-
-31%
SKANDAL DI RUANG TUHAN
Original price was: Rp118.000.Rp82.000Current price is: Rp82.000.Penulis :
Yoga Adiansah Nasir
Editor :
Rasyid Alhafizh
ISBN :Jumlah Hlm : x+195 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Penderitaan manusia bukanlah panggung, air mata bukanlah komoditas, dan kepercayaan bukanlah kesempatan untuk mencari keuntungan. Kita boleh menangis melihat luka orang lain, kita boleh mengulurkan tangan. Tapi ingat, jangan pernah mematikan akal hanya karena hati sedang tersentuh.
Daftar IsiPESAN… …………………………………………………………………………….. v
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. vi
PROLOG …………………………………………………………………………….. ix
AIR MATA DI UJUNG TASBIH ……………………………………………. 1
LORONG SUNYI SILAM …………………………………………………….. 8
SEDEKAH DAN KAMERA …………………………………………………. 16
ORANG-ORANG BERWAJAH SURGA ……………………………… 26
HARGA SEBUAH SUJUD ………………………………………………….. 36
ALGORITMA KESEDIHAN ……………………………………………….. 45
PANGGUNG TANPA TUHAN ……………………………………………. 54
BUKU CATATAN ABADI …………………………………………………. 61
KOTAK AMAL DIGITAL ………………………………………………….. 70
MASJID DAN MONITOR…………………………………………………… 78
GRAFIK BELAS KASIHAN ……………………………………………….. 83
AYAT-AYAT YANG DIPASARKAN ………………………………….. 89
ISAK TANGIS KAMERA …………………………………………………… 95
MALAIKAT DI BROSUR …………………………………………………. 102
SEDEKAH YANG HILANG ……………………………………………… 110
PABRIK DUKA FANA …………………………………………………….. 118
TIRAI PENYEMBUNYI LUKA…………………………………………. 125
SERVER RAHASIA ………………………………………………………….. 131
LAPORAN MEJA KOSONG …………………………………………….. 136
MEREKA YANG BUTA …………………………………………………… 143
DOA YANG DIPOTONG PAJAK ……………………………………… 150
TANGAN BERSARUNG PUTIH……………………………………….. 157
RUANG RAPAT TANPA JENDELA …………………………………. 163
CATATAN AMAL RAIB ………………………………………………….. 169
SEMUA TOPENG MULAI RUSAK …………………………………… 176
JALAN PULANG HATI ……………………………………………………. 183
EPILOG ……………………………………………………………………………. 191 -
-30%
JEJAK CAHAYA DI LANGIT ISTANBUL
Original price was: Rp116.000.Rp81.000Current price is: Rp81.000.Penulis :
Dzikru Izzuddin
ISBN :
Jumlah Hlm : x+192 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Amin tumbuh sebagai anak yang merasa tidak memiliki masa depan. Di sekolah, ia dikenal lambat memahami pelajaran, sering diremehkan, dan tidak pernah merasa memiliki sesuatu yang istimewa.
Hingga sebuah keputusan membawanya meninggalkan Lombok menuju sebuah pesantren di tanah Jawa. Di sana, Amin kembali berhadapan dengan kegagalan, rasa minder, kerinduan, dan perjuangan yang berkali-kali membuatnya ingin menyerah.
Namun, dari tempat yang awalnya ia benci, Amin justru menemukan cahaya dalam hidupnya: Al-Qur’an, persahabatan, cinta, dan sebuah mimpi untuk menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus melihat Istanbul.
Perjalanan menuju mimpi itu tidak mudah. Ada kehilangan, pengorbanan, dan luka yang harus ia lewati. Hingga bertahun-tahun kemudian, kesempatan menuju Istanbul akhirnya datang.
Namun, Amin mulai menyadari bahwa mungkin perjalanan panjang itu bukan sekadar tentang mencapai sebuah kota, melainkan tentang menemukan cahaya, menerima takdir, dan memahami tujuan sebenarnya dari setiap langkah yang telah ia lalui.
Jejak Cahaya di Langit Istanbul adalah kisah tentang perjuangan, Al-Qur’an, persahabatan, cinta, kehilangan, dan keyakinan bahwa tidak ada perjalanan yang sia-sia ketika seseorang memilih untuk terus melangkah.
“Setiap jiwa berjalan di atas takdir yang telah Allah tetapkan. Tak ada yang tertukar, tak ada yang sia-sia. Maka melangkahlah dengan semangat dan senyuman. Simpanlah lukamu dalam diam, sebab ada rahasia yang tak perlu diketahui manusia cukup Rabb yang paling dalam memahami dan mendengar isi hatimu. Tenanglah, sebab setelah setiap kesulitan selalu ada jalan yang Allah siapkan, dan setelah setiap air mata selalu ada ketenangan yang menanti.”_Dzikru Izzuddin
Daftar IsiKATA PENGANTAR ……………………………………………………. v
MIMPI YANG MENGETUK PINTU …………………………………. vii
ANAK YANG TAK DIANGGAP MAMPU ……………………………… 1
LAUT YANG MENGAJARKAN KEHIDUPAN ………………………… 11
KEHIDUPAN BARU DI PESANTREN ………………………………… 23
SEPULUH AYAT DAN SERIBU PERJUANGAN …………………….. 41
KETIKA KEJUJURAN TIDAK DIDENGAR ………………………….. 54
PERTEMUAN YANG MENGGETARKAN HATI …………………….. 67
KETIKA BAHASA MENJADI UJIAN ………………………………….. 77
KETIKA LANGIT TERASA GELAP …………………………………….. 85
KETIKA ALLAH MENJAGA KEKASIHNYA …………………………. 96
HARI PENJENGUKAN ………………………………………………………. 102
KETIKA FAJAR MULAI MENYINGSING …………………………….. 110
JALAN YANG TAK TERLIHAT ………………………………………….. 119
MUSHAF DI LACI AYAH ………………………………………………….. 127
LANGIT YANG TAK SELALU BIRU ……………………………………. 137
MIMPI YANG KEMBALI MENGETUK ………………………………… 149
KETIKA HATI MENCARI TEMPAT PULANG ……………………… 157
AYAT TERAKHIR DAN CINTA YANG TAK PERNAH TERUCAP … 166
TERAKHIR JALAN YANG TAK TERLIHAT ………………………….. 172
PROFIL PENULIS …………………………………………………………….. 180
-
-30%
MOZAIK JEJAK PENDIDIK Antologi Karya dan Refleksi Para Pendidik
Original price was: Rp122.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
Guru-Guru MTsN 22 Jakarta Timur
ISBN :
Jumlah Hlm : xii + 211 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
MOZAIK JEJAK PENDIDIK adalah antologi yang merangkai pengalaman, pemikiran, dan refleksi para pendidik dalam menjalankan peran mulia mereka.
Buku ini menghadirkan beragam tulisan yang lahir dari ruang kelas, dari interaksi dengan peserta didik, dari tantangan yang dihadapi, serta dari harapan untuk pendidikan yang lebih baik.
