-
-30%
SEBUAH NOVEL BIDAN FATIMAH
Original price was: Rp117.500.Rp82.000Current price is: Rp82.000.Penulis :
Rusman Latief
ISBN : 978-634-97353-9-1
Jumlah Hlm : viii + 199 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Sejak kecil, Fatimah menyimpan satu cita-cita: menjadi seorang bidan.
Kepergian ibunya saat melahirkan adiknya menjadi luka yang tidak pernah benar-benar hilang. Namun, dari luka itu pula tumbuh tekad untuk membantu perempuan lain agar tidak mengalami nasib seperti ibunya.
Perjalanan menuju cita-cita tidak mudah. Fatimah harus meninggalkan kampung, hidup sederhana di kota, bekerja sambil kuliah, menghadapi keterbatasan ekonomi, kehilangan, dan berbagai pilihan yang menguji keteguhan hatinya.
Ia belajar bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Menjadi seorang bidan bukan sekadar memiliki pekerjaan, tetapi tentang hadir ketika seseorang membutuhkan pertolongan.
Bidan Fatimah adalah kisah tentang seorang perempuan sederhana yang memilih untuk terus melangkah, meskipun jalan di hadapannya tidak selalu mudah.
Sebuah cerita tentang kehilangan, perjuangan, keluarga, cinta, dan pengabdian serta tentang bagaimana sebuah cita-cita dapat menemukan maknanya ketika menjadi manfaat bagi orang lain.Daftar Isi
KREDO SATU JALAN YANG TIDAK DIPILIH.. 1
KREDO DUA LAMARAN DAN KEBERANGKATAN.. 19
KREDO TIGA KOTA YANG TIDAK RAMAH.. 34
KREDO LIMA KETIKA ZAINAB PERGI 68
KREDO ENAM CINTA YANG TUMBUH DIAM-DIAM… 85
KREDO TUJUH KETIKA KELUARGA MEMANGGIL. 102
KREDO DELAPAN YANG PERGI SATU PER SATU.. 120
KREDO SEMBILAN TUJUH MALAM DAN UTANG.. 138
KREDO SEPULUH PILIHAN FATIMAH.. 162
-
-30%
LOW PROFILE HYPER EXPOSURE Menjadi Pribadi Rendah Hati dengan Peluang yang Berlebihan
Original price was: Rp116.000.Rp81.000Current price is: Rp81.000.Penulis :
HADID AULIA
ISBN : 978-634-97353-6-0
Jumlah Hlm : ix + 185 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Apresiasi dan validasi, keduanya semestinya berjalan berdampingan. Validasi terhadap sesuatu hal, dan apresiasi dalam bentuk perayaan, sesekali boleh dilakukan, namun tidak berlebihan. Pribadi Low Profile tidak akan meminta validasi atas usaha yang telah dilakukan. Pribadi ini tidak perlu perayaan atas keberhasilan, karena keberhasilan itulah esensi dari sebuah perayaan.
Eksposur hadir karena ada potensi, di mana potensi itu berasal dan ada pada dirimu. Aku yakin kamu memiliki potensi yang mungkin tidak aku miliki. Sadari akan hal itu, dan jangan ada rasa takut ketika peluang datang menghampirimu. Mulai berani untuk bersikap dan tentukan pilihan. Percayalah, bahwa kemampuan yang dimiliki dan dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat, akan berbuah manis kemudian. Peluang yang datang senantiasa harus dioptimalkan dengan baik.
Lakukan apa yang kamu do’a-kan, dan do’a-kan apa yang kamu lakukan. Yakin bahwa apa yang sudah menjadi rencana kelak akan terlaksana. Kemudian diiringi dengan doa baik yang menyertai di dalamnya. Karena sejatinya setiap usaha yang dilakukan, akan menuai hasil kemudian.
Daftar Isi
Prakata. viii
Bagian I: LOW PROFILE HYPER EXPOSUR. 1Bagian II: 7 PRIORITAS/3 BESAR. 54
3 BESAR : KELUARGA, PEKERJAAN, PASANGAN.. 85
-
-31%
LOGIKA YANG TERLUPA
Original price was: Rp108.000.Rp75.000Current price is: Rp75.000.Penulis :
Febrian Wahyu
ISBN :Jumlah Hlm : x + 157 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Sering kali manusia terkurung dalam jendela pandangnya sendiri. Ia begitu lama menatap satu arah, hingga lupa bahwa kehidupan menyimpan banyak sisi yang belum sempat dipandang. Ketika pandangan menyempit, langkah pun mudah kehilangan arah. Keputusan lahir tergesa, persoalan kecil menjelma besar, sementara makna yang sesungguhnya dekat justru terlewat begitu saja. Padahal, satu peristiwa dapat menyimpan ribuan tafsir. Baik dan buruknya sering kali bergantung pada dari mana kita memilih untuk memandangnya.
Ada manusia yang runtuh hanya karena satu persoalan kecil. Ada pula yang tetap berdiri meski hidup berkali-kali menghantamnya dengan gelombang yang besar. Sebab kekuatan manusia tidak selalu ditentukan oleh beratnya ujian, melainkan oleh bagaimana pikiran memberi arti pada setiap kejadian. Pikiran adalah ruang tempat kenyataan diolah, luka diterjemahkan, dan harapan dilahirkan. Namun ketika logika kehilangan arah dan motivasi tumbuh dari tempat yang keliru, pikiran yang seharusnya menjadi penuntun justru dapat membawa manusia tersesat dalam kehidupannya sendiri.
Buku ini mengajak pembaca untuk melihat kehidupan melalui jendela yang berbeda. Bukan untuk menyangkal kenyataan, melainkan untuk menemukan makna yang mungkin tersembunyi di baliknya. Setiap peristiwa akan diajak berbicara dengan logika yang jernih, direnungkan dengan hati yang tenang, lalu dipetik pelajarannya sebagai bekal perjalanan.
Sebab barangkali, yang membuat hidup terasa berbeda bukanlah perubahan pada apa yang kita jalani, melainkan perubahan pada cara kita memaknainya.
