerus daripada membangun kemasyhurannya sendiri, dan tentang jejak-jejak kebaikan yang tetap hidup, bahkan ketika nama pelakunya perlahan terlupakan.
Sebab di balik setiap perubahan besar, sering kali ada seseorang yang diam-diam sedang membangun masa depan.
Daftar IsiKATA PENGANTAR …………………………………………………. v
PROLOG MANUSKRIP TANPA NAMA ………………………….. 1
DAFTAR ISI …………………………………………………………. viii
BAGIAN I PANGGILAN …………………………………………….. 9
BAB 1 PERTANYAAN YANG BELUM SELESAI …………… 10
BAB 2 ANAK YANG BELAJAR MENDENGARKAN ……….. 19
BAB 3 KETIKA SEORANG AYAH GUGUR …………………. 27
BAB 4 WARISAN YANG TAK TERLIHAT …………………… 45
BAGIAN II FONDASI SEBUAH PERADABAN ………………… 65
BAB 5 AMANAH YANG DATANG TERLALU CEPAT …….. 66
BAB 6 MEMBANGUN SEBELUM MENAKLUKKAN ……… 84
BAB 7 PERSATUAN MEMBUTUHKAN KESABARAN ……. 99
BAGIAN III ………………………………………………………… 118
BAB 8 LANGKAH PERTAMA MENUJU PERSATUAN ….. 119
BAB 9 KEMENANGAN BUKAN TUJUAN ………………… 130
BAB 10 KEBERANIAN MEMILIH JALAN YANG
LEBIH SULIT ………………………………………………….. 148
BAGIAN IV MEMBANGUN SEBELUM MENAKLUKKAN …. 161
BAB 11 KOTA YANG DIBANGUN DENGAN ILMU …….. 162
BAB 12 DAMASKUS: ANTARA AMBISI DAN AMANAH . 180
BAB 13 KOTA YANG MEMBUKA PINTUNYA …………… 203
BAB 14 MENYIAPKAN ORANG, BUKAN SEKADAR
RENCANA …………………………………………………….. 223
BAGIAN V WARISAN YANG MELAMPAUI ZAMAN ……….. 246
BAB 15 MESIR: SEBUAH AMANAH YANG
DIPERTARUHKAN …………………………………………… 247
BAB 16 SEORANG GURU YANG TIDAK BERDIRI DI GARIS
DEPAN ………………………………………………………… 264
BAB 17 WARISAN YANG TIDAK IKUT DIMAKAMKAN … 282
EPILOG ARSITEK YANG TIDAK TERLIHAT ……………… 298
TENTANG PENULIS …………………………………………….. 305 -
-30%
TUBUHKU DI SINI, TAPI JIWAKU MASIH DI HARI ITU
Original price was: Rp157.500.Rp110.000Current price is: Rp110.000.Penulis :
Irmayana
ISBN : 978-634-97256-3-7
Jumlah Hlm : xii + 357 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Tidak semua luka sembuh oleh waktu. Ada luka yang tak berdarah tapi terus nyeri, menetap dalam diam, dan mengubah cara kita melihat hidup.
Tubuhku di Sini, Tapi Jiwaku Masih di Hari Itu adalah kisah tentang mereka yang pernah patah, tapi tetap dipaksa berdiri. Tentang trauma yang tak terlihat oleh mata, tapi terasa nyata di dada. Tentang hari-hari yang dijalani dengan wajah tenang, namun jiwa di dalamnya terus berteriak.
Ini bukan kisah penyembuhan yang indah. Ini tentang bagaimana seseorang belajar menerima bahwa tidak semua luka bisa hilang—tetapi bisa ditemani, bisa dirangkul, dan bisa dipeluk dalam sujud.
Untuk kamu yang merasa takut tanpa sebab, menangis tanpa alasan, atau merasa hancur tapi tak tahu kepada siapa harus berkata, buku ini hadir untuk mengingatkan:
Kamu tidak sendiri. Allah tidak pernah benar-benar pergi.
