-
-25%
KETIKA KENYATAAN TAK SESUAI HARAPAN SENI MENERIMA REALITA, MENGURANGI KECEWA
Original price was: Rp130.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.Penulis :
MOHAMMAD NURWAHID
ISBN : 978-634-05-0003-5
Jumlah Hlm : x + 228
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Buku ini membawa kita menatap hidup dengan jujur ketika kenyataan sering tidak sesuai harapan. Ia mengajak kita memahami bahwa kecewa bukanlah kegagalan tetapi pesan halus dari batin yang menuntun pada kesadaran diri dan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman manusia. Setiap luka, setiap kekecewaan, setiap harapan yang runtuh bukan untuk ditolak tetapi untuk diterima sebagai bagian dari perjalanan yang lebih luas dan lebih jujur.
Di halaman demi halaman kita belajar menghadapi rasa sakit dan kekecewaan dengan keberanian yang lembut. Kita diajak berhenti memusuhi kenyataan, memberi ruang bagi perasaan yang terluka, menurunkan ekspektasi yang membebani, dan menemukan rasa cukup tanpa kehilangan arah atau kemampuan untuk bermimpi. Kita belajar untuk hadir sepenuhnya di hari ini, meski langkah masih ragu dan hati masih sakit, menyadari bahwa hidup tidak harus sempurna agar tetap layak dijalani.
Buku ini menuntun kita menumbuhkan harapan yang sehat, harapan yang memberi energi tanpa menuntut, yang tetap memungkinkan kita jatuh dan bangkit lagi tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Ia mengajarkan kita menjaga diri dari tekanan yang tak perlu, merawat luka yang masih terasa, dan tetap bergerak di tengah ketidakpastian.
Dari sini kita belajar bahwa keberanian bukan selalu tentang tindakan besar atau pahlawan yang terlihat jelas, tetapi tentang tetap hadir, tetap bernapas, tetap terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru meski hidup tidak berjalan seperti yang kita bayangkan.
Membaca buku ini adalah undangan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima realita apa adanya. Ia mengajarkan kita menatap rasa sakit dengan lembut, menumbuhkan ketenangan di tengah keributan batin, dan menemukan kekuatan yang sunyi di dalam kesadaran yang penuh. Hidup yang utuh bukanlah hidup tanpa luka, melainkan hidup yang dijalani dengan hati yang jujur, langkah yang perlahan namun mantap, dan kemampuan untuk tetap hadir meski dunia tidak selalu bersahabat.
Buku ini bukan sekadar panduan untuk menghindari kecewa atau meraih kebahagiaan instan. Ia adalah teman sunyi yang menuntun kita memahami seni hidup dengan penuh kesadaran, seni menerima kenyataan, seni menjaga hati tetap lentur, dan seni menapaki hari-hari yang tidak sempurna dengan keberanian yang paling manusiawi.
Kata Pengantar ………………………….. v
Daftar Isi ………………………….. viii
Prolog ………………………….. 1Bagian I: Harapan Benih Kecewa …………………. 6
Bab 1: Kita Hidup dari Harapan ………………………….. 12
Bab 2: Ketika Pikiran Merancang, Dunia Tidak Menyetujui ………………………….. 21
Bab 3: Kecewa Tidak Datang Tiba Tiba …………..30
Bab 4: Harapan yang Kita Simpan Terlalu Lama ……………39
Bab 5: Ketika Harapan Menjadi Ukuran Nilai Diri …………. 46Bagian II: Kecewa, Luka yang Tak Terlihat ………………………….. 53
Bab 6: Bentuk Bentuk Kecewa yang Jarang Diakui ………………………….. 58
Bab 7: Mengapa Kita Sulit Menerima Kenyataan………………………….. 70
Bab 8: Melarikan Diri dari Realita………………………….. 80
Bab 9: Penerimaan yang Keliru………………………….. 89
Bab 10: Luka yang Tidak Diakui Akan Menentukan Cara Kita Hidup ………………………….. 97
Bagian III: Menerima Bukan Menyerah …………………… 105
Bab 11: Menerima Bukan Berarti Kalah …………………… 110
Bab 12: Seni Menurunkan Harapan Tanpa Kehilangan Harapan …………………………..120
Bab 13: Realita yang Diterima Menjadi Guru …………………………..128
Bab 14: Menemukan Arti Cukup di Tengah Kekurangan …………………………..135
Bab 15: Hidup yang Tidak Ideal, Tapi Utuh ………………144
Bagian IV: Hidup Setelah Kecewa ………………………….. 153
Bab 16: Menjalani Hidup Apa Adanya ………….161
Bab 17: Harapan Baru yang Lebih Sehat ………….169
Bab 18: Jika Kecewa Datang Lagi…………………….. 178
Bab 19: Menjadi Lembut Tanpa Menjadi Lemah ……………… 186
Bab 20: Hidup yang Tidak Sempurna, Tapi Dihuni Sepenuhnya ……………… 120Epilog: Hidup Tetap Berjalan Meski Tidak Sesuai Harapan ………………………….. 210
Tentang Penulis ………………………….. 216
-
-29%
YANG TAK TERUCAP DI BALIK KAKI GUNUNG SLAMET
Original price was: Rp70.000.Rp50.000Current price is: Rp50.000.Penulis :
MAULANA TEGUH PERDANA
ISBN : 978-634-05-0005-9
Jumlah Hlm : x + 81
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Maya, seorang jurnalis investigasi berusia 28 tahun, merasa jenuh dengan rutinitas liputan kota yang monoton. Didorong oleh idealisme untuk mengungkap kisah-kisah tak terucap dan rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal mistis sejak kecil, ia terpikat oleh desas-desus dari temannya, Rio, tentang sebuah desa terpencil bernama Kalibiru di kaki Gunung Slamet, Tegal. Desa itu kerap dilanda musibah tak wajar dan beberapa kasus orang hilang misterius.
Dengan alasan meliput “fenomena budaya lokal,” Maya nekat pergi ke Kalibiru. Setibanya di sana, ia disambut tatapan curiga warga dan memutuskan menginap di sebuah rumah tua di pinggir desa. Malam pertamanya diwarnai gangguan suara aneh, bayangan, dan mimpi buruk yang mengerikan, menandakan bahwa ia sudah menjadi target. Upayanya menggali informasi dari warga selalu menemui jalan buntu, hingga akhirnya seorang janda tua, Mbok Dalem, memberikan petunjuk samar tentang sebuah perjanjian kuno. Penemuan sapu tangan milik Rizal, salah satu korban hilang, di tepi Kali Gung semakin meyakinkan Maya bahwa ada misteri kelam yang tersimpan.
Didampingi Rio yang akhirnya menyusul, Maya berhasil menemui Mbah Karto, sesepuh desa yang sangat tertutup. Mbah Karto dengan berat hati menceritakan tentang perjanjian yang dibuat leluhur desa dengan “Penjaga Rimba Slamet”—sebuah entitas purba berwujud tak stabil, kadang asap hitam raksasa, kadang ilusi ketakutan—untuk kemakmuran, dengan imbalan tumbal nyawa setiap purnama merah. Perjanjian itu dilanggar sekitar tiga puluh tahun lalu, membuat Penjaga Rimba murka dan kini menagih “ganti rugi” dalam bentuk tumbal manusia. Mbah Karto memberikan peringatan keras: Penjaga Rimba sudah mengawasi Maya.
