-
-29%
ANTARA API DAN ORDONANSI VALIDASI YANG TERGADAI
Original price was: Rp120.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
AKSARA SUNYI
ISBN : 978-634-05-0165-0
Jumlah Hlm : x + 184
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Di Wisma Pencerahan, ketaatan adalah udara yang wajib dihirup, namun kejujuran adalah racun yang mematikan. Elang adalah seorang pengasuh yang terjebak dalam orkestra kesunyian. Di bawah pilar-pilar pualam yang megah dan aroma lilin lebah yang mahal, ia harus memvalidasi kesucian sistem, sementara di rumah, ia gagal memvalidasi rasa lapar istri dan anaknya. Ketika “Ordonansi”—kumpulan aturan birokrasi yang kaku—mulai mencekik lehernya melalui potongan gaji dan absen yang tak masuk akal, Elang menyadari bahwa ia bukan sedang mengajar manusia, melainkan sedang merawat sebuah mesin penindas.
Dipicu oleh desakan ekonomi dan penemuan skandal korupsi di balik jubah putih Sang Penjaga Utama, Elang harus memilih: Tetap menjadi budak validasi yang kenyang akan kepalsuan, atau menyulut “Api” yang akan menghanguskan seluruh kemunafikan birokrasi.
Sebuah kisah tentang martabat yang tergadai, perut yang berontak, dan keberanian seorang guru untuk berkata “Tidak” pada sistem yang memanusiakan kertas, namun mengabaikan manusia.
PENGANTAR PENULIS ………………………….. ………………………….. ………………. vi
DAFTAR ISI ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……. viii
BABAK 1: ORKESTRA KESUNYIAN …………………………………….. 1
Episode Perjamuan di Atas Perut yang Perih………………………….. 2
Episode Arsitektur Kebutaan ………………………….. …………………………. 8
Episode Pasar Gelap di Balik Doa ………………………….. ………………… 14
Episode Jejak Aris: Sepatu yang Tertinggal ………………………….. . 20
Episode Tafsir Lazarus dan Meja yang Melimpah ………………… 26
Episode Batu, Roti, dan Ikan ………………………….. …………………………. 32
Episode Konfrontasi di Ruang Kencana ………………………….. …….. 38
Episode Bayang-bayang di Selasar………………………….. ……………… 44
Episode Perjamuan Malam Terakhir? ………………………….. …………. 50
Episode Logika di Balik Tembok ………………………….. ………………….. 57
Episode Gerilya Ideologi ………………………….. ………………………….. …… 64
Episode Anatomi Gema yang Pecah ………………………….. ………….. 71
Episode Runtuhnya Menara Gading ………………………….. …………… 77
BABAK 2: DIALEKTIKA DALAM GELAP ……………………………..81
Episode Selubung Nalar ………………………….. ………………………….. ……. 82
Episode Kontrak Darah ………………………….. ………………………….. ……… 89
Episode Fragmen Minyak dan Air Mata ………………………….. …….. 96
Episode Perjamuan Para Serigala ………………………….. …………….. 103
Episode Ambang Pintu Api ………………………….. …………….. 109
BABAK 3: MANIFESTO API ………………………….. …………….. 116
Episode Altar yang Terbakar ………………………….. …………….. 117
Episode Panggung Para Munafik ………………………….. …………….. 122
Episode Ekskomunikasi Sang Elang ………………………….. …………….. 127
BABAK 4: RESILIENSI DI TEPI PUALAM ………………………….. …………….. 132
Episode Pelajaran dari Aspal Basah ………………………….. …………….. 133
Episode Tinta di Atas Trotoar ………………………….. …………….. 139
Episode Ketukan Para Lintah ………………………….. …………….. 144
Episode Recehan Nurani ………………………….. …………….. 150
Episode Tinta yang Menggugat Takhta ………………………….. …………….. 155
BABAK 5: REQUIEM UNTUK PUALAM ………………………….. …………….. 160
Episode Pagi yang Berbeda ………………………….. …………….. 161
Episode Requiem di Menara Pualam ………………………….. …………….. 168
Episode Prasasti dari Tanah dan Debu (Epilog) ………………………….. …………….. 178
TENTANG PENULIS ………………………….. …………….. 183 -
-48%
DUA RATUS JUTA, SEMANGKUK SOTO, DAN DOA IBU SEBUAH KISAH TENTANG HARAPAN DAN KASIH IBU
Original price was: Rp95.000.Rp49.000Current price is: Rp49.000.Penulis :
Reza Imani Syawal
ISBN : 978-634-05-1206-9
Jumlah Hlm : viii + 91
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Semua orang punya titik terendah dalam hidupnya, dan bagi Ibu, titik itu datang di tahun 2019. Sebuah aset ruko yang menjadi harapan satu-satunya untuk menutup hutang sebesar 200 juta rupiah justru menjadi sumber petaka. Uang hasil penjualannya dibawa lari, disusul dengan intimidasi yang mengancam keselamatan keluarga. Ibu dipaksa menyerah pada keadaan, merelakan harta yang hilang, tapi tidak dengan tanggung jawabnya. Ia memilih memikul beban hutang itu di pundaknya, sendirian.