Tidak semua luka sembuh dengan waktu. Ada yang diam-diam menetap, mengendap, dan hidup di dalam diri—seperti trauma yang enggan pergi. Buku ini adalah perjalanan batin seseorang yang pernah “hancur”, namun dipaksa terlihat utuh. Tentang ketakutan tanpa sebab, tangisan tiba-tiba, dan rasa salah yang terus melekat. Tentang tubuh yang menjalani hari, tapi jiwanya tertinggal di masa lalu. Ini bukan buku yang menawarkan solusi instan. Ini adalah teman bagi kamu yang juga sedang merasa tidak baik-baik saja. Sebab dalam luka, ada Allah yang tetap setia menunggu untuk dijemput.Daftar Isi
PENDAHULUAN
Aku Masih di Sana, Meski Semua Sudah Berlalu ………………………………. vBAB 1 Hari Itu, Saat Dunia dalam Diriku Runtuh ……………………………………… 1
Hari Itu, Segalanya Retak dalam Sekejap ……………………………………. 3
Trauma Itu Menghentikan Waktu dalam Diriku ……………………………. 7
Aku yang Sebelum Hari Itu, Sudah Tidak Ada Lagi ……………………. 10
Dunia dalam Diriku Runtuh, tapi Allah Masih Menyisakan Iman …. 14
Saat Semua Berubah, Aku Tak Siap, tapi Allah Tahu Caranya ….. 18
Trauma Itu Menjauhkan Semua Orang, Termasuk Diriku Sendiri ……………………………………………………………………………….. 22
Hari Itu, Hidupku Tidak Lagi Milikku ………………………………………. 25
Sebelum Hari Itu, Aku Masih Punya Harapan …………………………. 29
Aku Tidak Runtuh Seketika, tapi Retaknya Tak Pernah Sembuh …………………………………………………………………………….. 32
Trauma Pertama, Jalan Sunyi Menuju Allah …………………………… 35BAB 2. Aku Tak Lagi Menyentuh Dunia dengan Cara yang Sama ……… 38
Aku Tak Lagi Menyentuh Dunia dengan Cara yang Sama ……… 41
Setelah Hari Itu, Aku Hidup dengan Luka yang Tidak Terlihat ………. 50
Dunia Masih Sama, tapi Aku Tidak Lagi Sama ……………………….. 54
Trauma Mengganti Mataku, Bukan Hanya Hidupku ……………………. 57
Setelah Trauma, Aku Belajar Bertahan di Dunia yang Tidak Aku Percaya Lagi …………………………………………………….. 61
Aku yang Baru Tercipta dari Reruntuhan Hari Itu ……………………. 65
Takut, Jauh, dan Mudah Terluka Itu Aku Setelah Hari Itu …………… 69
Kehidupan Setelah Luka: Ketika Dunia Tak Lagi Ramah …………….. 73
Aku Menyentuh Dunia Lewat Dinding Ketakutan ……………………… 77
Dunia Tak Pernah Berubah, tapi Aku Telah Hancur Sekali …………. 81BAB 3 Ketika Aku Tak Lagi Percaya pada Diriku Sendiri ……………………. 85
Tubuhku Baik-Baik Saja, tapi Jiwaku Tidak Percaya Itu …………….. 89
Aku Tak Lagi Mendengar Diriku, Apalagi Mempercayainya ………… 93
Takut Salah, Padahal Aku Tak Pernah Benar di Mataku Sendiri …… 97
Setiap Kata Ingin Keluar, tapi Aku Membungkamnya Sendiri ……. 101
Aku yang Diam Bukan karena Tidak Bisa, tapi karena Tak Lagi Yakin ….. 105
Menangis Tanpa Sebab, karena Luka Itu Terlalu Dalam untuk Dijelaskan ………………………………………………………………… 109
Ketika Kepercayaan Diri Mati, tapi Aku Masih Disuruh Bertahan ……………………………………………………………………… 113
Aku Menyusut dalam Diriku Sendiri …………………………………… 117
Rasa Salah Itu Menjadi Nafasku Sehari-Hari ……………………….. 122