Daftar Isi
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vii
Bab 1 — Rezeki Tak Pernah Salah Membagi 1
Bab 2 — Selama Napas Masih Ada 5
Bab 3 — Hidup yang Kau Keluhkan, Mungkin
Sedang Diimpikan 9
Bab 4 — Sibuk Menilai, Lupa Bercermin 12
Bab 5 — Bahagia Tidak Menunggu Kita Kaya 16
Bab 6 — Waktu Hanya Datang Sekali 20
Bab 7 — Jangan Menunggu Hidup Menjadi
Penyesalan 24
Bab 8 — Dendam yang Diam -Diam Menyakiti
Pemiliknya 28
Bab 9 — Jangan Menebak Isi dari Kulitnya 31
Bab 10 — Gagasan yang Tak Dilahirkan
Akan Mati 35
Bab 11 — Anak Bukan Sekadar Penerus, tetapi
Penyempurna 38
Bab 12 — Selama Jantung Itu Masih Berdetak 43
Bab 13 — Lebih Baik Lelah karena Berjuang 47
Bab 14 — Satu Noda Jangan Menutupi Seribu
Cahaya 52
Bab 15 — Sebelum Melukai, Tempatkan Dirimu di
Posisinya 57
Bab 16 — Ketika Kehendak Kita Bukan
Kehendak -Nya 63
Bab 17 — Rezeki Butuh Jalan untuk Mengalir 70
Bab 18 — Jangan Menjadi Tawanan Masa Lalu 77
Bab 19 — Berhenti Mencari, Mulailah Menjaga 82
Bab 20 — Kesuksesan Tidak Punya Satu Ukuran 87
Bab 21 — Cintailah Manusianya,
Bukan “Pakaiannya” 92
Bab 22 — Kepastian yang Kerap Kita Lupakan 96
Bab 23 — Menikah Bukan Lowongan Kerja 99
Bab 24 — Sedekah, Investasi yang Tak Pernah
Rugi 102
Bab 25 — Tak Ada yang Benar -Benar Sia-Sia 106
Bab 26 — Ketika Cinta dan Benci Kehilangan
Batas 110
Bab 27 — Ingat Kebaikannya, Redakan
Amarahmu 114
Bab 28 — Jangan Titipkan Seluruh Harap pada
Manusia 118
Bab 29 — Tak Ada yang Tertinggal di Jalannya
Sendiri 122
Bab 30 — Saat Tuhan Membiarkan Kita
Belajar Jatuh 126
Bab 31 — Yang Terlihat Belum Tentu yang
Terasa 130
Bab 32 — Kita Memilih Sebab, Akibat yang
Menjawab 133
Bab 33 — Membeli Fungsi, Bukan Gengsi 137
Bab 34 — Panjang Perjalanan Bergantung Cara
Kita Menikmatinya 141
Bab 35 — Kita Sering Mengerti Setelah
Kehilangan 145
Bab 36 — Selama Masih Ada Lembar yang
Kosong 149
Bab 37 — Jangan Remehkan Kerikil Kecil 152
Tentang Penulis 155 -
-30%
ADA LUTUNG DEPAN PINTU
Original price was: Rp103.000.Rp72.000Current price is: Rp72.000.Penulis :
Faaqih Irfan Djaelani
ISBN : 978-634-97353-4-6Jumlah Hlm : viii + 139 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Ada Lutung Depan Pintu mengisahkan Rudito, seorang pensiunan jenderal yang tinggal di rumah besar di hutan Priangan. Setiap malam, ia diteror oleh gerombolan lutung menyeramkan yang dipimpin oleh Kadita dari Laut Selatan yang menjelma menjadi kuntilanak. Teror ini merupakan pembalasan atas masa lalu Rudito yang pernah membantai warga Karang Mekar demi pembangunan bendungan, termasuk menyiksa seorang aktivis bernama Kang Arga.
Melalui mimpi, sosok Nyi Pohaci mendesak Rudito untuk mengakui dosanya. Rudito akhirnya mengaku kepada perawat barunya, Lisa, tetapi ia sama sekali tidak merasa menyesal. Anehnya, Lisa justru bersimpati dan jatuh cinta pada Rudito. Hal ini memicu konflik dengan perawat lain, Nuwi, yang memperingatkan Lisa untuk tahu batasan.
Identitas asli mereka akhirnya terungkap saat gerombolan lutung datang untuk mencabut nyawa Rudito atas perintah Sunan Ambu dan Batara Guru. Lisa ternyata adalah Nyi Pohaci, sedangkan Nuwi adalah Dewi Sri. Saat Lisa mencoba melindungi Rudito, rasa cintanya justru diserap oleh sang jenderal.
Rudito yang kembali kuat berubah wujud menjadi Aul (makhluk menyerupai werewolf). Pertarungan sengit pecah. Aul berhasil membunuh para bidadari dan makhluk mistis lainnya. Melihat kekacauan ini, Batara Guru turun tangan dan mengubah para lutung menjadi Maung (harimau). Gerombolan Maung ini akhirnya berhasil mengalahkan Aul. Di akhir kisah, Nyi Pohaci dikutuk oleh Batara Guru menjadi tokek putih akibat kesalahannya.Daftar Isi
Ada Lutung Depan Pintu ………………………….. ………………………….. .. iii
Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. … v
Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ……………….. vii
Cerita Lisa Minarti ………………………….. ………………………….. ……………. 1
SATU ………………………….. ………………………….. ………………………….. …. 2
DUA ………………………….. ………………………….. ………………………….. ….. 6
TIGA ………………………….. ………………………….. ………………………….. … 13
EMPAT ………………………….. ………………………….. …………………………. 23
Cerita Mereka ………………………….. ………………………….. ………………….. 33
Nuwiyah Andini ………………………….. ………………………….. …………. 34
Mak Jelek ………………………….. ………………………….. ……………………. 43
Ardiansyah ………………………….. ………………………….. …………………. 52
Cerita Pak Rudito………………………….. ………………………….. ……………. 61
Cerita Masa Lalu ………………………….. ………………………….. ……………… 79
Cerita Lisa Minarti Lagi ………………………….. ………………………….. … 101
LIMA ………………………….. ………………………….. …………………………. 102
ENAM ………………………….. ………………………….. ……………………….. 105
Cerita Dewi Sri ………………………….. ………………………….. ………………. 109
Cerita Nyi Pohaci ………………………….. ………………………….. ………….. 113
SATU ………………………….. ………………………….. ………………………. 114
DUA ………………………….. ………………………….. ……………………….. 119
Pertarungan ………………………….. ………………………….. ………………….. 122
Epilog ………………………….. ………………………….. ………………………….. … 132
Daftar Makhluk dan tempat mitologis dalam cerita ……….. 135
Tentang Penulis ………………………….. ………………………….. ……………. 138 -
-30%
DYAH WIYAT
Original price was: Rp140.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.Penulis :
Rini Sulfatunn
ISBN : 978-634-97353-5-3
Jumlah Hlm : viii + 289 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Bagaimana jadinya jika kamu tiba-tiba terlempar pada masa lalu, pada kehidupan yang sangat berbeda dari hidupmu saat ini? Kamu berusaha menjalani kehidupan itu tanpa orang-orang disekelilingmu ada yang tahu kalau ternyata kamu berasal dari masa yang berbeda. Seperti itulah hidup yang aku jalani.