Teror pun menimpa Maya secara langsung. Gangguan di rumah semakin intens, peralatan investigasi rusak, dan yang paling mengerikan, Pak Slamet—kepala dusun yang membantu mereka—ditemukan meninggal dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Ketegangan mencekik desa, mendorong Maya untuk mencari solusi. Ia dan Rio menemukan buku harian Arjuna, seorang peneliti yang juga mencoba mengungkap misteri ini 50 tahun lalu dan bernasib tragis. Buku itu berisi detail ritual pemutus perjanjian dan peta menuju “Jantung Kekuatan” Penjaga Rimba di kedalaman hutan.
Maya, yang merasa terpanggil, memutuskan untuk menghentikan siklus teror ini. Bersama Rio dan beberapa warga muda yang lelah dengan ketakutan (Dani, Budi, Rina), mereka memulai perjalanan berbahaya di tengah malam menuju jantung hutan. Mereka menghadapi ilusi, jebakan, dan manifestasi mengerikan dari Penjaga Rimba yang mencoba menghentikan mereka. Di dalam gua “Jantung Kekuatan”, mereka berkonfrontasi langsung dengan entitas tersebut. Maya memimpin ritual pemutus perjanjian sesuai buku Arjuna, di tengah serangan mental dan fisik dari Penjaga Rimba. Ritual berhasil, namun Dani terluka parah akibat batu yang jatuh—sebuah pengorbanan yang pahit.
Penjaga Rimba Slamet berhasil ditenangkan dan terkurung kembali, namun luka psikologis membekas pada Maya dan tim. Desa Kalibiru kembali tenang, tapi tidak sepenuhnya pulih; kewaspadaan dan ritual baru menjadi bagian hidup mereka. Maya menulis laporannya, namun sengaja tak mengungkap seluruh kebenaran, menyisakan misteri yang tak terucap agar desa bisa melanjutkan hidup.
Bertahun-tahun kemudian, Maya—kini jurnalis sukses namun trauma—menemukan tanda-tanda kecil teror serupa di desa lain sekitar Slamet. Ia menerima foto anonim dan menemukan bayangan Penjaga Rimba yang jelas di foto lamanya. Epilog ini menegaskan bahwa Penjaga Rimba Slamet tidak benar-benar mati, hanya tertidur, menunggu waktu untuk bangkit kembali, meninggalkan Maya dengan kesadaran pahit bahwa beberapa rahasia harus tetap terkubur di balik keagungan gunung.
Kata Pengantar ………………………….. ………………………….. ………………….. iii
Daftar Isi ………………………….. ………………………….. ………………………….. . viii
BAGIAN I: BISIKAN DARI KAKI GUNUNG …………………….. 1
Bab 1: Panggilan dari Desa Terpencil ………………………….. …………..2
1.1 Rutinitas yang Membosankan ………………………….. ……………2
1.2 Percakapan yang Mengusik ………………………….. ………………..3
1.3 Keputusan Nekat ………………………….. ………………………….. ……..6
1.4 Perjalanan Menuju Senyap ………………………….. …………………8
1.5 Tatapan Curiga ………………………….. ………………………….. …………9
Bab 2: Senyapnya Rumah Tua ………………………….. ……………………. 12
2.1 Rumah Tua di Tepi Jurang ………………………….. ……………….. 12
2.2 Bisikan Malam Pertama ………………………….. ……………………. 13
2.3 Warga yang Tertutup ………………………….. ……………………….. 15
2.4 Pertemuan dengan Janda Tua ………………………….. ………… 16
Bab 3: Jejak Hilang di Kali Gung ………………………….. ………………… 18
3.1 Peringatan Tak Terucap ………………………….. ……………………. 18
3.2 Kisah Tragis Keluarga Pak Karta ………………………….. ………. 19
3.3 Penemuan di Tepi Sungai ………………………….. ………………… 21
3.4 Tanda-tanda Aneh………………………….. ………………………….. … 23
BAGIAN II: TEROR YANG BANGKIT KEMBALI …………….. 25
Bab 4: Rahasia Sang Sesepuh ………………………….. …………………….. 26
4.1 Petunjuk dari Secangkir Kopi Pahit ………………………….. … 26
4.2 Kisah Perjanjian di Bawah Purnama ………………………….. .. 28
4.3 Konsekuensi Pelanggaran dan Peringatan Keras …….. 31
Bab 5: Teror di Balik Pintu ………………………….. ………………………….. .33
5.1 Malam yang Tak Lagi Sama ………………………….. ………………33
5.2 Penampakan dan Sentuhan Dingin ………………………….. ..34
5.3 Gangguan pada Rio dan Peralatan ………………………….. ….35
5.4 Korban Selanjutnya: Tragisnya Pak Slamet …………………37
Bab 6: Buku Harian Kuno ………………………….. ………………………….. …39
6.1 Petunjuk Tersembunyi di Rumah Tua…………………………. 39
6.2 Kisah Peneliti yang Gagal ………………………….. ………………….41
6.3 Detail Ritual dan Peta Terlarang ………………………….. ………42
6.4 Tekad dan Bahaya yang Mengintai ………………………….. …44
BAGIAN III: PERJALANAN MENUJU KEGELAPAN ……….. 46
Bab 7: Perhitungan Mundur ………………………….. ……………………….. 47
7.1 Ketakutan yang Tak Terbendung ………………………….. …….47
7.2 Dilema Maya: Lari atau Melawan? ………………………….. ……48
7.3 Sekutu Tak Terduga ………………………….. ………………………….. .49
7.4 Persiapan Menjelang Tengah Malam …………………………. 51
Bab 8: Ritual di Jantung Hutan ………………………….. ……………………53
8.1 Perjalanan Menuju Kegelapan ………………………….. …………53
8.2 Ujian dan Ilusi ………………………….. ………………………….. …………54
8.3 Menemukan Situs Terlarang ………………………….. …………….56
8.4 Menuju Jantung Kekuatan ………………………….. ………………..57
Bab 9: Malam Puncak di Altar Tumbal ………………………….. ……….59
9.1 Memasuki Sarang Teror ………………………….. …………………….59
9.2 Kemunculan Penjaga Rimba Slamet ………………………….. .60
9.3 Pertarungan Kehendak dan Ritual ………………………….. …..62
9.4 Konsekuensi dan Pengorbanan ………………………….. ……….63
BAGIAN IV: WARISAN YANG TAK TERUCAP …………………..66
Bab 10: Bayangan yang Tertinggal …………………………………….. 67
10.1 Pagi Setelah Badai …………………………………………………….. 67
10.2 Luka yang Mengukir Jiwa …………………………………………. 68
10.3 Desa yang Berubah …………………………………………………… 69
10.4 Laporan yang Tak Terucap Penuh ……………………………… 71
Epilog: Bisikan Angin dari Slamet …………………………………….. 73
Epilog.1 Kehidupan yang Berlanjut …………………………………… 73
Epilog.2 Tanda tanda Kecil ………………………………………………. 74
Epilog.3 Warisan yang Tak Pernah Mati ……………………………. 76
Profil Penulis ………………………………………………………………….. 78 -
-35%
SLOW; Santai Bukan Malas, Lambat Bukan Lemah
Original price was: Rp150.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.Penulis :
DENNI CANDRA
ISBN : 978-634-05-0004-2
Jumlah Hlm : x + 249
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Pernahkah Anda merasa seperti berlari di atas treadmill yang tidak bisa berhenti? Terengah-engah mengejar deadline, notifikasi yang tak henti berdentang, daftar tugas yang tak pernah selesai, dan perasaan terus-menerus bahwa Anda tertinggal dari sesuatu, meskipun Anda tidak yakin apa itu?