Di Luar Aku Tenang, di Dalam Aku Pecah ……………………………. 126BAB 4 Ingatan yang Menghantui Tanpa Izin ………………………………….. 130
Aku Tidak Memanggilnya, tapi Ingatan Itu Datang Juga …………… 133
Masa Lalu Itu Masih Hidup dalam Tidurku …………………………… 136
Setiap Suara Bisa Menjadi Jerat untuk Jiwaku ………………………. 139
Ketika Masa Lalu Menjadi Penjara yang Tak Bisa Kulihat ………… 142
Aku Tertidur, tapi Tidak Pernah Benar-Benar Aman ………………. 146
Setiap Detik Bisa Membuka Luka yang Tak Pernah Sembuh ……… 149
Kenangan Itu Tidak Mati, Ia Bersembunyi di Kepalaku …………… 152
Ada Suatu Hari yang Selalu Mengikutiku, Bahkan Saat Aku Diam …………………………………………………………………………… 156
Trauma Itu Tidak Bernapas, tapi Aku Merasakannya Setiap Hari ……………………………………………………………………………….. 160BAB 5
Aku Tak Gila, Aku Terluka ……………………………………………… 164
Luka yang Tak Terlihat Itu Nyata …………………………………….. 168
Bukan Gila, tapi Butuh Ditolong ………………………………………. 171
Lemah Bukan Berarti Gagal: Luka Batin Bukan Aib ………………….. 175
Peran Lingkungan yang Tidak Memahami ……………………………… 178
Perluasan Pemahaman: Iman Tidak Meniadakan Perasaan ………….. 181
Langkah Kecil Menuju Pulih …………………………………………….. 184
Luka Tak Menjadikanku Gila, tapi Menjadikanku Lebih Dalam Memahami Hidup ……………………………………………………… 187BAB 6 Dalam Sujud Aku Menemukan Fragmen Diriku …………………………. 190
Sujud Itu Tidak Menyembuhkan Seketika, tapi Membuatku Bertahan …………………………………………………………………… 193
Ternyata Aku Masih Bisa Dicintai, Meski Retak ……………………… 197
Aku Tak Utuh, tapi Allah Tak Pernah Butuh Kesempurnaan ……….. 202
Di Tengah Gelisah, Aku Mendengar Nama-Nya Lebih Jelas ………… 205
Aku Menemukan Diriku di Tempat Paling Rendah: Sajdah …………. 208
Sujud yang Menampung Air Mataku dan Menyisakan Cahaya …….. 211
Mungkin Aku Masih Luka, tapi Kini Aku Tidak Sendirian …………… 214Ketika Tak Ada Lagi yang Kupeluk, Aku Mendekap Sajadah …………… 218
Allah Tidak Datang Saat Aku Sempurna, tapi Saat Aku Benar-Benar Butuh ………………………………………………………………………… 222
Bersujud, Bukan karena Kuat, tapi karena Hancur ……………………. 226BAB 7 Belajar Hidup Bersama Luka …………………………………………… 230
Luka Ini Tidak Pergi, tapi Aku Bisa Tetap Melangkah ……………….. 234
Aku Belajar Menjadi Rumah, Bahkan untuk Luka yang Tak Sembuh ……………………………………………………………………… 237
Luka Itu Ada, tapi Ia Bukan Aku ……………………………………….. 241
Bukan Move On, tapi Move With Bersama Luka dan Iman …………… 245
Aku Tidak Menunggu Luka Hilang untuk Hidup Kembali …………….. 250
Luka Ini Mungkin Tak Hilang, tapi Aku Tak Lagi Tersesat …………… 253
Ada Bagian dari Diriku yang Masih Luka, tapi Ada Juga yang Sudah Berdamai ……………………………………………………………………… 256
Hidupku Tidak Lagi tentang Luka Itu, tapi tentang Siapa Aku Sekarang ……………………………………………………………………… 259
Aku Membawa Luka Ini ke Dalam Doaku, Bukan Lagi ke Dalam Takdirku ………………………………………………………………………. 262
Allah Tidak Menyuruhku Melupakan, tapi Menyuruhku Bertahan ….. 265BAB 8