Setiap tulisan ibarat kepingan mozaik-berbeda warna, berbeda bentuk, namun ketika disatukan membentuk sebuah gambaran besar tentang dedikasi, cinta, dan ketulusan para pendidik.
Semoga buku ini menjadi inspirasi, pengingat, dan penyemangat bagi kita semua untuk terus menapaki jejak kebaikan dalam dunia pendidikan.
Karena dari jejak kecil seorang guru,
lahir perubahan besar bagi dunia.
Daftar IsiKATA PENGANTAR ………………………………………………………………. i
KATA SAMBUTAN KEPALA MADRASAH …………………………. vii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………. ix
Dari Adaptasi Menuju Inovasi: Lembaran Pertama Cerita di MTsN
22 Jakarta Timur ……………………………………………………………………… 1
Syarif Cecep, ST
Ketika Ketegasan Menjadi Bahasa Cinta ……………………………………. 9
Haryanti, M.Pd
Kukira Cupu, Ternyata Suhu …………………………………………………… 14
Retno Widyastuti, S.Pt, M.Pd.
Dilema Pemilihan Platform Asesmen ……………………………………….. 20
Sukarji, S.Pd. M.M
Guru yang Belajar dari Muridnya …………………………………………….. 25
Ilham Mu’afa, S.Pd
Olahraga Bermakna, Karakter Terbina ……………………………………… 31
Dewi Sumarsih, S.Pd
Ketika “Mengambek” Menjadi Bentuk Protes Seorang
Siswa Kelas 8 ……………………………………………………………………….. 37
Jamilah, M.Pd
Suara Hening Di Sudut Kelas ………………………………………………….. 42
Putri Ramadani, S.Si
Menyulam Dinamika di Ruang Kelas dan Ruang Kesiswaan ………. 48
Ammar Suhada Djamain, S.Pd
Perjuangan Seorang Anak Bernama Vada …………………………………. 53
Dra. Wahyuningsih, M.Pd
Simbol Malaikat Baik …………………………………………………………….. 59
Arifah Halimi Ramadhan, S.Pd.I
Merajut Rantai Adab di Ruang Kelas ……………………………………….. 65
Eva Novi Yulianti, S.Pd
Garis Lapangan MTsN 22 JAKARTA: 23 Tahun Dedikasi Tanpa
Henti ……………………………………………………………………………………. 71
Ahmad Buhori, S.Pd
Jejak Pengabdian Guru IPA …………………………………………………….. 80
Sri Purwanti, M.Pd
Tiba- Tiba Teman Ku Pergi …………………………………………………….. 86
Yusmawati, S.Pd
Langit Tidak Pernah Memilih Bintang ……………………………………… 92
Abdul Hasbi Mudzakir, S.Pd
Logika Sunyi di Barisan Kode…………………………………………………. 98
Tipla Daniati, S.Pd
Merangkai Harapan dari Ruang BK ……………………………………….. 104
Ulya Qithi Rachmani, S.Pd
Rahasia di Balik Kebun Madrasah …………………………………………. 110
Diana Widyosari, M.Pd
Takdir yang Tak Pernah Kusangka ………………………………………… 116
Arif, S.Pd
Di Balik Bisu Anak Sulung …………………………………………………… 122
Nurwihda Ahdiyati Nuri, S.S
Pengalaman Adalah Guru, Guru Adalah Pengalaman ……………….. 127
Maulana Ainurrahman, S.Pd
Pasar Gelap di Baris Ketiga …………………………………………………… 133
Petti Supriani, S.Pd
Bertambah Bertumbuh ………………………………………………………….. 138
Ajen Jaenudin, M.Ag
Panggilan “Umi”, “Umma”, dan “Mami” di Ruang Kelas MTsN 22
Jakarta ………………………………………………………………………………… 146
Meilida Azizah Rahman, S.S
Guru Dua Dunia ………………………………………………………………….. 153
Nur Azizah, S.Ag
Bayang – Bayang Ketakutan Mesti ………………………………………… 158
Nur Jannah, S.Pd
Dari Helpdesk ke Hati Siswa …………………………………………………. 165
Muhammad Zulfikar, S.Pd
Mengukir Karakter di Bawah Naungan Tri Satya dan
Dasa Darma ………………………………………………………………………… 172
Hadi Rianto, S.Pd
Meneladani Sejarah Mendidik Generasi ………………………………….. 178
Siti Nurkholifah, S.Pd.I
Runtuhnya Pembatas ……………………………………………………………. 184
Atikah Suhaini, M.Pd
Di Balik Pintu Kelas, Tumbuh Cinta Al-Qur’an ……………………….. 190
Munah, S.Pd.I
Berpolitik di Ruang Kelas : Sebuah Refleksi Antara Panggung Kelas
dan Nilai Ujian ……………………………………………………………………. 195
Isnaeni Cahyaningrum, S.Pd
Di Balik Lensa Yang Belum Terpanggil …………………………………. 200
Intan Nurul Qolbi, S.Pd
Menyapa Bayang di Cermin Remaja ………………………………………. 206
Hani Jihan Salsabila, S.Psi -
-30%
MING YEN : Ketika Cinta Menemukan Cahaya
Original price was: Rp106.000.Rp74.000Current price is: Rp74.000.Penulis :
Ardian Permana
ISBN :
Jumlah Hlm : xiv + 148 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Ming Yen: Ketika Cinta Menemukan Cahaya karya Ardian Permana mengisahkan pertemuan dan kisah kasih Yan, seorang muslim keturunan Tionghoa Singkawang, dengan Ming Yen (Handriyani), perempuan Tionghoa Nasrani. Keduanya meyakini bahwa “akar yang berbeda dapat tumbuh di tanah yang sama”, tetapi hubungan mereka kemudian diuji oleh perbedaan keyakinan dan penolakan ibunda Ming Yen yang dibayangi pengalaman pahit masa lalu.
Di tengah pergulatan itu, Ming Yen tampil sebagai sosok yang tulus, Yan sebagai pribadi yang setia dan penuh penghormatan, sementara sang ibu menjadi gambaran tentang bagaimana luka masa lalu dapat menjelma menjadi ketakutan terhadap masa depan.
Dengan alur yang mengalir, deskripsi yang kaya, serta metafora yang puitis, Ardian Permana menjadikan isi novel ini lebih dari sekadar kisah percintaan. Akar dan tanah menjadi simbol identitas dan kemungkinan hidup bersama, sementara langit yang berbeda menggambarkan keyakinan yang akhirnya menjadi batas.
Ming Yen adalah kisah tentang cinta yang menemukan cahaya: cinta yang tidak berakhir dengan memiliki, tetapi tetap meninggalkan terang, kenangan, dan makna dalam perjalanan hidup sang pujaan hati.
(Untung Yuwono, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia)
Benarkah cinta itu misteri? Benarkah cinta tak harus memiliki?
Lewat gaya cerita yang lugas, simple, dan puitis, saya dibuat cepat penasaran dengan kelanjutan cerita di tiap bab. Konflik tentang “perbedaan” dua insan ternyata bukan sekadar drama.