Buku ini menceritakan jejak langkah seorang Ibu yang enggan menyerah meski dunianya sedang runtuh. Berawal dari warung nasi sederhana di Cinere yang penghasilannya menyusut hingga hanya menyentuh seratus ribu sehari, sebuah ide muncul dari percakapan meja makan setelah pernikahan anaknya. “Gimana kalau Ibu jualan Soto Betawi saja?”
Itu adalah awal dari pertaruhan baru. Namun, tepat saat kuali soto pertama mulai mendidih di awal 2020, pandemi Covid-19 menghantam. Warung yang baru saja mulai bernapas harus berhadapan dengan jalanan yang sepi dan pembatasan wilayah. Tidak berhenti di situ, tagihan hutang lama sebesar 50 juta tiba-tiba datang menagih di depan pintu rumah.
Di sinilah babak “perang” yang sesungguhnya dimulai. Strategi berpindah ke dunia digital—Gojek, Grab, dan terakhir ShopeeFood. Pembaca akan dibawa melihat bagaimana Ibu harus bertahan di balik uap kuali, meracik rasa yang tetap konsisten meski harga bahan pokok melambung tak karuan. Ada momen-momen menyesakkan saat harus bernegosiasi dengan pihak bank untuk meminta napas tambahan (restrukturisasi) hingga tahun 2024.
Namun, di tengah aroma lengkuas dan santan, ada tawa dua orang cucu yang lahir menjadi “bahan bakar” utama. Semangat itu membawa Soto Betawi Ibu melanglang buana, dipesan oleh pelanggan dari Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan, bahkan hingga harus berjualan sampai waktu sahur demi mengejar setiap rupiah pelunasan.
Ini bukan sekadar buku tentang cara melunasi hutang. Ini adalah catatan cinta seorang Ibu yang membuktikan bahwa kejujuran dan kerja keras adalah mata uang yang paling berharga. Di tahun 2024, surat pelunasan itu akhirnya terbit, menandai akhir dari lima tahun perjalanan yang penuh peluh, dan dimulainya masa depan yang merdeka.
Daftar Isi
Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……..v
Daftar Isi………………………….. ………………………….. ………………………….. ……………… viii
Bab 1 : Secercah Harapan di Balik Pintu yang Terkunci …………………… 1
Bab 2: Senja di Warung Nasi dan Resep Baru dari Cinere ……………….. 6
Bab 3: Asap Pertama dan Debar Jantung di Balik Kuali ………………… 17
Bab 4: Bayang-Bayang Masa Lalu di Tengah Harum Kuah Soto ….24
Bab 5: Tamu di Depan Pintu dan Dunia yang Terkunci ………………… 31
Bab 6: Menembus Dinding Digital dan Napas dari Meja
Perundingan ………………………….. ………………………….. ……………………… 35
Bab 7: Cucu, Kompor, dan Dua Dunia Digital ………………………….. ………42
Bab 8: Kejujuran di Meja Bank dan Keajaiban Digital ……………………. 48
Bab 9: Strategi Piring Meluap dan Pertaruhan di Ranah Shopee ..54
Bab 10: Cahaya di Ambang Fitri dan Gema Rasa
Melampaui Batas………………………….. ………………………….. …………….. 60
Bab 11: Fajar 2024 dan Janji yang Terbayar Tunai …………………………. 65
Bab 12: Paspor Pertama dan Cakrawala Baru di Seberang Lautan 72
Bab 13: Perang Bintang dan Mahkota Kepercayaan ……………………… 78
Bab 14: Stempel Halal dan Kemenangan yang Paripurna ……………. 83
Tentang Penulis ………………………….. ………………………….. …………………………..89
-
-26%
JEJAK YANG TAK TERLIHAT RENUNGAN TENTANG MAKNA HIDUP
Original price was: Rp115.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
Prayoga Syaputra
ISBN : –
Jumlah Hlm : x+182 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Buku ini lahir dari keheningan-keheningan malam-malam panjang yang penuh tanya, dari diam yang akhirnya mengajarkan banyak hal.