Saat Aku Tak Lagi Membenci Diriku Sendiri …………………………… 269Aku Tidak Sempurna, tapi Aku Tidak Lagi Membenci Itu …………….. 273
Mungkin Aku Pernah Rusak, tapi Aku Tak Lagi Layak Dibenci ………. 277
Aku Tidak Lagi Marah pada Diriku yang Pernah Tak Baik-Baik Saja …………………………………………………………………………. 281
Allah Mengampuni, Lalu Aku Belajar Mengampuni Diriku Sendiri ……………………………………………………………………. 285
Aku Belajar Merangkul Diriku, Seperti Aku Merangkul Orang Lain …………………………………………………………………………… 289
Diriku yang Luka Itu Juga Berusaha Bertahan ………………………… 293
Aku Boleh Melemah, tapi Aku Tak Layak Dibenci …………………….. 297
Mengampuni Diri Sendiri Adalah Doa yang Pelan tapi Dalam ………. 301
Setelah Semua yang Aku Lalui, Aku Berhak Dicintai oleh Diriku Sendiri ………………………………………………………………………… 305BAB 9 Hari Ini Aku Masih Takut, tapi Tidak Sendirian ……………………….. 309
Aku Masih Takut, tapi Kini Ada yang Menemani ………………………. 312
Ketakutanku Masih Ada, tapi Aku Tak Lagi Gelap Sendiri …………… 316
Hari Ini Aku Tak Sembuh Total, tapi Aku Punya Sandaran ………….. 320
Aku Tetap Goyah, tapi Ada Doa yang Menopang ………………………. 324
Ketakutan Itu Datang, tapi Tidak Lagi Mengalahkanku ………………. 328
Aku Pernah Sendirian dalam Gelap, Kini Aku Tak Lagi Perlu Berjuang Sendiri ……………………………………………………………………. 332
Aku Bertahan Hari Ini karena Seseorang Mengingatkanku pada Allah ………………………………………………………………………….. 336
Tak Selalu Kuat, tapi Kini Tak Lagi Sepi ………………………………. 340
Ada Ayat yang Menenangkanku, Ada Bahu yang Menguatkanku ……… 344
Hari Ini Aku Tak Lari dari Takut, tapi Berjalan Bersamanya, dengan Allah di Sisiku ……………………………………………………. 348PENUTUP Aku Mungkin Tak Akan Lupa, tapi Kini Aku Siap Hidup Lagi …………. 352
Profil Penulis ………………………………………………………………… 354
Daftar Pustaka ……………………………………………………………….. 355 -
-30%
ORENJI
Original price was: Rp144.500.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Senandika.za
ISBN : 978-634-97256-4-4
Jumlah Hlm : vi + 311 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Di bimbingan belajar sederhana bernama Pelita, Rid menjalani hidup yang tenang sebagai tentor. Hari-harinya berubah ketika Alesha hadir—seorang perempuan yang dikenal bukan lewat banyak kata, melainkan melalui perhatian-perhatian kecil yang sering luput dilihat orang lain.
Kedekatan mereka tumbuh perlahan, tanpa pernah benar-benar diberi nama. Namun di balik ketenangan Alesha, tersimpan luka keluarga yang membentuk caranya memahami rumah, kepercayaan, dan masa depan.
Ketika sebuah kesempatan besar menuntut Alesha memilih jalannya sendiri, Rid harus belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memintanya tetap tinggal.
Orenji adalah kisah romansa reflektif tentang ruang belajar, keluarga, luka yang disimpan dalam diam, serta keberanian untuk hadir, bertumbuh, dan melepaskan—meski hati belum sepenuhnya siap.