Haruskah cinta dipertahankan? Ataukah harus direlakan?(Wulan, Editor. Founder Klub Pena)
Daftar IsiPengantar Penerbit ………………………….. vii
Terima Kasih ………………………….. ix
Daftar Isi ………………………….. xiiBab 1 Langit di Kampus Sastra ………………………….. 1
Bab 2 Gadis dari Pecinan ………………………….. 7
Bab 3 Janji di Taman Ismail Marzuki ………………………….. 15
Bab 4 DI Antara Waktu dan Doa ………………………….. 25
Bab 5 Tentang Asal dan Akar yang Tak Selalu Terlihat ………………………….. 31
Bab 6 Langkah ke Gang yang Dipenuhi Wangi Hio ………………………….. 41
Bab 7 Di Bawah Langit Senayan dan Debur Ombak Pantai Ancol ………………………….. 50
Bab 8 Salam yang Menggetarkan Sunyi ………………………….. 57
Bab 9 Di Balik Rahasia yang Mereka Jaga ………………………….. 65
Bab 10 Pilihan yang Mematahkan Langit di Dalam Dada ………………………….. 72
Bab 11 Di Ambang Keputusan Langit ………………………….. 79
Bab 12 Di Bawah Langit Gajah Mada ………………………….. 87
Bab 13 Waktu untuk Membuktikan ………………………….. 93
Bab 14 Kehangatan yang Tumbuh di Rumah Sederhana ………………………….. 99
Bab 15 Di Antara Dua Langit ………………………….. 105
Bab 16 Di Ambang Perpisahan ………………………….. 111
Bab 17 Dua Luka yang Tak Saling Sembuh ………………………….. 119
Bab 18 Pertunangan yang Sunyi ………………………….. 125
Bab 19 Senja di Gajah Mada ………………………….. 132Epilog Untuk Hadriyani ………………………….. 140
Profil Penulis ………………………….. 144 -
-30%
MATI KETAWA CARA GEN Z Kumpulan Anekdot dari Lahir Sampai Akhirat
Original price was: Rp162.000.Rp113.000Current price is: Rp113.000.Penulis :
Dudik Kocak
ISBN :
Jumlah Hlm : x + 114 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026SINOPSIS
Empat dekade lalu, “Mati Ketawa Cara Rusia” menghimpun lelucon-lelucon rakyat Soviet sebagai media menertawakan rezim yang mengekang. Kini, giliran generasi yang tumbuh besar dengan notifikasi dan validasi digital yang mendapat gilirannya sendiri.
“Mati Ketawa Cara Gen Z” adalah kumpulan anekdot yang mengikuti satu generasi dari ruang bersalin sampai gerbang akhirat — lengkap dengan drama circle pertemanan, healing yang tak pernah benar-benar healing, karier yang penuh burnout, cinta di era read-tapi-tak-dibalas, hingga masa tua yang penuh ironi dan kisah-kisah fiktif yang jenaka.
Ditulis dengan bahasa yang santai, jenaka, dan bebas dari unsur SARA, buku ini bukan sekadar bahan tertawaan — melainkan cermin generasi. Untuk generasi yang sedang menghadapi Gen Z, dan untuk Gen Z yang ingin menertawakan dirinya sendiri lebih dulu sebelum orang lain sempat melakukannya.
Daftar IsiKATA PENGANTAR …………………………………………….. vi
DAFTAR ISI ……………………………………………………… viii
BAGIAN SATU SIKLUS HIDUP …………………………….1
BAB 1: LAHIR (0–2 TAHUN) ………………………………….. 2
BAB 2: MASA KECIL & SEKOLAH DASAR ………………… 6
BAB 3: REMAJA & SEKOLAH MENENGAH …………….. 10
BAB 4: KULIAH & PENCARIAN JATI DIRI ……………….. 15
BAB 5: KARIR & DUNIA KERJA …………………………….. 20
BAB 6: PACARAN & CINTA-CINTAAN …………………… 25
BAB 7: PERNIKAHAN & RUMAH TANGGA ……………. 30
BAB 8: PARENTING ALA GEN Z …………………………… 35
BAB 9: ANAK KOS & KEHIDUPAN MERANTAU ………. 39
BAB 10: FREELANCER & HUSTLE CULTURE …………… 43
BAB 11: SULTAN FYP & DUNIA MAYA …………………. 47
BAB 12: LANSIA & GEN Z YANG MENUA ……………… 51
BAB 13: AFTERLIFE
(KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN) ……………………… 55
BAGIAN DUA SKENARIO-SKENARIO FIKTIF ………… 58
BAB 14: MENGHADAPI KONFLIK …………………………. 59
BAB 15: KRIMINAL RINGAN ……………………………….. 65
BAB 16: JADI POLITISI ……………………………………….. 70
BAB 17: KETEMU ALIEN …………………………………….. 75
BAB 18: ISEKAI KE KERAJAAN ZAMAN DULU ………… 79
BAB 19: JADI SUPERHERO ………………………………….. 83
BAB 20: ZOMBIE APOCALYPSE ……………………………. 86
BAB 21: JADI GURU …………………………………………… 89
BAB 22: REUNI SEKOLAH SEPULUH TAHUN
KEMUDIAN ………………………………………………………. 92
BAB 23: DI LUAR ANGKASA………………………………… 95
BAB 24: TRAVELING KE LUAR NEGERI …………………. 98
BAB 25: BERURUSAN DENGAN HUKUM …………….. 101
PENUTUP: SEMUA GENERASI BERTEMU DI SATU
GERBANG ………………………………………………………. 104
LAMPIRAN: KAMUS ISTILAH GEN Z UNTUK GENERASI
SEBELUMNYA …………………………………………………. 106
CATATAN PENYUNTING …………………………………… 112 -
-30%
GARIS HITAM DI PELABUHAN UJUNG TIMUR
Original price was: Rp124.000.Rp86.500Current price is: Rp86.500.Penulis :
Imam Tantowi
ISBN : 978-634-97290-9-3
Jumlah Hlm : viii + 226 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Ilustrator : Santo & Nunnun BonafixSINOPSIS
Hujan mengguyur dermaga Surabaya malam itu. Di antara tumpukan kontainer dan sorot lampu kapal, tersimpan sebuah rahasia yang lebih gelap dari laut.
Aim Ibnu Zam-zam menarik napas dalam. Sebagai jurnalis investigatif, ia sudah terbiasa mengendus bau busuk kekuasaan. Namun, kali ini berbeda. Ia bukan sekadar diminta menulis berita, melainkan menjadi ujung tombak untuk membongkar sebuah jaringan yang selama ini bersembunyi di balik kekuasaan.
Misi rahasia dari Irjen Andika Bhayangkara jatuh ke tangannya: membongkar Arif Wicaksono, sosok yang selama ini disanjung di televisi dan disegani di ruang-ruang rapat sebagai konglomerat dermawan. Namun, di balik jas mahal dan senyum yang selalu menghiasi layar kamera, Arif menyimpan identitas lain: “Yudi Nagara”. Di balik nama itu berdiri sebuah imperium gelap yang mengendalikan perdagangan narkotika melalui peti kemas, perdagangan manusia yang bergerak diam-diam di tengah malam, serta jaringan suap yang membuat hukum di pelabuhan ini seolah buta, tuli, dan bisu.