Ini kisahku, seorang Mahasiswi yang tidak sengaja dipilih oleh semesta untuk melakukan Time Travel ke zaman Kerajaan Majapahit. Perjalanan rahasia dengan berjuta teka-teki dan pelajaran hidup yang juga banyak dipeluk oleh kisah-kisah yang jarang diketahui banyak orang.
Aku sadar, ada sesuatu yang tidak harus sepenuhnya dimiliki, terkadang cukup untuk diceritakan saja. Dan sekarang aku akan membagikan kisahku kepada kalian.
Selamat membaca, semoga setelah membaca cerita ini, kamu semakin bersyukur dengan hidupmu.Daftar Isi
Ucapan Terimakasih ……………………………………………………….. v
Daftar Isi ………………………………………………………………………. vii
Penggal Pertama. …………………………………………………………….. 1
Penggal Kedua ………………………………………………………………. 16
Penggal Ketiga ………………………………………………………………. 30
Penggal Keempat …………………………………………………………. 52
Penggal Kelima ……………………………………………………………. 112
Penggal Keenam ………………………………………………………….. 134
Penggal Ketujuh ………………………………………………………….. 156
Penggal Kedelapan ………………………………………………………. 170
Penggal kesembilan ……………………………………………………… 176
Penggal Kesepuluh ……………………………………………………… 187
Penggal Kesebelas ……………………………………………………….. 197
Penggal Keduabelas …………………………………………………….. 202
Penggal Ketigabelas …………………………………………………….. 206
Penggal Keempatbelas ………………………………………………… 215
Penggal Kelimabelas ……………………………………………………. 227
Penggal Keenambelas ………………………………………………….. 235
Penggal Ketujuhbelas ………………………………………………….. 246
Penggal Kedelapanbelas ………………………………………………. 266
Penggal Kesembilanbelas …………………………………………….. 279
Tentang Penulis …………………………………………………………… 288 -
-31%
SKANDAL DI RUANG TUHAN
Original price was: Rp118.000.Rp82.000Current price is: Rp82.000.Penulis :
Yoga Adiansah Nasir
Editor :
Rasyid Alhafizh
ISBN : 978-634-97353-3-9Jumlah Hlm : x+195 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Penderitaan manusia bukanlah panggung, air mata bukanlah komoditas, dan kepercayaan bukanlah kesempatan untuk mencari keuntungan. Kita boleh menangis melihat luka orang lain, kita boleh mengulurkan tangan. Tapi ingat, jangan pernah mematikan akal hanya karena hati sedang tersentuh.
Daftar IsiPESAN… …………………………………………………………………………….. v
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. vi
PROLOG …………………………………………………………………………….. ix
AIR MATA DI UJUNG TASBIH ……………………………………………. 1
LORONG SUNYI SILAM …………………………………………………….. 8
SEDEKAH DAN KAMERA …………………………………………………. 16
ORANG-ORANG BERWAJAH SURGA ……………………………… 26
HARGA SEBUAH SUJUD ………………………………………………….. 36
ALGORITMA KESEDIHAN ……………………………………………….. 45
PANGGUNG TANPA TUHAN ……………………………………………. 54
BUKU CATATAN ABADI …………………………………………………. 61
KOTAK AMAL DIGITAL ………………………………………………….. 70
MASJID DAN MONITOR…………………………………………………… 78
GRAFIK BELAS KASIHAN ……………………………………………….. 83
AYAT-AYAT YANG DIPASARKAN ………………………………….. 89
ISAK TANGIS KAMERA …………………………………………………… 95
MALAIKAT DI BROSUR …………………………………………………. 102
SEDEKAH YANG HILANG ……………………………………………… 110
PABRIK DUKA FANA …………………………………………………….. 118
TIRAI PENYEMBUNYI LUKA…………………………………………. 125
SERVER RAHASIA ………………………………………………………….. 131
LAPORAN MEJA KOSONG …………………………………………….. 136
MEREKA YANG BUTA …………………………………………………… 143
DOA YANG DIPOTONG PAJAK ……………………………………… 150
TANGAN BERSARUNG PUTIH……………………………………….. 157
RUANG RAPAT TANPA JENDELA …………………………………. 163
CATATAN AMAL RAIB ………………………………………………….. 169
SEMUA TOPENG MULAI RUSAK …………………………………… 176
JALAN PULANG HATI ……………………………………………………. 183
EPILOG ……………………………………………………………………………. 191 -
-30%
JEJAK CAHAYA DI LANGIT ISTANBUL
Original price was: Rp116.000.Rp81.000Current price is: Rp81.000.Penulis :
Dzikru Izzuddin
ISBN : 978-634-97353-2-2
Jumlah Hlm : x+192 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Amin tumbuh sebagai anak yang merasa tidak memiliki masa depan. Di sekolah, ia dikenal lambat memahami pelajaran, sering diremehkan, dan tidak pernah merasa memiliki sesuatu yang istimewa.
Hingga sebuah keputusan membawanya meninggalkan Lombok menuju sebuah pesantren di tanah Jawa. Di sana, Amin kembali berhadapan dengan kegagalan, rasa minder, kerinduan, dan perjuangan yang berkali-kali membuatnya ingin menyerah.
Namun, dari tempat yang awalnya ia benci, Amin justru menemukan cahaya dalam hidupnya: Al-Qur’an, persahabatan, cinta, dan sebuah mimpi untuk menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus melihat Istanbul.
Perjalanan menuju mimpi itu tidak mudah. Ada kehilangan, pengorbanan, dan luka yang harus ia lewati. Hingga bertahun-tahun kemudian, kesempatan menuju Istanbul akhirnya datang.
Namun, Amin mulai menyadari bahwa mungkin perjalanan panjang itu bukan sekadar tentang mencapai sebuah kota, melainkan tentang menemukan cahaya, menerima takdir, dan memahami tujuan sebenarnya dari setiap langkah yang telah ia lalui.
Jejak Cahaya di Langit Istanbul adalah kisah tentang perjuangan, Al-Qur’an, persahabatan, cinta, kehilangan, dan keyakinan bahwa tidak ada perjalanan yang sia-sia ketika seseorang memilih untuk terus melangkah.