Daftar IsiPersembahan ………………………….. v
Daftar Isi ………………………….. vi
Episode 1- Sore yang Tidak Aku Pilih ………………………….. 1
Episode 2 – Mendekat ………………………….. 20
Episode 3 – Menjauh ………………………….. 40
Episode 4 – Di Luar Kendaliku ………………………….. 67
Episode 5 – Sebuah Prasangka ………………………….. 95
Episode 6 – Membekas di Kepala ………………………….. 133
Episode 7 – Yang Tak Pernah Terucap ………………………….. 157
Episode 8 – Sudah Terlalu Lama ………………………….. 194
Episode 9 – Kepingan Memori ………………………….. 235
Episode 10 – Sore yang Aku Pilih ………………………….. 274
Epilog ………………………….. 302
Tentang Penulis ………………………….. 311 -
-30%
HIRA STORIES Sebuah Dokumentasi Dewan Tongkrongan
Original price was: Rp100.000.Rp70.000Current price is: Rp70.000.Penulis :
Dirgantara Ibnu Zekan
ISBN : 978-634-97256-2-0
Jumlah Hlm : viii + 133 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Bagi sebagian orang, Hira mungkin hanyalah nama sebuah kafe. Namun bagi Nuntius, Blu, dan Sagio, Hira adalah tempat untuk pulang.
Tempat itu seolah memiliki nyawanya sendiri setiap kali Dewan Tongkrongan Suka-Suka berkumpul di sana. Ada tawa, obrolan receh, keluh kesah, pertemanan, kehilangan, dan berbagai kejadian kecil yang perlahan berubah menjadi cerita.
Hira Stories adalah dokumentasi tongkrongan yang dirangkai dalam mozaik-mozaik sederhana. Tentang orang-orang yang datang untuk minum kopi, mengerjakan tugas, menggambar, bermain gim, jatuh cinta, bertengkar, lalu tetap kembali ke tempat yang sama.
Selamat membaca. Semoga setiap mozaiknya membantu kalian menemukan tempat untuk pulang juga.
Daftar IsiDAFTAR ISI ……………………………………………………………….. v
Sedikit pembuka untuk para pembaca. …………………….. vii
MOZAIK 1 …………………………………………………………………. 1
Kisah 1 Awal kisah ………………………………………………… 2
Cerita 2 Nuntius dan Hira Cafe ……………………………… 8
Cerita 3 Blu dan Hira Cafe ……………………………………. 12
Cerita 4 Sagio Dan Hira ……………………………………….. 19
MOZAIK 2 ……………………………………………………………….. 24
Cerita 1 Teman Bl Yang “Imut dan
Lucu” …………………………………………………………………… 25
Cerita 2 Aku Capek pada dunia ………………………….. 30
Cerita 3 Akhirnya Aku Tahu ……………………………….. 37
Cerita 4 Kita tak akan kalah…………………………………. 45
MOZAIK 3 ……………………………………………………………….. 53
Cerita 1 Death Stranding ……………………………………… 54
Cerita 2 Naik Gunung Merbabu ………………………….. 62
Cerita 3 Quiz ……………………………………………………….. 69
Cerita 4 Putra dan Hira ……………………………………….. 74MOZAIK 4 ……………………………………………………………….. 78
Cerita 1 Manusia Favoritku ……………………………… 79
Cerita 2 Lembaran Baru Blu ……………………………… 87
Cerita 3 Mimpi Indah ……………………………………….. 93
Cerita 4 Aku Cinta Kau dan Dia ……………………… 100
MOZAIK 5 ……………………………………………………………… 106
Cerita 1 Blu dan Wae ……………………………………… 107
Cerita 2 Bismillah Hampers ……………………………. 113
Cerita 3 Kami Kecewa …………………………………….. 118
Cerita 4 Epilog ……………………………………………….. 126
TENTANG PENULIS ……………………………………………… 132 -
-30%
BAPAK & AYAH
Original price was: Rp116.500.Rp81.500Current price is: Rp81.500.Penulis :
ASHARI
ISBN : 978-634-97256-0-6
Jumlah Hlm : vi + 200 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Kisah tentang seorang anak yang tumbuh dalam bayang-bayang sosok ayah yang sederhana namun penuh makna. Sejak kecil, ia hidup bersama kenangan tentang seorang bapak yang bekerja keras sebagai seorang tukang bengkel di pelosok Indonesia. Sosok yang jarang banyak bicara, tetapi seluruh tindakannya menjadi bahasa cinta yang perlahan membentuk cara . memandang hidup, tanggung jawab, dan keluarga. Dalam perjalanan hidupnya, . merantau, membangun masa depan, dan menjadi seorang ayah, tanpa benar-benar menyadari bahwa luka dan cinta dari masa kecilnya masih terus mengalir dalam dirinya.