Aim tidak bisa bergerak sendirian. Ia membutuhkan celah, dan celah itu ditemukan dalam “Rumus Jam Tujuh Belas” 17 menit krusial saat pergantian shift penjagaan dermaga, ketika sistem keamanan melemah dan sesuatu yang seharusnya tak terlihat dapat bergerak tanpa terdeteksi.
Dalam 17 menit itu, Aim harus menyusup, beraliansi dalam senyap dengan perwira yang masih memiliki nurani, melewati lorong bawah tanah yang dijaga tentara bayaran, dan bertahan hidup sambil mengumpulkan bukti yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan.
Namun, di ujung misinya, bukan kantor polisi yang menantinya, melainkan laut lepas, badai, dan konfrontasi dengan penguasa bayangan beserta para jenderal korup yang telah terlalu lama kebal terhadap hukum.
Ini bukan lagi sekadar soal berita utama. Ini tentang nyawa, keadilan, dan keberanian untuk melawan kekuasaan yang selama ini merasa tak tersentuh.
Sebab, terkadang, untuk menjatuhkan sebuah kerajaan, hanya dibutuhkan satu orang yang berani menyalakan cahaya di tempat paling gelap.
Daftar IsiDaftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. …………….. v
Prakata ………………………….. ………………………….. ………………………….. ………………. vi
Bab 1: Panggilan di Luar Radar ………………………….. ………………………….. ….. 1
Bab 2: Tembok Putih yang Sempurna ………………………….. ………………….. 18
Bab 3: Lepas Pantai Surabaya………………………….. ………………………….. ……. 34
Bab 4: Rumus Jam Tujuh Belas ………………………….. ………………………….. …. 45
Bab 5: Satu Nama, Dua Wajah ………………………….. ………………………….. …… 61
Bab 6: Infiltrasi Malam Buta………………………….. ………………………….. ……….. 77
Bab 7: Badai di Mabes Polri ………………………….. ………………………….. ……….. 92
Bab 8: Aliansi dalam Senyap ………………………….. ………………………….. …… 103
Bab 9: Alarm yang Terdengar ………………………….. ………………………….. …. 117
Bab 10: Jebakan di Malam Transaksi ………………………….. …………………. 136
Bab 11: Neraka di Ruang Interogasi ………………………….. …………………… 153
Bab 12: Sang Penyusup dalam Gelap ………………………….. ………………… 171
Bab 13: Operasi Pembersihan dan Pelarian ………………………….. ……… 181
Bab 14: Jaring yang Ditutup ………………………….. ………………………….. …… 196
Bab 15: Kebenaran di Atas Meja Redaksi (Epilog) ………………………… 211
Biodata Penulis ………………………….. ………………………….. …………………………. 223 -
-30%
LORONG DIMENSI PERMAINAN TRADISIONAL Serial : Egrang, Dua Bambu, Satu Keberanian
Original price was: Rp145.000.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Santo, S.Sn., M.M., MCHt., M.Ds.
Dominicus Nunnun Bonafix, S.T., M.Ds.
Prof. Dr. I Ketut Suteja, SST., M.Sn.
ISBN : 978-634-97290-6-2
Jumlah Hlm : xiii + 112 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Ilustrator : Santo & Nunnun BonafixSINOPSIS
Pernahkah kamu membayangkan berjalan lebih tinggi hanya dengan dua batang bambu?
Bima, Rafi, Arka, dan Nabila menemukan bahwa egrang bukan sekadar permainan lama. Dari memilih bambu yang tepat, membuat pijakan, menjaga keseimbangan, sampai berani mengambil langkah pertama, selalu ada kejutan yang menunggu.
Ada yang terlalu bersemangat.
Ada yang memilih berhati-hati.
Ada yang siap membantu.
Ada juga yang perlahan menemukan keberaniannya.
Melalui cerita, tantangan, komik, dan ilustrasi yang menyenangkan,
Lorong Dimensi Permainan Tradisional.
Serial: Egrang, Dua Bambu, Satu Keberanian mengajak anak mengenal kembali permainan tradisional Nusantara dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.
Karena terkadang, petualangan besar tidak membutuhkan alat yang rumit.
Cukup dua batang bambu, beberapa sahabat, dan keberanian untuk membuat satu langkah pertama.
Siap naik lebih tinggi dan menemukan ceritamu sendiri?Daftar Isi
Daftar Isi ……………………………………………………………………………. vi
Kata Pengantar ………………………………………………………………….. viiLorong 1 Kenalan dengan Egrang …………………………………. 1
Lorong 2 Jejak Egrang di Nusantara ……………………………… 4
Lorong 3 Dari Bambu Menjadi Egrang …………………………. 11
Lorong 4 Naik, Seimbang, Melangkah! ………………………… 24
Lorong 5 Tubuh Bergerak, Pikiran Fokus ……………………… 36
Lorong 6 Main Bersama Lebih Seru ………………………………. 48
Lorong 7 Tantangan Egrang! ………………………………………… 64
Lorong 8 Setinggi Bambu, Sedekat Hati ……………………….. 84Glosarium …………………………………………………………………………… 100
Profil Penulis ………………………………………………………………………. 102 -
-30%
APRIL DAN IKLAS YANG AMATIR
Original price was: Rp145.000.Rp101.000Current price is: Rp101.000.Penulis :
Habib Anshori
ISBN : 978-634-97290-7-9
Jumlah Hlm : vi + 311 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Buku ini adalah sebuah perjalanan tentang Hazar, seorang anak muda yang tumbuh bersama keterbatasan, kesalahan, harapan, kehilangan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Perjalanannya tidak selalu berjalan lurus. Ia dipenuhi kisah keluarga, persahabatan, pendidikan, perjuangan, cinta, perpisahan, kegagalan, serta proses menerima kenyataan.
Sebagai mahasiswa, Hazar berusaha menemukan arah hidup di tengah kegagalan akademik, keterbatasan ekonomi, pekerjaan, perlombaan, masalah keluarga, hingga sakit yang dialami ayahnya. Di sepanjang perjalanan itu, ia bertemu dengan orang-orang yang meninggalkan kesan dan pelajaran, termasuk April, seseorang yang pernah begitu dekat sebelum akhirnya menjadi bagian dari masa lalu yang sulit dilupakan.
Hazar bukan sosok yang selalu benar. Ia pernah egois, mengabaikan perasaan orang lain, mengambil keputusan yang disesali, bahkan menyakiti seseorang yang tulus mencintainya. Namun dari berbagai kesalahan dan kehilangan, ia perlahan belajar memahami dirinya sendiri.
Ia belajar mencintai tanpa memiliki, kehilangan tanpa membenci, meminta maaf meski kesempatan memperbaiki keadaan telah berlalu, serta menerima bahwa tidak semua orang yang disayangi akan berjalan bersama sampai akhir.