Tentang kehilangan yang diam-diam membentuk kita.
Tentang luka yang tidak selalu terlihat, tapi nyata dirasakan.
Tentang harapan yang kecil, namun mampu membuat kita bertahan satu hari lagi.Jejak yang Tak Terlihat bukan sekadar kumpulan kata.
Ini adalah teman untuk menemani kamu yang sedang berjalan, meski belum tahu arah pulangnya ke mana.
“Kadang, yang paling berarti dalam hidup bukan yang terlihat, tapi yang kita rasakan dalam diam.”Untuk kamu yang sedang mencari makna,
untuk kamu yang sedang lelah,
dan untuk kamu yang masih percaya,
bahwa hidup ini tetap punya alasan untuk dijalani.Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………….. iii
Daftar Isi ………………………………………………………………. viii
Bab 1 Dunia Yang Tak Kita Pilih ……………………………. 1
1.1. Lahir Sebagai Tanya ………………………………………. 4
1.2. Rumah Yang Tidak Kita Bangun ………………….. 8
1.3. Pilihan Yang Memilih Kita ………………………….. 13
1.4. Hidup Sebagai Jejak Tak Terlihat ……………….. 18
1.5. Penutup ………………………………………………………… 22
Bab 2 Sepotong Senyum Di Tengah Hujan …………. 25
2.1. Hadirnya Kebaikan Yang Tak Terduga ……… 29
2.2. Kebaikan Sebagai Pilihan ……………………………. 34
2.3. Kebaikan Dalam Fiksi Dan Realita ……………… 39
2.4. Membangun Jejak Kebaikan ……………………….. 44
2.5. Penutup ………………………………………………………… 49
Bab 3 Jejak Langkah Dan Pilihan Sunyi ………………. 53
3.1. Langkah Pertama: Awal Dari Segalanya ……. 56
3.2. Pilihan Sunyi Dan Dilema Hati ……………………. 61
3.3. Melangkah Dengan Kesadaran …………………… 66
3.4. Penutup ………………………………………………………… 70
Bab 4 Hening Yang Berbicara ……………………………… 73
4.1. Hening Yang Menggugah ……………………………. 75
4.2. Kontemplasi Sebagai Jalan Mendalam ……….. 79
4.3. Hening Dalam Kesibukan ……………………………. 84
4.4. Penutup ………………………………………………………… 89
Bab 5 Menyusuri Waktu Dan Kenangan ……………… 92
5.1. Jejak Waktu Yang Tak Terlihat …………………… 94
5.2. Kenangan: Penjaga Identitas ………………………. 97
5.3. Waktu, Kenangan, Dan Pilihan …………………… 99
5.4. Penutup ……………………………………………………… 103
Bab 6 Makna Dalam Kesendirian ………………………. 105
6.1. Menyambut Kesendirian Dengan Rasa
Terbuka ……………………………………………………… 107
6.2. Kesendirian Sebagai Jalan Refleksi ………….. 109
6.3. Kesendirian Dan Kebersamaan Yang
Sejati …………………………………………………………… 111
6.4. Penutup ……………………………………………………… 116
Bab 7 Cinta Sebagai Jalan Dan Tujuan ………………. 118
7.1. Makna Cinta Yang Lebih Dalam ………………. 120
7.2. Cinta Dalam Kehidupan Sehari-Hari ……….. 125
7.3. Cinta Dan Kebebasan ………………………………… 128
7.4. Penutup ……………………………………………………… 131
Bab 8 Keberanian Untuk Jujur Pada Diri Sendiri 133
8.1. Menguak Topeng Yang Kita Pakai …………… 135
8.2. Kejujuran Sebagai Jalan Pembebasan ………. 139
8.3. Kejujuran Dan Hubungan Dengan
Orang Lain …………………………………………………. 142
8.4. Penutup ……………………………………………………… 144
Bab 9 Menemukan Makna Dalam Penderitaan … 146
9.1. Penderitaan Sebagai Bagian Tak Terpisahkan