“Setiap jiwa berjalan di atas takdir yang telah Allah tetapkan. Tak ada yang tertukar, tak ada yang sia-sia. Maka melangkahlah dengan semangat dan senyuman. Simpanlah lukamu dalam diam, sebab ada rahasia yang tak perlu diketahui manusia cukup Rabb yang paling dalam memahami dan mendengar isi hatimu. Tenanglah, sebab setelah setiap kesulitan selalu ada jalan yang Allah siapkan, dan setelah setiap air mata selalu ada ketenangan yang menanti.”_Dzikru Izzuddin
Daftar IsiKATA PENGANTAR ……………………………………………………. v
MIMPI YANG MENGETUK PINTU …………………………………. vii
ANAK YANG TAK DIANGGAP MAMPU ……………………………… 1
LAUT YANG MENGAJARKAN KEHIDUPAN ………………………… 11
KEHIDUPAN BARU DI PESANTREN ………………………………… 23
SEPULUH AYAT DAN SERIBU PERJUANGAN …………………….. 41
KETIKA KEJUJURAN TIDAK DIDENGAR ………………………….. 54
PERTEMUAN YANG MENGGETARKAN HATI …………………….. 67
KETIKA BAHASA MENJADI UJIAN ………………………………….. 77
KETIKA LANGIT TERASA GELAP …………………………………….. 85
KETIKA ALLAH MENJAGA KEKASIHNYA …………………………. 96
HARI PENJENGUKAN ………………………………………………………. 102
KETIKA FAJAR MULAI MENYINGSING …………………………….. 110
JALAN YANG TAK TERLIHAT ………………………………………….. 119
MUSHAF DI LACI AYAH ………………………………………………….. 127
LANGIT YANG TAK SELALU BIRU ……………………………………. 137
MIMPI YANG KEMBALI MENGETUK ………………………………… 149
KETIKA HATI MENCARI TEMPAT PULANG ……………………… 157
AYAT TERAKHIR DAN CINTA YANG TAK PERNAH TERUCAP … 166
TERAKHIR JALAN YANG TAK TERLIHAT ………………………….. 172
PROFIL PENULIS …………………………………………………………….. 180
-
-30%
MOZAIK JEJAK PENDIDIK Antologi Karya dan Refleksi Para Pendidik
Original price was: Rp122.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
Guru-Guru MTsN 22 Jakarta Timur
QRCBN : 62-9885-4589-245
Jumlah Hlm : xii + 211 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
MOZAIK JEJAK PENDIDIK adalah antologi yang merangkai pengalaman, pemikiran, dan refleksi para pendidik dalam menjalankan peran mulia mereka.
Buku ini menghadirkan beragam tulisan yang lahir dari ruang kelas, dari interaksi dengan peserta didik, dari tantangan yang dihadapi, serta dari harapan untuk pendidikan yang lebih baik.
Setiap tulisan ibarat kepingan mozaik-berbeda warna, berbeda bentuk, namun ketika disatukan membentuk sebuah gambaran besar tentang dedikasi, cinta, dan ketulusan para pendidik.
Semoga buku ini menjadi inspirasi, pengingat, dan penyemangat bagi kita semua untuk terus menapaki jejak kebaikan dalam dunia pendidikan.
Karena dari jejak kecil seorang guru,
lahir perubahan besar bagi dunia.
Daftar IsiKATA PENGANTAR ………………………………………………………………. i
KATA SAMBUTAN KEPALA MADRASAH …………………………. vii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………. ix
Dari Adaptasi Menuju Inovasi: Lembaran Pertama Cerita di MTsN
22 Jakarta Timur ……………………………………………………………………… 1
Syarif Cecep, ST
Ketika Ketegasan Menjadi Bahasa Cinta ……………………………………. 9
Haryanti, M.Pd
Kukira Cupu, Ternyata Suhu …………………………………………………… 14
Retno Widyastuti, S.Pt, M.Pd.
Dilema Pemilihan Platform Asesmen ……………………………………….. 20
Sukarji, S.Pd. M.M
Guru yang Belajar dari Muridnya …………………………………………….. 25
Ilham Mu’afa, S.Pd
Olahraga Bermakna, Karakter Terbina ……………………………………… 31
Dewi Sumarsih, S.Pd
Ketika “Mengambek” Menjadi Bentuk Protes Seorang
Siswa Kelas 8 ……………………………………………………………………….. 37
Jamilah, M.Pd
Suara Hening Di Sudut Kelas ………………………………………………….. 42
Putri Ramadani, S.Si
Menyulam Dinamika di Ruang Kelas dan Ruang Kesiswaan ………. 48
Ammar Suhada Djamain, S.Pd
Perjuangan Seorang Anak Bernama Vada …………………………………. 53
Dra. Wahyuningsih, M.Pd
Simbol Malaikat Baik …………………………………………………………….. 59
Arifah Halimi Ramadhan, S.Pd.I
Merajut Rantai Adab di Ruang Kelas ……………………………………….. 65
Eva Novi Yulianti, S.Pd
Garis Lapangan MTsN 22 JAKARTA: 23 Tahun Dedikasi Tanpa
Henti ……………………………………………………………………………………. 71
Ahmad Buhori, S.Pd
Jejak Pengabdian Guru IPA …………………………………………………….. 80
Sri Purwanti, M.Pd
Tiba- Tiba Teman Ku Pergi …………………………………………………….. 86
Yusmawati, S.Pd
Langit Tidak Pernah Memilih Bintang ……………………………………… 92
Abdul Hasbi Mudzakir, S.Pd
Logika Sunyi di Barisan Kode…………………………………………………. 98
Tipla Daniati, S.Pd
Merangkai Harapan dari Ruang BK ……………………………………….. 104
Ulya Qithi Rachmani, S.Pd
Rahasia di Balik Kebun Madrasah …………………………………………. 110
Diana Widyosari, M.Pd
Takdir yang Tak Pernah Kusangka ………………………………………… 116
Arif, S.Pd
Di Balik Bisu Anak Sulung …………………………………………………… 122
Nurwihda Ahdiyati Nuri, S.S
Pengalaman Adalah Guru, Guru Adalah Pengalaman ……………….. 127
Maulana Ainurrahman, S.Pd
Pasar Gelap di Baris Ketiga …………………………………………………… 133
Petti Supriani, S.Pd
Bertambah Bertumbuh ………………………………………………………….. 138
Ajen Jaenudin, M.Ag
Panggilan “Umi”, “Umma”, dan “Mami” di Ruang Kelas MTsN 22
Jakarta ………………………………………………………………………………… 146
Meilida Azizah Rahman, S.S