Pada akhirnya, kisah ini bukan tentang mendapatkan akhir yang sempurna, melainkan tentang proses menjadi dewasa. Tentang menerima apa yang tidak lagi dapat dimiliki, berdamai dengan masa lalu, dan tetap memilih menjadi manusia yang lebih baik.
Sebab tidak semua yang pergi harus dikejar, tidak semua yang hilang harus digantikan, dan tidak semua luka harus dilupakan. Sebagian luka cukup diterima, agar kita tahu bahwa dari sanalah kita pernah tumbuh.Daftar Isi
Prolog …………………………………………………………………………………….. 1
- Tes Jadi Garin ……………………………………………………….. 4
- Rutinitas Hazar ……………………………………………………… 13
- Sosok di Balik Tirai ……………………………………………….. 28
- Dua Minggu Berjalan …………………………………………….. 34
- Akun yang Dicari ……………………………………………………. 45
- Minggu Bersama Dunsanak ……………………………………. 64
- Ramadhan, April, Dan Motor Yang Dilang ………………. 71
- 20 April 2022 …………………………………………………………….. 85
- Puncak Gado-Gado …………………………………………………… 92
- I Love You More, Sayangku. ………………………………….. 105
- Sebuah Jabat Tangan di Hari Raya ……………………… 117
- Alahan Panjang …………………………………………………….. 133
- Pariangan ………………………………………………………………. 147
- Sayap-Sayap Patah ………………………………………………. 154
- Sebuah Akun yang Diam-Diam Menyimpan Kita …… 158
- Edisi Ditinggal 11 Hari …………………………………………… 164
- Dunia Baru, Jarak yang Mulai Tumbuh …………………. 172
- Rumah yang Ditinggalkan …………………………………….. 184
- Ketika Sakit Datang di Tengah Rumah yang Sedang Dibangun ……………………………………………….. 203
- Ketika Kepercayaan Mulai Diuji Kembali ……………….. 218
- Pantai Air Manis dan Surat Tilang ………………………… 232
- Kabar yang Mengubah Suasana …………………………….. 244
- Ketika Ayah Mulai Lupa ………………………………………… 252
- Di Antara Irama, Kesamaan, dan Perbedaan ………….. 259
- September 2024 – Ketika Hazar Mencoba Memulai Kembali … 270
- Pesan Yang Munusuk ……………………………………………. 286
- Keikhlasan yang Masih Amatir ………………………………. 298
Tentang Penulis ……………………………………………………………… 308
-
-30%
BERHENTI SEJENAK : Kumpulan Esai Reflektif
Original price was: Rp122.000.Rp85.000Current price is: Rp85.000.Penulis :
Tian Bahtiar
ISBN : 978-634-97290-5-5
Jumlah Hlm : xii + 218 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Dalam dunia yang berdenyut cepat dan penuh paradoks, manusia modern sering kehilangan ruang untuk berhenti. Buku Berhenti Sejenak: Kumpulan Esai Reflektif, mengajak pembaca menapaki kembali jalan refleksi menyelami keheningan di antara riuh kehidupan, menimbang ulang makna eksistensi, dan menemukan keseimbangan di tengah absurditas zaman.
Melalui kumpulan esai yang kontemplatif dan filosofis, Tian Bahtiar menghadirkan perjalanan batin yang mengajak kita berdialog dengan diri sendiri, dengan sesama, dan dengan dunia yang terus berubah.
Setiap esai dalam buku ini adalah cermin yang memantulkan kegelisahan manusia masa kini: antara ambisi dan kelelahan, antara pencapaian dan kehilangan makna. Ia tidak menawarkan jawaban pasti, melainkan ruang untuk berpikir, merasakan, dan menyadari bahwa keseimbangan hidup adalah proses tanpa akhir. Di sinilah pembaca diajak untuk berhenti sejenak bukan untuk menyerah, tetapi untuk memahami bahwa keberhentian adalah bagian dari gerak, dan diam adalah bentuk paling jernih dari kesadaran.Daftar Isi
Daftar Isi …………………………………………………………….. vi
Kata Pengantar……………………………………………………. viii
BAB I PARADOKS KETIDAKSEIMBANGAN ……………………. 1
A. Paradoks Gaya Hidup ………………………………………. 2
• Ramai Digenggaman, Sepi Dipelukan …………….. 3
• Kebebasan Yang Membelenggu ……………………. 12
• Jari Sibuk, Jiwa Kosong Interaksi …………………… 18
• Riuh Informasi, Sunyi Pemahaman ………………. 24
• Diantara Target Dan Hangatnya Pelukan ………… 28
• Dompet Tebal, Hati Makin Gelisah ……………….. 33
• Raga Gagah, Jiwa Gundah …………………………… 38
B. Paradoks Lingkungan ……………………………………… 44
• Dari Belanja ke Gunungan Sampah ………………. 45
• Nafsu Konsumsi dan Keseimbangan Kosmik …… 53
• Surga yang Dijual, Bencana yang Dibeli………….. 60
• Tambang: Berkah Ekonomi, Kutukan Ekologi …… 66
• Melimpah Tapi Langka ……………………………….. 71
C. Paradoks Pendidikan ……………………………………… 78
• Paradoks Gelar …………………………………………. 79
• Mengejar Kelulusan, Melupakan Kedalaman ….. 86
• Overeducated di Era Bonus Demografi ………….. 91
• Ijazah Sama, Jalan Berbeda …………………………. 97
D. Paradoks Media ………………………………………….. 104
• Viral Dulu, Paham Belakangan …………………… 105
• Membangun Harmoni, Menyalakan Api Konflik 113
• Jurnalisme Sensasional: Menjual Emosi, Tetapi
Kehilangan Esensi ……………………………………. 118
• Bahasa Sebagai Tirani ………………………………. 126
E. Paradoks Kehidupan Beragama ……………………… 133
• Agama dan Branding ………………………………… 134
• Menuju Ka’bah Lewat Jalan Korupsi ……………. 141
BAB II MANIFESTO KESEIMBANGAN ………………………. 148
• Keseimbangan Sebagai Manifesto Hidup ……… 149
• Menjaga Kemanusiaan di Era Teknologi ……….. 161
• Pendidikan Untuk Hidup …………………………… 168
• Dari Pasar Keyakinan ke Rumah Jiwa …………… 179
• Seni Menjadi Manusia ………………………………. 186
• Komunitas Bermakna ………………………………. 192
BAB III MENEMUKAN KESEIMBANGAN …………………… 202
• Berhenti Sejenak …………………………………….. 203
BIOGRAFI PENULIS ……………………………………………. 212 -
-30%
SEBUAH NOVEL BISU
Original price was: Rp120.000.Rp84.000Current price is: Rp84.000.Penulis :
Rusman Latief
ISBN : 978-634-97290-8-6
Jumlah Hlm : viii + 210 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Sarwo tumbuh dalam kesederhanaan. Setelah kehilangan ayahnya, ia belajar memahami arti keluarga, tanggung jawab, kehilangan, dan perjuangan hidup.
Di sebuah dusun yang perlahan berubah, tanah bukan sekadar tempat bercocok tanam. Di sanalah kehidupan, kenangan, dan masa depan warga dipertaruhkan.