Hingga suatu malam, sebuah kabar duka memaksanya kembali ke kampung halaman. Perjalanan pulang yang penuh hambatan menjadi ruang refleksi yang mengguncang batinnya, mempertemukannya kembali dengan semua kenangan tentang sang bapak—dari kerasnya didikan, hangatnya perlindungan, hingga diam yang selama ini tak pernah ia pahami. Saat ia tiba, semuanya telah terlambat. Namun justru di tengah kehilangan itu, . menemukan makna terdalam tentang ayah, tentang menjadi anak, dan tentang bagaimana waktu tidak pernah benar-benar menghapus cinta, hanya mengubah bentuknya.
Daftar IsiDaftar Isi ……………………………………………………………………………………. iii
Prakata ……………………………………………………………………………………….. vi
“Awwwe depo moto!” ……………………………………………………………….. 1
GIGI KELINCI ………………………………………………………………………………. 7
TALIMPAU …………………………………………………………………………………. 15
SEPEDA MUSTANG …………………………………………………………………. 28
MITSUBISHI JETSTAR BERMESIN DAIHATSU ………………….. 40
KATARSIS DI BAWAH SELANG LAS …………………………………….. 50
ANGKATAN PERTAMA …………………………………………………………… 61
JANJI DAN PENGKHIANATAN ………………………………………………. 75
KARTU TARUHAN DI ATAS MEJA ……………………………………….. 86
DI UJUNG DEK EMPAT …………………………………………………………… 98
RUANG HERMENEUTIKA …………………………………………………… 102
MENITI JEMBATAN KATA DI KOTA GUDEG ……………………. 119
WARISAN PELAUT DAN JALAN KAPAS ……………………………. 123
MENATAP MUSUH LAMA DI RUANG SUNYI …………………… 127
LABIRIN PENUNDAAN DAN PUNCAK GELISAH ……………. 136
DI LERENG MERBABU ………………………………………………………… 149
TITIK BALIK DI BATAS PARU-PARU …………………………………. 155
KETIKA BAPAK TAK LAGI MEMILIKI KATA ……………………. 165
DERING PANGGILAN DARI SULAWESI ……………………………. 176
MOBIL PUTIH………………………………………………………………………… 188
Tentang Penulis …………………………………………………………………….. 198 -
-22%
MENAPAK JALAN MENUJU BAHAGIA
Original price was: Rp160.000.Rp125.000Current price is: Rp125.000.Penulis :
DR. Hj. Harijah Damis, M.H.
ISBN : 978-634-05-3741-3
Jumlah Hlm : x + 178 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Setiap manusia mendambakan kebahagiaan. Namun, benarkah kebahagiaan hanya diukur dari harta, jabatan, kesuksesan, atau kemewahan? Mengapa di tengah segala pencapaian, masih banyak hati yang merasa hampa, gelisah, bahkan kehilangan arah?
Menapak Jalan Menuju Bahagia mengajak pembaca memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak lahir dari apa yang dimiliki, melainkan dari cara seseorang memaknai kehidupan, menghadapi ujian, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Melalui pembahasan yang sistematis, penulis menguraikan hakikat bahagia, berbagai ukuran kebahagiaan, serta langkah-langkah membangun kehidupan yang penuh ketenangan, rasa syukur, dan makna.