“SLOW; Santai Bukan Malas, Lambat Bukan Lemah” bukan sekadar buku teritang melambat. Ini adalah panduan transformatif untuk merebut kembali kendali atas hidup Anda di tengah dunia yang terobsesi dengan kecepatan dan produktivitas.
Buku ini mengajak Anda dalam sebuah perjalanan, dari memahami mengapa kita terjebak dalam pusaran kesibukan tanpa akhir, hingga menemukan cara praktis untuk hidup dengan lebih bermakna, tenang, dan hadir.
Anda akan belajar bahwa memperlambat hidup bukan berarti malas. Justru sebaliknya, ini tentang memilih untuk fokus pada apa yang benar-benar penting. Tentang menjalani hidup dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Tentang hadir sepenuhnya untuk orang-orang yang Anda cintai, untuk pekerjaan yang bermakna, untuk momen-momen kecil yang sebenarnya membentuk kehidupan.
Buku ini membongkar mitos produktivitas yang telah menipu kita selama ini, mengungkap bagaimana teknologi dan media sosial membajak perhatian kita, dan menunjukkan jalan keluar dari budaya hustle yang menguras energi. Lebih dari itu, buku ini menawarkan filosofi dan praktik konkret untuk menerapkan slow living dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara Anda bekerja, makan, membesarkan anak, membangun hubungan, hingga menggunakan teknologi.
Ditulis dengan gaya yang santai, kasual, dan penuh empati, buku ini berbicara langsung pada Anda yang merasa lelah dengan tuntutan dunia modem. Bukan dengan teori yang berat atau jargon yang rumit, tetapi dengan contoh nyata, cerita relatable, dan solusi praktis yang bisa Anda mulai terapkan hari ini, bahkan jika hanya dengan satu napas sadar.
Yang membuat buku ini berbeda adalah penekanannya pada fleksibilitas dan personalisasi. Tidak ada template kaku yang harus Anda ikuti. Sebaliknya, Anda akan dipandu untuk menemukan versi slow living yang unik untuk Anda, yang sesuai dengan nilai, kebutuhan, dan realitas kehidupan Anda.
Ini bukan buku tentang pelarian dari kehidupan modern, ini adalah buku tentang bagaimana hidup dengan lebih baik di dalamnya. Tentang menemukan ketenangan di tengah kekacauan. Tentang memilih kualitas di atas kecepatan. Tentang menjalani hidup sebagai perjalanan yang indah, bukan perlombaan yang melelahkan.
Karena pada akhirnya, hidup ini terlalu berharga untuk hanya dijalani dengan terburu-buru. Hidup ini perjalanan yang patut dinikmati, satu langkah lambat pada satu waktu.
Saatnya berhenti berlari. Saatnya mulai hidup.
KATA PENGANTAR V
DAFTAR ISI X
BAGIAN I
MEMAHAMI KECEPATAN HIDUP MODERN 1
TREADMILL KEHIDUPAN 2
MITOS PRODUKTIVITAS 11
AKAR MASALAH 20BAGIAN II
FILOSOFI SLOW LIVING 29
APA ITU SLOW LIVING? 30
NILAI – NILAI INTI SLOW LIVING 39
MANFAAT HIDUP YANG LEBIH LAMBAT 49BAGIAN III
MEMPERLAMBAT BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN 63
SLOW WORK 64
SLOW FOOD & EATING 76
SLOW TECHNOLOGY 88
SLOW PARENTING 102
SLOW RELATIONSHIPS 113
SLOW LEISURE 125BAGIAN IV
PRAKTIK DAN IMPLEMENTASI 137
MENYEDERHANAKAN HIDUP 138
MINDFULNESS DALAM KESEHARIAN 148
MENCIPTAKAN RITUAL HARIAN 158
MENGATAKAN TIDAK DENGAN ANGGUN 169BAGIAN V
HIDUP SLOW DI DUNIA YANG CEPAT 178
MENGHADAPI RESISTENSI 179
SLOW LIVING DAN KARIER 188
SLOW LIVING DI ERA DIGITAL 196
SLOW LIVING DENGAN BUDGET TERBATAS 204BAGIAN VI
TRANSFORMSI JANGKA PANJANG 214
INSPIRASI DARI BERBAGAI BUDAYA 215
MENCIPTAKAN LEGACY SLOW 225
PERJALANAN, BUKAN DESTINASI 236DAFTAR PUSTAKA 245
PROFIL PENULIS 247 -
-37%
IZINKAN MEREKA BERTANYA, “KAPAN KAMU NIKAH?” Panduan Tenang untuk Single yang Capek Ditanya Kapan Nikah
Original price was: Rp150.000.Rp95.000Current price is: Rp95.000.Penulis :
DINARI OKTARIA
ISBN : 978-634-04-9855-4
Jumlah Hlm : x + 277
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Hai kamu. Iya, kamu.
Jujur deh.. Udah muak belum?
Muak karena harus menyiapkan jawaban “aman” setiap kali ditanya: “Kapan nikah?”
Muak karena harus terus memasang senyum formalitas andalan untuk menutupi rasa lelah yang sebenarnya sudah di ubun-ubun.
Aku tahu rasanya berusaha hidup normal, fokus ke karier, dan mencoba nggak panik saat melihat satu per satu teman mulai mengunggah foto pernikahan. Tapi jujur saja, saat malam tiba dan suasana menjadi sunyi, pikiran itu tetap menyelinap dibenakmu: “Ada yang salah ya sama aku? Kenapa aku merasa tertinggal jauh banget?”
Buku ini aku tulis khusus buat kamu yang sering pura-pura kuat, padahal aslinya seperti sedang kehabisan napas karena merasa berpacu dengan waktu. Buat kamu yang hatinya sibuk meredam cemas akibat tekanan sosial, tapi harus tetap terlihat “oke” di depan semua orang.
Lewat buku ini, kita nggak cuma bakal curhat bareng. Aku mau ajak kamu membedah akar rasa sepi dan cemas yang kamu rasakan itu pakai kacamata psikologi dan neurosain,. Kita bakal cari tahu kenapa pertanyaan basa-basi itu bisa bikin otak kita merasa “terancam”, gimana caranya menyembuhkan luka lama, sampai cara mengelola energi diri supaya kamu bisa menanti dengan tenang tanpa harus kehilangan jati diri.
Ingat ya, ini bukan buku panduan cepat mencari jodoh. Bukan juga mantra ajaib biar kamu langsung dilamar besok pagi.
Buku ini adalah teman perjalanan yang bakal menemanimu melewati empat tahap penting: 1) mengakui kalau kamu memang lelah, 2) berani menatap luka lama, 3) menata ulang cara pandangmu soal cinta, 4) sampai akhirnya kamu siap melangkah dengan batin yang lebih sehat.
Setelah kamu tutup buku ini nanti, harapanku cuma satu: kamu punya kekuatan dan rasa nyaman yang utuh saat harus menghadapi pertanyaan itu untuk kesekian ratus kalinya—tanpa ada lagi rasa nyesek di dada.