Ketika pembebasan tanah mulai mengancam kehidupan masyarakat, Sarwo memilih untuk bersuara. Namun keberanian selalu memiliki harga.Ia kemudian belajar bahwa membungkam satu orang dapat membuat banyak orang memilih diam.
Bisu bukan hanya kisah tentang Sarwo. Ini adalah cerita tentang ketakutan, keberanian, kehilangan, dan sebuah masyarakat yang perlahan kehilangan suaranya.Sebab, terkadang, yang paling menakutkan bukan ketika seseorang diperintahkan untuk diam, tetapi ketika semua orang akhirnya belajar diam tanpa perlu diperintah.
BISU
Ketika suara tidak lagi terdengar, siapa yang masih berani berbicara?
Daftar IsiDAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. v
SEKAPUR SIRIH …………………………………………………………………….. vi
KREDO 1 PUNDAK YANG MASIH MUDA …………………………. 1
KREDO 2 KEIKHLASAN CINTA ………………………………………….. 40
KREDO 3 PUNDAK YANG SEMAKIN BERAT ……………………. 78
KREDO 4 SUARA DAMAI YANG INGIN DIDENGAR ……. 109
KREDO 5 SUARA YANG TERGELAM ………………………………. 147
KREDO 6 DIPAKSA DIAM ………………………………………………… 181
KREDO 7 BEBAS YANG SEMU ………………………………………… 212
TENTANG PENULIS ………………………………………………………….. 245 -
-30%
SANTAI AJA, HIDUP INI GAK SEMPURNA : Karena jadi manusia gak butuh izin siapa-siapa
Original price was: Rp82.000.Rp57.000Current price is: Rp57.000.Penulis :
Prayoga Syaputra
ISBN : 978-634-97290-4-8
Jumlah Hlm : viii + 58 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Hidup gak selalu rapi, dan gak harus selalu sempurna. Lewat buku ini, kamu diajak menengok sisi-sisi hidup yang sering kita sembunyikan—kelelahan yang dipendam, kegagalan yang bikin ragu, tekanan untuk terlihat baik-baik saja meski hati sebenarnya remuk.
Santai Aja, Hidup Ini Gak Sempurna bukan buku motivasi yang sok tahu. Ini bukan panduan jadi manusia super. Ini teman ngobrol yang jujur, yang bilang bahwa jadi rapuh itu wajar, bingung itu manusiawi, dan berhenti sejenak bukan berarti kalah.
Dengan bahasa yang santai tapi penuh makna, buku ini menemani kamu yang sedang lelah, sedang berproses, atau sekadar ingin merasa dimengerti. Bukan untuk kasih solusi instan—tapi untuk memberi ruang. Ruang buat bernapas, buat bilang ke diri sendiri:
“Gak apa-apa belum sampai.
Yang penting, aku masih jalan.”
Karena kadang, yang paling kita butuhkan bukan jawaban besar, tapi pengingat kecil bahwa kita gak sendiri dan kita tetap layak, meski gak sempurna.
Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………….. v
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………….. vii
Santai Aja, Hidup Ini Gak Sempurna …………………………………. viii
Bab 1–Hidup Kamu Bukan Buat Orang Lain Berkesan ……………. 1
Bab 2–Kalo Kamu Capek, Ya Rehat Lah, Bukan Pura-Pura
Kuat ………………………………………………………………………………… 5
Bab 3–Gak Semua Hal Harus Direspon ……………………………….. 10
Bab 4–Kamu Bukan Google —Gak Harus Tau Semua Hal ……… 14
Bab 5–Kamu Gagal? Ya Wajar. Semua Orang Juga …………………. 18
Bab 6–Punya Masalah Itu Gak Malu, Nggak Punya Empati Itu
Baru Malu ………………………………………………………………………. 21
Bab 7–Santai, Kamu Masih Bernapas, Itu Udah Cukup Keren … 25
Bab 8–Jangan Bandingin Bab Hidupmu dengan Highlight Orang
Lain ………………………………………………………………………………. 28
Bab 9–Kamu Gak Perlu Jadi Produktif Buat Dianggap Bernilai . 32
Bab 10–Kamu Boleh Marah, Asal Jangan Kehilangan Arah ……. 36
Bab 11–Hidup Gak Harus Selesai, Baru Kamu Boleh Bahagia ….. 40
Bab 12–Kalau Besok Masih Berat, Baca Ini Lagi …………………… 44
Epilog …………………………………………………………………………………………… 53
Ucapan Terima Kasih ……………………………………………………………………. 55 -
-30%
HATI SELUAS SAMUDERA
Original price was: Rp97.500.Rp68.000Current price is: Rp68.000.Penulis :
Sugiarto Bakrie
ISBN : 978-634-97290-3-1
Jumlah Hlm : x + 118 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, bising oleh kompetisi, dan kering akan ketulusan, manusia sering kali dipaksa mengenakan topeng. Kita dituntut untuk selalu tampak kuat, sukses, dan tanpa cela. Padahal di balik zirah ketangguhan itu, ada raga yang lelah, hati yang kerap merindukan rumah, dan jiwa yang rindu untuk kembali didekap oleh kehangatan iman.
“Hati Seluas Samudera” hadir bukan sebagai buku motivasi yang mendikte atau menceramahi. Buku ini adalah sebuah oase keheningan—untaian surat cinta sunyi yang ditulis dari kedalaman hati seorang hamba yang sadar akan hakikat kemanusiaannya. Melalui 70 catatan reflektif (reminders), buku ini mengajak pembaca untuk menundukkan kepala, menarik napas dalam-dalam, dan merawat kembali ruang batin yang sempat memar dihantam kerasnya kenyataan hidup.
Buku ini ditujukan bagi siapa saja—para pekerja keras yang menahan lelah demi keluarga, anak-anak yang merindukan orang tuanya, serta jiwa-jiwa sensitif yang kerap merasa cemas akan masa depan. Jika Anda sedang mencari sebuah buku yang mampu membuat Anda menangis karena haru, tersenyum karena insaf, dan merasa serumah itu dengan kedamaian, maka “Hati Seluas Samudera” adalah jawaban yang Anda cari.