Guru Dua Dunia ………………………………………………………………….. 153
Nur Azizah, S.Ag
Bayang – Bayang Ketakutan Mesti ………………………………………… 158
Nur Jannah, S.Pd
Dari Helpdesk ke Hati Siswa …………………………………………………. 165
Muhammad Zulfikar, S.Pd
Mengukir Karakter di Bawah Naungan Tri Satya dan
Dasa Darma ………………………………………………………………………… 172
Hadi Rianto, S.Pd
Meneladani Sejarah Mendidik Generasi ………………………………….. 178
Siti Nurkholifah, S.Pd.I
Runtuhnya Pembatas ……………………………………………………………. 184
Atikah Suhaini, M.Pd
Di Balik Pintu Kelas, Tumbuh Cinta Al-Qur’an ……………………….. 190
Munah, S.Pd.I
Berpolitik di Ruang Kelas : Sebuah Refleksi Antara Panggung Kelas
dan Nilai Ujian ……………………………………………………………………. 195
Isnaeni Cahyaningrum, S.Pd
Di Balik Lensa Yang Belum Terpanggil …………………………………. 200
Intan Nurul Qolbi, S.Pd
Menyapa Bayang di Cermin Remaja ………………………………………. 206
Hani Jihan Salsabila, S.Psi -
-30%
MING YEN : Ketika Cinta Menemukan Cahaya
Original price was: Rp106.000.Rp74.000Current price is: Rp74.000.Penulis :
Ardian Permana
ISBN : 978-634-97353-1-5
Jumlah Hlm : xiv + 148 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Ming Yen: Ketika Cinta Menemukan Cahaya karya Ardian Permana mengisahkan pertemuan dan kisah kasih Yan, seorang muslim keturunan Tionghoa Singkawang, dengan Ming Yen (Handriyani), perempuan Tionghoa Nasrani. Keduanya meyakini bahwa “akar yang berbeda dapat tumbuh di tanah yang sama”, tetapi hubungan mereka kemudian diuji oleh perbedaan keyakinan dan penolakan ibunda Ming Yen yang dibayangi pengalaman pahit masa lalu.
Di tengah pergulatan itu, Ming Yen tampil sebagai sosok yang tulus, Yan sebagai pribadi yang setia dan penuh penghormatan, sementara sang ibu menjadi gambaran tentang bagaimana luka masa lalu dapat menjelma menjadi ketakutan terhadap masa depan.
Dengan alur yang mengalir, deskripsi yang kaya, serta metafora yang puitis, Ardian Permana menjadikan isi novel ini lebih dari sekadar kisah percintaan. Akar dan tanah menjadi simbol identitas dan kemungkinan hidup bersama, sementara langit yang berbeda menggambarkan keyakinan yang akhirnya menjadi batas.
Ming Yen adalah kisah tentang cinta yang menemukan cahaya: cinta yang tidak berakhir dengan memiliki, tetapi tetap meninggalkan terang, kenangan, dan makna dalam perjalanan hidup sang pujaan hati.
(Untung Yuwono, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia)
Benarkah cinta itu misteri? Benarkah cinta tak harus memiliki?
Lewat gaya cerita yang lugas, simple, dan puitis, saya dibuat cepat penasaran dengan kelanjutan cerita di tiap bab. Konflik tentang “perbedaan” dua insan ternyata bukan sekadar drama.
Haruskah cinta dipertahankan? Ataukah harus direlakan?(Wulan, Editor. Founder Klub Pena)
Daftar IsiPengantar Penerbit ………………………….. vii
Terima Kasih ………………………….. ix
Daftar Isi ………………………….. xiiBab 1 Langit di Kampus Sastra ………………………….. 1
Bab 2 Gadis dari Pecinan ………………………….. 7
Bab 3 Janji di Taman Ismail Marzuki ………………………….. 15
Bab 4 DI Antara Waktu dan Doa ………………………….. 25
Bab 5 Tentang Asal dan Akar yang Tak Selalu Terlihat ………………………….. 31
Bab 6 Langkah ke Gang yang Dipenuhi Wangi Hio ………………………….. 41
Bab 7 Di Bawah Langit Senayan dan Debur Ombak Pantai Ancol ………………………….. 50
Bab 8 Salam yang Menggetarkan Sunyi ………………………….. 57
Bab 9 Di Balik Rahasia yang Mereka Jaga ………………………….. 65
Bab 10 Pilihan yang Mematahkan Langit di Dalam Dada ………………………….. 72
Bab 11 Di Ambang Keputusan Langit ………………………….. 79
Bab 12 Di Bawah Langit Gajah Mada ………………………….. 87
Bab 13 Waktu untuk Membuktikan ………………………….. 93
Bab 14 Kehangatan yang Tumbuh di Rumah Sederhana ………………………….. 99
Bab 15 Di Antara Dua Langit ………………………….. 105
Bab 16 Di Ambang Perpisahan ………………………….. 111
Bab 17 Dua Luka yang Tak Saling Sembuh ………………………….. 119
Bab 18 Pertunangan yang Sunyi ………………………….. 125
Bab 19 Senja di Gajah Mada ………………………….. 132Epilog Untuk Hadriyani ………………………….. 140
Profil Penulis ………………………….. 144 -
-30%
MATI KETAWA CARA GEN Z Kumpulan Anekdot dari Lahir Sampai Akhirat
Original price was: Rp200.000.Rp140.000Current price is: Rp140.000.Penulis :
Dudik Kocak
ISBN : 978-634-97353-0-8
Jumlah Hlm : x + 114 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Empat dekade lalu, “Mati Ketawa Cara Rusia” menghimpun lelucon-lelucon rakyat Soviet sebagai media menertawakan rezim yang mengekang. Kini, giliran generasi yang tumbuh besar dengan notifikasi dan validasi digital yang mendapat gilirannya sendiri.
“Mati Ketawa Cara Gen Z” adalah kumpulan anekdot yang mengikuti satu generasi dari ruang bersalin sampai gerbang akhirat — lengkap dengan drama circle pertemanan, healing yang tak pernah benar-benar healing, karier yang penuh burnout, cinta di era read-tapi-tak-dibalas, hingga masa tua yang penuh ironi dan kisah-kisah fiktif yang jenaka.