Dari Hidup …………………………………………………. 148
9.2. Memahami Dan Menerima Penderitaan ….. 153
9.3. Penderitaan Dan Kasih Sayang ………………… 157
9.4. Penutup ………………………….. 160
Bab 10 Menjalani Hidup Dengan Kesadaran Penuh ………………………….. 163
10.1. Kesadaran Sebagai Kunci Kehidupan Bermakna ………………………….. 165
10.2. Menghadapi Hidup Dengan Terbuka Dan Lapang Dada ………………………….. 168
10.3. Kesadaran Dan Kebebasan Sejati ………………………….. 171
10.4. Penutup ………………………….. 174
Epilog ………………………….. 177
Ucapan Terima Kasih ………………………….. 179
Tentang Penulis ………………………….. 180 -
-24%
MATEMATIKA TAK HINGGA: Jejak Angka, Ruang Hati (Menyusun Diri, Menata Nalar, Menemukan Makna)
Original price was: Rp85.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.Penulis :
U2n
ISBN : 978-634-05-0307-4
Jumlah Hlm : x + 184
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Yakin bahwa matematika bukan sekadar kumpulan angka dan rumus, buku ini mengajak pembaca menelusuri makna di balik setiap konsep yang dipelajari. Yang tampak abstrak perlahan menjadi dekat ketika dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Yurisprudensi logika berpadu dengan kepekaan rasa, membentuk cara pandang yang lebih utuh. Yang sederhana seperti bilangan hingga yang kompleks seperti kalkulus dihadirkan sebagai perjalanan bertahap menuju kesadaran diri. Yakinlah bahwa setiap proses belajar menyimpan jejak pertumbuhan yang sering kali tidak disadari. Yang pada akhirnya menuntun manusia memahami dirinya dengan lebih jernih.
Usaha memahami matematika dalam buku ini tidak berhenti pada kemampuan berhitung, tetapi berkembang menjadi latihan berpikir, bersabar, dan mengambil makna. Untaian konsep seperti aljabar, geometri, hingga probabilitas diposisikan sebagai cermin kehidupan yang penuh kemungkinan. Ujian, kesalahan, dan ketidakpastian diterjemahkan sebagai bagian penting dari proses bertumbuh. Untuk itu, pembaca diajak melihat setiap kesulitan sebagai peluang memperkuat karakter dan ketahanan jiwa. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk perubahan besar yang bermakna. Ujungnya, ilmu tidak hanya dipahami, tetapi juga menghidupkan nilai dalam keseharian.
Syukur menjadi simpul akhir dari perjalanan panjang antara ilmu dan kehidupan yang disajikan dalam buku ini. Setiap konsep dalam kalkulus, dari limit hingga tak hingga, mengajarkan bahwa kesempurnaan bukan untuk dicapai, melainkan untuk didekati dengan kesungguhan. Seluruh rangkaian pembahasan bermuara pada kesadaran bahwa proses adalah inti dari setiap pencapaian. Sebuah pemahaman tumbuh bahwa ilmu, jika disertai niat yang lurus, akan menjadi cahaya yang menuntun langkah. Semakin dalam dipelajari, semakin terasa bahwa matematika adalah bahasa kehidupan yang menenangkan jiwa. Sehingga buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk direnungi dan dihidupi.