Sebab, kamu nggak tertinggal. Kamu cuma lagi dipersiapkan.Daftar Isi
Daftar Isi
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………v
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….vii
PROLOG Kenapa Belum Menikah? ……………………………………………1
Bagian 1: Berdamai dengan Tekanan dan Sunyi
(Fase Validasi) ……………………………………………………………. 6
Bab 1: “Aku Baik-Baik Saja” adalah Sebuah Kebohongan yang
Melelahkan …………………………………………………………………………………..7
Sebenernya Kamu nggak Papa Kalau Ngerasa Nggak
Baik-Baik Aja. …………………………………………………………………………13
Gimana Kalau Jodoh Datang Terlambat? ………………………….23
Menyiapkan Amunisi Jawaban Pertanyaan
“Kapan Nikah?” ……………………………………………………………………..29
Bab 2: Sunyi Itu Nyata, Sepi Itu Pilihan …………………………………..31
Sunyi Itu Nggak Selalu Sepi …………………………………………………31
Ketenangan Adalah Kunci …………………………………………………..42
Bab 3: Cinta Bukan Obat Anti -Kesepian …………………………………49
Cinta Tidak Akan Pernah Mengisi Kekosongan yang
Kita Abaikan …………………………………………………………………………..49
Kita Nyari ‘Jodoh’ atau Nyari ‘Pengakuan’? ……………………….58Bagian 2: Pulang ke Diri Sendiri
(Fase Introspeksi & Healing) ……………………………………… 63
Bab 4: Apakah Aku Belum Siap, atau Sebenarnya Takut? ……64
Takut Nikah Tidak Sama dengan Tidak Siap Nikah …………..69
Dari Mana Datangnya Ketakutan Itu? ………………………………..74
Ketika Ketakutan Menyamar Menjadi Kemandirian …………79
Bagaimana Jika Bukan Jodohmu yang Belum Datang…
Tapi Kamunya yang Menutup Pintu? …………………………………84
Menyembuhkan Diri: Bukan Agar Siap Menikah, Tapi Agar
Tidak Salah Menghindar ………………………………………………………89
Bab 5: Meninggalkan Cinta yang Menguras Jiwa …………………96
Mengenali Cinta yang Melelahkan …………………………………….96
Cinta atau Ketergantungan? ……………………………………………..100
Perempuan Penuh Tahu Kapan Harus Tinggal, Kapan Harus
Pergi ……………………………………………………………………………………..104
Bab 6: Seni Menjadi Perempuan yang ‘Penuh’ ……………………110
Keinginan Bahwa Harus Ada Seseorang yang Membuat Diri
Lengkap Itu Hanyalah Ilusi …………………………………………………110
Perempuan yang Belum Penuh Akan Mudah Tumbang . 114
Cara Menjadi Diri yang Utuh ……………………………………………..119
Tantangan untuk Menyayangi Diri Sendiri ……………………..124
Mengapa Kita Sulit Menyayangi Diri Sendiri? …………………127
Healing Bukan Move On Buru -Buru – Pulih Itu Proses,
Bukan Pelarian …………………………………………………………………….129
Kenapa Kita Takut Proses Pulih? ……………………………………….133Bagian 3: Mengatur Ulang Frekuensi
(Fase Transformasi Mindset) …………………………………… 142
Bab 7: Mengaktifkan Energi Feminin dalam Penantian …….143
Kesalahpahaman Tentang Feminin (Bukan tentang
penampilan luar) …………………………………………………………………150
Latihan Energi Feminin Sehari -hari saat Tahap Penantian
Jodoh ……………………………………………………………………………………155
Mengapa Banyak Perempuan Gengsi Menggunakan Energi
Feminin?……………………………………………………………………………….164
Luka Lama yang Menghambat Energi Feminin ………………169
Bab 8: Jodoh Itu Misterius, Tapi Bisa Dibaca Polanya ………..176
Katanya Jodoh Itu Misterius ………………………………………………176
Refleksi Umum tentang Tanda -Tanda dari
Tuhan/Semesta ……………………………………………………………………181
Ketemu Orang yang Salah Berulang Kali, Kok Bisa? ……….183
Semesta Sering Kasih Clue, Tapi Kita Sibuk Mikirin Ex …..187
Berdoa Lewat Perilaku ……………………………………………………….. 191
Rezeki, Karir, dan Jodoh: Mereka Jalan Bersama …………….196
Simpulan Reflektif ……………………………………………………………….201
Tuhan Dengerin, Tapi Kita Ngerti Nggak? ……………………….205
Bab 9: Nilai Hidup vs. Spesifikasi Fisik …………………………………..210
Spesifikasi atau Nilai Hidup? ……………………………………………..210
Kamu Layak Dicintai, Tapi Bukan Dengan
Meminta-Minta ……………………………………………………………………213
Afirmasi dan Refleksi …………………………………………………………..216Bagian 4: Menghadapi Masa Depan dengan Tenang
(Fase Eksekusi) ……………………………………………………….. 221
Bab 10: Tiga Rumus Keutuhan Sebelum Mengucap Janji …222
Pertama, ketidakcocokan selera fisik. ……………………………….223
Kedua, ketidakcocokan karakter. ………………………………………224
Ketiga, ketidakcocokan tujuan hidup. ……………………………..224
Pasangan adalah manusia berperasaan, bukan sekadar Alat
pemenuh kebahagiaan ………………………………………………………227
Bab 11: Ketika Dia Akhirnya Datang …………………………………….233
Tanda-Tandanya Beda dari yang Dulu -Dulu …………………..233
Tenang, Bukan Berdebar -Redebar ……………………………………238
Siap Nggak Kamu Berbagi Hidup, Bukan Cuma Cerita? …241
Pernikahan Bukan “Kesan” Happy Ending, Tapi Perjalanan
Baru yang kita harapkan Happy Ending …………………………..246
Bab 12: Kalau Belum Datang Juga, Lalu Apa? ……………………..252
Mengolah Waktu Tunggu Menjadi Kekuatan …………………252
Stop Bertanya Kapan si Dia Datang tapi Mulai Tanya
Kenapa dan Bagaimana Aku Bisa Menjadi Pribadi yang
Berkelimpahan. ……………………………………………………………………257
Karena Jodoh Itu Datangnya Ketika Kita Udah Nggak
Ngeluh Terus ……………………………………………………………………….262
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..269
EPILOG Kamu Tidak Tertinggal, Kamu Sedang
Dipersiapkan ……………………………………………………………………………271 -
-49%
CINTA YANG MENGUATKAN, IMAN YANG MENUNTUN NASIHAT ORANG TUA UNTUK MENGARUNGI BAHTERA RUMAH TANGGA SEBUAH PERSEMBAHAN CINTA DARI ORANG TUA
Original price was: Rp78.000.Rp40.000Current price is: Rp40.000.Penulis :
Suprianto, S.Ag., S.Kep.
QRCBN : 62-2615-2312-085
Jumlah Hlm : xxx + 80
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
“Cinta yang Menguatkan, Iman yang Menuntun” adalah sebuah persembahan cinta, doa, dan nasihat dari orang tua kepada anak-anaknya yang memulai perjalanan rumah tangga.
Buku ini mengajak pembaca merenungkan makna pernikahan sebagai ibadah, sebagai perjalanan spiritual, dan sebagai tempat tumbuhnya cinta yang tulus serta iman yang menguatkan.
Melalui kisah, pesan, doa, dan refleksi kehidupan, buku ini menjadi pengingat bahwa rumah tangga yang bahagia tidak hanya dibangun oleh cinta, tetapi juga oleh kesabaran, pengertian, dan doa yang tidak pernah berhenti.