Ditulis dengan bahasa yang santai, jenaka, dan bebas dari unsur SARA, buku ini bukan sekadar bahan tertawaan — melainkan cermin generasi. Untuk generasi yang sedang menghadapi Gen Z, dan untuk Gen Z yang ingin menertawakan dirinya sendiri lebih dulu sebelum orang lain sempat melakukannya.
Daftar IsiKATA PENGANTAR …………………………………………….. vi
DAFTAR ISI ……………………………………………………… viii
BAGIAN SATU SIKLUS HIDUP …………………………….1
BAB 1: LAHIR (0–2 TAHUN) ………………………………….. 2
BAB 2: MASA KECIL & SEKOLAH DASAR ………………… 6
BAB 3: REMAJA & SEKOLAH MENENGAH …………….. 10
BAB 4: KULIAH & PENCARIAN JATI DIRI ……………….. 15
BAB 5: KARIR & DUNIA KERJA …………………………….. 20
BAB 6: PACARAN & CINTA-CINTAAN …………………… 25
BAB 7: PERNIKAHAN & RUMAH TANGGA ……………. 30
BAB 8: PARENTING ALA GEN Z …………………………… 35
BAB 9: ANAK KOS & KEHIDUPAN MERANTAU ………. 39
BAB 10: FREELANCER & HUSTLE CULTURE …………… 43
BAB 11: SULTAN FYP & DUNIA MAYA …………………. 47
BAB 12: LANSIA & GEN Z YANG MENUA ……………… 51
BAB 13: AFTERLIFE
(KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN) ……………………… 55
BAGIAN DUA SKENARIO-SKENARIO FIKTIF ………… 58
BAB 14: MENGHADAPI KONFLIK …………………………. 59
BAB 15: KRIMINAL RINGAN ……………………………….. 65
BAB 16: JADI POLITISI ……………………………………….. 70
BAB 17: KETEMU ALIEN …………………………………….. 75
BAB 18: ISEKAI KE KERAJAAN ZAMAN DULU ………… 79
BAB 19: JADI SUPERHERO ………………………………….. 83
BAB 20: ZOMBIE APOCALYPSE ……………………………. 86
BAB 21: JADI GURU …………………………………………… 89
BAB 22: REUNI SEKOLAH SEPULUH TAHUN
KEMUDIAN ………………………………………………………. 92
BAB 23: DI LUAR ANGKASA………………………………… 95
BAB 24: TRAVELING KE LUAR NEGERI …………………. 98
BAB 25: BERURUSAN DENGAN HUKUM …………….. 101
PENUTUP: SEMUA GENERASI BERTEMU DI SATU
GERBANG ………………………………………………………. 104
LAMPIRAN: KAMUS ISTILAH GEN Z UNTUK GENERASI
SEBELUMNYA …………………………………………………. 106
CATATAN PENYUNTING …………………………………… 112 -
-30%
GARIS HITAM DI PELABUHAN UJUNG TIMUR
Original price was: Rp124.000.Rp86.500Current price is: Rp86.500.Penulis :
Imam Tantowi
ISBN : 978-634-97290-9-3
Jumlah Hlm : viii + 226 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Ilustrator : Santo & Nunnun BonafixSINOPSIS
Hujan mengguyur dermaga Surabaya malam itu. Di antara tumpukan kontainer dan sorot lampu kapal, tersimpan sebuah rahasia yang lebih gelap dari laut.
Aim Ibnu Zam-zam menarik napas dalam. Sebagai jurnalis investigatif, ia sudah terbiasa mengendus bau busuk kekuasaan. Namun, kali ini berbeda. Ia bukan sekadar diminta menulis berita, melainkan menjadi ujung tombak untuk membongkar sebuah jaringan yang selama ini bersembunyi di balik kekuasaan.
Misi rahasia dari Irjen Andika Bhayangkara jatuh ke tangannya: membongkar Arif Wicaksono, sosok yang selama ini disanjung di televisi dan disegani di ruang-ruang rapat sebagai konglomerat dermawan. Namun, di balik jas mahal dan senyum yang selalu menghiasi layar kamera, Arif menyimpan identitas lain: “Yudi Nagara”. Di balik nama itu berdiri sebuah imperium gelap yang mengendalikan perdagangan narkotika melalui peti kemas, perdagangan manusia yang bergerak diam-diam di tengah malam, serta jaringan suap yang membuat hukum di pelabuhan ini seolah buta, tuli, dan bisu.
Aim tidak bisa bergerak sendirian. Ia membutuhkan celah, dan celah itu ditemukan dalam “Rumus Jam Tujuh Belas” 17 menit krusial saat pergantian shift penjagaan dermaga, ketika sistem keamanan melemah dan sesuatu yang seharusnya tak terlihat dapat bergerak tanpa terdeteksi.
Dalam 17 menit itu, Aim harus menyusup, beraliansi dalam senyap dengan perwira yang masih memiliki nurani, melewati lorong bawah tanah yang dijaga tentara bayaran, dan bertahan hidup sambil mengumpulkan bukti yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan.
Namun, di ujung misinya, bukan kantor polisi yang menantinya, melainkan laut lepas, badai, dan konfrontasi dengan penguasa bayangan beserta para jenderal korup yang telah terlalu lama kebal terhadap hukum.
Ini bukan lagi sekadar soal berita utama. Ini tentang nyawa, keadilan, dan keberanian untuk melawan kekuasaan yang selama ini merasa tak tersentuh.
Sebab, terkadang, untuk menjatuhkan sebuah kerajaan, hanya dibutuhkan satu orang yang berani menyalakan cahaya di tempat paling gelap.
Daftar IsiDaftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. …………….. v
Prakata ………………………….. ………………………….. ………………………….. ………………. vi
Bab 1: Panggilan di Luar Radar ………………………….. ………………………….. ….. 1
Bab 2: Tembok Putih yang Sempurna ………………………….. ………………….. 18
Bab 3: Lepas Pantai Surabaya………………………….. ………………………….. ……. 34
Bab 4: Rumus Jam Tujuh Belas ………………………….. ………………………….. …. 45
Bab 5: Satu Nama, Dua Wajah ………………………….. ………………………….. …… 61
Bab 6: Infiltrasi Malam Buta………………………….. ………………………….. ……….. 77
Bab 7: Badai di Mabes Polri ………………………….. ………………………….. ……….. 92
Bab 8: Aliansi dalam Senyap ………………………….. ………………………….. …… 103
Bab 9: Alarm yang Terdengar ………………………….. ………………………….. …. 117
Bab 10: Jebakan di Malam Transaksi ………………………….. …………………. 136
Bab 11: Neraka di Ruang Interogasi ………………………….. …………………… 153
Bab 12: Sang Penyusup dalam Gelap ………………………….. ………………… 171
Bab 13: Operasi Pembersihan dan Pelarian ………………………….. ……… 181
Bab 14: Jaring yang Ditutup ………………………….. ………………………….. …… 196
Bab 15: Kebenaran di Atas Meja Redaksi (Epilog) ………………………… 211
Biodata Penulis ………………………….. ………………………….. …………………………. 223 -
-30%
LORONG DIMENSI PERMAINAN TRADISIONAL Serial : Egrang, Dua Bambu, Satu Keberanian
Original price was: Rp145.000.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Santo, S.Sn., M.M., MCHt., M.Ds.