KATA PENGANTAR …………………………………………………… v
DAFTAR ISI ……………………………………………………………. vii
BAB I Mengenal Diri ………………………………………………… 1
1. SATU (Mengenali Keutuhan Diri sebagai Awal
Perjalanan) ………………………………………………… 2
2. DUA (Memahami Dualitas dalam Hidup) …….. 3
3. TIGA (Menemukan Keseimbangan dalam
Proses Bertumbuh) …………………………………… 4
4. EMPAT(Membangun Struktur dan Keteguhan
Diri) ………………………………………………………….. 6
5. LIMA (Menyadari Irama Waktu dan Tahapan
Hidup) ……………………………………………………….8
6. ENAM (Melatih Konsistensi dalam Pola
Kehidupan) ……………………………………………… 10
7. TUJUH (Menghadapi Tantangan dengan
Strategi dan Keyakinan) …………………………… 12
8. DELAPAN (Menumbuhkan Ketelitian dan
Evaluasi Diri) ……………………………………………. 14
9. SEMBILAN (Mendalami Makna dan Integrasi
Pengalaman) ……………………………………………. 16
10. NOL (Mengosongkan Diri untuk Memulai
Kembali) ………………………………………………….. 18
BAB II Menata Pikiran …………………………………………… 20
1. VARIABEL (Menata Pikiran dengan Kesadaran
Akan Perubahan) ……………………………………… 21
2. KONSTANTA (Menata Pikiran dengan Prinsip
yang Tetap) ……………………………………………… 25
3. KOEFISIEN (Menata Pikiran dengan Mengenali
Faktor Penguat) ………………………………………..29
4. PERSAMAAN (Menata Pikiran dengan Prinsip
Keseimbangan Sebab–Akibat) ………………….. 32
5. PERTIDAKSAMAAN (Menata Pikiran dengan
Menerima Perbedaan secara Sadar
dan Sabar) ……………………………………………….. 35
6. RELASI (Menata Pikiran dengan Memahami
Keterhubungan secara Reflektif) ………………. 39
7. FUNGSI (Menata Pikiran dengan Memahami
Hukum Sebab–Akibat secara Sistematis) ….. 42
8. KORESPONDENSI (Menata Pikiran dengan
Memahami Keselarasan Timbal Balik) ……… 45
9. SUBSTITUSI (Menata Pikiran dengan
Mengganti Sudut Pandang secara
Bijaksana) ………………………………………………. 50
10. ELIMINASI (Menata Pikiran dengan
Melepaskan yang Tidak Perlu) …………………. 54
BAB III Bertumbuh & Berproses ………………………………58
1. TITIK (Awal yang Kecil namun Menentukan) 59
2. GARIS (Konsistensi Arah yang Tidak
Terputus) …………………………………………………. 61
3. SUDUT (Pertemuan Perspektif yang
Membentuk Sikap) …………………………………… 63
4. BIDANG (Ruang Luas untuk Berkembang) …. 65
5. RUANG (Kapasitas Diri yang Perlu
Dilapangkan) ………………………………………….. 68
6. LINGKARAN (Siklus yang Mengajarkan
Keutuhan) ………………………………………………..70
7. SEGITIGA (Fondasi yang Menjaga
Keseimbangan) ………………………………………… 73
8. DIAGONA (Jalur Alternatif Menuju Tujuan) … 76
9. SIMETRI (Keseimbangan yang Menenangkan
Jiwa) ……………………………………………………….. 79
10. TRANSFORMASI (Perubahan Bentuk tanpa
Kehilangan Esensi) ………………………………….. 82
BAB IV Menghadapi Tantangan ………………………………. 87
1. POPULASI (Melihat Tantangan dalam
Gambaran Besar) …………………………………….. 88
2. SAMPEL (Pengalaman Kecil yang Tidak Selalu
Mewakili Segalanya) ………………………………… 91
3. VARIANSI (Perbedaan dan Fluktuasi yang
Membentuk Daya Lentur) ………………………… 94
4. DISTRIBUSI (Pola Sebaran Ujian dan
Kesempatan) …………………………………………… 98
5. PROBABILITAS (Peluang Bangkit di Tengah
Ketidakpastian) ……………………………………… 102
6. FREKUENSI (Intensitas Kegagalan yang
Melatih Ketahanan) ……………………………….. 107
7. HIPOTESIS (Dugaan Strategis Sebelum
Melangkah) …………………………………………….. 111
8. KORELASI (Hubungan antara Usaha
dan Hasil) ………………………………………………. 114
9. REGRESI (Kembali pada Garis Pertumbuhan
Setelah Terjatuh) …………………………………….. 117
10. INFERENSI (Menarik Makna dan Hikmah dari
Setiap Peristiwa)…………………………………….. 120
BAB V Menjadi Manusia Bermakna ……………………….. 123
1. LIMIT (Mendekati Kesempurnaan dengan
Kesadaran Batas) ……………………………………. 124
2. TURUNAN (Perubahan Kecil yang Menentukan
Arah Hidup) …………………………………………… 125
3. INTEGRAL (Menghimpun Amal Menjadi
Nilai Utuh) …………………………………………….. 126
4. KONTINUITAS (Konsistensi yang Tidak
Terputus oleh Waktu) ……………………………… 128