Dengan memadukan perspektif agama, pengalaman praktik, nilai-nilai hukum keluarga, serta refleksi kehidupan sehari-hari, buku ini membahas pentingnya komunikasi, saling percaya, saling memahami, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Tidak hanya ditujukan bagi pasangan suami istri, buku ini juga menjadi bekal berharga bagi siapa saja yang sedang mempersiapkan kehidupan berkeluarga maupun mereka yang ingin menemukan ketenangan di tengah berbagai tantangan hidup.
Lebih dari sekadar membahas kebahagiaan, buku ini menjadi teman perjalanan untuk menapaki hidup dengan hati yang lebih lapang, penuh kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Sebab pada akhirnya, kebahagiaan bukanlah tujuan yang datang secara instan, melainkan perjalanan yang dibangun melalui iman, akhlak, dan pilihan-pilihan hidup yang bijaksana.
Daftar Isi
PRAKATA ……………………………………………………………………………….. v
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………….. vii
BAB I. Meraih Bahagia …………………………………………………….. 1
A. Arti Bahagia …………………………………………………………………. 1
B. Takaran Bahagia…………………………………………………………… 2
C. Membentuk Rumah Tangga Bahagia ………………………………. 8
D. Makna Rumah Tangga Sakinah Mawadah Wa Rahmah ….. 23
E. Memilih Pasangan Ideal ………………………………………………. 48
BAB 2. Kesedihan Melanda ………………………………………….. 77
A. Arti Sedih ………………………………………………………………….. 77
B. Menyikapi Kesedihan yang Melanda …………………………….. 80
C. Bangkit Dari Kesedihan ……………………………………………….. 81
D. Memahami Penderitan Sesama ……………………………………. 88
BAB 3 ……………………………………………………………………………………. 94
A. Mengikis Sedih, Meretas Bahagia ………………………………… 94
B. Menambah Iman, Memperbanyak Amal Saleh ………………. 95
C. Berfikir Positif ………………………………………………………….. 102
D. Berbuat Baik Terhadap Sesama Makhluk …………………….. 120
E. Sibuk Dengan Perkerjaan …………………………………………… 125
F. Memperbanyak Zikir …………………………………………………. 139
G. Berdo’a……………………………………………………………………. 143
BAB 4. ………………………………………………………………………………… 146
A. Memahami Makna Musibah Dalam Al-Qur’an……….. 146
B. Al-bala’ ……………………………………………………………………. 146
C. Musibah ………………………………………………………………….. 157
D. FITNAH ……………………………………………………………………. 160
E. Sikap Manusia Menghadapi Ujian ……………………………… 166
F. Mengapa Ujian Itu Ada ……………………………………………. 168
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 174
BIODATA PENULIS …………………………………………………………. 176
BIODATA EDITOR …………………………………………………………… 177 -
-30%
SETELAH SELAMANYA
Original price was: Rp141.000.Rp98.500Current price is: Rp98.500.Penulis :
Aspar Erik
ISBN : 978-634-05-3594-5
Jumlah Hlm : vi + 304 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Baskara adalah seorang fotografer komersial yang menghabiskan hari-harinya di balik lensa. Di penghujung usia dua puluhan, ia menikmati hidupnya yang tenang dan teratur, mengabadikan dunia lewat sudut pandang yang dingin dan profesional, sambil sesekali mengabaikan pertanyaan orang-orang terdekat tentang kapan ia akan benar-benar menetap.
Suatu ketika, galeri tempat Baskara bekerja mendapatkan proyek besar dari seorang kolektor untuk menggarap pameran visual berskala internasional. Kesempatan emas ini adalah momen yang telah lama ia nantikan. Namun, saat proses kurasi dimulai, proyek tersebut justru mempertemukannya dengan sosok yang mengusik keteraturan dunianya, seseorang yang memiliki frekuensi kuat, yang sanggup menyentuh ruang gelap di dalam hati Baskara.