Dominicus Nunnun Bonafix, S.T., M.Ds.
Prof. Dr. I Ketut Suteja, SST., M.Sn.
ISBN : 978-634-97290-6-2
Jumlah Hlm : xiii + 112 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Ilustrator : Santo & Nunnun BonafixSINOPSIS
Pernahkah kamu membayangkan berjalan lebih tinggi hanya dengan dua batang bambu?
Bima, Rafi, Arka, dan Nabila menemukan bahwa egrang bukan sekadar permainan lama. Dari memilih bambu yang tepat, membuat pijakan, menjaga keseimbangan, sampai berani mengambil langkah pertama, selalu ada kejutan yang menunggu.
Ada yang terlalu bersemangat.
Ada yang memilih berhati-hati.
Ada yang siap membantu.
Ada juga yang perlahan menemukan keberaniannya.
Melalui cerita, tantangan, komik, dan ilustrasi yang menyenangkan,
Lorong Dimensi Permainan Tradisional.
Serial: Egrang, Dua Bambu, Satu Keberanian mengajak anak mengenal kembali permainan tradisional Nusantara dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Karena terkadang, petualangan besar tidak membutuhkan alat yang rumit.
Cukup dua batang bambu, beberapa sahabat, dan keberanian untuk membuat satu langkah pertama.
Siap naik lebih tinggi dan menemukan ceritamu sendiri?Daftar Isi
Daftar Isi ……………………………………………………………………………. vi
Kata Pengantar ………………………………………………………………….. viiLorong 1 Kenalan dengan Egrang …………………………………. 1
Lorong 2 Jejak Egrang di Nusantara ……………………………… 4
Lorong 3 Dari Bambu Menjadi Egrang …………………………. 11
Lorong 4 Naik, Seimbang, Melangkah! ………………………… 24
Lorong 5 Tubuh Bergerak, Pikiran Fokus ……………………… 36
Lorong 6 Main Bersama Lebih Seru ………………………………. 48
Lorong 7 Tantangan Egrang! ………………………………………… 64
Lorong 8 Setinggi Bambu, Sedekat Hati ……………………….. 84Glosarium …………………………………………………………………………… 100
Profil Penulis ………………………………………………………………………. 102 -
-30%
APRIL DAN IKLAS YANG AMATIR
Original price was: Rp145.000.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Habib Anshori
ISBN : 978-634-97290-7-9
Jumlah Hlm : vi + 311 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Buku ini adalah sebuah perjalanan tentang Hazar, seorang anak muda yang tumbuh bersama keterbatasan, kesalahan, harapan, kehilangan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Perjalanannya tidak selalu berjalan lurus. Ia dipenuhi kisah keluarga, persahabatan, pendidikan, perjuangan, cinta, perpisahan, kegagalan, serta proses menerima kenyataan.
Sebagai mahasiswa, Hazar berusaha menemukan arah hidup di tengah kegagalan akademik, keterbatasan ekonomi, pekerjaan, perlombaan, masalah keluarga, hingga sakit yang dialami ayahnya. Di sepanjang perjalanan itu, ia bertemu dengan orang-orang yang meninggalkan kesan dan pelajaran, termasuk April, seseorang yang pernah begitu dekat sebelum akhirnya menjadi bagian dari masa lalu yang sulit dilupakan.
Hazar bukan sosok yang selalu benar. Ia pernah egois, mengabaikan perasaan orang lain, mengambil keputusan yang disesali, bahkan menyakiti seseorang yang tulus mencintainya. Namun dari berbagai kesalahan dan kehilangan, ia perlahan belajar memahami dirinya sendiri.
Ia belajar mencintai tanpa memiliki, kehilangan tanpa membenci, meminta maaf meski kesempatan memperbaiki keadaan telah berlalu, serta menerima bahwa tidak semua orang yang disayangi akan berjalan bersama sampai akhir.
Pada akhirnya, kisah ini bukan tentang mendapatkan akhir yang sempurna, melainkan tentang proses menjadi dewasa. Tentang menerima apa yang tidak lagi dapat dimiliki, berdamai dengan masa lalu, dan tetap memilih menjadi manusia yang lebih baik.
Sebab tidak semua yang pergi harus dikejar, tidak semua yang hilang harus digantikan, dan tidak semua luka harus dilupakan. Sebagian luka cukup diterima, agar kita tahu bahwa dari sanalah kita pernah tumbuh.Daftar Isi
Prolog …………………………………………………………………………………….. 1
- Tes Jadi Garin ……………………………………………………….. 4
- Rutinitas Hazar ……………………………………………………… 13
- Sosok di Balik Tirai ……………………………………………….. 28
- Dua Minggu Berjalan …………………………………………….. 34
- Akun yang Dicari ……………………………………………………. 45
- Minggu Bersama Dunsanak ……………………………………. 64
- Ramadhan, April, Dan Motor Yang Dilang ………………. 71
- 20 April 2022 …………………………………………………………….. 85
- Puncak Gado-Gado …………………………………………………… 92
- I Love You More, Sayangku. ………………………………….. 105
- Sebuah Jabat Tangan di Hari Raya ……………………… 117
- Alahan Panjang …………………………………………………….. 133
- Pariangan ………………………………………………………………. 147
- Sayap-Sayap Patah ………………………………………………. 154
- Sebuah Akun yang Diam-Diam Menyimpan Kita …… 158
- Edisi Ditinggal 11 Hari …………………………………………… 164
- Dunia Baru, Jarak yang Mulai Tumbuh …………………. 172
- Rumah yang Ditinggalkan …………………………………….. 184
- Ketika Sakit Datang di Tengah Rumah yang Sedang Dibangun ……………………………………………….. 203
- Ketika Kepercayaan Mulai Diuji Kembali ……………….. 218
- Pantai Air Manis dan Surat Tilang ………………………… 232
- Kabar yang Mengubah Suasana …………………………….. 244
- Ketika Ayah Mulai Lupa ………………………………………… 252
- Di Antara Irama, Kesamaan, dan Perbedaan ………….. 259
- September 2024 – Ketika Hazar Mencoba Memulai Kembali … 270
- Pesan Yang Munusuk ……………………………………………. 286
- Keikhlasan yang Masih Amatir ………………………………. 298
Tentang Penulis ……………………………………………………………… 308
-
-30%
BERHENTI SEJENAK : Kumpulan Esai Reflektif
Original price was: Rp122.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
Tian Bahtiar
ISBN : 978-634-97290-5-5
Jumlah Hlm : xii + 218 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Dalam dunia yang berdenyut cepat dan penuh paradoks, manusia modern sering kehilangan ruang untuk berhenti. Buku Berhenti Sejenak: Kumpulan Esai Reflektif, mengajak pembaca menapaki kembali jalan refleksi menyelami keheningan di antara riuh kehidupan, menimbang ulang makna eksistensi, dan menemukan keseimbangan di tengah absurditas zaman.