5. DIFERENSIAL (Kepekaan terhadap Perubahan
Sekecil Apapun) ……………………………………… 130
6. GRADIEN (Kemiringan Ikhtiar yang
Menentukan Kenaikan Derajat) ………………. 132
7. DERIVATIF KEDUA (Evaluasi Ulang Arah
Pertumbuhan) ……………………………………….. 133
8. DERET TAK HINGGA (Amal yang Terus
Mengalir Tanpa Batas) ……………………………. 136
9. KULMINASI (Puncak Pengabdian dalam
Ketekunan) ……………………………………………. 138
10. ASIMTOT (Harapan yang Terus Didekati Meski
Tak Pernah Sempurna) ……………………………. 140
EPILOG AGUNG ……………………………………………………. 141
BIOGRAFI PENULIS ………………………………………………. 143
-
-24%
MENTOR ASIK, MENTI TERTARIK KARENA MENJADI MENTOR BUKAN CUMA NGASIH MATERI, TAPI MEMPERHATIKAN DENGAN TULUS DAN MEMBERSAMAI DENGAN HATI
Original price was: Rp85.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.Penulis :
Kamalique
ISBN : 978-634-05-1212-0
Jumlah Hlm : xxxiv + 96
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Menjadi mentor itu bukan tentang sempurna.
Bukan tentang selalu punya jawaban. Kadang, kita hanya perlu hadir-dengan hati untuk mau mendengar, dan kepekaan untuk memahami dunia mereka yang cepat, lucu, gaje, rumit, sekaligus indah.
Buku ini menemanimu mengenali Gen Z dan Alpha dengan cara yang manusiawi : lewat obrolan kecil, playlist musik yang didengarkan, film yang ditonton, game dan meme yang ternyata punya makna, kegagalan yang perlu dirayakan, dan karakter yang tumbuh dari hal-hal sederhana.
Dan mungkin, di tengah semua perjalanan itu, kamu akan menemukan sesuatu yang tak kalah penting: dirimu sendiri. Bahwa kamu pun boleh lelah, boleh bingung, berhak istirahat, berhak didukung dan berhak dipeluk. Karena mentor yang baik bukan yang tak pernah jatuh, tapi yang tetap mau belajar, terus berlatih dan tak sungkan memperbaiki diri meski masukan itu berasal dari mentee.
Menjadi mentor adalah perjalanan dua arah- mereka tumbuh, kita pun ikut tumbuh. Jika kamu ingin jadi sosok dewasa yang mereka percaya – tanpa kehilangan dirimu sendiri- buku ini adalah teman perjalanan yang tepat. Pelan-pelan saja. Kita belajar bareng.
Kita tumbuh bersama ya.
Daftar Isi
DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. 7
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. 9
KATA PENGANTAR PENULIS ……………………………………….xxxii
Bab 1: Siapa Sih Mereka Itu? ………………………………………….. 1
Bab 2: Mentor Asyik Itu yang Gimana? ……………………………… 4
Bab 3: Karakter Bukan Cuma Wacana ……………………………… 9
Bab 4: Ngobrol Itu Ibadah …………………………………………….. 22
Bab 5: Game, Meme, Film, Musik dan Nilai-Nilai ……………… 27
Bab 6: Gagal Nggak Apa-Apa, Asal Nggak Nyerah ……………. 39
Bab 7: Roleplay dan Aksi Seru ………………………………………. 45
Bab 8: Mentor Juga Manusia …………………………………………. 51
Bab 9: Kecerdasan yang Beragam, Mentor yang Peka ……….. 56
Bab 10: Lembar Refleksi Buat Mentor ……………………………. 64
Bab 11: Cerita Mereka, Bukan Cuma Cerita Kita ……………… 67
Bab 12: Mentor Asyik Butuh Support System ………………….. 75
Bab 13: Bahan Bakar Buat Terus Jalan ……………………………. 78
Bab 14 Penutup: Terima Kasih Sudah Bertahan ……………….. 92
Tentang Penulis ………………………………………………………….. 94
-
-39%
PESAN TERAKHIR DARI JEMBATAN CANGAR Sebuah Novel Tentang Kenangan, Perpisahan dan Jejak yang Tertinggal
Original price was: Rp90.000.Rp55.000Current price is: Rp55.000.Penulis :
SHOHIB CINTA
ISBN : 978-634-05-0527-6
Jumlah Hlm : viii + 132
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Novel ini menceritakan tentang Nadia, seorang jurnalis yang hidup dalam “neraka” selama tiga tahun akibat trauma masa lalu. Ia terus-menerus dihantui oleh bayangan tunangannya, Samsudin, yang tewas setelah melompat dari Jembatan Cangar, sebuah jembatan ikonik di Jawa Timur yang diselimuti “kabut misterius”.