“Dunia memang kejam, ia takkan menunggumu untuk pulih. Karena itu, usap air matamu, berhentilah menggantungkan harapan pada makhluk yang fana, dan pulanglah ke tempat bersandar yang tak pernah mengecewakanmu.”Daftar Isi
Daftar Isi …………………………………………………………….. v
Kata Pengantar ………………………………………………….. vii
Reminder #1 ……………………………………………………….. 1
Reminder #2 ……………………………………………………….. 4
Reminder #3 ……………………………………………………….. 6
Reminder #4 ……………………………………………………….. 9
Reminder #5 ……………………………………………………… 11
Reminder #6 ……………………………………………………… 13
Reminder #7 ……………………………………………………… 16
Reminder #8 ……………………………………………………… 19
Reminder #9 ……………………………………………………… 22
Reminder #10 ……………………………………………………. 25
Reminder #11 ……………………………………………………. 28
Reminder #12 ……………………………………………………. 31
Reminder #13 ……………………………………………………. 35
Reminder #14 ……………………………………………………. 39
Reminder #15 ……………………………………………………. 43
Reminder #16 ……………………………………………………. 47
Reminder #17 ……………………………………………………. 51
Reminder #18 ……………………………………………………. 54
Reminder #19 ……………………………………………………. 58
Reminder #20 ……………………………………………………. 61
Reminder #21 ……………………………………………………. 64
Reminder #22 ……………………………………………………. 68
Reminder #23 ……………………………………………………. 71
Reminder #24 ……………………………………………………. 75
Reminder #25 ……………………………………………………. 78
Reminder #26 ……………………………………………………. 82
Reminder #27 ……………………………………………………. 85
Reminder #28 ……………………………………………………. 89
Reminder #29 ……………………………………………………. 92
Reminder #30 ……………………………………………………. 95
Reminder #31 ……………………………………………………. 99
Reminder #32 ………………………………………………….. 102
Reminder #33 ………………………………………………….. 105
Reminder #34 ………………………………………………….. 108
Reminder #35 ………………………………………………….. 112
Tentang Penulis ……………………………………………….. 116 -
-30%
MANUSIA PLATONIK : Kumpulan Cerita
Original price was: Rp96.000.Rp67.000Current price is: Rp67.000.Penulis :
MERCY INDIANA
ISBN : 978-634-97290-2-4
Jumlah Hlm : viii + 104 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Barangkali kita semua pernah menjadi Manusia platonik. Mencintai tanpa memiliki. Merindukan tanpa meminta. Dekat, tetapi tidak benar-benar sampai. Atau sekadar menikmati kehadiran seseorang tanpa pernah ingin mengubahnya menjadi apa-apa.
Tapi manusia tidak hanya soal cinta. Ada perjaanan yang meninggalkan jejak lebih panjang dari tujuan. Ada pertemuan yang hanya berlangsung sebentar, tetapi tinggal bertahun-tahun dalam ingatan. Ada hal-hal kecil yang tampaknya receh, tetapi diam-diam mengubah cara kita melihat hidup.
Buku ini adalah kumpulan potongan kehidupan yang random—tentang manusia, perjalanan, kenangan, kesepian, kebetuan, kehilangan, dan kejadian-kejadian kecil yang kadang lucu, kadang ganjil, kadang membuat kita berhenti sejenak.
Tidak ada kesimpulan besar. Hanya beberapa cerita dari seseorang yang berjalan, melihat, mengingat, lalu merenung: Mungkin begini cara manusia berteman dengan hidupnya sendiri.
Daftar IsiDAFTAR ISI ……………………………………………………………. vi
PRAKATA …………………………………………………………….. viii
ISOBEL …………………………………………………………………. 1
SEMANGKUK WAKTU …………………………………………….. 9
TRAGEDI BRUTU DI MALAM NATAL ………………………… 12
DARI TUILERIES KE PÈRE LACHAISE ………………………. 18
SITI OH SITI ………………………………………………………….. 24
MANUSIA PLATONIK …………………………………………….. 29
SELAI KACANG ……………………………………………………. 36
DOA YANG DISESALI ……………………………………………. 43
SANCTUARY BERNAMA INDAH ……………………………… 47
RENDANG DARI RENI …………………………………………… 53
KINI AKU MENYIMPANMU DALAM WAKTU …………….. 60
JAWAB SEMESTA …………………………………………………. 64
RUMAH SEJUTA KENANGAN …………………………………. 68
KERETA TERAKHIR ……………………………………………….. 74
PEREMPUAN ITU ………………………………………………….. 77
TEH, KUPU-KUPU, DAN TAKDIR …………………………….. 83
YANG TINGGAL TANPA PERNAH DIMILIKI ………………. 88
PAGI YANG BICARA ………………………………………………. 93
BUNTIL “LEGEND” BUATAN MAMA ……………………….. 98
TENTANG PENULIS …………………………………………….. 101 -
-30%
DALAM LONCENG CINTA : Ketika Air Wudu dan Air Baptis Menjadi Air Mata
Original price was: Rp140.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.Penulis :
MUHAMMAD GIBRAN ALIF PRASETYA
ISBN : 978-634-97256-9-9
Jumlah Hlm : x + 289 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Bagaimana jika Tuhan mempertemukan dua manusia yang tidak ditakdirkan untuk saling memiliki?
Alif adalah seorang hafidz muda lulusan Timur Tengah, putra seorang kiai yang pulang ke tanah kelahirannya untuk mengabdi di pesantren di kaki gunung. Hidupnya dibangun oleh Al-Qur’an, tradisi pesantren, dan keyakinan bahwa cinta semestinya membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan.
Nara datang dari Indonesia Timur. Setelah menempuh pendidikan teologi di Jawa, ia memilih jalan hidup sebagai biarawati Katolik dan mengabdikan dirinya di sebuah biara kecil di kaki gunung. Ia percaya bahwa panggilan Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dipahami manusia.
Mereka bertemu bukan dalam suasana romantis, melainkan ketika sebuah bencana memaksa mereka menyelamatkan anak-anak dan warga yang terjebak banjir. Dari pertengkaran, tumbuh rasa hormat. Dari rasa hormat, lahir kepedulian. Dan dari kepedulian, perlahan tumbuh sesuatu yang paling mereka takuti: cinta.
Namun Alif dan Nara tidak sekadar berbeda latar belakang. Mereka berbeda dalam cara berdoa, cara memahami Tuhan, dan jalan iman yang mereka yakini. Ketika keluarga, agama, pengabdian, dan masa lalu mulai menuntut pilihan, keduanya harus berhadapan dengan pertanyaan yang jauh lebih sulit daripada “Apakah kita saling mencintai?”
Pertanyaannya adalah:
“Jika cinta membuatmu harus memilih antara memilikinya dan tetap setia kepada Tuhan, apa yang akan kau pilih?”Di antara azan yang memanggil Alif dan lonceng yang memanggil Nara , mereka belajar bahwa tidak semua cinta harus berakhir di pelaminan. Ada cinta yang justru menemukan maknanya ketika dua manusia berani melepaskan satu sama lain tanpa mengkhianati keyakinannya.
Sebab mungkin, ada cinta yang tidak diciptakan untuk menjadi milik kita.
Melainkan untuk mengajarkan kita bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
“Tidak semua cinta ditakdirkan untuk menjadi kita. Sebagian ditakdirkan untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik.”