Melalui kumpulan esai yang kontemplatif dan filosofis, Tian Bahtiar menghadirkan perjalanan batin yang mengajak kita berdialog dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan dunia yang terus berubah.
Setiap esai dalam buku ini adalah cermin yang memantulkan kegelisahan manusia masa kini: antara ambisi dan kelelahan, antara pencapaian dan kehilangan makna. Ia tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan ruang untuk berpikir, merasakan, dan menyadari bahwa keseimbangan hidup adalah proses tanpa akhir. Di sinilah pembaca diajak untuk berhenti sejenak bukan untuk menyerah, tetapi untuk memahami bahwa keberhentian adalah bagian dari gerak, dan diam adalah bentuk paling jernih dari kesadaran.Daftar Isi
Daftar Isi …………………………………………………………….. vi
Kata Pengantar……………………………………………………. viii
BAB I PARADOKS KETIDAKSEIMBANGAN ……………………. 1
A. Paradoks Gaya Hidup ………………………………………. 2
• Ramai Digenggaman, Sepi Dipelukan …………….. 3
• Kebebasan Yang Membelenggu ……………………. 12
• Jari Sibuk, Jiwa Kosong Interaksi …………………… 18
• Riuh Informasi, Sunyi Pemahaman ………………. 24
• Diantara Target Dan Hangatnya Pelukan ………… 28
• Dompet Tebal, Hati Makin Gelisah ……………….. 33
• Raga Gagah, Jiwa Gundah …………………………… 38
B. Paradoks Lingkungan ……………………………………… 44
• Dari Belanja ke Gunungan Sampah ………………. 45
• Nafsu Konsumsi dan Keseimbangan Kosmik …… 53
• Surga yang Dijual, Bencana yang Dibeli………….. 60
• Tambang: Berkah Ekonomi, Kutukan Ekologi …… 66
• Melimpah Tapi Langka ……………………………….. 71
C. Paradoks Pendidikan ……………………………………… 78
• Paradoks Gelar …………………………………………. 79
• Mengejar Kelulusan, Melupakan Kedalaman ….. 86
• Overeducated di Era Bonus Demografi ………….. 91
• Ijazah Sama, Jalan Berbeda …………………………. 97
D. Paradoks Media ………………………………………….. 104
• Viral Dulu, Paham Belakangan …………………… 105
• Membangun Harmoni, Menyalakan Api Konflik 113
• Jurnalisme Sensasional: Menjual Emosi, Tetapi
Kehilangan Esensi ……………………………………. 118
• Bahasa Sebagai Tirani ………………………………. 126
E. Paradoks Kehidupan Beragama ……………………… 133
• Agama dan Branding ………………………………… 134
• Menuju Ka’bah Lewat Jalan Korupsi ……………. 141
BAB II MANIFESTO KESEIMBANGAN ………………………. 148
• Keseimbangan Sebagai Manifesto Hidup ……… 149
• Menjaga Kemanusiaan di Era Teknologi ……….. 161
• Pendidikan Untuk Hidup …………………………… 168
• Dari Pasar Keyakinan ke Rumah Jiwa …………… 179
• Seni Menjadi Manusia ………………………………. 186
• Komunitas Bermakna ………………………………. 192
BAB III MENEMUKAN KESEIMBANGAN …………………… 202
• Berhenti Sejenak …………………………………….. 203
BIOGRAFI PENULIS ……………………………………………. 212 -
-30%
SEBUAH NOVEL BISU
Original price was: Rp120.000.Rp84.000Current price is: Rp84.000.Penulis :
Rusman Latief
ISBN : 978-634-97290-8-6
Jumlah Hlm : viii + 210 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Sarwo tumbuh dalam kesederhanaan. Setelah kehilangan ayahnya, ia belajar memahami arti keluarga, tanggung jawab, kehilangan, dan perjuangan hidup.
Di sebuah dusun yang perlahan berubah, tanah bukan sekadar tempat bercocok tanam. Di sanalah kehidupan, kenangan, dan masa depan warga dipertaruhkan.
Ketika pembebasan tanah mulai mengancam kehidupan masyarakat, Sarwo memilih untuk bersuara. Namun keberanian selalu memiliki harga.Ia kemudian belajar bahwa membungkam satu orang dapat membuat banyak orang memilih diam.
Bisu bukan hanya kisah tentang Sarwo. Ini adalah cerita tentang ketakutan, keberanian, kehilangan, dan sebuah masyarakat yang perlahan kehilangan suaranya.Sebab, terkadang, yang paling menakutkan bukan ketika seseorang diperintahkan untuk diam, tetapi ketika semua orang akhirnya belajar diam tanpa perlu diperintah.
BISU
Ketika suara tidak lagi terdengar, siapa yang masih berani berbicara?
Daftar IsiDAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. v
SEKAPUR SIRIH …………………………………………………………………….. vi
KREDO 1 PUNDAK YANG MASIH MUDA …………………………. 1
KREDO 2 KEIKHLASAN CINTA ………………………………………….. 40
KREDO 3 PUNDAK YANG SEMAKIN BERAT ……………………. 78
KREDO 4 SUARA DAMAI YANG INGIN DIDENGAR ……. 109
KREDO 5 SUARA YANG TERGELAM ………………………………. 147
KREDO 6 DIPAKSA DIAM ………………………………………………… 181
KREDO 7 BEBAS YANG SEMU ………………………………………… 212
TENTANG PENULIS ………………………………………………………….. 245