Nadia mengalami insomnia akut dan merasa selalu “diawasi” oleh sosok pria berjaket hoodie biru yang basah kuyup, dengan wajah pucat pasi dan kebiruan karena kedinginan ekstrem.
Kehidupan Nadia mulai berubah saat ia bertemu dengan Ksatria, seorang arsitek yang memiliki “kepekaan batin” warisan kakeknya. Melalui penglihatan batinnya, Ksatria melihat bahwa Nadia tidak sekadar diikuti arwah penasaran, melainkan ada “kabut hitam pekat” yang melilit lehernya. Ksatria menyadari bahwa Jembatan Cangar adalah “titik temu angin lembah” di mana tanahnya telah “meminum darah yang tidak semestinya,” menjadikannya tempat yang mencari celah di hati yang sedang terluka.Perjalanan menuju titik paling gelap di jembatan itu menjadi sebuah konfrontasi di atas jurang. Di tengah “selimut kabut yang bergerak seperti hantu,” Ksatria menggunakan kekuatan zikir dan tasbih kayu kokka miliknya untuk melawan residu energi negatif dan para penghuni lembah yang mencoba menyeret Nadia ke dalam kegelapan yang sama.
Melalui penemuan sebuah “surat yang tak pernah terkirim,” Nadia akhirnya memahami kebenaran yang menyayat hati. Samsudin melompat bukan karena dendam, melainkan karena ia merasa gagal dan menganggap dirinya adalah beban. Pesan terakhirnya bukanlah ajakan untuk mati, melainkan sebuah transformasi jiwa dari kegelapan menuju cahaya; sebuah perintah bagi Nadia untuk “terus melangkah” dan “terus bersinar”.
Novel ini adalah hasil kontemplasi tentang duka yang tak usai, keikhlasan yang tertunda, dan bagaimana doa serta spiritualitas menjadi benteng terakhir manusia di tengah arus modernitas. Bahwa sejauh apa pun kita melangkah, “kita tidak pernah benar-benar sendirian selama ada doa dan ketulusan dalam langkah kita.
Dengan demikian, novel ini bukan hanya “tersambung” melalui cerita masyarakat yang saat ini sedang viral di medsos tersebut, tetapi juga mencoba memberikan resolusi spiritual terhadap ketakutan masyarakat terhadap Jembatan Cangar melalui kisah Nadia dan Samsudin.
Kata Pengantar …………………………………………………………………………v
Daftar Isi…………………………………………………………………………………vii
Bayangan Samsudin …………………………………………………………………… 1
Tasbih dan Kekuatan Batin ………………………………………………………..7
Perjalanan Menuju Kabut ………………………………………………………..11
Konfrontasi di Atas Jurang ………………………………………………………15
Pertemuan di Kedai Kopi Tua ………………………………………………….20
Investigasi …………………………………………………………………………….23
Surat yang Tak Pernah Terkirim …………………………………………………. 25
Membedah Bisikan Kabut ……………………………………………………….35
Awan Hitam Menggantung …………………………………………………….38
Azan di Atas Lembah Maut ……………………………………………………..42
Resonansi Doa ………………………………………………………………………… 46
Segel yang Terputus ………………………………………………………………… 49
Kepulangan dan Pembebasan …………………………………………………. 52
Kabar yang Merobek Langit ……………………………………………………55
Cahaya Di Balik Kabut ……………………………………………………………… 58
Dua Dunia …………………………………………………………………………….60
Ledakan Energi ………………………………………………………………………… 63
Pesan yang Sampai ke Tujuan ………………………………………………….66
Warisan Harapan …………………………………………………………………….. 69
Gerimis di Atas Tahura …………………………………………………………….. 71
Sowan ke Kiai di Pasuruan ……………………………………………………….73
Takluknya Ego Sang Praktisi ……………………………………………………76
Ijazah “Pedang Langit” …………………………………………………………….. 78
Sirnanya Kegelapan ………………………………………………………………… 83