Buku ini bukan hanya hadiah bagi pasangan yang baru menikah, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin menjadikan rumah tangga sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki.
Daftar Isi
Daftar Isi
Daftar Isi ………………………………………………………………………..v
Kata Pengantar ……………………………………………………………….x
Prolog …………………………………………………………………………. xii
Pengantar Buku …………………………………………………………… xiv
Halaman Dedikasi ……………………………………………………….. xvi
Kutipan Pembuka Buku ……………………………………………….. xvii
Kutipan Pembuka Setiap Bab ………………………………………. xviii
Surat Abi untuk Anakku di Hari Pernikahanmu …………………. xxi
Surat Ummi untuk Anakku di Hari Pernikahanmu ……………. xxiv
Janji Cinta ………………………………………………………………… xxvii
Doa Orang Tua …………………………………………………………… xxix
Bab 1 Makna Pernikahan sebagai Ibadah ………………………….. 1
1. Pernikahan sebagai Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم ……………… 1
2. Tujuan Pernikahan dalam Perspektif Islam ……………. 2
3. Pernikahan sebagai Jalan Penyempurnaan Iman ……. 3
4. Nilai Spiritual dalam Ikatan Pernikahan …………………. 4
5. Pernikahan sebagai Awal Perjalanan Menuju Surga … 5
Bab 2 Cinta dalam Pernikahan: Lebih dari Sekadar Perasaan . 7
1. Hakikat Cinta dalam Pandangan Islam………………….. 7
2. Perbedaan Cinta Romantis dan Cinta yang
Diberkahi ………………………………………………………….. 8
3. Cinta yang Menguatkan Iman ………………………………. 9
4. Menjaga Keikhlasan dalam Mencintai Pasangan…… 10
5. Menumbuhkan Cinta Sepanjang Perjalanan
Pernikahan ……………………………………………………… 11
Bab 3 Fondasi Rumah Tangga: Sakinah, Mawaddah,
Rahmah ……………………………………………………………………… 13
1. Makna Sakinah dalam Kehidupan Rumah Tangga …. 13
2. Mawaddah: Cinta yang Tumbuh dari Ketulusan ……. 14
3. Rahmah: Kasih Sayang yang Menguatkan ……………. 15
4. Membangun Keharmonisan dalam Keluarga ………… 16
5. Menjadikan Rumah sebagai Tempat Ketenteraman . 17
Bab 4 Peran dan Tanggung Jawab Suami ………………………… 19
1. Suami sebagai Pemimpin Keluarga …………………….. 19
2. Tanggung Jawab Nafkah dan Perlindungan ………….. 20
3. Keteladanan Suami dalam Iman dan Akhlak ………… 21
4. Komunikasi yang Bijak dengan Istri……………………… 22
5. Menjadi Sahabat dan Penopang bagi Pasangan ……. 23
Bab 5 Peran dan Kehormatan Seorang Istri ……………………. 25
1. Kedudukan Istri dalam Islam ……………………………… 25
2. Istri sebagai Penyejuk Hati Suami……………………….. 26
3. Kebijaksanaan Istri dalam Mengelola Rumah
Tangga ……………………………………………………………. 27
4. Dukungan Istri terhadap Perjalanan Hidup Suami …. 28
5. Kemuliaan Istri dalam Membangun Generasi ………. 29
Bab 6 Komunikasi: Jembatan Keharmonisan Rumah Tangga 30
1. Pentingnya Komunikasi yang Jujur dan Terbuka ……. 30
2. Mendengar dengan Hati dan Empati …………………… 31
3. Menyelesaikan Perbedaan dengan Bijaksana ………. 32
4. Menghindari Konflik yang Tidak Perlu ………………….. 33
5. Membangun Bahasa Cinta dalam Keluarga …………. 33
Bab 7 Kesabaran dan Keteguhan dalam Menghadapi Ujian
Rumah Tangga …………………………………………………………….. 35
1. Ujian sebagai Bagian dari Kehidupan Pernikahan ….. 35
2. Kesabaran sebagai Kekuatan dalam Rumah Tangga 36
3. Menghadapi Konflik dengan Kedewasaan ……………. 37
4. Menguatkan Hubungan dengan Doa dan Iman ……… 38
5. Menemukan Hikmah di Balik Setiap Ujian ……………. 39
Bab 8 Mengelola Keuangan Keluarga dengan Bijak ………….. 40
1. Rezeki sebagai Amanah dari Allah ………………………. 40
2. Perencanaan Keuangan dalam Rumah Tangga …….. 41
3. Hidup Sederhana dan Menghindari Pemborosan ….. 42
4. Keterbukaan Keuangan antara Suami dan Istri ……… 43
5. Keberkahan Rezeki melalui Sedekah ………………….. 43
Bab 9 Membangun Kepercayaan dalam Pernikahan ………… 45
1. Kepercayaan sebagai Fondasi Hubungan ……………. 45
2. Kejujuran sebagai Dasar Kepercayaan ………………… 46
3. Menjaga Amanah dalam Pernikahan …………………… 47
4. Mengatasi Keraguan dalam Hubungan ………………… 47
5. Kepercayaan yang Tumbuh Seiring Waktu …………… 48
Bab 10 Mendidik Anak dalam Keluarga yang Penuh Cinta ….. 50
1. Anak sebagai Amanah dari Allah ………………………… 50
2. Peran Orang Tua sebagai Pendidik Pertama …………. 51
3. Menumbuhkan Nilai-Nilai Keimanan sejak Dini ……. 52
4. Mendidik dengan Kasih Sayang dan Kesabaran ……. 52
5. Membangun Keluarga sebagai Lingkungan yang
Positif …………………………………………………………….. 53
Bab 11 Menjaga Kehangatan Cinta Sepanjang Usia
Pernikahan …………………………………………………………………. 55
1. Cinta yang Bertumbuh Seiring Waktu ………………….. 55
2. Menghargai Hal-Hal Kecil dalam Kehidupan
Bersama …………………………………………………………. 56
3. Meluangkan Waktu untuk Kebersamaan ……………… 57
4. Menghormati dan Mendukung Satu Sama Lain …….. 57
5. Mensyukuri Perjalanan Pernikahan …………………….. 58
Bab 12 Membangun Tradisi Kebaikan dalam Keluarga ………. 60
1. Keluarga sebagai Sekolah Nilai Kehidupan…………… 60
2. Membiasakan Kebaikan dalam Kehidupan
Sehari-hari ………………………………………………………. 61
3. Menanamkan Kepedulian terhadap Sesama ………… 62
4. Menghidupkan Tradisi Spiritual dalam Rumah ……… 63
Cinta yang Menguatkan, Iman yang Menuntun | ix
5. Menjadi Keluarga yang Memberi Manfaat bagi
Lingkungan ……………………………………………………… 63
Bab 13 Menjaga Keharmonisan Keluarga di Tengah Perubahan
Zaman ……………………………………………………………………….. 65
1. Tantangan Rumah Tangga di Era Modern …………….. 65
2. Menjaga Keseimbangan antara Pekerjaan dan
Keluarga …………………………………………………………. 66
3. Bijak Menggunakan Teknologi dalam Keluarga ……… 67
4. Memperkuat Nilai-Nilai Keluarga ……………………….. 68
5. Menjadikan Rumah sebagai Tempat Kembali yang
Penuh Kedamaian ……………………………………………. 68
Bab 14 Menutup Perjalanan dengan Doa dan Harapan …….. 70
1. Pernikahan sebagai Perjalanan Panjang ………………. 70
2. Mensyukuri Setiap Tahap Kehidupan ………………….. 71
3. Menjaga Harapan untuk Masa Depan………………….. 72
4. Doa sebagai Penguat Perjalanan Rumah Tangga ….. 72
5. Harapan Orang Tua untuk Anak dan Keluarganya….. 73
Penutup ……………………………………………………………………… 75
Epilog…………………………………………………………………………. 76
Cinta yang Terus Menguatkan ……………………………………….. 76
Tentang Penulis …………………………………………………………… 78 -
-22%
THE GUARDIANS OF IMAN Meneladani Kisah Heroik Para Pejuang Islam
Original price was: Rp100.000.Rp78.000Current price is: Rp78.000.Penulis :
Taufik Rahman
QRCBN: 62-2615-6323-572
Jumlah Hlm : viii + 172
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Apakah kamu kenal Ulbah bin Zaid? Abu Dujanah? Ammar bin Yasir? Jika nama-nama ini terdengar asing, mungkin ada yang perlu kita akui dengan jujur. kita mengaku mencintai Nabi dan para sahabat, tetapi nyaris tidak mengenal mereka. Padahal mereka berjuang dengan mengorbankan darah, air mata, dan seluruh hidupnya.