Mampukah Baskara menyelesaikan proyek besar tersebut, atau justru bidikan lensanya kali ini menyerah pada sebuah pilihan, memberi tahu bahwa tidak semua yang pernah menjadi rumah, layak untuk ditinggali selamanya.
Daftar Isi
Daftar Isi………………………………………………………………………………..v
Prolog …………………………………………………………………………………… 1
Satu ………………………………………………………………………………………. 8
Dua……………………………………………………………………………………… 16
Tiga …………………………………………………………………………………….. 23
Empat …………………………………………………………………………………. 35
Lima ……………………………………………………………………………………. 45
Enam …………………………………………………………………………………… 71
Tujuh ………………………………………………………………………………….. 88
Delapan …………………………………………………………………………….. 100
Sembilan ……………………………………………………………………………. 114
Sepuluh …………………………………………………………………………….. 128
Sebelas ………………………………………………………………………………. 145
Dua Belas ………………………………………………………………………….. 159
Tiga Belas ………………………………………………………………………….. 176
Empat Belas ………………………………………………………………………. 189
Lima Belas …………………………………………………………………………. 201
Enam Belas ………………………………………………………………………… 217
Tujuh Belas ……………………………………………………………………….. 233
Delapan Belas ……………………………………………………………………. 247
Sembilan Belas ………………………………………………………………….. 258
Dua Puluh …………………………………………………………………………. 269
Dua Puluh Satu …………………………………………………………………. 281
Dua Puluh Dua …………………………………………………………………. 298
Kata Penulis ………………………………………………………………………. 303 -
-30%
SERAT SEKAR
Original price was: Rp120.000.Rp84.000Current price is: Rp84.000.Penulis :
Muhammad Mu’afa
ISBN : 978-634-97256-7-5
Jumlah Hlm : viii + 210 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Menceritakan perjalanan hidup dari Nawang Wulan anak dari seorang Ki besar dari Daha yang dinikahkan dengan metode perjodohan oleh Putra Bupati dari Barat bernama Wiranegara, berlatarkan era kolonialisme penjajahan orang kulit putih. Sekar merupakan anak kedua dari mereka yang hidup dari bayang bayang ketakutan oleh laki laki terdekatnya yang bersifat tak semestinya dengan budaya patriarkisme yang kental, maka Sekar berusaha menjadikan dirinya dan ibunya sebagai wanita tangguh dengan terpaan badai budaya yang menerpa keluarganya sampai pada akhirnya Sekar bertemu Raden Mas Joyosentiko yang mengubah pola pandang pemikirannya bahwa tak semua laki laki yang berada di dekatnya akan selalu seperti itu.
Daftar Isi
Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……. iv
Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ……………………. vi
Prolog ………………………….. ………………………….. ………………………….. …………. 1
I. Daha ………………………….. ………………………….. ………………………….. …… 4
II. Alun Alun Kadipaten ………………………….. ………………………….. …. 16
III. Hutan Jati ………………………….. ………………………….. …………………….. 27
IV. Sekembalinya Dari Daha ………………………….. ………………………. 42
V. Di Balik Angka Angka Kotor ………………………….. …………………. 50
VI. Surat Di Balik Malam ………………………….. ………………………….. …. 54
VII. Melawan Arus ………………………….. ………………………….. …………….. 59
VIII. Badai Ruang Pendopo ………………………….. ………………………….. 68
IX. Kehidupan Pesantren ………………………….. ………………………….. .. 77
X. Di Satukan ………………………….. ………………………….. …………………… 96
XI. Penghinaan Didepan Pendopo ………………………….. ………… 110
XII. Kadipaten Di Timur Daha………………………….. …………………… 118
XIII. Kang Mas ………………………….. ………………………….. ………………….. 150
XIV. Bayang Bayang Kelahiranku ………………………….. ……………… 166
XV. Hancur 1 Untuk Tumbuh 1000 ………………………….. …………. 195
Tentang Penulis ………………………….. ………………………….. ……………….. 208