Memecah Kemistisan Jembatan Cangar …………………………………….86
Kenangan yang Menjadi Berkah …………………………………………………. 90
Ketegangan di Balai Desa ………………………………………………………..95
Mufakat Warga dan Kiai …………………………………………………………..98
Sabda Kiai Ghozali ………………………………………………………………….. 101
Akhir Perdebatan Panjang …………………………………………………….107
Antara Viral dan Tragedi ………………………………………………………..110
Ekonomi vs Tradisi ………………………………………………………………… 115
Pesan Terakhir ………………………………………………………………………… 118
Epilog: Selendang Putih Ghaib …………………………………………………. 124
Tentang Penulis: Shohib Cinta ………………………………………….. 129 -
-50%
Sebuah Novel MARTABAT YANG TERSISA Seri: Jalan Hidup Baco Londong
Original price was: Rp180.000.Rp90.000Current price is: Rp90.000.Penulis :
RUSMAN LATIEF
ISBN : –
Jumlah Hlm : viii + 211 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Baco Londong pernah menjadi kebanggaan keluarga.
Salah satu lulusan terbaik universitas negeri, aktivis yang lantang berbicara tentang masa depan bangsa, dan pemuda yang diyakini akan mengubah nasib keluarganya.
Namun hidup ternyata tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.
Dua tahun menganggur membuat harga dirinya perlahan runtuh.
Pertanyaan sederhana seperti “Sekarang kerja di mana?” berubah menjadi luka yang menghantam martabatnya setiap hari.
Di tengah tekanan keluarga, tatapan tetangga, dan rasa malu yang semakin menyesakkan, Baco memilih pergi meninggalkan kota kelahirannya menuju Jakarta, membawa sebuah ransel tua, beberapa lembar pakaian, ijazah, dan harapan yang nyaris padam.
Perjalanan itu bukan sekadar tentang mencari pekerjaan.
Ini adalah perjalanan seorang lelaki untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Tentang bagaimana seseorang bertahan ketika dunia tidak lagi memberinya tempat.
Tentang cinta yang diam-diam menunggu.
Tentang ibu yang tetap berdoa meski hatinya terluka.
Dan tentang satu hal terakhir yang masih digenggam manusia ketika segalanya hampir hilang: martabat.
Dengan bahasa yang emosional, hangat, dan sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia, novel ini menghadirkan kisah perjuangan para perantau, pengangguran intelektual, dan anak-anak muda yang berusaha berdiri tegak di tengah kerasnya kehidupan kota.
Karena kadang-kadang…
ketika mimpi telah hancur dan harapan hampir padam,
yang tersisa hanyalah keberanian untuk tetap menjaga martabat sebagai manusia.
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ………………………….. ………………………….. ……………….. vi
DAFTAR ISI ………………………….. ………………………….. ………………………….. ..viii
PROLOG ………………………….. ………………………….. ………………………….. ……….1
KREDO 1 DEBU DI ATAS IJAZAH ………………………….. ……………………… 6
KREDO 2 MALAIKAT DI KAREBOSI ………………………….. ……………….. 26
KREDO 3 BATU KARANG………………………….. ………………………….. ……35
KREDO 4 CINTA DI PELABUHAN ………………………….. …………………… 49
KREDO 5 PELAJARAN DI ATAS KAPAL ………………………….. …………65
KREDO 6 KIPAS ANGIN LOSMEN ………………………….. ………………….. 92
KREDO 7 WAJAH YANG TERTUNDUK ………………………….. ………..111
KREDO 8 TEMAN DI WARUNG SOP UBI………………………….. ……..125
KREDO 9 PINTU YANG TERTUTUP ………………………….. ……………… 148
KREDO 10 MALAM TANPA ALAMAT ………………………….. ………….168
KREDO 11 ORANG JALANAN ………………………….. ………………………. 182
KREDO 12 AWAL YANG BARU………………………….. …………………….. 192
EPILOG………………………….. ………………………….. ………………………….. ……..205
TENTANG PENULIS ………………………….. ………………………….. ……………. 209