The Guardians of Iman mengajak pembaca menembus debu sejarah menyusuri kisah para sahabat yang imannya tidak dibangun dari kenyamanan, tapi dari pengorbanan. Mereka bukan sekadar nama dalam buku sirah, mereka adalah penjaga iman di saat Islam hampir runtuh, saat rasa takut lebih besar daripada harapan, dan saat dunia menawarkan segalanya untuk ditinggalkan.
Buku ini bukan untuk sekadar dibaca. la menantang standar iman kita, mengguncang rasa puas diri, dan memaksa kita bertanya: jika mereka hidup hari ini, di mana posisi iman kita dibanding mereka?
Jika kamu ingin mencari tolak ukur untuk menimbang posisi dan kedudukanmu-buku ini layak kamu miliki.
Daftar Isi
THE GUARDIANS OF IMAN v
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… v
SEUNTAI KATA DARI PENULIS ………………………………….. 1
BAGIAN I PARA PENJAGA IMAN DI MEDAN PERANG. 3
1 HAMZAH BIN ABDUL MUTHTHALIB …………………….. 5
Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan ……………….. 5
2 ALI BIN ABI THALIB ……………………………………………… 10
Keberanian yang Tumbuh dari Tauhid………………………. 10
3 KHALID BIN WALID ……………………………………………… 16
Dari Musuh Islam Menjadi Pedang Allah ……………………. 16
4 ABU DUJANAH BIN KHARASYAH ……………………… 23
Kepala Terikat Merah, Hati Terikat Iman …………………. 23
5 ANAS BIN AN-NADHR ………………………………………… 28
Mencium Aroma Surga di Medan Uhud …………………… 28
6 SA‘AD BIN ABI WAQQASH ………………………………….33
Do’a yang Menjadi Senjata Paling Tajam ……………………33
7 Zubair bin Awwam ……………………………………………….. 39
Singa Allah yang Berdiri di Garda Terdepan …………….. 39
8 THALHAH BIN UBAIDILLAH……………………………….. 45
Tubuh Terluka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم Terlindungi…………………. 45
9 ABDURRAHMAN BIN AUF………………………………….. 50
Pejuang Kaya yang Tidak Terikat Dunia …………………… 50
vi THE GUARDIANS OF IMAN
10 ABU AYYUB AL-ANSHARY ………………………………. 56
Iman yang Bertahan Hingga Usia Senja di
Medan Jihad ……………………………………………………………… 56
BAGIAN II PARA PENJAGA IMAN DALAM
KEHIDUPAN ……………………………………………………………… 62
11 ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ……………………………….. 64
Iman yang Teguh Saat Semua Goyah ………………………. 64
12 UMAR BIN KHATTAB ………………………………………… 74
Keadilan yang Lahir dari Takut kepada Allah ……………. 74
13 UTSMAN BIN AFFAN …………………………………………. 80
Kekayaan yang Dijaga oleh Rasa Malu ……………………… 80
14 BILAL BIN RABAH ………………………………………………. 85
Iman yang Tidak Bisa Disiksa untuk Menyerah ………… 85
15 MUS’AB BIN UMAIR ……………………………………………. 91
Meninggalkan Dunia Demi Dakwah …………………………… 91
16 SALMAN AL-FARISI …………………………………………… 96
Perjalanan Panjang Mencari Kebenaran …………………… 96
17 AMMAR BIN YASIR ……………………………………………. 101
Iman yang Terjaga Meski Dipaksa …………………………….. 101
18 ULBAH BIN ZAID ………………………………………………..106
Sedekah Yang Di Terima Di Dalam Keheningan
Malam ………………………………………………………………………106
19 HABIB BIN ZAID………………………………………………….. 112
Keteguhan Iman yang Tidak Bisa Ditawar ………………… 112
THE GUARDIANS OF IMAN vii
20 ‘ABBAD BIN BISHR ……………………………………………. 117
Menikmati bacaan Shalat meski anak panah
tertancap ………………………………………………………………….. 117
BAGIAN III PARA PENJAGA IMAN DARI KAUM
WANITA …………………………………………………………………. 120
21 KHADIJAH BINTI KHUWAILID ………………………….. 122
Iman Pertama yang Menguatkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم………… 122
22 SUMAYYAH BINTI KHAYYATH ……………………… 127
Syahidah Pertama yang Menolak Menukar Iman
dengan Nyawanya …………………………………………………… 127
23 ASMA’ BINTI ABU BAKAR ………………………………. 132
Keberanian Seorang Wanita di Jalan Hijrah……………… 132
24 NUSAIBAH BINTI KA’AB………………………………….. 136
Perisai Rasulullah صلى الله عليه وسلم di Medan Uhud ………………………… 136
25 AISYAH BINTI ABU BAKAR ……………………………..140
Ilmu, Keteguhan, dan Warisan Keimanan ………………… 140
26 FATIMAH AZ-ZAHRA ……………………………………… 145
Kesabaran Putri Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam Luka dan
Kesederhanaan ……………………………………………………….. 145
27 UMMU SALAMAH ……………………………………………. 150
Keteguhan Iman dalam Hijrah dan Kehilangan ………… 150
28 RUQAYYAH BINTI RASULULLAH ………………….. 155
Kesabaran dalam Rumah Tangga dan Perpisahan ……. 155
29 HAFSAH BINTI UMAR ……………………………………… 159
Penjaga Mushaf dan Amanah Umat ………………………… 159
viii THE GUARDIANS OF IMAN
30 UMMU AIMAN………………………………………………….. 164
Cinta, Kesetiaan, & Do’a Seorang Ibu bagi
Rasulullah صلى الله عليه وسلم …………………………………………………………….. 164
PENUTUP ………………………………………………………………… 168
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………… 169
PROFIL PENULIS ………………………………………………………. 171 -
-12%
LIMA SRIKANDI
Original price was: Rp130.000.Rp115.000Current price is: Rp115.000.Penulis :
Budi Satriadi
ISBN : 978-634-04-9235-4
Jumlah Hlm : x + 336
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Mereka tidak sedang berusaha menjadi luar biasa.