Daftar IsiPRAKATA …………………………………………………………………. vii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… ix
PROLOG DUA SUARA …………………………………………………. 1
BAGIAN I DUA SUARA ………………………………………………. 8
BAB 1: LONCENG HARI MINGGU ………………………….. 9
BAB 2: BANJIR DAN RAHASIA BERDARAH ………… 22
BAB 3: PERJANJIAN SETAN ………………………………… 33
BAGIAN II SURAT-SURAT YANG TIDAK PERNAH
DIMAKSUDKAN UNTUK CINTA ……………………………… 44
BAB 4: SURAT YANG SALAH ALAMAT ………………. 45
BAB 5: PEREMPUAN BERCADAR …………………………. 55
BAB 6: PEREMPUAN YANG TIDAK MAU MENJADI
RIVAL……………………………………………………………………. 62
BAB 8: NATAL ………………………………………………………. 69
BAB 9: IDUL FITRI ………………………………………………… 76
BAGIAN III CINTA YANG TIDAK MENGAKU ……….. 83
BAB SEMBILAN PERTANYAAN YANG TIDAK
BOLEH DITANYAKAN ………………………………………….. 84
BAB 10: AISYAH MELIHAT LEBIH DAHULU ……….. 93
BAB 11: BERKAS KEDUA ……………………………………. 100
BAB 12: KIAI YANG TAHU …………………………………. 106
BAB 13: ANAK KIAI …………………………………………… 114
BAB 14: TERIMA KASIH ……………………………………… 121
BAGIAN IV KAUL DAN PILIHAN ………………………….. 129
BAB 15: PANGGILAN ………………………………………….. 130
BAB16: TA’ARUF KEDUA …………………………………… 138
BAB 17: GEREJA KOSONG ………………………………….. 146
BAB 18: KAUL KEKAL ………………………………………… 155
BAGIAN V KUBURAN YANG BERJALAN ……………… 166
BAB 19: TIGA TAHUN …………………………………………. 167
BAB 20: AISYAH MENIKAH ………………………………… 175
BAB 21: DITA KEMBALI ……………………………………… 181
BAB 22: KEMATIAN DITA …………………………………… 189
BAGIAN VI RUMAH LONCENG …………………………….. 199
BAB 23: RUMAH TANPA AGAMA ………………………. 200
BAB 24: SKANDAL ……………………………………………… 212
BAB 25: SATU RUMAH, DUA KAMAR ………………… 221
BAB 26: AISYAH DATANG ………………………………….. 231
BAGIAN VII DUA PULUH TAHUN …………………………. 240
BAB 27: TIGA RIBU ANAK ………………………………….. 241
BAB 28: NARA SAKIT …………………………………………. 251
BAB 29: LONCENG TERAKHIR …………………………… 260
BAB 30: DALAM LONCENG CINTA …………………….. 268
EPILOG SUARA YANG TERSISA …………………………… 276
CATATAN PENULIS ……………………………………………….. 281
UCAPAN TERIMA KASIH ………………………………………. 283
GLOSARIUM …………………………………………………………… 284
TENTANG PENULIS ……………………………………………….. 287 -
-30%
PRINCESS YANG MEMBISU : Novel Romansa antara Septian dan Alina
Original price was: Rp93.000.Rp65.000Current price is: Rp65.000.Penulis :
Syarif Cecep
ISBN : 978-634-97290-0-0
Jumlah Hlm : vi + 84 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Septian dan Alina dipertemukan sebagai rekan kerja. Septian adalah senior yang telah berkeluarga, sementara Alina merupakan karyawan baru yang masih lajang. Komunikasi mereka awalnya sebatas urusan pekerjaan, hingga Septian dipercaya menjadi mentor Alina dalam mengelola data karyawan. Sejak saat itu, keduanya semakin sering berinteraksi.
Alina yang cantik, periang, dan lembut, berpadu dengan Septian yang ramah dan suka bercanda. Kedekatan mereka tumbuh melalui berbagai hal sederhana: berdiskusi tentang pekerjaan, makan bersama, salat bersama, berfoto, hingga saling berbagi cerita. Alina bahkan membuka kisah hidupnya sebagai seorang yatim piatu. Perhatian-perhatian kecil dari Alina pun perlahan membuat Septian menyimpan rasa yang semakin dalam.
Setelah setahun bekerja bersama, sebuah percakapan panjang selama lebih dari tiga jam membuat perasaan Septian kepada Alina semakin kuat. Ia mulai mengingat kembali berbagai momen kebersamaan mereka, termasuk perhatian Alina kepadanya saat family gathering. Septian pun meyakini bahwa Alina memiliki rasa yang sama.
Tak mampu lagi menahan perasaannya, Septian akhirnya mengungkapkan isi hatinya melalui WhatsApp. Namun, di luar dugaannya, Alina justru marah. Sejak saat itu, hubungan mereka berubah. Alina tak lagi mau berbicara, selalu menghindar ketika berpapasan, bahkan tidak merespons ketika Septian mencoba meminta maaf. Bagi Septian, hari-hari tanpa komunikasi dengan Alina terasa begitu menyiksa. Suara lembut, tawa riang, dan perhatian yang dahulu mengisi kesehariannya kini hilang begitu saja. Sementara rasa di hatinya justru semakin dalam dan membara.
Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………….. v
Daftar Isi ………………………………………………………………………. vi
Chat Pertama Tanpa Rasa …………………………………………………. 1
Mentor dan Murid di Ruang Data …………………………………….. 9
Makan Bareng Sholat Bareng Selfi Bareng …………………………18
Yatim Piatu di Balik Senyumnya …………………………………….. 26
Family Gathering dan Tanda Tanda yang Diabaikan …………. 34
Tiga Jam Menunggu di Lorong Musholla …………………………. 43
Pesan WA yang Mengubah Segalanya ………………………………. 51
Tujuh Bulan Bagai Neraka ……………………………………………… 59
Maaf yang Terlambat Tujuh Bulan ………………………………….. 67
Cinta yang Akhirnya Bersuara ………………………………………….75
Tentang Penulis ……………………………………………………………. 83 -
-30%
RETENSI RINDU Setiap Kenangan Punya Tempat Tidak Semua Harus Selamanya Bersama Kita
Original price was: Rp149.000.Rp104.000Current price is: Rp104.000.Penulis :
Taufiq Dwi Hanan
ISBN : 978-634-97290-1-7
Jumlah Hlm : viii + 324 halaman
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Aris percaya bahwa setiap cinta meninggalkan jejak. Ketika perempuan yang dicintainya pergi, ia memilih hidup di antara benda-benda yang menyimpan kenangan: surat, undangan pernikahan, bunga kering, hingga jam tangan yang tak pernah berhenti berdetak. Namun, semakin erat ia menggenggam masa lalu, semakin jauh ia kehilangan dirinya sendiri.
Retensi Rindu adalah kisah tentang kehilangan, keberanian melepaskan, dan belajar bahwa tidak semua kenangan harus disimpan selamanya. Sebab, rindu pun memiliki masa retensinya.Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………… v
Undangan yang Tak Pernah Sampai …………………………………. 1
Garis Batas Memori ………………………………………………………. 33
Jejak yang Tertinggal ……………………………………………………. 70
Ruang yang Berbisik …………………………………………………….. 114
Aroma yang Menetap …………………………………………………… 149
Lambaian dari Masa Lalu ……………………………………………… 176
Lentera yang Padam …………………………………………………….. 203
Fragmen yang Tercecer ……………………………………………….. 234
Pelabuhan Terakhir ……………………………………………………… 262
Muara di Ujung Jalan …………………………………………………… 292
Tentang Penulis …………………………………………………………… 323