Mereka hanya ingin bertahan—dan tetap menjadi diri sendiri.Lima Srikandi adalah novel tentang lima perempuan muda yang datang dari dunia dan cerita hidup yang berbeda. Masing-masing membawa mimpi, luka, dan kegelisahan yang tak selalu mampu mereka ucapkan dengan kata-kata.
Ada yang hidup di bawah bayang-bayang harapan keluarga.
Ada yang berjuang melawan rasa tidak cukup.
Ada yang mencoba bangkit dari kehilangan.
Ada yang hampir menyerah pada impian.
Dan ada yang tampak kuat, padahal diam-diam kelelahan.Sebuah pertemuan sederhana mempertemukan mereka dalam satu ruang yang sama. Dari sanalah kisah ini bergerak—perlahan namun pasti—mengurai persahabatan yang tumbuh dari kejujuran, perbedaan, dan keberanian untuk saling membuka diri.
Hubungan mereka tidak selalu hangat. Ada konflik, kecemburuan, kesalahpahaman, dan jarak yang menyakitkan. Namun justru melalui retak itulah mereka belajar tentang makna bertumbuh, memaafkan, dan menerima diri sendiri.
Novel ini menyuguhkan perjalanan emosional lima perempuan dalam menghadapi realitas hidup, iman, dan pilihan-pilihan sulit yang harus diambil. Tanpa drama berlebihan,
Lima Srikandi menghadirkan kisah yang dekat dengan pembaca—tentang jatuh, bangkit, dan menemukan kekuatan dalam kebersamaan.Sebuah novel reflektif tentang persahabatan, keteguhan hati, dan harapan—yang mengingatkan bahwa perempuan tidak harus sempurna untuk menjadi kuat.
Daftar Isi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR PENYUSUN…………………………………………… v
Mengapa novel ini ditulis? ………………………………………………..vi
Untuk siapa novel ini? ……………………………………………………..vii
Ucapan Terima Kasih ……………………………………………………… viii
PROLOG Halaman Kosong di Buku Janji ……………………………… 1
Bab 1 — Hari Pertama di Al-Firdaus …………………………………… 9
Bab 2 — Retak yang Menyatukan ……………………………………. 22
BAB 3 — Pakta Srikandi ………………………………………………….. 42
BAB 4 — Retak Pertama …………………………………………………. 59
BAB 5 — Foto yang Keblabasan ………………………………………. 74
BAB 6 — Sorotan & Ruang Aman …………………………………….. 89
BAB 7 — Membangun Proposal …………………………………….. 103
BAB 8 — Revisi Nilai …………………………………………………….. 118
BAB 9 — Ruang Belajar Pertama ……………………………………. 133
BAB 10 — Uji Coba Kelas Jumat …………………………………….. 148
BAB 11 — Nilai yang Retak Tipis ……………………………………. 165
BAB 12 — Midpoint: Kami Bisa, Tapi Dunia Melihat ………… 180
BAB 13 — Sponsor Masuk …………………………………………….. 197
BAB 14 — Proposal Terakhir Sebelum Bel Bunyi ………………. 220
BAB 15 — Antitesis di Atas Panggung …………………………….. 242
BAB 16 — Krisis Anggaran & Kursi yang Kosong ………………. 268
Bab 17 — Peluncuran …………………………………………………… 289
Bab 18 — Resonansi …………………………………………………….. 308
EPILOG — Surat Nina……………………………………………………. 326 -
-33%
HARI GURU NASIONAL KE – 80 HARI BAHAGIA BERUJUNG DUKA.
Original price was: Rp60.000.Rp40.000Current price is: Rp40.000.Penulis :
AMAR HALIM, S.Pd.I
ISBN : 978-634-04-8727-5
Jumlah Hlm : viii + 94
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
Buku ini merekam sebuah ironi pendidikan: ketika Hari Guru Nasional yang seharusnya menjadi ruang syukur dan penghormatan, justru berubah menjadi saksi musibah dan penderitaan. Melalui catatan reflektif berbasis pengalaman nyata, penulis menghadirkan potret guru dan masyarakat yang berjuang mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah bencana.
Ditulis dengan pendekatan naratif-analitis, buku ini mengulas makna pengabdian guru tidak hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai penopang psikososial, penjaga harapan, dan teladan keteguhan iman saat krisis melanda. Refleksi religius di dalamnya mengajak pembaca menyadari keterbatasan manusia dan pentingnya bersandar kepada Allah dalam menghadapi ujian kehidupan.
Buku ini relevan bagi pendidik, akademisi, pengambil kebijakan, dan masyarakat luas sebagai bahan renungan tentang pendidikan, kepemimpinan, serta tanggung jawab moral dalam situasi darurat. Hari Bahagia Berujung Duka menegaskan bahwa dari musibah, lahir pelajaran paling jujur tentang iman, kesabaran, dan arti sebuah pengabdian.Daftar Isi
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………. v
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………….. vii
Upacara Hari Guru Nasional di Tengah Hujan ………………………………1
Sore Yang Memilukan …………………………………………………………………………..8
Tolooooong ………………………………………………………………………………………….. 16
Gelap Gulita Tanpa Jaringan Listrik dan Telepon ………………………. 32
Menunggu Status ………………………………………………………………………………… 37
Madrasahku Berlumpur ……………………………………………………………………. 43
Mengungsi ………………………………………………………………………………………….. 48
Mahalnya BBM dan Bahan Pokok …………………………………………………. 57
Debu Yang Berterbangan …………………………………………………………………. 63
Mahalnya Harga Shalat Jamaah ………………………………………………………. 67
Meunasah Hanya Sebagai Tumpangan …………………………………………. 72
Surat Arrahman, Ayat Yang diulang ……………………………………………… 77
Titik Balik Dari Sebuah Musibah ……………………………………………………. 82
Cepat Pulih Aceh Ku Tercinta ………………………………………………………….. 87
Refleksi Catatan Penulis; ………………………………………………………………….. 93 -
-21%
KALI KEDUA
Original price was: Rp120.000.Rp95.000Current price is: Rp95.000.Penulis :
Rayi Indriyana
ISBN : 978-634-04-7865-5
Jumlah Hlm : viii + 453
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
“Sabia tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini. Saat ia mulai belajar mencintai lagi di kisah barunya bersama Gandhi, masa lalunya justru datang mengetuk dalam wujud Kala⸺ cinta pertama yang tak pernah bena-benar pergi.
Antara ketenangan yang (mungkin) ditawarkan Gandhi dan getar nostalgia dari Kala, Sabia dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah; melupakan masa lalu yang manis atau mempertaruhkan masa depan yang belum tentu pasti.
Karena kadang, cinta tak hanya tentang siapa yang datang lebih dulu… tapi siapa yang memilih untuk tetap tinggal dan berharap akan kesempatan kedua.
“Daftar Isi
Kata Pengantar ………………………………………………………. v
Daftar Isi ………………………………………………………………… vii
Bab 1 ……………………………………………………………………….. 1
Bab 2 ……………………………………………………………………. 46
Bab 3 ……………………………………………………………………. 88
Bab 4 ……………………………………………………………………146
Bab 5 …………………………………………………………………… 174
Bab 6 ……………………………………………………………………214
Bab 7 ……………………………………………………………………251
Bab 8 ……………………………………………………………………291
Bab 9 ………………………………………………………………….. 326
Bab 9 …………………………………………………………………..346
Bab 10 ………………………………………………………………… 366
Bab 11………………………………………………………………….. 401
Bab 12 ………………………………………………………………….. 417
Tentang Penulis……………………………………………………452 -
-9%
MENJEMPUT MIMPI SAMPAI KE TIONGKOK
Original price was: Rp55.000.Rp50.000Current price is: Rp50.000.Penulis :
Irwin Sigar
ISBN : 978-634-0475-11-1
Jumlah Hlm : x + 172
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –SINOPSIS
“Menjemput Mimpi sampai ke Tiongkok” mengisahkan keberanian seorang perempuan muda bernama Salsa, yang nekat mengejar pendidikan di negeri jauh melalui beasiswa, meninggalkan zona nyaman dan keluarga demi meraih cita-cita. Di tanah perantauan, ia menghadapi tantangan bahasa, budaya, dan kesepian, namun juga menemukan sahabat, guru, dan pengalaman yang membentuk jati dirinya.
Novel ini menyoroti perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk melangkah keluar dari batasan, sekaligus menggambarkan keindahan Tiongkok — dari kampus yang sibuk, kota-kota yang ramai, hingga pemandangan alam yang menakjubkan. Perjalanan Salsa bukan sekadar tentang akademik, tetapi juga tentang menemukan kekuatan batin, arti persahabatan, dan makna sejati dari mimpi yang diperjuangkan.
“Menjemput Mimpi sampai ke Tiongkok” adalah cerita inspiratif bagi siapa saja yang berani bermimpi besar, menembus rintangan, dan percaya bahwa langkah pertama menuju mimpi adalah keberanian untuk melangkah
—“Daftar Isi
Daftar Isi
Kata Pengantar v
Daftar Isi viii
Bab 1 Impian dari Kamar Kecil 1
Bab 2 Impianku, Harapan Kakekku. 5
Bab 3 Aku Dilanda Homesick 9
Bab 4 Aku Mengalami Culture Shock 12
Bab 5 Salsa Sol! 18
Bab 6 Salsa, Kenzi, Cahaya di Balik Cinta 24
Bab 7 Cahaya di Negeri yang Hening 29
Bab 8 Syahadat dari Negeri Naga 36
Bab 9 Aku Memilih Setia (Dan Tidak Mau Dimadu, Titik!) 45
Bab 10 Ketukan Takdir dari Negeri Sakura 50
Bab 11 Ketika Pernikahan Bukan Tentang Mewah,
Tapi Keberkahan 56
Bab 12 Di Balik Senyum yang Mulai Pudar 61
Bab 13 Pelukan Emak di Tengah Luka 64
Bab 14 Seperti Mimpi, Mendarat di Chongqing 69
Bab 15 Mengunjungi Kampus SISU 73
Bab 16 Shalat di Kamar Ganti 77
Bab 17 Mencari Arah Kiblat di Chongqing 82
Bab 18 Tuhan dalam Gerbong yang Bergegas 86
Menjemput Mimpi Sampai ke Tiongkok | ix
Bab 19 I LOVE SISU 90
Bab 20 MRT Menembus Gedung Apartemen 94
Bab 21 Berdamai dengan Diri Sendiri 98
Bab 22 Indonesia Emas 2050 (?) 102
Bab 23 Pura-Pura Jadi Mr. Bean, Lalu Selfie 107
Bab 24 Si Jingpo, Meong Kecil di Bawah Bayang Roda 110
Bab 25 Taman Eling, Saat Cinta Tak Lagi Muda 115
Bab 26 Dalitang, Saksi Kebersamaan dan Kesetiaan 120
Bab 27 Adab Lebih Utama daripada Ilmu 125
Bab 28 Yang Ditinggal Tak Kalah Sedih 131
Bab 29 Growth Mindset & Law of Attraction 135
Bab 30 Cina, Role Model Alih Teknologi 140
Bab 31 Kisah Mualaf Kenzi, Mirip Kae Asakura 145
Bab 32 Saksi Bernama The Ring 153
Bab 33 Flashback: Menikah Menunggu Mapan 157
Bab 34 Kita Bertemu di Antara Takdir dan Perpisahan 161
Bab 35 Epilog — Di Ujung Doa yang Tak Berhenti 169
Tentang Penulis 17 -
-27%
TIANG DAN ATAP DI TENGAH BADAI
Original price was: Rp55.000.Rp40.000Current price is: Rp40.000.Penulis :
Sundarni
ISBN : 978-634-0454-92-5
Jumlah Hlm : x + 88
Ukuran : 14 x 20 cm
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2025
Editor : –SINOPSIS
TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI
“Maukah kau menjadi Tiang dan Atapku agar aku bisa berdiri tegak?”
Sebuah janji yang diucapkan dengan kerendahan hati, namun mengandung kekuatan yang sanggup melawan dunia. Ini adalah kisah tentang pilihan yang berani: seorang gadis yang sudah kenyang dengan kepahitan hidup memutuskan untuk menikahi Adi, seorang pria tunanetra. la melamanya bukan dengan harta, melainkan dengan ketegasan hati.
Pernikahan mereka tidak disambut karangan bunga, melainkan air mata dan kekhawatiran yang tebal. Ujian datang, kesulitan finansial. Namun, badai yang sesungguhnya terjadi di suatu malam hujan, ketika keraguan orang tua memuncak menjadi tindakan nyata: pintu kamar dikunci, dan Adi diusir tanpa sepatah kata perpisahan dari istrinya.
Terperangkap dalam kesendirian, sang istri mengubah air mata menjadi tenaga. la bekerja siang dan malam, melawan makian, hingga di tengah keputusasaan, ia menekan kekuatan. Ketika Adi kembali, dan mereka bersatu, ia mengandung. Dalam doanya ia meminta sebuah tanda dari Tuhan. Sabilal Akbar lahir di bawah guyuran hujan menjadi validasi surgawi atas keyakinan yang tak pernah luntur. Keyakinan mereka membuat pengorbanan itu berbuah manis.
Tiang dan Atap di Tengah Badai adalah tentang ketulusan, sebuah memoar yang membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah tentang pandangan mata, melainkan tentang keteguhan hati yang saling menopang. Kisah ini adalah bukti bahwa warisan terbaik bagi anak-anak bukanlah harta melainkan semangat pantang menyerah dari orang tua mereka.
Daftar Isi
PENDAHULUAN V
PROLOG 1
TIANG & ATAP DI TENGAH BADAI 2BAB I 5
Kepingan Langit Di Petak Kontrakan 6
Kepulangan & Pelajaran Pertama Tentang Tanggung Jawab 9
JANJI Di Bangku Sekolah & Panggilan Untuk Menopang 12
IKRAR Di Tengah Badai Keraguan 18BAB II 25
Kesetiaan Cahaya Perjuangan 26
Di Bawah Langit Yang Menangis 31
KESUNYIAN PANJANG Di Balik Gempuran Rutinitas 36
Pertemuan Kembali 40BAB III 43
Rezeki Yang Ditolak & Kekuatan Iman 44
Sabilal Akbar Tanda Dibawah Guyuran Hujan 49
MUKJIZAT Di Kota Santri 52
Badai Berlalu Mentari Terbit 56BAB IV 59
TITIK BALIK DIBAWAH NAUNGAN REZEKI 60
Lika-Liku Kontrakan & Harga Sebuah Pendidikan 67
Puncak Perjuangan & Janji Masa Depan 75
Harta Yang Sejati Bukanlah Dinding 80
WARISAN YANG TAK TERLIHAT 83
REFLEKSI DAN MOTIVASI TERAKHIR 86